Rabu, 4 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    Golek Garwo

    Optimisme “Golek Garwo” dan Cherry-picking Kebahagiaan

    "Azl

    ‘Azl dalam Islam: Izin, Rida, dan Amanah Kenikmatan Suami Istri

    Ayahnya

    Ayah Belajar Empati, Anak Belajar Berbudi Pekerti

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Melarang Perempuan

    Nabi Tidak Melarang Perempuan Shalat di Masjid

    Pernikahan sebagai

    Menempatkan Perceraian sebagai Jalan Akhir dalam Pernikahan

    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    Golek Garwo

    Optimisme “Golek Garwo” dan Cherry-picking Kebahagiaan

    "Azl

    ‘Azl dalam Islam: Izin, Rida, dan Amanah Kenikmatan Suami Istri

    Ayahnya

    Ayah Belajar Empati, Anak Belajar Berbudi Pekerti

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Melarang Perempuan

    Nabi Tidak Melarang Perempuan Shalat di Masjid

    Pernikahan sebagai

    Menempatkan Perceraian sebagai Jalan Akhir dalam Pernikahan

    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Sastra

Lelaki Berselimut Gerimis

Lelaki itu tersenyum. Walaupun hanya sekilas. Aku bisa melihat senyum yang merekah yang terlukis pada wajah teduhnya yang sulit untuk aku jelaskan dengan kata-kata

Hilda Fatgehipon by Hilda Fatgehipon
21 November 2021
in Sastra
A A
0
Lelaki

Lelaki

2
SHARES
101
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kala itu, ketika langit kota Sanana diselimuti awan mendung dan sesekali nyanyian hujan gerimis menusuk atap-atap bangunan,memaksa anak-anak manusia untuk berteduh di mana saja. Asal nyanyian hujan tak meninggalkan bekas di helai baju yang sedang mereka kenakan. Aku adalah salah satu dari sekian anak manusia yang terburu-buru memindai area pertokoan yang berjejer sepanjang bahu jalan, untuk menemukan tempat yang aman untuk membiarkan pakaian yang aku kenakan tak bertandatangan gerimis.

Nyanyian hujan kian meninggi, tapi sesuatu di seberang jalan sana telah mencuri perhatianku. Aku menatap lekat sosok lelaki yang sedang asyik membiarkan telapak tangannya diterjang tetes-tetes hujan, sembari mendongkak kepalanya ke langit. Diam-diam tanpa diasadari, aku sedang membiarkan wajahku dihias seutas garis senyum tanpa aku tahu apa penyebab dari kemunculan tersebut.

Sayangnya, senyum menghias wajahku tiba-tiba raib bersama dia yang menerobos jalanan yang dipenuhi genangan air. Akankah aku bertemu dengannya lagi? Bila semesta mengizinkan, aku ingin bertemu dirinya. Aku ingin mengenal lelaki seperti apa dirinya, hingga berhasil membuat dadaku bergemuruh. Apakah perempuan seperti diriku berhak meminta pada-Nya untuk bertemu dia yang tak kukenal?

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Sepertinya tidak. Aku membiarkan segala harapan menguap ke mana saja. Ah, memikirkan cinta? Perempuan sepertiku sudah kerap kali dihukumi sanksi hukum tak tertulis berslogan standard masyarakat. Dipaksa menganut apa yang dianggap benar oleh suara mayoritas, sekali pun hati kecil memberontak untuk menolak tunduk patuh.

Aku dihakimi hanya karena asyik memilih menikmati kesendirian. Asyik berjalan-jalan dan mengerjakan beragam aktivitas tanpa perlu terburu-buru memiliki gandengan.Tapi, tetap saja cibiran sudah berulangkali menusuk telinga kiri kanan di perjumpaan maupun basa-basi yang hanya berujung menyakiti.

***

Gayung bersambut, aku tak sengaja bertemu si lelaki gerimis di bawah rindang pohon mangga yang selalu menjadi lokasi favorit mahasiswa di kampus untuk bercengkrama. Dari beberapa kabar burung yang aku kumpulkan, ternyata dia mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk berkutat dengan lembaran skripsi.

Aku menatapnya lagi, diam-diam tanpa ada orang yang tahu-menahu. Ketika tak sengaja mata kami beradu pandang, aku dengan spontan menempelkan ponsel di telinga sambil berpura-pura berbincang-bincang dengan seseorang melalui telepon.

Lelaki itu tersenyum. Walaupun hanya sekilas. Aku bisa melihat senyum yang merekah yang terlukis pada wajah teduhnya yang sulit untuk aku jelaskan dengan kata-kata. Mataku melotot tanpa sengaja bertabrakan seseorang teman perempuan sekelasku, yang tanpa aku sadari telah memperhatikan diriku dari teras parkir yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat aku berdiri sekarang.

Jantungku seketika bergemuruh. Dia mendekat ke arahku. Aku memaksakan diri untuk berani menatap cara pandangnya yang penuh selidik.

“Mira, kamu jatuh cinta sama kak Wahyu”, tanyanya sembari melipat tangannya di depan dada.

“Enggak, kok. aku gak jatuh cinta sama dia.”

“Syukur deh, kalau gitu. Dari tadi kamu seperti orang yang lagi diam-diam pandangin seseorang yang kamu sukai”

“Enggak”

Mampus aku. Apakah aku harus jujur atau tidak ya? eh, tapi gak masalah sih buat berani jujur saja ketimbang bohong. tapi, gak deh. Aku gak mau ambil resiko diomongin seruangan, Batinku.

“Nah gitu dong. Yang namanya jadi perempuan itu gak boleh pandangin lelaki diam-diam. Apalagi sampai menyatakan cinta, bahaya nanti. Kodratnya perempuan itukan menerima cinta ya bukan mengungkapkan perasaanya sama seseorang yang dia sukai.”

“Yani, apa yang salah sama perempuan yang berani ungkapkan perasaan mereka duluan pada lelaki?” Tatapku tajam.

“Mir, kamu mau menyatakan perasaanmu pada orang yang kamu suka? Mana ada perempuan yang duluan menyatakan cinta? Di mana-mana itu perempuan yang dinyatain. Ini nih kalau kelamaan asyik sendiri”

“Kok kamu ngomong begitu? Gak masalah kok kalau perempuan yang lebih dulu menyatakan perasaannya terhadap lelaki. Selama itu gak merugikan siapapun.”

Seketika Yani diam. Ia hanya memandangku dengan sorot mata kaget.

“Aku pengen tambahin lagi ya, kalau gak semua perempuan yang berani menyatakan perasaan itu bukan ujung-ujungnya ngajak pacaran. Tapi biar lega aja begitu sih. Toh, kalau ditolak juga ya gak papa. Daripada dipendam malah jadi beban bagi diri sendiri.

***

Aku masih teringat obrolanku hari itu. Hari di mana aku hampir ketahuan menyukai kak Wahyu—lelaki berselimut gerimis yang berperawakan tinggi dan berkulit kuning langsat. Apakah aku harus jujur padanya, kalau selama ini aku menyukainya? Ya, walaupun kita hanya saling berpapasan hanya beberapa kali saja. Tapi, aku tak ingin terbebani oleh perasaan ini. Karena, jujur, belakangan aku seperti menjadi seseorang yang asing bagi diri sendiri, ketika jatuh cinta tanpa ada kepastian.

Namun, kapan aku bertemu dengan dirinya lagi? Aku berharap Sang pemilik semesta mendengar apa yang baru saja aku rapalkan. Aku ingin bertemu pria itu dan ungkapkan apa yang aku rasakan. Bila nanti rasaku berbalas perih, itu lebih baik daripada membiarkan aku tersiksa oleh rasa yang sulit aku kendalikan ini. Berhenti memikirkan dirinya dan bergegaslah ke toko, Mira! Batinku lagi-lagi mengingatkan.

Hari ini, aku bergegas mengunjungi toko alat tulis untuk membeli buku. Sayangnya, aku lupa satu hal. Kalau sekarang sudah waktunya ibadah shalat zuhur. Artinya, hampir sebagian toko akan tutup sementara hingga bada zuhur. Mau tidak mau aku harus juga harus bergegas menuju masjid terdekat yang berada di persimpangan pertigaan untuk menunaikan shalat zuhur sembari menunggu toko kembali di buka.

“Dek!!!!!”, tiba-tiba seseorang memanggilku dari arah belakang. Aku berbalik menahan napas. Seseorang menuruni anak tangga mendekatiku. Sosok yang dulu pernah aku sebut

Dalam nyanyian hujan, dan tanpa tahu malu meminta pada sang Pemilik Semesta untuk dipertemukan lagi dengan lelaki berselimut gerimis. Seseorang yang hanya berani kutatap diam-diam tanpa berani melemparkan kata agar bisa saling mengenal. Walaupun aku tak pernah tahu dirinya mengizinkan aku untuk lebih mengenalnya.

“Ya, Kak?”, jawabku membuang muka ke sembarang arah.

“Maaf ya, Dek. Sandal jepit warna merah yang kamu pakai itu milik nenek Munah”

“Astaga! Maaf ya, Kak. Aku lupa. Sumpah! Aku salah pakai sandal. Sekali lagi maaf ya, kak”, Aku langung melepas sandal jepit karet berwarna merah muda dan menyerahkan padanya.

“Gak apa-apa, Dek.” Katanya sambil bergegas meletakkan sandal tersebut tepat di depan perempuan paruh baya yang duduk bersama barang dagangannya.

Aku tahu kecerobohan yang baru saja aku lakukan hanya membuat aku seperti orang aneh di hadapannya. Tapi, sepertinya aku harus berani untuk jujur padanya. Sudah cukup lama aku memikirkan hal ini. Aku tak berharap bahwa ia—pria berselimut gerimis akan memiliki rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan. Sayangnya obrolan bersama temanku lagi-lagi terngiang-ngiang di langit-langit kepala.

Aku mengedarkan pandangan ke arahnya. Di sekitar dirinya ada beberapa orang tua sepuh termasuk nenek Munah yang duduk agak berjauhan dari dirinya. Satu per satu orang mulai meninggalkan masjid, ketika hujan mulai reda. Aku pun bangkit dari lantai. Menghirup dan mengembuskan napas pelan-pelan. Merapikan jilbab dan siap-siap untuk segera pergi ke toko alat tulis.

Ketika aku tiba di depan toko, ada sesuatu yang mengganjal perihal rasa dan rasa ingin tahuku padanya. Aku bergegas kembali ke gerbang masjid. Mencarinya di halaman masjid tapi nihil. Aku melangkah gontai ke toko. Memasuki toko tanpa memiliki niat untuk membeli barang-barang yang telah aku rencanakan untuk dibeli. Pikiranku seketika bercabang ke mana-mana.

Apakah aku harus membiarkan perasaan ini seumpama air hujan yang hilang begitu saja seiring berjalannya waktu? []

Tags: cerita pendekCintalelakiperempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Hilda Fatgehipon

Hilda Fatgehipon

Anggota Puan Menulis

Related Posts

Perempuan Shalat Subuh
Pernak-pernik

Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

2 Februari 2026
Perempuan ke Masjid
Disabilitas

Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

2 Februari 2026
Melarang Perempuan
Pernak-pernik

Nabi Tidak Melarang Perempuan Shalat di Masjid

2 Februari 2026
Menggugat Cerai
Pernak-pernik

Hak Perempuan Menggugat Cerai

1 Februari 2026
Ruang Publik Perempuan
Pernak-pernik

Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini

31 Januari 2026
Perempuan ke Masjid
Pernak-pernik

Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

31 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    26 shares
    Share 10 Tweet 7

TERBARU

  • Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu
  • Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0