Kamis, 5 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Membangun Karakter Kepemimpinan Perempuan

Sampai hari ini, gaya kepemimpinan laki-laki tidak banyak menyelesaikan persoalan sosial di sekitar kita. Sebaliknya, kelompok rentan semakin jauh terpinggirkan. Dan suara perempuan seringkali tak terdengar

Zahra Amin by Zahra Amin
18 Februari 2023
in Personal
A A
0
Karakter Kepemimpinan Perempuan

Karakter Kepemimpinan Perempuan

17
SHARES
842
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa dan Rabu, 14-15 Februari 2023, saya mengikuti kegiatan Workshop Kepemimpinan Perempuan yang Fahmina Insitute gelar di Kota Cirebon. Adapun fasilitator dalam kegiatan ini adalah Mbak Desti dan Mbak Niken dari Jaringan We Lead. Sebelum masuk dalam sesi materi, kami para peserta diajak berbagi pengalaman pribadi, dengan dua pertanyaan kunci.

Pertama, apa yang paling membuat kita sebagai perempuan tidak berdaya? Kapan hal itu terjadi? Dan kedua, apa yang membuat kita sebagai perempuan merasa berdaya? Dan, kapan saat perasaan itu hadir?

Masing-masing peserta menceritakan pengalamannya dalam momentum yang kami semua sebut sebagai ruang aman. Dalam pengertian ruang aman ini, sesuatu yang juga baru saya pahami adalah tidak ada bahasa yang baku untuk menyebut ruang aman.

Tidak ada indikator yang menetapkan bahwa tempat itu bisa kita jadikan sebagai ruang aman. Karena perasaan aman itu berangkat dari hati, dan rasa percaya pada orang yang ingin kita bagikan cerita. Di mana ruang aman ini, tak bisa kita rasionalisasikan dengan bahasa yang logis sekalipun.

Karakter Kepemimpinan

Setelah melewati proses saling bertukar cerita dan mendengarkan di ruang aman itu, kami beranjak pada pembahasan tentang karakter kepemimpinan yang selama ini kita pahami. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Ini daftar karakter kepemimpinan yang terhimpun dari masukan para peserta. Antara lain, dominatif, otoriter, one man show, tegas, dan cenderung menggunakan kekerasan verbal. Seperti membentak atau marah-marah.

Selama ini di dalam alam bawah sadar kita, karena terbiasa melihat gaya kepemimpinan laki-laki, atau pemimpin yang kita lihat dan amati adalah laki-laki, maka yang muncul adalah daftar di atas tadi. Bahkan ketika perempuan menduduki posisi strategis sebagai pemimpin, gaya memimpinnya meniru laki-laki, sehingga abai dengan kondisi khas pengalaman perempuan.

Contoh dari pengabaian itu adalah misalkan tidak peduli pada perempuan yang sedang menstruasi. Di mana ketika setiap awal masa itu tiba, perempuan kerap mengalami kesakitan, sehingga membuatnya lamban bekerja. Atau tidak menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui. Dan sederet contoh lainnya. Menurut mbak Desti, hal itu terjadi sebab role model karakter kepemimpinan yang seringkali kita lihat dan amati adalah gaya dari pemimpin laki-laki.

Membangun Karakter Kepemimpinan

Sampai hari ini, gaya kepemimpinan laki-laki tidak banyak menyelesaikan persoalan sosial di sekitar kita. Sebaliknya, kelompok rentan semakin jauh terpinggirkan. Dan suara perempuan seringkali tak terdengar. Dunia dan seisinya hanya milik laki-laki, dan semua tentang kehidupan laki-laki. Kepentingan dan kebutuhan perempuan dianggap angin lalu saja. Dianggap tidak ada. Tidak penting, dan tidak menjadi prioritas utama.

Dengan segala bentuk ketimpangan tersebut, gaya kepemimpinan laki-laki di atas tadi akan mengancam kehidupan kemanusiaan kita. Malah bisa jadi pada akhirnya perempuan semakin enggan untuk masuk ke ruang publik. Lebih memilih sepi dalam ruang sunyi kehidupannya. Hak-hak perempuan yang seharusnya diperjuangkan bersama menjadi hilang, tak ada jejak yang tersisa.

Menyadari kondisi ini, sudah saatnya kita membangun karakter kepemimpinan perempuan yang berangkat dari kebutuhan, dan pengalaman perempuan sendiri. Melalui sesi diskusi bersama para peserta yang terbagi dalam empat kelompok, untuk mencari dan menyusun karakter kepemimpinan perempuan, Mbak Desti membuat daftar kesimpulan delapan karakter pemimpin perempuan.

8 Karakter Kepemimpinan Perempuan

Pertama, kepemimpinan perempuan bersifat kolektif. Berbagi tugas dan peran sesuai dengan tugasnya masing-masing. Bisa pula dengan saling bersinergi dan berkolaborasi. Kata kunci dari sifat kepemimpinan ini adalah musyawarah. Artinya, keputusan apapun yang menjadi tanggung jawab seorang pemimpin dimusyawarakan dengan orang-orang di sekitarnya.

Kedua, egaliter atau setara. Posisi dan jabatan hanya soal identitas nama, sebagai ketua, sekretaris atau bendahara. Pada hakikatnnya dalam hierarki jabatan itu adalah sama jua, yang memegang amanat menjalankan roda kepemimpinan dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, inklusif. Yakni memahami setiap kebutuhan orang sesuai dengan latar belakang. Keempat, mendengarkan. Dalam penjelasan Mbak Desti, sifat mau mendengarkan ini adalah karakter asli dari kepemimpinan perempuan. Terutama ketika bersedia mendengarkan pengalaman khas perempuan, yang tentu berbeda-beda pada setiap diri perempuan.

Kelima, ada keberpihakan pada kelompok rentan dan marjinal. Terutama  bagi mereka yang terpinggirkan dan minoritas tertentu dalam lingkungan tertentu. Sikap seorang pemimpin yang adil dan berpihak pada kepentingan kelompok marjinal ini sangat penting artinya.

Konsisten, Ada Kaderisasi dan Terbuka

Keenam, konsisten. Salah satu yang seringkali dilanggar oleh para pemimpin adalah soal konsistensi ini. Di mana janji-janji kampanye saat mencalonkan diri tidak terealisasi. Sebaliknya, para pemimpin acap kali mengkhianati janji-janjinya sendiri, dan pura-pura lupa, amnesia atau hilang ingatan dengan janji yang sudah pernah terucapkan. Artinya, seorang pemimpin punya sikap antara perkataan dan perbuatan itu harus selaras.

Ketujuh, kaderisasi. Terkait point ini juga, biasanya para pemimpin yang sudah menempati posisi strategis dan memegang kekuasaan tidak mau bergantian peran. Seakan jabatan itu abadi hanya untuknya saja. Artinya ia hanya memikirkan dirinya sendiri, dan tak berpikir bahwa memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan itu butuh nafas panjang dan berkelanjutan. Tak bisa sendirian, dan mustahil selamanya akan sendiri.

Kedelapan, terbuka menerima masukan dan kritik dari orang lain. Atau dalam bahasa latinnya “Critica Amorosa.” Yakni mengkritik dengan rasa cinta, tanpa bermaksud menghujat, menghakimi atau bernada kecaman. Mengkritik dengan bahasa santun, dan untuk kebaikan bersama, niscaya akan berbuah kebaikan juga bagi semua.

Inilah delapan karakter kepemimpinan perempuan yang berhasil kami susun bersama para peserta workshop dan Mbak Desti sebagai fasilitator. Usai mengikuti workshop tersebut, kami pulang kembali ke komunitas masing-masing untuk mempraktikkan delapan karakter di atas. Harapannya, ketika semakin banyak pemimpin perempuan yang terlatih dan memahami persoalan perempuan serta kelompok marjinal, maka kehidupan masyarakat ke depan akan menjadi lebih baik lagi. Yakni untuk membangun peradaban kemanusiaan yang berkeadilan. []

Tags: Karakter KepemimpinanKepemimpinan PerempuanKomunitasOne Man Showorganisasipemimpin perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Related Posts

sahabat tuli
Disabilitas

Sahabat Tuli Salatiga: Representasi Gerakan Kelompok Disabilitas

2 Februari 2026
Ratu Saba'
Figur

Ratu Saba’ dan Seni Memimpin ala Perempuan

24 Desember 2025
Kepemimpinan Perempuan
Publik

Kepemimpinan Perempuan Mengakar dalam Sejarah Indonesia

19 Desember 2025
Digital KUPI
Aktual

Ahmad Nuril Huda: Nilai Komunitas Digital KUPI Belum Menyaingi Kelompok Konservatif

13 Desember 2025
Penguatan Komunitas
Publik

Penguatan Komunitas Ala Fahmina

27 November 2025
Disabilitas
Aktual

PSGAD UIN SSC Dorong Kolaborasi Akademisi, Komunitas, dan Pesantren untuk Advokasi Disabilitas melalui Tulisan

2 Februari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Islam Membela Perempuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6

TERBARU

  • Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman
  • Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama
  • Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?
  • Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan
  • Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0