Minggu, 22 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyepi dan Idulfitri

    Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi

    Refleksi Lebaran

    Refleksi Lebaran: Bolehkah Kita Bersuka Cita saat Saudara Kita Masih Berduka?

    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ekonomi Perempuan

    Ketergantungan Ekonomi Membatasi Akses Kesehatan Perempuan

    Hak Perempuan

    Pembatasan Hak Perempuan

    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyepi dan Idulfitri

    Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi

    Refleksi Lebaran

    Refleksi Lebaran: Bolehkah Kita Bersuka Cita saat Saudara Kita Masih Berduka?

    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ekonomi Perempuan

    Ketergantungan Ekonomi Membatasi Akses Kesehatan Perempuan

    Hak Perempuan

    Pembatasan Hak Perempuan

    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Multikulturalisme: Kampung Inggris Pare sebagai Penggiat Toleransi

Pare menjadi lokasi yang melahirkan nilai-nilai multikulturalisme. Gagasan tersebut sejatinya menjadi salah satu letak hadirnya kritik dan perkembangan dengan latar belakang etnis dan suku yang berbeda dan memiliki toleransi yang tinggi walaupun terdapat banyak keberagaman

Mifta Kharisma by Mifta Kharisma
16 Agustus 2021
in Pernak-pernik
A A
0
Multikulturalisme

Multikulturalisme

20
SHARES
977
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Konsep single monism yang dijelaskan oleh Bhikkhu Parekh membahas, mengenai substansi kebenaran tunggal, konsep ini berlawanan dengan dualism dan pluralisme. Kesetaraan menurut Bhikkhu Parekh adalah kesetaraan yang mengenal pola keberagaman dengan masyarakat multikulturalisme pada masyarakat Pare yang terdiri dari berbagai banyak suku.

Dengan kehadiran para pendatang seperti suku dari Batak, Ambon, Minang, dan sebagainya. Walaupun mayoritas suku Jawa, namun memiliki toleransi yang tinggi. Dengan memiliki latar belakang yang berbeda-beda, gender, kelas sosial, agama, ras dan bahasa yang beragam juga di Pare. Dan disebut sebagai kampung pelajar, karena banyak pendatang dari luar Jawa.

Tak hanya sampai  di situ, adanya pertemuan para pendatang yang menjadi peserta belajar di lembaga kursus menjadi pengamalan dan aktualisasi nilai-nilai multikulturalisme, sehingga memudahkan setiap individu dalam mengaktualisasikan diri dan melebur menjadi nilai konsensus bersama dengan adanya meeting point.

Kondisi itu kemudian mendorong salah satu peserta kursus yakni Marlin dari Indonesia Timur tepatnya dari Ambon untuk menjadi pioneer toleransi dan menyebarkan perdamaian. Usai mengutak-atik dan mengalami penerimaan, akhirnya mencapai konsensus di antara peserta kursus dan menciptakan keharmonisan dengan adanya kelompok belajar yang datang dari berbagai daerah. Dengan potret seperti ini terjalin komunikasi dan kerjasama yang egaliter.

Menetap di Pare selama sebulan memberikan perspektif baru dalam mengenal keberagaman di Pare. Marlin sebelumnya mengenal Yogyakarta saja sebagai daerah yang sarat toleransi, tetapi setelah menetap di Pare ia sadar bahwa kampung ini menjadi rujukan utama di antara kampung-kampung yang lain untuk memperkenalkan toleransi.

Banyaknya pendatang yang berasal dari daerah lain membuat orang lain terbuka dan dengan itu memperkenalkan konsep toleransi, selain itu faktor pendukung lainnya yang sangat  mempengaruhi adalah penduduk lokal yang menerima pendatang, sehingga dengan adanya  faktor tersebut heterogenitas dan multietnis membuat Pare menjadi tempat yang sangat strategis untuk melanggengkan nilai-nilai multikulturalisme.

“Penduduk lokal  yang ada di Pare memiliki sikap terbuka dan sangat menghargai perbedaan dan tidak membatasi perbedaan. Beberapa konflik yang terjadi karena kesalahpahaman yang terjadi dengan adanya perbedaan, sebagai aktor utama adalah para pemuda yang mudah tersulut konflik. Beberapa kesempatan terjadi konflik beberapa daerah mencanangkan  komunitas-komunitas perdamaian, dengan hal itu melatarbelakangi saya sebagai agen perdamaian di daerah yang memiliki latarbelakang multikulturalisme” Ujar Marlin dalam kesempatan ditemui di cafe.

Faktor historis dan sosio historis menjadi alasan utama dalam menginternalisasi proses multikulturalisme, dan ini mempengaruhi pola kehidupan sosial di Pare, dalam hal ini di grassroot berperan penting sebagai dasar fundamental dalam membentuk pola perilaku masyarakat yang toleran dan sesuai nilai-nilai multikultural. Pengakuan nilai nilai multikulturalisme sebagai recognition atas dasar pembentukan  asumsi orang lain dan radikal menjadi tidak ada, bukti adanya dikotomi minoritas dan mayoritas adalah menjadi jarak untuk pelanggengan sikap inklusif.

Tendensi sudut pandang menghargai terhadap perbedaan dipengaruhi situasi dan kondisi dan membentuknya menjadi pola pikir yang berbeda. Kecenderungan ini menghasilkan saling menghormati terhadap perbedaan. Salah satu peserta kursus bernama Bob, mengeluhkan masih adanya stigmasisasi terhadap peserta kursus yang memiliki perbedaan ideologi dan perbedaan latar belakang. Membentuk judgement dan prasangka terhadap kelompok yang berbeda masih terasa di beberapa tentor yang ada di lembaga kursus.

Bob juga menambahkan beberapa motif yang membuat orang pendatang dan penduduk lokal yang terbuka, pertama secara profit dan ekonomi menjadi alasan keterbukaan para penduduk lokal dengan para pendatang, sehingga keadaan ini diuntungkan dengan adanya para pendatang yang menghasilkan keuntungan yang mutual antara para pendatang dengan penduduk lokal. Lalu kedua, secara natural dan human nature

Beberapa individu yang terlahir secara historis beragam lebih mudah dan memahami konsep multikulturalisme, dan menjadi modal utama dalam kehidupan sosial. Sehingga dengan adanya sitem komunal dan memiliki satu paham nasionalisme seperti satu kebangsaan, menjadi landasan hidup untuk saling menghargai dan menginternalisasi nilai-nilai yang plural.

“Keberagaman yang kompleks tersebut membuat Pare menjadi beraneka ragam, anggapan bahwa tidak ada suku yang baik daripada kebudayaan yang lain. Rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia harus ditingkatkan agar sesama manusia saling menghormati, jika tercipta rasa hormat dan menghargai antar sesama.”

Dengan kata lain, dalam pemahaman multikulturalisme perbedaan merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dihindarkan kemudian dihargai dan dihormati dalam derajat yang sama sehingga tidak ada usur budaya yang memiliki otoritas yang lebih tinggi. Sayangnya sikap sikap tersebut tidak bisa serta merta dilahirkan, tetapi perlu ditanamkan dan diwariskan serta diajarkan melalui pendidikan serta pertemuan pertemuan di kehidupan sosial di Pare.

Pare menjadi lokasi yang melahirkan nilai-nilai multikulturalisme. Gagasan tersebut sejatinya menjadi salah satu letak hadirnya kritik dan perkembangan dengan latar belakang etnis dan suku yang berbeda dan memiliki toleransi yang tinggi walaupun terdapat banyak keberagaman, tentang bagaimana interaksi tentor mengajar di kelas, peserta kursus, dan penduduk lokal yang saling menghargai. Dengan adanya keberagaman tersebut, maka nilai-nilai multikulturalisme perlu dikembangkan khususnya dalam pembelajaran dan berinteraksi sehari-hari dalam kehidupan sosial. []

 

Tags: BudayaKampung InggriskeberagamanmultikulturalismeNusantaraPare KediritoleransiTradisi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Ketimpangan Gender serta Dampak terhadap Laki-laki

Next Post

Pintu Ijtihad Masih Terbuka, Siapa yang Mau Masuk?

Mifta Kharisma

Mifta Kharisma

Peneliti ISAIs (Institute Of Southseast Asian Islam), Wahib Institute, aktif dalam forum lintas iman. kemanusiaan, dan isu-isu minoritas

Related Posts

Idulfitri Bertemu Nyepi
Featured

Takbir dan Sunyi: Ketika Idulfitri Bertemu Nyepi

19 Maret 2026
Kesehatan Sosial Perempuan
Pernak-pernik

Kesehatan Perempuan Dipengaruhi Faktor Sosial, Ekonomi, dan Budaya

14 Maret 2026
Imlek
Personal

Musim Semi Perayaan Imlek, Masihkah Ilusi untuk Cina Indonesia: Sebuah Refleksi

13 Maret 2026
Curu Pa'dong
Keluarga

Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

5 Maret 2026
Difabel dalam Masyarakat Indonesia
Disabilitas

Difabel dalam Masyarakat Indonesia

28 Februari 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

9 Maret 2026
Next Post
Merah Putih

Pintu Ijtihad Masih Terbuka, Siapa yang Mau Masuk?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Ketergantungan Ekonomi Membatasi Akses Kesehatan Perempuan
  • Pembatasan Hak Perempuan
  • Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi
  • Refleksi Lebaran: Bolehkah Kita Bersuka Cita saat Saudara Kita Masih Berduka?
  • Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0