Jumat, 30 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Quo Vadis Gerakan Ekofeminisme di Timur Tengah

Gerakan ekofeminisme di Timur Tengah, secara senyap menantang dua lapis dominasi: kolonialisme lingkungan dan patriarki budaya.

Aji Cahyono by Aji Cahyono
1 Agustus 2025
in Publik
A A
0
Gerakan Ekofeminisme

Gerakan Ekofeminisme

11
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Keberpihakan gender tidak pernah netral dalam urusan krisis iklim—yang mana di berbagai wilayah dunia, perempuan tidak mendapatkan perlakuan yang selayaknya. Perempuan kelompok yang paling terdampak dalam bencana ekologis, krisis pangan, kelangkaan air hingga konflik akibat perubahan iklim.

Timur Tengah, menjadi kawasan yang rentan terhadap krisis lingkungan menyimpan paradoks besar. Di sisi lain menjadi ladang eksploitasi sumber daya dan konflik geopolitik kawasan, tetapi di sisi lain kawasan tersebut menjadi basis gerakan perlawanan berbagai komunitas, spiritual dan gender. Jadi mari kita lihat bagaimana gerakan ekofeminisme di Timur Tengah?

Ekofeminisme: Respon Perempuan terhadap Ekologi Terkolonialisasi

Lahirnya wacana ‘Ekofeminisme’ berangkat dari kegelisahan pemikir feminis atas relasi dominasi ganda. Antara laki-laki terhadap perempuan dan manusia terhadap alam. Ekofeminisme dipopulerkan oleh Françoise d’Eaubonne pada 1974. Kemudian berkembang melalui karya-karya Vandana Shiva, Maria Mies, dan Carolyn Merchant.

Dalam suatu diskursus berbagai konteks, ekofeminisme menentang logika patriarki-kapitalistik yang eksploitasi alam secara serakah. Sekaligus mempersempit hingga menindas perempuan di berbagai struktur sosial, ekonomi maupun politik yang timpang.

Seandainya gagasan ini terbawa dalan nuansa wacana Timur Tengah, maka ia melalui proses adaptasi yang kompleks. Tidak semua ekspresi ekofeminisme terwujudkan dalam bentuk gerakan protes terbuka. Ia lahir dalam bentuk praksis lokal, spiritual Islam, komunitas agraris maupun solidaritas perempuan dalam keterbatasan. Namun dalam banyak hal, gerakan ekofeminisme ini membawa semangat resistensi terhadap eksploitasi dan penindasan yang sistemik.

Timur Tengah menjadi kawasan penuh dengan sejarah panjang sebagai objek kolonialisme dan imperialisme—baik melalui kekuatan Eropa maupun sistem ekonomi global kontemporer. Seperti halnya eksploitasi minyak, penggurunan (desertification), degradasi air, dan polusi industri merupakan warisan dari logika ekonomi ekstraktif yang mengabaikan keberlanjutan.

Kolonialisme Lingkungan dan Patriarki Budaya

Di sisi lain, perempuan kawasan Timur Tengah tidak mempunyai ruang yang luas dalam menyuarakan dan berperan dalam pengambilan keputusan penting soal lingkungan. Padahal perempuan yang paling terdampak.

Gerakan ekofeminisme di Timur Tengah, secara senyap menantang dua lapis dominasi: kolonialisme lingkungan dan patriarki budaya. Misalnya, perempuan Palestina bukan hanya menghadapi pendudukan Israel, melainkan menghadapi krisis air dan tanah akibat kebijakan apartheid lingkungan.

Tempat lain seperti Mesir dan Yaman, perempuan petani dan aktivis lingkungan berjuang dalam mempertahankan akses terhadap lahan, benih, dan sumber daya alam yang langka. Bagi mereka, krisis iklim di kawasan bukan sekadar menyoal cuaca ekstrem, melainkan siapa yang berkuasa atas sumber daya.

Hal ini menjadikan ekofeminisme tidak sekadar menjadi diskursus akademik. Melainkan menjadi gerakan sosial yang menyuarakan keadilan ekologis dan kesetaraan gender secara bersamaan.

Ekofeminisme Islam: Spiritualitas sebagai Perlawanan

Ekspresi khas ekofeminisme di Timur Tengah merupakan gerakan yang muncul dengan menghubungkan spiritualitas Islam dengan kesadaran ekologis dan kesetaraan gender. Berbagai tradisi Islam, alam dipandang sebagai ayat-ayat yang bersumber dari Tuhan (tanda tanda kebesaran Allah). Manusia sebagai khalifah yang dapat menjaga keseimbangan bumi. Konsep tawhid, mizan (keseimbangan), dan amanah (tanggung jawab) menjadi landasan etis dalam hubungan manusia-alam.

Perempuan muslim di kawasan Timur Tengah memulai dalam penggalian ulang nilai-nilai untuk menantang narasi patriarkis dan eksploitatif yang seringkali menggunakan narasi keagamaan.

Misalnya, tokoh perempuan dari Iran yakni Mahlagha Mallah (terkenal sebagai “Ibu Lingkungan Iran” karena mendirikan Perkumpulan Perempuan melawan Pencemaran Lingkungan) dan Shina Ansari (yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Iran dan Kepala Departemen Lingkungan Hidup, dan meraih gelar doktor bidang manajemen lingkungan).

Fatimah Mernissi (intelektual feminis muslim asal Maroko, yang menyarakan ketidakadilan yang perempuan alami dalam masyarakat Arab-Islam). Hal ini menunjukkan bahwa Islam menjadi sumber energi spiritual dan politik dalam membangun gerakan ekofeminisme.

Ekofeminisme Islam hadir menolak dikotomi antara publik dan domestik. Dalam konteks krisis lingkungan, pekerjaan rumah seperti mengelola air, memasak, dan bertani bukan sekadar kerja reproduktif, melainkan bagian dari praktik ekologis bermakna.

Ketika perempuan terlibat dalam komunitas pertanian urban, pengelolaan limbah maupun pengelolaan air bersih, mereka tidak hanya “membantu” melainkan membangun alternatif terhadap sistem industri yang rusak.

Tantangan dan Harapan

Gerakan ekofeminisme di Timur Tengah menghadapi tantangan tersendiri. Di tengah rezim otoriter, kontrol negara terhadap organisasi masyarakat sipil, represi terhadap perempuan dan konflik berkepanjangan salah satu hambatannya. Banyak negara, isu lingkungan masih dianggap sekunder dibandingkan dengan politik kekuasaan atau pertahanan nasional.

Selain itu, dominasi pemikiran Barat dalam wacana diskursus feminisme global menjadikan ekspresi lokal ekofeminisme di Timur Tengah dianggap tidak “radikal” atau “feministik” secara standar global. Padahal, konteks lokal seyogyanya mempunyai gerakan yang otentik dengan menuntut strategi berbeda. Lebih subtil, mengakar dalam komunitas, dan terkadang terbungkus dengan narasi spiritual atau adat.

Kondisi ini menjadi pertanyaan penting, bagaimana gerakan ekofeminisme di Timur Tengah? Apakah akan tetap menjadi gerakan komunitas marjinal, atau bisa berkembang menjadi kekuatan politik dan budaya yang signifikan?

Di tengah krisis iklim global dan kekacauan geopolitik Timur Tengah, gerakan ekofeminisme memberikan cara pandang alternatif unik dan menyembuhkan. Ia tak hanya mengusung ide perlawanan, melainkan rekonsiliasi antara manusia dan alam, antara laki-laki dan perempuan, antara politik dan spiritualitas.

Misalnya, praktik dalam gerakan ekofeminisme dapat kita terapkan oleh komunitas perempuan di Lebanon yang mengembangkan pertanian organik sebagai wujud ketahanan pangan. Lalu ada perempuan Kurdi mengaitkan perjuangan ekologis dengan kebebasan politik.

Di Palestina, organisasi The Union of Agricultural Work Committees melibatkan perempuan untuk merebut kembali kedaulatan pangan dibawah pendudukan. Hal ini merupakan wujud ekofeminisme secara politis dan praksis.

Oleh karenanya, ke depan gerakan ini memerlukan penguatan jejaring antar-komunitas, dukungan kebijakan, dan pengakuan dalam wacana diskursus internasional. Sejumlah akademisi, jurnalis, maupun aktivis perlu mengangkat kisah-kisah lokal yang menjadi bukti bahwa ekofeminisme bukan sekadar teori yang bersumber dari North Global, melainkan juga berkembang di jantung dunia Islam.

Jalan Panjang Menuju Keadilan Ganda

Gerakan ekofeminisme di Timur Tengah bagian dari refleksi perjuangan ganda: mendobrak praktik patriarkti dan kapitalisme ekologis. Ia berupaya hadir dalam kehidupan nyata sehari-sehari perempuan dalam menjaga kehidupan di tengah krisis. Ia bersumber dari visi besar: membangun dunia yang berkeadilan, lestari dan setara.

Oleh karenanya, bukan soal apakah gerakan ini penting, melainkan bagaimana dapat memperkuatnya. Untuk menjawab Quo Vadis Ekofeminisme di Timur Tengah adalah sejauh mana perempuan di Timur Tengah menyuarakan dan pemangku kebijakan dan masyarakat pada umumnya mendengar suara perempuan, menghargai pengetahuan lokal, dan memperjuangkan keadilan ekologis sebagai bagian integral dalam Hak Asasi Manusia. []

Tags: Feminsime IslamGerakan Ekofeminismegerakan perempuanIsu LingkunganTimur Tengah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Aji Cahyono

Aji Cahyono

Direktur Eksekutif Indonesian Coexistence dan Alumni Master Kajian Timur Tengah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Related Posts

Joko Pinurbo
Publik

Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

27 Januari 2026
Gotong-royong
Publik

Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

26 Januari 2026
Isra Mikraj
Hikmah

Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

17 Januari 2026
Perempuan di Titik Nol
Buku

Perempuan di Titik Nol: Kisah Perlawanan Perempuan dari Padang Pasir

7 Januari 2026
Relasi dengan Bumi
Publik

Tahun Berganti, Tata Kembali Relasi dengan Bumi

3 Januari 2026
Proyek PSN
Publik

Kekerasan yang Menubuh: Penderitaan dan Perlawanan di Lingkar Proyek PSN

3 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0