Jumat, 16 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    NU dan Lingkungan

    Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

    Slow Living

    Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    Bahasa Disabilitas

    Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    Lingkungan di Pesantren

    Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

    Pemimpin yang Melayani

    Pemimpin yang Melayani: Ciri Khas Kepemimpinan Kristiani

    Alam di pesantren

    Pesantren Jadi Ruang Strategis Membangun Kepedulian Kelestarian Alam

    American Academy of Religion

    Melampaui Maskulinitas Qur’ani: Catatan dari Konferensi American Academy of Religion (AAR) 2025

    Menjaga Kelestarian Alam

    Membangun Kesadaran Sejak Dini untuk Menjaga Kelestarian Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    NU dan Lingkungan

    Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

    Slow Living

    Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    Bahasa Disabilitas

    Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    Lingkungan di Pesantren

    Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

    Pemimpin yang Melayani

    Pemimpin yang Melayani: Ciri Khas Kepemimpinan Kristiani

    Alam di pesantren

    Pesantren Jadi Ruang Strategis Membangun Kepedulian Kelestarian Alam

    American Academy of Religion

    Melampaui Maskulinitas Qur’ani: Catatan dari Konferensi American Academy of Religion (AAR) 2025

    Menjaga Kelestarian Alam

    Membangun Kesadaran Sejak Dini untuk Menjaga Kelestarian Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Self Awareness Ala Oh Yi Young di Resident Playbook

Saat menghadapi deadline kerja, orang selow akan tetap tenang dan menyusun strategi pengerjaan daripada panik.

Halimatus Sa'dyah Halimatus Sa'dyah
24 Mei 2025
in Film
0
Self Awareness

Self Awareness

1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Maraknya pemakaian media sosial mulai dari Instagram, Facebook, Tik Tok, You Tube, Gmail, dst, menjadikan hidup terasa berjalan dengan cepat. Tiba-tiba sudah terlewat beberapa jam, terlewat hari, sudah berganti bulan, sudah memasuki tahun baru. Begitu seterusnya, sampai kita seperti berkejaran dengan waktu dalam menyelesaikan tugas.

Nah, problem seperti ini karena kita kurang efektif dalam menggunakan waktu di setiap detiknya. Kita terpancing untuk bersantai sejenak, scroll handphone, sampai pada waktu berjalan dengan cepat. Tekhnologi benar-benar menjadi dua mata pisau, di sisi lain memudahkan pekerjaan kita dalam komunikasi. Di sisi lain menjadi boomerang, memakan waktu dengan sangat singkat.

Nah, dampak dari penggunaan media sosial tersebut membuat kita terlena menikmati dunia maya. Menjadikan orang jauh terasa dekat, namun menjauhkan orang yang dekat. Secara fisik berdekatan, namun dampak bermedia sosial membawa kita pada ruang tanpa jarak dengan sosok yang ada dalam ikatan memalui handphone.

Perjuangan Para Dokter Muda

Berbeda dengan Hospital Playlist yang berfokus pada dokter senior, Resident Playbook menyoroti perjuangan para dokter muda yang baru memulai karier mereka. Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan kerja, kasus medis yang kompleks, hingga dinamika hubungan pribadi. Drama ini menyajikan kisah yang hangat dan menyentuh, dengan sentuhan humor yang ringan namun bermakna.

Oh Yi-young (diperankan oleh Go Youn-jung), seorang residen yang kembali ke dunia medis setelah mengalami kegagalan sebelumnya. Ia berjuang untuk membuktikan dirinya dan membayar utangnya. Pyo Nam-kyung, teman lama Yi-young yang sering merasa terintimidasi dan berusaha menemukan kepercayaan dirinya di lingkungan kerja yang menantang.

Um Jae-il, mantan idol K-pop yang memulai karier baru sebagai dokter, berusaha mendapatkan pengakuan dari rekan-rekannya. Kim Sa-bi seorang jenius akademik yang meraih peringkat tertinggi dalam ujian medis, namun kesulitan dalam berinteraksi dengan pasien secara emosional. Ku Do-won. Residen senior yang menjadi panutan bagi para juniornya, dikenal karena ketenangannya dalam menghadapi tekanan.

Mereka berempat memiliki problem masing-masing dalam melewati proses menjadi dokter resident. tentu masalah dengan pasien, dokter senior, salah diagnosa, shift jaga yang menguras tenaga, dst. Semua digambarkan dengan baik dalam serial drama Korea ini. Seru dan relate sekali dengan dunia kerja masa kini, terutama untuk generasi Z.

Menjalani Hidup Selow dan Self Awareness Ala Yi Young

Gaya dan perilaku “selow”, bahasa gaul dari “slow” yang berarti santai atau tidak terburu-buru dalam menghadapi masalah adalah pendekatan yang tenang, tidak reaktif, dan cenderung berpikir jernih sebelum bertindak. Gaya hidup selow ini mirip dengan stoicism maupun self-awareness.

Self awareness atau kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami perasaan, pikiran, motivasi, dan tindakan diri sendiri. Ini adalah salah satu aspek penting dari kecerdasan emosional.

Di serial drama Korea ada karakter Oh Yi Young yang menerapkan selow dan self-awareness dalam menjalani dokter resident. Dia memiliki sikap-sikap yang antara lain: kalau ada teman yang iri di tempat kerja, malah diajak menjadi teamwork untuk menyelesaikan projek. Menjadi pribadi cuek, tidak kepo pada masalah orang, tidak terpancing penasaran di ranah privacy orang lain.

Berani menyampaikan apa yang ia rasakan, baik suka maupun saat kesal. Apabila ada teman yang menyukainya, tetap santai, tidak terpancing apalagi menye-menye dan genit. Tidak begitu mengambil pusing saat mendapatkan teguran atau amarah atasan saat pekerjaan salah, dia menyadari kesalahannya, merasa takut dengan senior namun dia lebih takut karena kebodohannya saat resident. Yi Young di sisi lain bahkan bisa tegas pada orang yang memperlakukannya dengan buruk.

Yi Young mentality sangat fokus pada pekerjaan tanpa haus validasi orang lain. Selalu menikmati proses secara bertahap tanpa buru-buru, dan tetap berprogres. Memahami diri kapan harus bersikap tegas dan kapan waktunya untuk tidak mengekspresikan emosi.

Perbedaan Self-awareness dan Selow dalam Bersikap

Dalam bahasa yang lebih sederhana: Selow adalah gaya bersikap, dari kata “slow” yaitu sikap yang tenang, santai, tidak tergesa-gesa, dan tidak mudah panik dalam menghadapi situasi. Fokus utamanya, cara bersikap atau bereaksi terhadap situasi.

Contoh, memiliki sikap tetap tenang saat ada tugas mendadak, tidak panik, dan memilih menyelesaikannya perlahan tapi pasti. Selow artinya gaya hidup yang chill (serius tapi santai) dan nggak baper-an. Cocok untuk menjaga stres tetap rendah, tapi bisa jadi negatif kalau terlalu pasif atau menunda tanggung jawab.

Definisi self-awareness (kemampuan mental) adalah kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk mengenali emosi, pikiran, dan tindakan diri sendiri. Selain itu menyadari dampaknya terhadap diri dan orang lain.

Fokus utamanya, menyadari bahwa menahan marah saat kita tidak dihargai, dan memilih menenangkan diri sebelum berbicara agar tidak menyesal. Kemampuan untuk mengenali apa yang dirasakan, pikirkan, dan lakukan. Ini pondasi penting dalam pengendalian diri dan keputusan bijak.

Selow, Self Awareness dan Stoicisme

Stoicisme adalah ajaran filosofis yang menekankan mengendalikan apa yang bisa kita kendalikan, dan menerima dengan tenang apa yang tidak bisa kita kendalikan. Fokusnya pada kebijaksanaan, disiplin, dan kebahagiaan batin lewat akal sehat.

Self awareness adalah dasar untuk memahami diri sendiri. Stoikisme menggunakan self-awareness untuk hidup secara bijaksana dan tangguh. Selow bisa menjadi cara menghadapi hidup yang lebih tenang, tapi akan lebih bermakna kalau bersamaan dengan self-awareness dan prinsip selow.

Self-awareness adalah menyadari isi perasaan dalam diri, dan bagaimana perasaan itu memengaruhi tindakan. Menyadari posisi diri dari sudut pandang orang lain, apakah dicintai atau dibenci.

Contoh Self-awareness: Menyadari bahwa sedang marah karena ditegur atasan, tetapi tidak langsung meledak karena tahu itu akan memperburuk situasi. Sedangkan selow contohnya tidak mudah panik. Menghadapi masalah dengan kepala dingin, tanpa tergesa-gesa atau panik.

Menerima kenyataan tanpa banyak mengeluh atau menyalahkan keadaan, fokus pada solusi daripada drama. Berpikir jernih, mengambil waktu untuk menganalisis masalah secara rasional sebelum bertindak.

Santai tapi tetap bertanggung jawab, tidak berarti cuek; tetap mengambil tindakan, tapi dengan ritme yang lebih santai dan tidak stres. Tidak mudah terprovokasi dalam konflik atau tekanan, dan tidak mudah terpancing emosi. Mampu menyisipkan humor atau hal-hal menyenangkan untuk meringankan suasana.

Kelebihan gaya selow, menghindari keputusan impulsive, menjaga kesehatan mental dan fisik. Cocok untuk situasi yang membutuhkan ketenangan dan analisis. Membuat orang lain di sekitar ikut tenang. Kekurangan gaya selow, bisa dianggap kurang serius atau tidak peduli. Kurang cocok dalam situasi yang butuh respon cepat. Berisiko menunda penyelesaian masalah.

Melatih Kesadaran Diri melalui Self Awareness

Saat menghadapi deadline kerja, orang selow akan tetap tenang dan menyusun strategi pengerjaan daripada panik. Ketika ada konflik dengan teman, ia memilih tidak langsung membalas emosi, tapi menunggu sampai semuanya lebih tenang untuk bicara.

Menjadi lebih “selow” dalam menghadapi masalah, kuncinya adalah melatih kesadaran diri (self-awareness), mengatur napas, dan berlatih melepaskan hal-hal di luar kendali, “Tenang bukan berarti lemah. Sadar bukan berarti lambat. Menerima bukan berarti menyerah.”

Hubungan Ketiganya: Self-awareness adalah dasar untuk memahami diri sendiri. Stoikisme menggunakan self-awareness untuk hidup secara bijaksana dan tangguh. Selow bisa menjadi cara menghadapi hidup yang lebih tenang, tapi akan lebih bermakna kalau dibarengi self-awareness dan prinsip stoikisme.

Apabila mampu menggabungkan ketiganya, seperti mampu mengaplikasikan salah satu ayat dalam Alquran, yaitu fa idzâ faraghta fanshab, apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain).

 فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ۝٧

Tidak Tergesa-gesa dalam Menjalani Kehidupan

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadits-nya bahwa ketergesa-gesaan berasal dari setan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Tidak tergesa-gesa dan memahami ketenangan datangnya dari Allâh, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menghindarinya kecuali pada perkara yang dibenarkan oleh syariat, seperti: tidak terburu-buru dalam meberikan reaksi pada hal yang tidak kita sukai, pada hal yang memicu amarah. []

Tags: Drama KoreaResident Playbookself awarenessSlow LivingStoicism
Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis bisa dihubungi melalui IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Terkait Posts

Slow Living
Personal

Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

16 Januari 2026
Haenyeo
Film

Haenyeo Melawan Kiamat Iklim: Nafas Terakhir Penjaga Laut Jeju

11 Desember 2025
Lingkungan Inklusif
Film

Refleksi Twinkling Watermelon: Mengapa Seharusnya Kita Ciptakan Lingkungan Inklusif?

28 Oktober 2025
Bon Appetit Your Majesty
Film

Gastrodiplomasi dalam Balutan Drama Bon Appetit Your Majesty

15 Oktober 2025
Bon Appétit
Film

Bon Appétit, Your Majesty: Ketika Dapur Jadi Cermin Kuasa dan Kesetaraan

12 Oktober 2025
Drama Korea
Personal

Tradisi Kissing dan Living Together ala Drama Korea dalam Perspektif Islam

26 September 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Bahasa Disabilitas

    Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dalam Keheningan yang Tak Lagi Menakutkan: Reading Note’s Broken Strings

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemimpin yang Melayani: Ciri Khas Kepemimpinan Kristiani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesantren Jadi Ruang Strategis Membangun Kepedulian Kelestarian Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius
  • Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan
  • Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living
  • Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme
  • Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID