Jumat, 2 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

    Gender KUPI

    Julia Suryakusuma Apresiasi Peran KUPI dalam Mendorong Islam Berkeadilan Gender

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Keulamaan KUPI

    Mengapa KUPI Menekankan Pengalaman Perempuan dalam Keulamaan?

    adab al-mu‘āsharah

    Adab al-Mu‘āsharah dan Keadilan Relasi Gender dalam Islam

    Ulama Perempuan oleh

    Mengapa Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin?

    Ulama Perempuan menurut KUPI

    Apa yang Dimaksud Ulama Perempuan Menurut KUPI?

    Pengharapan

    Pengharapan Sebagai Cara Katolik Menyambut Tahun Baru 2026

    Ulama Perempuan pada

    Komitmen Ulama Perempuan pada Keadilan dan Kemaslahatan

    Pembangunan

    Pembangunan yang Melukai Perempuan

    Pengalaman Perempuan

    Ulama KUPI Harus Berpihak pada Pengalaman Perempuan

    Ulama Perempuan Tidak Jenis Kelamin

    Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

    Gender KUPI

    Julia Suryakusuma Apresiasi Peran KUPI dalam Mendorong Islam Berkeadilan Gender

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Keulamaan KUPI

    Mengapa KUPI Menekankan Pengalaman Perempuan dalam Keulamaan?

    adab al-mu‘āsharah

    Adab al-Mu‘āsharah dan Keadilan Relasi Gender dalam Islam

    Ulama Perempuan oleh

    Mengapa Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin?

    Ulama Perempuan menurut KUPI

    Apa yang Dimaksud Ulama Perempuan Menurut KUPI?

    Pengharapan

    Pengharapan Sebagai Cara Katolik Menyambut Tahun Baru 2026

    Ulama Perempuan pada

    Komitmen Ulama Perempuan pada Keadilan dan Kemaslahatan

    Pembangunan

    Pembangunan yang Melukai Perempuan

    Pengalaman Perempuan

    Ulama KUPI Harus Berpihak pada Pengalaman Perempuan

    Ulama Perempuan Tidak Jenis Kelamin

    Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Spiritualitas Perempuan dan Pencarian Lailatul Qadar: Perspektif Mubadalah

Lailatul Qadar bukan hanya tentang doa yang lantang, tetapi juga tentang bisikan lembut seorang ibu di tengah malam.

Lailatuz Zuhriyah Lailatuz Zuhriyah
25 Maret 2025
in Personal
0
Spiritualitas Perempuan

Spiritualitas Perempuan

875
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Ada kehangatan dalam setiap ritual sahur, ada harapan dalam setiap salat tarawih, dan ada kerinduan dalam doa-doa yang terpanjat. Namun, bagi banyak perempuan, ada satu pertanyaan yang kerap kali muncul di benak, “Apakah aku punya kesempatan yang sama untuk menemukan Lailatul Qadar?”

Sejak kecil, kita sering kali mendengar bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebuah malam yang penuh dengan keberkahan, di mana langit menjadi lebih teduh, malaikat turun, dan takdir setahun ke depan ditentukan. Tapi, apakah mendapatkan malam itu hanya oleh mereka yang beri’tikaf di masjid, yang menghabiskan malamnya dengan tahajud tanpa gangguan dunia?

Bayangkan ada seorang ibu yang terjaga di tengah malam, bukan untuk i’tikaf di masjid, melainkan untuk menenangkan anaknya yang terbangun dari tidurnya. Di sela-sela dekapannya, si ibu berbisik pelan, “Ya Allah, terimalah kelelahan ini sebagai ibadah.”

Atau seorang perempuan yang tak bisa menunaikan salat karena siklus biologisnya, tetapi tetap melantunkan doa dalam hatinya, merapal istighfar dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar setiap doa. Dalam hening, dalam tugas-tugas sederhana seorang perempuan, ada doa yang tak kalah dalam ketulusan.

Sejatinya, Lailatul Qadar tidak hanya sekedar peristiwa kosmis yang harus kita rayakan dengan ritual yang kaku. Malam ini merupakan malam perjumpaan antara hamba dengan Tuhan dalam bentuk yang paling personal. Malam yang hadir di setiap helaan nafas seorang perempuan yang menata niatnya, di setiap langkah yang diambil dengan ketulusan, di setiap kelelahan yang diikhlaskan demi orang-orang tercintanya.

Dalam hal ini, sebenarnya Lailatul Qadar tidak harus kita temukan di atas sajadah, tetapi bisa jadi tersembunyi dalam kelembutan hati seorang perempuan yang tak henti berharap.

Oleh karena itu, di sepuluh malam terakhir ini, mari kita renungkan: di mana kita menemukan kehadiran Tuhan? Bagi perempuan, jawabannya bisa jadi berbeda-beda. Bisa di atas sajadah, bisa di kamar bayi, bisa di dapur yang menyimpan harapan. Yang pasti, Lailatul Qadar tidak pernah eksklusif. Lailatul Qadar adalah milik semua yang mencarinya, dengan cara mereka masing-masing.

Lailatul Qadar: Melampaui Ritualitas

Jika kita melihat kembali pada inti dari Lailatul Qadar, maka kita akan menemukan bahwa malam ini bukan hanya tentang jumlah rakaat salat atau panjangnya doa yang dipanjatkan. Malam ini adalah tentang keterhubungan hamba dengan Allah, tentang refleksi diri, tentang merasakan kehadiran-Nya dalam setiap helaan nafas.

Allah dengan Maha Rahman dan Rahim-Nya tidak membatasi keistimewaan malam ini hanya untuk mereka yang menghabiskan malam ini dalam ibadah lahiriah saja. Sebaliknya, Lailatul Qadar adalah ruang spiritual yang terbuka bagi siapa saja, baik bagi ibu yang tengah meninabobokan anaknya sambil berdzikir, bagi perempuan yang tengah beristirahat karena kondisi tubuhnya, juga bagi siapa pun yang mencari Tuhan dalam keheningan malam.

Fenomena ini mengingatkan kita pada kisah Rabiah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan yang menjadikan cintanya kepada Allah sebagai pusat kehidupan. Baginya, ibadah bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang bagaimana hati tersambung dengan-Nya. Dalam konteks ini, pencarian Lailatul Qadar menjadi lebih luas, tidak hanya tentang tempat dan waktu, melainkan juga tentang kesadaran batin.

Perspektif Mubadalah: Kesalingan dalam Ibadah

Dalam metodologi fatwa KUPI, terdapat salah satu pendekatan yang relevan yang dapat digunakan dalam menganalisis fenomena ini, yakni pendekatan mubadalah. Pendekatan ini menekankan kesalingan dalam hubungan, termasuk dalam hubungan spiritual.

Kesalingan ini berarti bahwa pencapaian spiritual seorang hamba tidak hanya bergantung pada ruang yang diklaim oleh satu gender saja. Tetapi, laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama dalam mendekat kepada Allah, meskipun cara (epistemologi) mereka mungkin berbeda.

Banyak narasi klasik yang menggambarkan perempuan sebagai “pendukung” dalam ibadah, bukan sebagai subjek yang aktif. Perempuan yang mengurus rumah, menyediakan sahur, menidurkan anak, sering kali dianggap tidak sedang beribadah, padahal jika dikaji dengan menggunakan perspektif mubadalah, justru inilah bentuk ibadah itu sendiri.

Aisyah r.a., istri Nabi, memberikan contoh bagaimana perempuan memiliki peran aktif dalam ibadah. Asiyah r.a.. meriwayatkan banyak hadis tentang bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan ibadah secara inklusif, termasuk bagi perempuan. Salah satu hadisnya yang penulis lansir dalam portal NU Online.

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’” (HR At-Tirmidzi).

Makna Lain Spiritualitas Perempuan

Hadis ini menunjukkan bahwa pencarian Lailatul Qadar tidak terbatas pada laki-laki di masjid. Seorang perempuan, di ruang manapun mereka berada, tetap bisa meraih keberkahan malam tersebut dengan doa dan kesadaran spiritualnya.

Lebih dari itu, kesalingan dalam ibadah juga mencakup bagaimana kita memahami tugas-tugas domestik dalam perspektif ibadah. Islam tidak pernah memandang rendah pekerjaan rumah tangga atau peran pengasuhan anak.

Justru, dalam pendekatan mubadalah, tugas-tugas ini memiliki nilai spiritualitas perempuan yang setara dengan ibadah lainnya. Kesalingan dalam ibadah berarti setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran unik dalam membangun spiritualitas keluarga maupun komunitasnya.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, pendekatan mubadalah mengajak kita untuk melihat ibadah secara lebih luas lagi. Bagi perempuan yang tidak dapat melaksanakan shalat karena haid, mereka tetap dapat mencari Lailatul Qadar melalui doa, dzikir, dan refleksi diri.

Bagi ibu yang sibuk mengurus anak, setiap dekapan dan kasih sayang yang diberikan adalah bentuk pengabdian kepada Allah. Dengan memahami prinsip mubadalah, kita dapat menjauh dari standar ibadah yang eksklusif dan menuju pemaknaan yang lebih adil dan menyeluruh.

Mencari Lailatul Qadar dengan Cara Perempuan: Ritual atau Makna?

Ada banyak cara yang bisa ditempuh perempuan untuk mencari Lailatul Qadar. Tidak semua harus berbentuk ibadah formal seperti salat malam atau i’tikaf di masjid. Tetapi, seorang perempuan yang mencurahkan waktu untuk keluarganya, yang membangun empati dengan sesama, yang merenungi dirinya sendiri, sejatinya juga sedang dalam pencarian spiritual.

Jika kita kembali ke makna dasar dari malam ini, maka kita akan menemukan bahwa sejatinya Lailatul Qadar adalah tentang transformasi. Lailatul Qadar adalah malam perubahan, malam di mana kita melakukan refleksi ontologis tentang siapa kita selama ini dan siapa yang ingin kita capai di hadapan Allah?

Jadi, apakah perempuan bisa mendapatkan Lailatul Qadar di sela-sela tugas domestiknya? Jawabannya: tentu saja! Karena Allah melihat hati, bukan hanya tempat ibadah kita.

Dari seluruh penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa Lailatul Qadar adalah peristiwa spiritual yang tak mengenal batas ruang dan bentuk. Lailatul Qadar bukan hanya tentang doa yang lantang, tetapi juga tentang bisikan lembut seorang ibu di tengah malam. Bukan hanya tentang sujud di masjid, tetapi juga tentang langkah kecil menuju kebaikan. Malam ini adalah milik mereka yang mencari-Nya dengan hati yang penuh harap, di mana pun mereka berada.

Untuk para perempuan, jangan pernah merasa kurang dalam ibadah hanya karena keadaanmu berbeda. Allah Maha Melihat setiap lelahmu, mendengar setiap doamu, dan mencatat setiap niat baikmu. Lailatul Qadar bukan hanya milik mereka yang berdiri lama dalam salat dan berdiam diri lama dengan i’tikaf, tetapi juga milikmu, yang mencintai, merawat, dan memberi dengan tulus.

Jangan berhenti berharap, karena keberkahan-Nya tak berbatas bagi siapa pun yang mau mencari-Nya dengan hati yang ikhlas dan penuh harap. Semoga Allah senantiasa merahmati dan memberkahi hidup kita. Aamiin. []

 

Tags: DoaHak PerempuanHikmahibadahLailatul Qadarramadan
Lailatuz Zuhriyah

Lailatuz Zuhriyah

Dosen Filsafat dan Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Terkait Posts

Fikih Disabilitas
Publik

Fikih Disabilitas: Kajian Wudu bagi Orang Tanpa Tangan atau Kaki

18 Desember 2025
Kerja Domestik
Keluarga

Kerja Domestik Laki-Laki dan Perempuan Sama-Sama Ibadah

2 Oktober 2025
Syafaat Nabi
Hikmah

Lima Syafaat Nabi di Tengah Lesunya Ekonomi

30 September 2025
Pernikahan
Hikmah

Menjadikan Pernikahan sebagai Ladang Ibadah

20 September 2025
Tempat Ibadah Ramah Disabilitas
Aktual

Rektor ISIF Dorong Gerakan Tempat Ibadah Ramah Disabilitas dalam MISI ke-10

16 September 2025
Ulama Perempuan KUPI
Aktual

Doa, Seruan Moral, dan Harapan Ulama Perempuan KUPI untuk Indonesia

4 September 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pembangunan

    Pembangunan yang Melukai Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengharapan Sebagai Cara Katolik Menyambut Tahun Baru 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Ulama Perempuan pada Keadilan dan Kemaslahatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa yang Dimaksud Ulama Perempuan Menurut KUPI?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama KUPI Harus Berpihak pada Pengalaman Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Mengapa KUPI Menekankan Pengalaman Perempuan dalam Keulamaan?
  • Adab al-Mu‘āsharah dan Keadilan Relasi Gender dalam Islam
  • Mengapa Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin?
  • Menilik Avatar: Fire and Ash dari Kacamata Perempuan Pejuang Lingkungan dan HAM
  • Apa yang Dimaksud Ulama Perempuan Menurut KUPI?

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID