Mubadalah.id – Rendahnya status perempuan masih menjadi persoalan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam keluarga dan masyarakat. Status sosial menentukan bagaimana seseorang dipandang, diperlakukan, serta sejauh mana ia memiliki ruang dalam mengambil keputusan.
Di sebagian masyarakat, perempuan masih ditempatkan pada posisi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari aktivitas sosial hingga pengambilan keputusan penting.
Rendahnya status tersebut juga berkontribusi terhadap munculnya diskriminasi. Diskriminasi dalam konteks ini merujuk pada perlakuan yang tidak setara terhadap perempuan hanya karena jenis kelaminnya. Bentuk diskriminasi dapat beragam, tergantung pada kondisi sosial dan budaya di masing-masing masyarakat.
Dalam praktiknya, diskriminasi sering terlihat dalam pembatasan akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, serta layanan kesehatan. Perempuan juga kerap menghadapi keterbatasan dalam menentukan pilihan hidup, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan diri.
Selain itu, rendahnya status perempuan turut memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri. Perempuan yang hidup dalam lingkungan yang diskriminatif cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah serta keterbatasan dalam mengembangkan potensi.
Dampak dari kondisi ini tidak hanya perempuan rasakan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat secara luas. Ketika perempuan tidak memiliki akses yang setara, maka potensi kontribusi mereka dalam pembangunan sosial menjadi terhambat.
Situasi ini menunjukkan bahwa peningkatan status perempuan menjadi langkah penting dalam mengurangi diskriminasi. Upaya tersebut memerlukan perubahan cara pandang serta kebijakan yang mendorong kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter




































