Rabu, 25 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Karyawan Difabel

    Matahari dan Karyawan Difabel: Cerita Inspirasi yang Harus Dibaca Semua Perusahaan

    Idulfitri

    Merayakan Tiga Kali Idulfitri dalam Satu Desa

    Habermas

    Habermas dan Kesetaraan untuk Difabel

    KB

    KB Bukan Hanya Urusan Perempuan: Menghidupkan Prinsip Kesalingan dalam Perencanaan Keluarga

    Perempuan Turki

    The Power of Perempuan Turki: Ketika Hijab Dilempar, Kehormatan Laki-laki Dipertanyakan!

    Lebaran Kupat

    Lebaran Kupat: Jangan Lupa Ngaku Lepat dan Laku Papat

    Keadilan Iklim

    Idulfitri dan Penegakkan Keadilan Iklim

    Kaum Muda

    Kaum Muda dan Inflasi Ijazah

    Iran

    Kenapa Kita Harus Mendukung Iran?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengobatan Tradisional

    Perpaduan Pengobatan Tradisional dan Medis Masih Jadi Pilihan Masyarakat

    Layanan Kesehatan

    Akses Layanan Kesehatan dan Pelatihan Tenaga Medis

    Ruang Aman bagi

    Peran Laki-laki dalam Memberikan Ruang Aman bagi Perempuan

    bagi Kesehatan Perempuan

    Mengapa Tanggung Jawab Laki-laki Penting bagi Kesehatan Reproduksi Perempuan?

    Kesehatan Laki-laki

    Laki-laki Harus Berperan Aktif dalam Pemenuhan Kesehatan Perempuan

    Setara

    Pentingnya Pola Asuh yang Setara dalam Membentuk Karakter Anak

    Tabu

    Budaya Tabu Persempit Ruang Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan Dinilai Penting untuk Meningkatkan Kesadaran

    Kesehatan Perempuan

    Mengupayakan Perubahan dalam Masyarakat melalui Diskusi Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Karyawan Difabel

    Matahari dan Karyawan Difabel: Cerita Inspirasi yang Harus Dibaca Semua Perusahaan

    Idulfitri

    Merayakan Tiga Kali Idulfitri dalam Satu Desa

    Habermas

    Habermas dan Kesetaraan untuk Difabel

    KB

    KB Bukan Hanya Urusan Perempuan: Menghidupkan Prinsip Kesalingan dalam Perencanaan Keluarga

    Perempuan Turki

    The Power of Perempuan Turki: Ketika Hijab Dilempar, Kehormatan Laki-laki Dipertanyakan!

    Lebaran Kupat

    Lebaran Kupat: Jangan Lupa Ngaku Lepat dan Laku Papat

    Keadilan Iklim

    Idulfitri dan Penegakkan Keadilan Iklim

    Kaum Muda

    Kaum Muda dan Inflasi Ijazah

    Iran

    Kenapa Kita Harus Mendukung Iran?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengobatan Tradisional

    Perpaduan Pengobatan Tradisional dan Medis Masih Jadi Pilihan Masyarakat

    Layanan Kesehatan

    Akses Layanan Kesehatan dan Pelatihan Tenaga Medis

    Ruang Aman bagi

    Peran Laki-laki dalam Memberikan Ruang Aman bagi Perempuan

    bagi Kesehatan Perempuan

    Mengapa Tanggung Jawab Laki-laki Penting bagi Kesehatan Reproduksi Perempuan?

    Kesehatan Laki-laki

    Laki-laki Harus Berperan Aktif dalam Pemenuhan Kesehatan Perempuan

    Setara

    Pentingnya Pola Asuh yang Setara dalam Membentuk Karakter Anak

    Tabu

    Budaya Tabu Persempit Ruang Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan Dinilai Penting untuk Meningkatkan Kesadaran

    Kesehatan Perempuan

    Mengupayakan Perubahan dalam Masyarakat melalui Diskusi Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Ukhti, Kalian Mesti Pahami Kepedihan Lelaki

Kita perlu menciptakan ruang aman bagi laki-laki untuk menangis, bercerita, dan mencintai dengan jujur tentang kelemahannya.

Dhuha Hadiyansyah by Dhuha Hadiyansyah
2 Agustus 2025
in Personal
A A
0
Kepedihan Lelaki

Kepedihan Lelaki

26
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Selama beberapa dekade, narasi pembebasan dalam wacana gerakan sosial lebih banyak memusatkan perhatian pada perempuan—dan memang itu penting. Di dunia yang terbangun oleh patriarki, selama ini menempatkan perempuan di pinggiran, tersingkirkan dari ruang keputusan, dan terbungkam dalam banyak bentuk.

Maka tak heran jika perjuangan perempuan mendapatkan banyak panggung dan sorotan. Akan tetapi, di tengah gegap gempita itu, ada sisi lain yang jarang kita bicarakan. Kerusakan batin dan kepedihan lelaki.

Lelaki memang bukan hanya pelaku dalam sistem patriarki, tetapi juga korban yang tak pernah terakui. Buktinya, data demi data menunjukkan bahwa kepedihan lelaki lebih rentan terhadap bunuh diri, pelaku sekaligus korban kekerasan, kecanduan, hingga kesepian akut. Dalam kajian psikologis semuanya tersebut berakar pada standar maskulinitas yang kaku, keras, dan tak manusiawi (lihat Steve Biddulph, 2019).

Laki-laki sejak kecil tidak dibesarkan untuk mengenali diri mereka, tapi untuk bertahan dan memikul beban. Mereka harus bertahan dan tegar menghadapi badai apa pun, hanya sekadar biar dianggap laki-laki “sejati”.

Mereka diajarkan untuk memakai topeng—kuat, tangguh, tahan banting. Tapi, di balik topeng itu, siapa yang benar-benar tahu isi kepala mereka saat malam tiba? Siapa yang tahu berapa banyak ketakutan, luka, dan keraguan yang mereka simpan sendiri?

Lelaki Didesain untuk Merayakan Duka

Jika membicarakan kerentanannya pada perempuan, dia akan tergosipkan sebagai pria lemah dan tidak layak untuk menjadi suami. Jika dia bicarakan dengan teman prianya, mereka secara padu akan merespon, “Lu kan laki?! Biasalah itu. Baru segitu doang. Santai aja kali.” Jika putus cinta lalu meraung bermandi air mata, wanita akan dianggap wajar. Jika pria melakukannya, dia akan mendapat stigma dengan kecengengan—jika bukan ketololan.

Lelaki memang banyak berkerumun. Di pos kamling, warung kopi, tempat mancing, lapangan olahraga, dan di pinggir-pinggir jalan. Saya sebut “berkerumun” karena memang di sana tidak ada pembicaraan mendalam (deep talk). Mereka hanya bercakap dan bercanda. Bahkan, jika ada yang terpuruk, dia bisa menjadi bahan tertawaan.

Tidak ada validasi bagi kerentanan, amarah, malu, dan kepedihan laki-laki, bahkan oleh laki-laki sendiri. Kita hidup dalam masyarakat yang melatih anak laki-laki untuk menyumpal air mata dan menyangkal rasa sakitnya sendiri.

Sayangnya, semakin rapat luka itu tersimpan, semakin sunyi hidup yang mereka jalani. Mereka menjadi asing bagi diri sendiri, bahkan untuk memulai hubungan dengan lawan jenis pun terasa berat, karena takut tersingkap kerapuhannya.

Lelaki Tumbuh dalam Kebingungan

Selain masyarakat kita punya desain khusus bagi pundak lelaki sebagai pemikul beban, pola asuh yang terbanjiri feminitas juga membingungkan laki-laki. Lelaki kehilangan teladan tentang bagaimana sebaiknya menjadi lelaki.

Karena ayah lebih banyak berada di luar rumah, ikatan emosional antara ayah dan anak lelaki melemah, menyisakan ruang kosong yang terisi oleh feminitas ibu dan guru (guru tingkat kanak-kanak sampai sekolah dasar didominasi perempuan). Anak laki-laki menolak itu, lalu mencari maskulinitas—belajar menjadi pria—dari iklan rokok, film laga, dan di jalanan—keras, dingin, tanpa kompromi.

Dalam kepedihannya, lelaki pun tumbuh dalam kebingungan, menjauh dari perasaan, emosi, bahkan dari diri mereka sendiri. Laki-laki butuh ruang untuk untuk merasa aman mengakui ketakutan, kelemahan, dan rasa malunya.

Sebagian bujang yang sadar dengan warisan luka tersebut lalu belajar, ke ruang terapi profesional, atau bergabung dengan komunitas. Mereka memroses luka batin dan berjanji tidak mengulangi perlakuan yang mereka terima. Akan tetapi, setelah keluar dari kelas belajar, mereka berhadapan dengan realitas bahwa mereka butuh perempuan untuk mewujudkan mimpi indah tersebut.

Beban Ganda pada Lelaki

Pada awalnya, para perempuan melihat bujang tersebut sebagai pria potensial untuk menjadi calon suami karena memiliki pandangan yang jernih tentang pernikahan dan keluarga. Akan tetapi, para ukhti mengatakan bahwa pria wajib menjadi pemikul beban keluarga. Lelaki harus kuat, terutama secara finansial.

Di balik narasi “setara”, laki-laki ternyata tetap terbebani peran tradisional yang tak tersentuh kritik: pencari nafkah utama. Pandangan ini menciptakan kontradiksi. Di satu sisi, laki-laki diminta melepaskan otoritas lama yang mereka pegang sebagai balasan bagi pencari nafkah tunggal. Di sisi lain, ketika mereka melepaskan otoritasnya, dia tetap dituntut kuat dan lebih unggul.

Calonnya bilang, “Buat apa nikah kalau gaji calon suami saya lebih rendah?!”

Padahal, jika benar kesetaraan yang kita perjuangkan, mestinya semua ranah—termasuk finansial—bisa menjadi ruang negosiasi. Seperti halnya pekerjaan rumah tangga yang kini mulai terbagi, mengapa soal nafkah justru masih jadi hal sakral yang tak boleh tersentuh?

Inilah ironi yang perlu kita renungkan bersama. Laki-laki sedang kita ajak berubah, tapi masyarakat belum benar-benar siap memberinya tempat baru yang adil, yang menerima kerentanannya.

Masyarakat tidak menerima laki-laki lemah, apalagi secara finansial!

Ukhti, memahami laki-laki bukan berarti mengurangi perjuangan perempuan; bukan pula berarti mengembalikan mereka ke singgasana empuk patriarki. Justru sebaliknya—dengan memahami bahwa patriarki merusak semua orang, kita bisa membangun dunia yang lebih adil dan setara.

Kita perlu belajar mendengarkan luka mereka, tanpa mengolok-olok, tanpa meremehkan. Kita perlu menciptakan ruang aman bagi laki-laki untuk menangis, bercerita, dan mencintai dengan jujur tentang kelemahannya. Karena sesungguhnya, pembebasan yang sejati bukan tentang siapa yang lebih berkuasa, tetapi lebih kepada kerjasama: memberi dan menerima secara adil. []

 

Tags: Budaya PatriarkiFeminitasKepedihan Lelakimaskulinitasstigma
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Menafsir Ulang Konsep Makruf dalam Perspektif Mubadalah

Next Post

Keluarga: Sekolah Pertama untuk Menerapkan Prinsip Keadilan Gender

Dhuha Hadiyansyah

Dhuha Hadiyansyah

Dosen pada Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan fasilitator Sekolah Pernikahan

Related Posts

Makna Idulfitri
Personal

Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

19 Maret 2026
Inpirasi Perempuan Disabilitas
Disabilitas

Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

7 Februari 2026
Difabel dalam Sejarah Yunani
Disabilitas

Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

5 Februari 2026
Humor
Personal

Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

30 Januari 2026
Novel Katri
Buku

Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

30 Januari 2026
Aku Jalak Bukan Jablay
Buku

Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen

2 Februari 2026
Next Post
keadilan Gender

Keluarga: Sekolah Pertama untuk Menerapkan Prinsip Keadilan Gender

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Matahari dan Karyawan Difabel: Cerita Inspirasi yang Harus Dibaca Semua Perusahaan
  • Perpaduan Pengobatan Tradisional dan Medis Masih Jadi Pilihan Masyarakat
  • Merayakan Tiga Kali Idulfitri dalam Satu Desa
  • Akses Layanan Kesehatan dan Pelatihan Tenaga Medis
  • Habermas dan Kesetaraan untuk Difabel

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0