Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    Skincare

    Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

    Disabilitas

    Disabilitas dan Hak untuk Hidup Setara

    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    Skincare

    Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

    Disabilitas

    Disabilitas dan Hak untuk Hidup Setara

    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Wali Abdal, Waliyullah yang Bertugas Menjaga dan Mengendalikan Perubahan Iklim

Konsistensi merupakan ijtihad terbesar bagi seorang mukmin berdasarkan kemampuannya. Tentunya amal tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syara, baik yang bersifat vertikal, maupun horizontal

Aspiyah Kasdini RA by Aspiyah Kasdini RA
17 Oktober 2022
in Hikmah
0
Wali Abdal

Wali Abdal

2.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pada literatur kaum sufi, terdapat beberapa istilah seperti wali abdal yang kita gunakan untuk mengkategorikan waliyullah. Pembagian ini berdasarkan tugas dan ijtihad jasmani-rohaninya guna ber-taqarrub pada-Nya. Ada wali quthub (bertugas menjaga dua kutub bumi agar tidak mencair, tiap masa jumlahnya hanya satu dan menjadi pemimpin dari seluruh waliyullah di masanya. Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani adalah salah satunya.

Kemudian ada wali autad (wali paku/pasak bumi kalau istilah orang Jawa, bertugas menjaga kestabilan dan keseimbangan bumi dari 4 wilayah berbeda). Wali nuqabaa’ wa nujabaa’ (para wali yang bertugas untuk memperdalam hukum syara’ dan mengeluarkan manusia dari kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam hatinya). Wali abdal, yang bertugas menjaga ketujuh iklim yang ada di bumi, mereka diberi kekuasaan untuk menunjuk pengganti jika mereka wafat, dan masih banyak lagi.

Para wali ini adalah mereka yang tidak memiliki kekhawatiran dan kesedihan dalam hatinya (QS. Yunus ayat 62). Sebagaimana ta’rif yang Syekh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar sampaikan dalam kitab Zubdah al-Tafsir min Fath al-Qadir, para waliyullah ini merupakan kaum mukmin pilihan, mereka melakukan ketaatan dan menjauhi segala bentuk larangan yang terdapat dalam syara’.

Menjadi Insan Terpilih

Mampukah kita menjadi salah satu dari sekian banyak insan yang memiliki derajat kewalian tersebut? Menjadi diri mukmin yang terpilih? Pengorbanan apa yang telah kita lakukan untuk mendekati menjadi kekasih-Nya? Sejauh mana bukti ketaatan yang telah kita lakukan? Dan larangan apa saja yang telah kita jauhi untuk sebuah bentuk ijtihad diri?

Tentu kita bukan Nabi, namun besar kesempatan bagi kita semua untuk menjadi kekasih-Nya dengan meneladani nilai-nilai Islami yang terdapat dalam diri Nabi. Pasti banyak sekali dari diri kehidupan pribadi dan sosial Nabi yang dapat kita contoh dan istiqamahkan sehari-hari, bahkan dengan tersenyum, selalu menebar aura positif, dan menyenangkan hati orang lain dalam kehadirannya saja bisa menjadi salah satu wasilah untuk masuk kriteria wali.

Tentu kita sering menyaksikan di sekitar kita, ada saja masyarakat yang mendapatkan khusnul khatimah di akhir hayatnya. Lalu menyisakan banyak kisah baik yang menjadi pembicaraan setelah kematiannya. Hal tersebut sebab amal semasa hidupnya yang ia istiqamahkan. Bukan terletak pada besar-kecil bentuk amalnya, melainkan konsistensinya.

Konsistensi merupakan ijtihad terbesar bagi seorang mukmin berdasarkan kemampuannya. Tentunya amal tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syara, baik yang bersifat vertikal, maupun horizontal.

Derajat Kewalian

Konon, yang dapat mengetahui derajat kewalian seseorang adalah seorang wali pula. Dengan jumlah 124ribu orang wali setiap abadnya sesuai tugas dan maqamnya. Tentunya saat ini juga banyak wali yang berada di sekitar kita. Bukan tugas kita memilah mana manusia yang merupakan wali atau bukan. Namun justru tugas kita adalah berusaha untuk menjadi wali itu sendiri.

Ini tampak mustahil, namun salah satu nasihat almarhum Ayah saya berbunyi demikian. Menurut saya ini adalah definisi yang lebih relevan untuk era saat ini, tentang bagaimana manusia dapat dengan baik menjalankan syariat yang tidak saja ditujukan dan memiliki manfaat untuk diri sendiri. Melainkan juga untuk masyarakat, bahkan alam secara global. Bukankah menjadi kekasih Allah dan menjadi umat Nabi yang baik telah ada tuntunannya?

Tidak perlu menunggu karomah yang ‘wow’ menurut kita untuk membuktikan apakah seseorang itu dicintai Tuhannya apa tidak. Lihat saja bagaimana ia membuktikan ketaatan pada Tuhannya itu dalam kesehariannya.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Al-Fatawi Al-Haditsiyah juga menjelaskan, bahwa para wali itu memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah Swt. karena mereka memiliki amanah secara spiritual, intelektual, maupun kultural kemasyarakatan, dengan bekal karomah sebagai buah dari usaha jasmani-rohani yang ia lakukan tersebut.

Anomali Iklim

Melihat fenomena yang terjadi saat ini, perubahan dan anomali iklim yang berdampak pada: curah hujan yang tinggi dan tidak menentu, mengakibatkan banjir bandang dan longsor; panas yang tidak terkendali temperaturnya. Bahkan mulai mengikis es-es di dua belahan kutub bumi, kebakaran-kebakaran hutan di berbagai belahan dunia, yang tentunya mempengaruhi habitat flora dan fauna; cuaca ekstrem yang mempengaruhi tingkat kesehatan manusia; dan masih banyak lagi.

Di manakah para wali abdal? Masihkah kita menyangsikan kehadirannya di sekitar kita? Mereka ada, namun kita tidak pernah mendukung ijtihadnya. Mereka ada di berbagai belahan dunia, ada yang dengan ilmu sainsnya bergerak untuk mengurangi pemanasan global.

Ada yang dengan ilmu batinnya mengajak manusia untuk hidup sederhana dan zuhud. Ada yang dengan ilmu sosialnya menghimbau masyarakat untuk perduli kepada lingkungan. Tanpa mereka, iklim dunia tidak akan terkendali, dan dunia ini akan segera berakhir.

Sebagai khalifah di muka bumi, juga sebagai umat dari Kanjeng Nabi, sudah seyogyanya kita memiliki kesadaran diri untuk mengambil bagian dari tugas ini, tidak lain untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan kehidupan setelah kita, menjaga nilai-nilai Islami yang diajarkan Kanjeng Nabi.

Pentingnya Menjaga Alam

Jika menurut teorinya seorang wali abdal adalah mereka yang memiliki amaliyah lahiriyah yang selalu diam, terjaga dari tidur, lapar, dan uzlah. Maka indikator-indikator tersebut dapat kita semua lakukan dengan: diam, jika diam adalah emas. Maka untuk menjaga alam dan kestabilan iklimnya, diam yang baik adalah dengan menyuarakan dan mengedukasi khalayak umum tentang pentingnya menjaga alam.

Dan diam atas segala bentuk perlawanan dan penolakan dengan tetap terus bekerja dan berusaha. Terjaga dari tidur untuk memikirkan cara, strategi, dan kolaborasi yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga kelestarian alam dan kestabilan iklim. Menjaga lapar dari urusan-urusan duniawi yang dapat memberikan kontribusi pada perusakan alam, seperti eksploitasi alam, pembuangan limbah rumahan.

Belum lagi bertambah dengan industri ilegal, penggunaan plastik dan bahan-bahan yang membahayakan lingkungan secara berlebihan. Uzlah dari pola hidup konsumtif (sandang-pangan-papan) yang tidak mendatangkan manfaat pada diri pribadi, masyarakat, dan kesemestaan.

Jika ada kesempatan beasiswa saja kita bersungguh-sungguh melengkapi persyaratannya. Lantas mengapa saat Alquran dan Sunnah telah memberikan banyak petunjuk dan ketentuan untuk menjadi kekasih-Nya, kita masih ragu-ragu dan menunda? Bukankah guru-guru kita semua telah menunjukkan jalannya untuk kita ikuti dan teruskan perjuangannya, baik untuk saat ini atau juga kelak saat mereka telah tiada? Waallahu a’lam bishshawwaab. []

Tags: islamLingkunganLiteraturPerubahan IklmSufitasawufWali AbdalWaliyullah

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Aspiyah Kasdini RA

Aspiyah Kasdini RA

Alumni Women Writers Conference Mubadalah tahun 2019

Related Posts

Literacy for Peace
Publik

Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

23 Januari 2026
Seksualitas dalam Islam
Pernak-pernik

Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

23 Januari 2026
Adil Bagi Perempuan
Pernak-pernik

Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

21 Januari 2026
Merusak Alam
Publik

Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

20 Januari 2026
Kerusakan Lingkungan
Publik

Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

20 Januari 2026
Lingkungan
Publik

KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

20 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Skincare

    Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disabilitas dan Hak untuk Hidup Setara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Menyoal Pejabat Beristri Banyak
  • Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan
  • Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)
  • Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia
  • Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Index Mubadalah
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID