Jumat, 10 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Puasa Dzulhijjah Hanya 3 Hari, Bolehkah?

Dengan merujuk dalil seperti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berpuasa di bulan Dzulhijjah hanya 3 hari saja hukumnya boleh dan sah. Tidak ada masalah bagi seseorang melakukan puasa Dzulhijjah hanya 3 hari

Redaksi by Redaksi
2 Juli 2022
in Hikmah, Pernak-pernik
A A
0
Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah

9
SHARES
462
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Memasuki bulan Dzulhijjah, terdapat banyak amalan sunah yang dapat dikerjakan bagi umat Islam. Salah satu amalan sunah yang dapat dilakukan adalah dengan puasa sunah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah.

Dengan dianjurkannya berpuasa Dzulhijjah, tapi terkadang akibat beberapa pekerjaan dan halangan membuat kita tidak bisa puasa penuh selama sembilan hari. Lantas, bolehkah puasa Dzulhijjah hanya tiga hari saja?

Lembaga Fatwa Mesir, seperti dikutip di website Bincangsyariah.com, memberikan jawaban soal puasa Dzulhijjah hanya tiga hari saja. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah berikut;

إذا أردت صيام يوم عرفة فهل يجب عليَّ الصيام من أول شهر ذي الحجة؟

لا يجب على المسلم لكي يصوم يوم عرفة أن يصوم الأيام الثمانية التي قبله؛ حيث ورد في الحديث الشريف استحباب صوم يوم عرفة من غير اشتراط اقتران صومه بصوم ما قبله؛ فروى مسلمٌ في صحيحه عن أبي قتادة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ.

Artinya : Jika aku ingin berpuasa di hari Arafah, apakah aku harus berpuasa sejak awal bulan Dzulhijjah?

Tidak wajib bagi seorang muslim, agar bisa berpuasa di hari Arafah, berpuasa delapan hari sebelumnya. Ini berdasarkan sebuah hadis yang menganjurkan puasa di hari Arafah tidak disyaratkan harus berpuasa di hari-hari sebelumnya.

Imam Muslim dalam kitab Shahihnya meriwayatkan hadis yang bersumber dari Abu Qatadah, dari Nabi Saw bersabda; Puasa hari Arafah saya berharap kepada Allah dapat menghapuskan (dosa) tahun sebelum dan tahun sesudahnya.

Dengan merujuk dalil seperti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berpuasa di bulan Dzulhijjah hanya 3 hari saja hukumnya boleh dan sah. Tidak ada masalah bagi seseorang melakukan puasa Dzulhijjah hanya 3 hari.

Hal ini baik puasa 3 hari tersebut semuanya terlaksana di awal bulan Dzulhijjah atapun terlaksana pada tanggal 7, 8, dan 9, atau satu hari di awal bulan Dzulhijjah. Kemudian dua harinya pada tanggal 8 dan 9. Semuanya sama-sama boleh dan sah.

Hanya saja meskipun boleh dan sah, akan tetapi jika kita mampu, maka sangat sunah sekali untuk berpuasa sejak tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Namun jika tidak mampu, maka boleh berpuasa semampunya, baik 3 hari, 2 hari atau hanya 1 hari pada hari Arafah saja. (Rul)

Tags: 3 haribulan hajidzulhijjahhajipuasa dzulhijjah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Stigma Duda, Laki-laki yang Menjadi Korban Patriarki

Next Post

Berdosakah Istri Meminta Cerai: Perspektif Mubadalah

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Siti Hajar
Pernak-pernik

Siti Hajar, Simbol Kemuliaan Manusia dalam Ritual Haji

27 Mei 2026
Merawat Orang Tua
Hikmah

Pahala Merawat Orang Tua Setara Haji dan Umrah

18 Mei 2026
Wuquf Arafah
Hikmah

Makna Wuquf di Arafah

5 Juni 2025
Ibadah Haji
Publik

Esensi Ibadah Haji: Transformasi Diri Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

29 Mei 2025
Haji Lansia
Publik

4 Strategi Wujudkan Haji Ramah Lansia

26 Mei 2025
Orang Miskin
Kolom

Haji dan Ekonomi: Perjuangan Orang Miskin Menaklukkan Kesenjangan

14 Mei 2025
Next Post
berdosakah istri meminta cerai

Berdosakah Istri Meminta Cerai: Perspektif Mubadalah

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • MERAWAT Pesantren dan Praktik Collective Care di Lingkungan Pesantren
  • Bertumbuh Bersama Pesantren: Menjadi Alim, Saleh, dan Kafi
  • Luka Dalam Setelah Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Cara Penanganannya
  • Kesehatan Mental Disabilitas Belum Menjadi Prioritas
  • Peran Strategis Pesantren dalam Mencegah Perkawinan Anak

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0