Sabtu, 20 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    Penyandang Disabilitas

    Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

    Demokrasi Indonesia

    28 Tahun Reformasi dan Kualitas Demokrasi Indonesia

    penyandang down syndrome

    Kopi Kamu dan Upaya Membuka Ruang Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

    Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Ruang Inklusif bagi Disabilitas di Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Karya Seni

    Karya Seni Untuk Mengajarkan Makna Kesalingan

    Tanggung Jawab Moral

    Menakar Batas Tanggung Jawab Moral dalam Pengasuhan Kesalingan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    KB Hormonal

    Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KB Hormonal

    Spermisida

    Cara Menggunakan Spermisida

    Mengusap Kepala Anak Yatim

    Memaknai Mengusap Kepala Anak Yatim Secara Mubadalah

    Spermisida untuk

    Apa itu Spermisida? Ketahui Fungsi dan Cara Pakainya

    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    Penyandang Disabilitas

    Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

    Demokrasi Indonesia

    28 Tahun Reformasi dan Kualitas Demokrasi Indonesia

    penyandang down syndrome

    Kopi Kamu dan Upaya Membuka Ruang Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

    Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Ruang Inklusif bagi Disabilitas di Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Karya Seni

    Karya Seni Untuk Mengajarkan Makna Kesalingan

    Tanggung Jawab Moral

    Menakar Batas Tanggung Jawab Moral dalam Pengasuhan Kesalingan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    KB Hormonal

    Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KB Hormonal

    Spermisida

    Cara Menggunakan Spermisida

    Mengusap Kepala Anak Yatim

    Memaknai Mengusap Kepala Anak Yatim Secara Mubadalah

    Spermisida untuk

    Apa itu Spermisida? Ketahui Fungsi dan Cara Pakainya

    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Memahami Konsep Cinta Erich Fromm

Cinta merupakan kekuatan yang aktif yang ada dalam diri manusia. Kekuatan ini mampu mendobrak sekat pemisah antar diri manusia, dan menyatukan dua insan manusia

Abdur Rahmad by Abdur Rahmad
24 Mei 2023
in Personal
A A
0
Konsep Cinta

Konsep Cinta

23
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Erich Fromm lahir di Frankfurt am Main Jerman Barat pada 23 Maret 1900. Ayahnya merupakan seorang pengusaha yang sangat tekun dalam menjalankan bisnis yang sedang ia kelola. Sehingga bisa kita katakan, penggagas konsep cinta ini memiliki waktu yang sangat terbatas untuk keluarga kecilnya. Fromm sendiri seakan tidak memiliki sebuah kedekatan yang harmonis dengan sang ayah.

Ibunya merupakan seorang tokoh spiritual di masanya ibu Fromm sangat pandai dalam hal sejarah-sejarah agama. Ayah dan ibu Fromm sama-sama berkebangsaan Yahudi.

Fromm lahir sebagai seorang anak satu-satunya dalam keluarganya sebagai anak yang pandai. Tak jarang ia selalu melalui hari-harinya dengan membaca buku. Fromm sendiri menggambarkan keadaan keluarganya yang kacau pada saat itu. Pasalnya sang ayah sering ia lihat dalam keadaan murung, cemas dan tidak jarang terlihat sangat tegang. Sementara ibunya mengalami depresi akibat kebiasaan sang suami.

Melihat apa yang sedang terjadi pada keluarganya Fromm berinisiatif untuk menjadikan keluarganya menjadi sebuah laboratorium nyata untuk dia sendiri melakukan observasi untuk mempelajari perilaku neuoris.

Banyak Mempelajari Bidang Keilmuan

Selama hidupnya Fromm banyak mempelajari bidang keilmuan seperti psikologi, filsafat juga sosiologi di Univesitas Heidelberg. Ia mempelajari tokoh-tokoh besar seperti Herbert Spencer, Karl Marx, Max Weber sampai seorang yang berjuluk bapak psikoanalisa, yaitu Sigmund Freud.

Pada saat usianya masih 22 tahun ia sudah mendapatkan gelar Ph.D. setelah mendapatkan gelarnya Fromm melanjutkan untuk mendalami pendidikan psikoanalisa dalam analisis Sigmud Freud yang bersifat ortodok di Munchen dan Institut Fur Psykoanaliyse di kota Berlin.

Fromm memulai praktiknya dalam bidang psikoanalisa pada tahun 1925. Di samping itu Fromm turut serta membangun sebuah lembaga psikoanalisa di Frankfurt sebagai pengikut teori Sigmund Freud. Seiring dengan berjalannya waku Fromm mulai menemukan sebuah hal dalam teori Freud yang tidak sependapat dengannya. Yaitu dalam teori yang Freud rumuskan. Menurut penilaiannya sangat mengabaikan pengaruh dalam sosio-ekonomi terhadap jalan pikiran manusia.

Setelah perjalanan panjangnya di Jerman pada tahun 1934 Fromm memilih untuk pindah ke Amerika Serikat dan menetap di sana. Kemudian ia bergabung dengan sebuah lembaga psikoanalisa di Chicago dan membuka sebuah tempat praktiknya sendiri sebagai seorang ahli psikoanalisa di New York.

Namun karena latar belakangnya bukan sebagai seorang dokter murni, keberadaan Fromm di dalamnya dipertanyakan oleh para anggota lainnya. Karena dalam lembaga itu sebetulnya hanya membatasi para anggotanya hanya dari kalangan dokter. Karena hal itu Fromm akhirnya memilih untuk mundur dari lembaga tersebut, tak lupa ia membawa beberapa partnernya selama dalam lembaga tersebut untuk ikut dengannya.

Mendirikan Lembaga William Alonson White Institut

Selepas dari lembaga tersebut Fromm bersama para rekannya mendirikan sebuah lembaga bernama William Alonson White Institut. Dalam lembaga ini Fromm dapat dengan leluasa dalam mengembangkan pemikirannya yang berkaitan dengan dunia psikoanalisa tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Karena kebebasan itu pula Fromm menjadi seorang yang porduktif dalam membuat karya.

Fromm juga sempat mendirikan lembaga yang berkaitan dengan psikoanalisa di beberapa negara, dan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi ternama. Hal ini menjadikan Fromm semakin bersemangat dalam menulisakan apa yang ia pikirkan, dan dimuat dalam beberapa buku yang yang terkenal. Ia pun sempat menempati posisi ketua akademik dan psikologi klinik yang aktif pada tahun 1962. Selanjunya Fromm sempat menjadi seorang psikiatri di Mexico pada tahun 1965.

Erich Fromm banyak meninggalkan karya yang sangat berharga selama ia hidup. Fromm banyak menuliskan gagasannya tentang Cinta, menurutnya setiap karakter Tokoh yang memengaruhi manusia selalu berhubungan dengan karakter lainnya. Di mana karakter tersebut tidak akan bisa kita ubah kecuali mengubah seluruh tatanan sistem di dalamnya.

Teori Cinta Menurut Erich Fromm

Setiap teori tentang cinta akan berawal dengan konsep manusia. Walaupun pada kenyataannya pada dunia binatang juga kita temukan sejenis cinta yang persis. Hanya saja bentuk cinta yang ada dalam kehidupan binatang dari kemampuan nalurinya.

Manusia terlahir dengan situasi individual yang terbatas. Seperti halnya naluri dan masuk pada situasi yang terbatas, terbuka, tiada kepastian kecuali kematian dan masa lalu. Manusia teranugerahi rasio oleh Tuhan. Di mana ia akan sadar dengan diri, orang lain dan masa depannya suatu saat nanti.

Sadar dengan diri sendiri sebagai entitas yang terpisah, datang dan pergi bukan dengan kehendaknya sendiri. Sadar akan kesendirian dan keterpisahan, kesadaran akan ketidak berdayaan akan kekuatan alam yang sangat besar. Pengalaman akan kesendirian itu semua akan menimbulkan kegelisahan, dan akan menjadikannya sumber untuk segala kegelisahan yang sedang ia alami. Oleh karena itu hal terpenting dalam kehidupan manusia adalah mengatasi kegelisahan akan keterpisahan dan kesendirian.

Jika seseorang mengalami kegagalan dalam mengatasi kesendiriannya, maka ia akan mengalami gangguan kejiwaan, akibat kepanikannya akibat merasa terisolasi. Kepanikan yang demikian hanya dapat kita atasi dengan menarik diri secara paksa dari luar. Maka menurut Fromm cinta akan menjadi obat dari keterasingan manusia.

Menjadi Kekuatan yang Aktif

Cinta yang matang merupakan kesatuan dengan seseorang di dalam kondisi tetap saling mempertahankan integritas dan individualitas. Cinta merupakan kekuatan yang aktif yang ada dalam diri manusia. Kekuatan ini mampu mendobrak sekat pemisah antar diri manusia, dan menyatukan dua insan manusia.

Lalu cinta merupakan suatu jawaban untuk mengatasi rasa isolasi dan keterpisahan yang manusia alami, tanpa harus meleburkan integritas dan keunikan setiap individu. Karena cinta akan menyatukan dua orang insan menjadi satu, namun tetap sebagai dua orang yang bebeda.

Selain itu cinta merupakan tindakan, ia bukan sebuah hal yang pasif. Ia mengartikannnya sebagai bertahan (Standin in) bukan jatuh (Falling for) jika cinta disebut sebagai sebuah tindakan maka kedepannya kita akan menghadapi makna yang ambigu.

Makna aktivitas saat ini kita artikan sebagai kegiatan yang membawa perubahan. Secara umum karakter aktif dari cinta dapat kita deskripsikan melalui pernyataan bahwa cinta pada awalnya adalah tentang memberi bukan menerima.

Kesalahpahaman sering terjadi ialah tentang kata ‘memberi’ kita salah artikan dengan ‘menyerahkan’ sesuatu atau mengorbankan sesuatu. Bagi orang-orang yang karakternya hanya sampai pada tahapan orientasi reseptis, eksploratif kata ‘memberi’ sering ia maknai seperti ini. Sedangkan bagi seorang dengan kepribadian yang aktif kata ‘memberi’ merupakan wujud dari potensi diri yang paling nyata.

Dalam setiap tindakan memberi ia akan merasakan kekuatan, kekayaan dan kekuasaan. Memberi adalah sebuah pengalaman akan sebuah potensi dan vitalitas manusia yang memiliki dampak positif yang besar dan mengakui dirinya sebagai makhluk yang penuh dengan kecukupan. Dalam setiap kegiatan terdapat makna dari sebuah kehidupan.

Cinta adalah Kekuatan Memberi

Persoalan terpenting dari memberi bukanlah dalam hal materi. Melainkan terletak pada diri manusia itu sendiri. Manusia dapat memberikan kebahagiaan, minat, pengetahuan, kesenangan dan kesediannya yang merupakan ekspresi dan manifestasi dari segala hal yang ada tentang diri.

Maksud dan tujuannya memberi bukanlah untuk menerima. Tindakan memberi pada diri pribadi adalah sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa. Namun, selama memberi tidak akan ada selesainya mempersembahkan hal yang baru untuk kehidupan orang lain di sekitar, dan persembahan yang ia berikan kepada sekitarnya turut memberi kesenangan pada diri

Ada hal yang lahir dari sebuah tindakan pemberian. Di mana kedua belah pihak mensyukuri kehidupan yang lahir untuk diri mereka. Berhubungan dengan cinta berarti cinta adalah sebuah kekuatan yang menimbulkan cinta dan kegagalan dalam menciptakan cinta merupakan impotensi.

Apabila seseorang ingin menikmati seni maka ia sendirilah yang harus belajar menikmatinya dengan nilai-nilai kesenian. Manusia mencintai tanpa harus mendirikan cinta, ataupun cintanya tidak mendirikan cinta. Begitu pula ungkapan ekspresi kehidupan sebagai tanda ia mencintai. Namun hal itu tidak membuatnya dicintai. Hal yang demikian ini merupakan cinta yang impoten. []

Tags: Erich FrommkemanusiaanKesehatan MentalKonsep CintamanusiaPsikoanalisa
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Reformulasi Hukum Keluarga Islam di Indonesia

Next Post

Mari Mengenal 8 Jenis-jenis KBGO

Abdur Rahmad

Abdur Rahmad

Penulis adalah Anak pulau Giligenting di Seberang pulau Madura. Alumni Pesantren Nurul Jadid dan Unuja, pelayan para pelayannya kader biru kuning.

Related Posts

Manusia Merasa Cukup
Publik

Membayangkan Ketika Manusia Merasa Cukup

10 Juni 2026
Dakwah Tauhid
Publik

Membaca Ulang Dakwah Tauhid di Masa Krisis

8 Juni 2026
Buya Syafi'i
Figur

Menjadi Manusia Abadi ala Buya Syafi’i: Sebuah Refleksi dari Perjalanan Tour de Buya 

8 Juni 2026
Apa yang Membedakan
Personal

Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

6 Juni 2026
Merawat Pesantren
Aktual

MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

6 Juni 2026
Siti Hajar
Pernak-pernik

Siti Hajar, Simbol Kemuliaan Manusia dalam Ritual Haji

27 Mei 2026
Next Post
KBGO

Mari Mengenal 8 Jenis-jenis KBGO

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Cara Menggunakan Pil KB Terpadu
  • Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan
  • Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas
  • Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan
  • Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0