Mubadalah.id – Peneliti di Sajogyo Institute Siti Maimunah menegaskan bahwa perempuan adat Mollo memainkan peran sentral dalam perjuangan melawan tambang marmer di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Dalam catatannya di Kupipedia.id, Siti Maimunah mengutip pernyataan Aleta Baun, seorang perempuan Mollo yang sejak 1999 memimpin gerakan perlawanan terhadap tambang. Aleta menyampaikan bahwa perempuan merasakan dampak paling berat ketika alam rusak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan air bagi keluarga.
Menurut Siti, rusaknya lingkungan akibat tambang menyebabkan sumber air tercemar dan menjauh dari permukiman warga. Perempuan, yang selama ini bertanggung jawab menyediakan air dan pangan, harus berjalan lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain itu, longsor akibat pengeboran marmer mengganggu lahan pertanian dan mengancam ketahanan pangan rumah tangga.
Siti Maimunah mencatat bahwa kesadaran tersebut mendorong perempuan Mollo untuk tidak tinggal diam. Lebih dari seratus perempuan menduduki lokasi tambang dengan cara menenun kain tradisional sebagai bentuk perlawanan damai.
Aksi tersebut berlangsung dalam waktu lama dan berhasil menghentikan operasi tambang terakhir di kawasan Fautlik pada tahun 2006.
Menurut Siti, aksi menenun di lokasi tambang bukan hanya strategi protes, tetapi juga simbol perlawanan kultural. Tenun merupakan identitas perempuan Mollo sekaligus simbol kehidupan. Sehingga penggunaannya dalam aksi mempertegas pesan bahwa perjuangan mereka adalah untuk mempertahankan kehidupan itu sendiri.
Siti Maimunah menilai perjuangan perempuan Mollo menunjukkan keterkaitan erat antara isu lingkungan dan keadilan gender. Kerusakan ekologis, menurutnya, selalu memiliki dampak berlapis yang paling berat dirasakan oleh perempuan.
Ia juga mengajak publik untuk melihat perjuangan masyarakat adat Mollo sebagai bagian dari upaya mempertahankan hak hidup, lingkungan, dan martabat perempua. “Suara perempuan adat harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam agenda keadilan ekologis di Indonesia,” tutupnya. []



















































