Kamis, 23 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Ibu Sud

    Mengajak Anak-anak Mengidung Bumi Bersama Ibu Sud Hari Ini

    Islam Kita

    Islam Kita Bukan di Tampilan, Tapi di Hati dan Cara Kita Memperlakukan yang Lain

    Harga Diri Laki-laki

    Harga Diri Laki-laki Tidak Diukur dari Besarnya Gaji

    Martabat Manusia

    Komodifikasi Martabat Manusia di Balik Budaya Viral

    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    AIDS

    Merawat Orang dengan AIDS di Rumah, Apa yang Perlu Diperhatikan?

    Persalinan HIV

    Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV

    Ibu dengan HIV

    Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya

    Kehamilan HIV

    Kehamilan pada Perempuan dengan HIV: Risiko bagi Ibu dan Bayi

    Pengidap HIV

    Tips Menjaga Kesehatan bagi Pengidap HIV

    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Ibu Sud

    Mengajak Anak-anak Mengidung Bumi Bersama Ibu Sud Hari Ini

    Islam Kita

    Islam Kita Bukan di Tampilan, Tapi di Hati dan Cara Kita Memperlakukan yang Lain

    Harga Diri Laki-laki

    Harga Diri Laki-laki Tidak Diukur dari Besarnya Gaji

    Martabat Manusia

    Komodifikasi Martabat Manusia di Balik Budaya Viral

    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    AIDS

    Merawat Orang dengan AIDS di Rumah, Apa yang Perlu Diperhatikan?

    Persalinan HIV

    Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV

    Ibu dengan HIV

    Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya

    Kehamilan HIV

    Kehamilan pada Perempuan dengan HIV: Risiko bagi Ibu dan Bayi

    Pengidap HIV

    Tips Menjaga Kesehatan bagi Pengidap HIV

    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Andaikan Bisa Menikmati Hidup Bersama Rasulullah SAW

Muyassarotul Hafidzoh by Muyassarotul Hafidzoh
11 Mei 2020
in Pernak-pernik
A A
0
(sumber foto romadecade.org)

(sumber foto romadecade.org)

1
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tuhan sampaikan salam untuk Rasulullah

Salam paling indahku untuknya

Kuingin menjadi pengikutnya yang setia

Mengikuti teladan sucinya

Sebuah lirik sholawat yang dilantunkan oleh Hadad Alwi dan Adek Vita selalu saya putar, anak-anak ikut mendengarkan dan ikut melantunkannya. Berharap mereka akan mencintai Rasulullah dan juga meneladaninya.

Setiap hendak tidur, saya selalu mengingatkan anak anak untuk membaca doa sebelum tidur, dan salah satu doanya adalah semoga mereka bisa meneladani akhlak Rasulullah juga bisa bermimpi bertemu Rasulullah.

Suatu Ketika anak sulung saya bertanya, kenapa kita harus mencintai Rasulullah, kenapa kita harus meneladani akhlak beliau? Seketika saya membayangkan seandainya kita semua bisa hidup Bersama Rasulullah.

Katanya, jaman Nabi saat itu adalah masa jahiliyah. Tapi faktanya, malah lahir peradaban besar yang sangat ramah terhadap perempuan. Sosok para ulama perempuan menjadi buktinya. Ada Sayyidah Khadijah, Sayyidah Aisyah, Sayyidah Hafsah, dan lainnya.

Saat itu, perempuan masih berada di pinggir peradaban manusia. Tapi Rasulullah hadir menjadikan perempuan sebagai subjek yang independent dan juga jadi penentu bagi masa depan peradaban manusia. Kisah perempuan bukan lagi kisah “konco wingking” atau kisah marginal, tapi kisah cemerlang tentang pengetahuan, perjuangan, dan kemandirian.

Saya akan menjawab pertanyaan anak sulung saya dengan membacakan beberapa hadits dan mengisahkan kisah – kisah yang luar biasa dalam hadits – hadits tersebut dan dalam sejarah peradaban Islam.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah mereka yang memiliki akhlak mulia dan sebaik-baiknya kamu adalah yang berperilaku baik terhadap perempuan.” (Sunan Turmudzi, no. Hadits 1195)

Dari Hadits nabi yang dahsyat ini, akan saya kisahkan kepada anak-anak bahwa Rasulullah mengingatkan kita, yakni berbuat baik kepada perempuan menjadi syarat keimanan sekaligus juga indikator orang-orang yang terpilih. Inilah pesan yang tegas dari Rasulullah tentang posisi dan martabat kemanusiaan perempuan.

Kemudian ada lagi Hadits dari Abu Hurairah ra, berkata, “Ada laki-laki datang dan bertanya kepada Rasulullah Saw. “Siapakah orang yang paling berhak saya layani dan temani?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” “Ibumu.” “Terus siapa lagi?” “ibumu.” “Setelah itu siapa lagi?” “kemudian ayahmu,” kata Rasululllah Saw. (Sahih Muslim, dalam shahihnya no hadits 6664)

Dari hadits tersebut, saya ingin mengajarkan pada anak-anak, bahwa perempuan telah mengambil peran penting dalam meneruskan generasi manusia sebagai khalifah di bumi ini. Anakku tidak cukup hanya memujiku sebagai ibunya atau berkata manis di depanku, tapi dia akan saya ajari untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan domestik yang biasa dipahami itu hanya pekerjaan perempuan.

Baik anak laki-laki mapun anak perempuan tidak akan saya bedakan dalam hal ini. Semua punya kewajiban untuk membatu orang tuanya. Tidak akan saya bedakan hak mereka untuk mendapatkan makanan bergizi, pendidikan tinggi juga pakaian yang layak.  Anak-anak akan saya siapkan menjadi pribadi yang penuh cinta dan kasih sayang pada sesama manusia. Sungguh ini sunnah Rasulallah yang patut diteladani.

Saya juga akan sampaikan hadits ini kepada anak – anak, mungkin kita jarang mendengarnya, hadits ini tentang perempuan yang pemberani, mandiri dan perjuangannya dalam menegakkan agama Allah SWT sangat luar biasa.

Dari Rubayyi’ bint Mu’awwidz ra, berkata: “Sungguh kami, para perempuan, ikut berperang Bersama Rasulullah, memberi minum dan melayani kebutuhan pasukan, kami juga membawa pulang mereka yang terluka dan terbunuh di madinah.” (Shahih Bukhari, no Hadits 5471, juga ada di 2921 dan 2929)

Saya akan menceritakan pada anak-anak bahwa peran perempuan di ranah publik sangat diakui oleh Rasulullah Saw. Hadits tersebut menjadi salah satu bukti sejarah bahwa keterlibatan perempuan dalam membela negaranya sudah ada di masa Rasulallah. Jadi anakku tidak akan merendahkan posisi perempuan di ranah apapun. Mereka harus menghormati peran ibu maupun perempuan lainnya baik yang memilih peran domestik maupun peran publik.

Saya juga akan menceritakan kepada anak anak tentang tidak boleh meremehkan kemampuan perempuan. Saya akan membacakan Hadits Rasulallah Saw dari Umar bin Khattab ra, ketika ia bercerita mengenai Ibu ‘Ammarah, yaitu Nusaibah bint Ka’ab, bahwa Rasulullah mengatakan tentang dirinya saat perang Uhud, “Setiap saya menoleh ke kiri maupun ke kanan, saya melihatnya gigih melindungi saya.” Teks hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Sa’d dalam Thabaqotnya (juz 8, hal.415).

Apakah kita pernah dengar kisah tentang Nusaibah bint Ka’ab ini?

Saya membacanya dari buku 60 Hak-Hak Perempuan dalam Islam karya KH. Faqihuddin Abdul Qadir. Kemudian saya akan ceritakan pada anak – anak, tentang perang Uhud yang di mana semua pasukan umat Islam kalah dan terpukul mundur.

Bahkan semua laki-laki yang menjaga Rasulullah terpaksa menyelamatkan diri mereka masing-masing karena desakan pasukan musuh. Laki-laki gagah seperti Abu Bakar, Umar, Ali dan yang lain terpaksa mundur. Nabi saat itu terbuka untuk diserang musuh, bahkan tersiar kabar kalau Rasulullah sudah terbunuh.

Dialah Nusaibah bint Ka’ab, seorang perempuan yang terus bertahan, dengan gagah berani menahan serangan musuh yang mengarah pada Rasulullah Saw. Karena itu dia memiliki banyak luka pedang di tubuhnya, sehingga diberi julukan Umm al-Asyaf (perempuan penuh luka pedang).

Kemudian akan saya kisahkan juga tentang semua pejuang-pejuang perempuan, ulama-ulama perempuan dari zaman Nabi hingga saat ini kepada anak-anakku.

Mereka harus tahu, ada sahabat yang bernama Sumayyah ibu Ammar bin Yasir r.a. yang syahid pertama kali dalam Islam. Fathimah bint Khattab r.a. yang gagah menghadapi dan kemudian berdialog dengan Umar bin Khattab di saat semua orang takut padanya.

Asma bint Abi Bakr ra, yang menghapus jejak tapak Rasulullah ketika hijrah, Ummu Salamah yang berani hijrah ke Habsyah, Rufaidah ra yang merawat pasukan-pasukan yang terluka, dan banyak perempuan-perempuan lain yang akan saya ceritakan kepada mereka.

Saya gelisah ketika masih ada yang membedakan hak pendidikan bagi laki-laki dan perempuan. Masih saja ada yang menganggap perempuan tidak perlu sekolah tinggi, bahkan mengatakan bahwa perempuan lebih baik menikah diusia dini, karena bagaimanapun perempuan akan mengurus rumah tangganya kelak, jadi tidak penting sekolah tinggi. Anggapan ini sama sekali tidak sesuai dengan semangat Rasulullah yang memberi hak sama pada laki-laki dan perempuan dalam mencari ilmu.

Saya akan menceritakan kepada anak-anak tentang hadits dari Abi Sa’id al-Khudriyy ra. Suatu saat ada seorang perempuan yang datang pada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasul, para laki-laki itu telah banyak memperoleh pelajaranmu, bisakah engkau menyempatkan diri untuk kami (para perempuan) pada hari tertentu, di mana kami bisa datang di hari itu, dan engkau ajarkan kepada kami apa yang di ajarkan Allah SWT kepada engkau.”

Rasul menjawab, “Ya, silahkan berkumpullah di hari tertentu dan di tempat tertentu.” Para perempuan kemudian datang berkumpul (di hari dan tempat yang ditetapkan) dan Rasul pun hadir mengajari mereka apa yang diperolehnya dari Allah SWT. Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya dengan nomer hadits 7396 dan Imam Muslim dalam shahihnya dengan nomer hadits 6868.

Akan saya sampaikan kepada anak-anak bahwa perempuan harus diberi perhatian khusus dan diprioritaskan, karena sering kali hak pendidikan mereka tidak terpenuhi karena kewajiban sosial yang disematkan pada mereka.

Perempuan akan mengurus keluarga, melayani suami, menikah dini, atau karena memberi kesempatan kepada laki-laki. Padahal jelas hadits tersebut menyimpan pesan bahwa perempuan berhak atas pendidikan yang berkualitas sebagaimana laki-laki.

Begitulah jawaban yang akan saya sampaikan atas pertanyaan anak sulungku. Tentu akan saya sampaikan dengan bahasa yang mudah mereka cerna. Harapannya adalah kisah teladan Rasulullah yang saya sampaikan kepada mereka, akan melekat dalam ingatan mereka dan dalam tindakan mereka kelak.

Hemm…. Saya Kembali membayangkan betapa Rasulullah Saw begitu memperhatikan perempuan, menempatkan derajat perempuan setara dengan laki-laki, hak dan kesempatan perempuan sama dengan laki-laki.

Dengan menceritakan keteladanan Rasulullah kepada anak-anak, maka saya selalu melangitkan doa, semoga kelak mereka mampu meneladani Rasulullah Saw. Sebelum mereka tidur dan sambil kubisikkan kalimat-kalimat indah, lantunan sholawat dan harapan semoga dalam tidurnya mereka bertemu Baginda Rasulullah Saw.

Kembali saya ingin melantunkan sholawat yang dibawakan Hadad Alwi dan Adek Vita yang berjudul Muhammad Nabiku.

Kau manusia pilihan
Kaulah kekasih Tuhan
Kau penyayang kau pembawa rahmat bagi semua
Engkau cintai kami dengan sepenuh hati
Kau teladan hidup ini
Kau kebanggaan kami

Ah, Andaikan Bisa Menikmati Hidup Bersama Rasulullah SAW

————————-

Wonocatur, 9 Mei 2020

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Puasa dan Dosa Lingkungan

Next Post

Seks, Kehidupan dan Citra Positif Tubuh Perempuan

Muyassarotul Hafidzoh

Muyassarotul Hafidzoh

Penulis Novel "Hilda" dan "Cinta dalam Mimpi"

Related Posts

PBNU
Aktual

Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

23 Juli 2026
AIDS
Pernak-pernik

Merawat Orang dengan AIDS di Rumah, Apa yang Perlu Diperhatikan?

23 Juli 2026
Ibu Sud
Lingkungan

Mengajak Anak-anak Mengidung Bumi Bersama Ibu Sud Hari Ini

23 Juli 2026
Persalinan HIV
Pernak-pernik

Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV

22 Juli 2026
Islam Kita
Personal

Islam Kita Bukan di Tampilan, Tapi di Hati dan Cara Kita Memperlakukan yang Lain

22 Juli 2026
Ibu dengan HIV
Pernak-pernik

Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya

22 Juli 2026
Next Post
Citra Positif Tubuh Perempuan

Seks, Kehidupan dan Citra Positif Tubuh Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Menanti Nakhoda Feminis di PBNU
  • Merawat Orang dengan AIDS di Rumah, Apa yang Perlu Diperhatikan?
  • Mengajak Anak-anak Mengidung Bumi Bersama Ibu Sud Hari Ini
  • Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV
  • Islam Kita Bukan di Tampilan, Tapi di Hati dan Cara Kita Memperlakukan yang Lain

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0