Belajar dari Gus Dur : Kedamaian yang Berperikemanusiaan
Kemarin saya membaca buku “Bertahan dalam Ketidakpastian” karya Ibu Lies Marcoes yang merupakan memoar dari Bapak C.Sumarto dan Ibu Retnodjati....
Kemarin saya membaca buku “Bertahan dalam Ketidakpastian” karya Ibu Lies Marcoes yang merupakan memoar dari Bapak C.Sumarto dan Ibu Retnodjati....
Pada 91 tahun lalu, 30 Organisasi Perempuan dari 12 Kota berkumpul di Yogyakarta untuk menyelenggarakan konferensi tentang pendidikan, kesehatan serta...
Mubadalah.id - Akun @eduardlazarus dalam cuitannnya menyatakan bahwa aksi yang ramai digelar beberapa hari kemarin tidak inklusif terhadap perempuan. Perempuan...
Beberapa pekan ini kita disibukan dengan berbagai isu, salah satunya adalah terkait RKUHP atau Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. RKUHP ...
Mubadalah.id - Sebagai Perempuan yang sejak Sekolah Menengah Pertama tinggal di Pondok Pesantren, saya mengalami betul bagaimana mayoritas teks-teks ditafsirkan...
Mubadalah.id - Milk al-yamin sebagai hasil disertasi dari Abdul Aziz yang diambil dari pemikiran Muhammad Syahrur, seorang akademisi Suriah yang...
Mubadalah.id - Sepuluh hari di Kuala Lumpur dan menjadi bagian dari orang yang dipercaya untuk merepresentasikan Mubadalah bukanlah hal yang...
Mubadalah.id - Apa maksud feminisme sebagai kata kerja? Hari ini, saya membuka twitter di tengah kebosanan saya menggeluti skripsi. Salah...
BincangSyariah.Com- Berikut ini penjelasan terkait perempuan peraih nobel perdamaian. Perempuan diidentikan dengan sifat feminin; sifat keperempuanan yang lemah lembut, penuh...
“Mengapa hanya anak saya (Dara) yang dikeluarkan dari sekolah dan dia (Bima) tidak?” celoteh ibu Dara yang diperankan oleh Lulu...
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0