Selasa, 10 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Bagaimana Film 200 Pounds Beauty Meruntuhkan Stereotip Kecantikan?

Kecantikan adalah hal yang subjektif. Perempuan tidak harus memenuhi standar kecantikan tertentu hanya untuk dianggap cantik. Apalagi dilema karena stereotip cantik yang ada pada dirinya tidak sesuai

Ade Rosi Siti Zakiah by Ade Rosi Siti Zakiah
12 Oktober 2023
in Film
A A
0
Stereotip Kecantikan

Stereotip Kecantikan

19
SHARES
951
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – “Perempuan harus cantik”, menjadi salah satu stereotip yang sudah melekat pada tubuh perempuan. Stereotip ini mengesampingkan nilai-nilai, potensi, dan keunikan tiap perempuan. Peran mereka menjadi terbatas hanya pada penampilan fisik saja.

Banyak yang mendefinisikan perempuan cantik ialah yang indah dan menarik. Mereka yang berpostur tubuh tinggi dan langsing, berkulit putih dan bersih, kelopak mata besar, berwajah tirus, dengan hidung yang mancung.

Kemudian, masyarakat secara umum mengasumsikannya menjadi sebuah mitos kecantikan. Sehingga, banyak perempuan yang merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Mereka berusaha untuk menyelesaikan masalah kecantikan dengan berbagai cara, hanya untuk memenuhi satu sudut pandang, yaitu ‘cantik’.

Kehadiran film 200 Pounds Beauty merepresentasikan keresahan yang banyak dialami oleh perempuan di zaman sekarang. Usaha Juwita memberikan gambaran kepada kita, bagaimana seorang perempuan berusaha keras agar menjadi cantik. Semua usaha ia lakukan, demi mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi terkenal dan mengejar cintanya.

Film 200 Pounds Beauty

Tanggal 22 Juni 2023, Prime Video merilis sebuah film berjudul 200 Pounds Beauty. Kehadiran film ini menjadi kabar gembira bagi para penggemar drama Korea. Karena mulanya, film dengan judul yang sama ini merupakan remake asal Korea Selatan yang telah rilis pada tahun 2006.

Film berdurasi 1 jam 35 menit ini mengisahkan seorang perempuan bernama Juwita. Ia mempunyai berat badan yang berlebih dan suara emas yang bergitu merdu. Ia bekerja sebagai Call Center di sebuah aplikasi layanan khusus pria kesepian.

Juwita melakukan pekerjaan ini karena tidak mengharuskannya mempunyai wajah yang cantik dan bertubuh ideal. Hanya suaranya sajalah yang dibutuhkan untuk menggoda dan melayani para pria-pria kesepian yang berfantasi liar.

Untuk menjaga privasinya, Juwita merubah namanya menjadi Mawar Merindu. “Namaku Juwita, tapi sebut saja aku Mawar Merindu”. Dia menganggap pekerjaan ini hanya sebagai sampingan saja. Terlepas dari itu, dia menjalani pekerjaan utamanya di sebuah perusahaan label musik sebagai seorang penyanyi.

Namun sayangnya, dia hanya sebagai penyanyi bayangan yang ada di belakang layar. Karena perusahaan tempatnya bekerja hanya membutuhkan suaranya saja, untuk mengisi suara seorang Primadona yang bernama Eva. Meskipun begitu, Juwita tetap senang karena cita-citanya menjadi penyanyi sudah tercapai.

Eva merupakan perempuan cantik yang memiliki tubuh ideal. Namun, ia mempunyai sifat yang sombong dan suaranya pun terbilang jelek. Oleh karena itu, ketika dia bernyanyi di atas panggung suara juwitalah yang digunakan untuk mengisi suara Eva.

Berkat Juwita, Eva berhasil menjadi penyanyi terkenal. Sementara Juwita sendiri, yang sudah berupaya di belakang layar, tidak mendapat penghargaan sama sekali.  Kecuali oleh produser musik di perusahan tersebut, yaitu Andre. Baginya, Juwita merupakan seseorang yang sangat berharga, karena telah mengantarkan Eva menuju karir yang begitu cemerlang.

Ketika Standar Kecantikan Diupayakan

Juwita sosok perempuan yang baik hati, sederhana, ceria, dan pekerja keras. Dia sangat menikmati kehidupannya saat ini, walaupun sesekali dia merasa sedih ketika mendapat bullyan teman-temannya, karena tubuhnya yang besar. Namun, Juwita berusaha untuk mengabaikan hal itu. Sekarang, dia fokus mencari uang untuk membiayai pengobatan ayahnya yang sedang di rawat di rumah sakit.

Kehadiran Andre telah menumbuhkan kembali rasa percaya diri pada Juwita, setelah sebelumnya berulang kali patah hati, bahkan sampai dia putus asa dengan hidupnya. Kini, Juwita kembali percaya akan kehadiran cinta. Dia yakin bahwa Andre mencintainya dengan tulus apa adanya, meski di tengah kondisi fisiknya yang banyak mendapat perlakuan tidak adil dari lingkungan sekitar.

Namun, kehidupan yang terasa indah itu pada akhirnya runtuh, saat terjadi sebuah insiden tidak mengenakkan di pesta ulang tahun Andre. Secara tidak sengaja, Juwita mendengar perbincangan antara Andre dan Eva yang telah membuat dirinya merasa sakit hati dan malu. Padahal, Juwita sendiri salah faham dengan apa yang dia dengar.

Singkat cerita, Juwita pun memutuskan untuk melakukan operasi plastik. Dia meminta dokter ahli untuk mengubahnya menjadi perempuan cantik dalam standar yang selama ini tumbuh di masyarakat, yaitu perempuan yang bertubuh langsing dan ideal.

Juwita menjelaskan alasan kenapa dia merubah dirinya sambil menangis, yaitu atas dasar perkataan Andre. Dia juga sudah lelah mendapatkan ejekan dari semua orang karena tubuhnya yang gemuk. Dia sadar apa yang dia lakukan itu salah, tapi dia melakukan itu hanya semata-mata untuk mengubah hidupnya agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa bulan kemudian, operasi plastik yang Juwita lakukan berjalan dengan lancar. Juwita berhasil merubah dirinya menjadi sosok perempuan yang cantik dan bertubuh ideal. Kini, Juwita lebih percaya diri dengan penampilannya. Dia pun menyembunyikan identitasnya menjadi Angel. Dia berhasil menjadi penyanyi terkenal.

Spesial Bukan Hanya Soal Cantik

Suatu hari, Andre menyuruh Angel untuk mendengarkan cara bernyanyinya Juwita yang penuh penghayatan, hingga lagu tersebut enak didengar. Karena sejauh ini, Andre mendengar Angel bernyanyi hanya sekedarnya saja.  Kemudian, Angel bertanya kepada Andre, “apakah aku harus bernyanyi seperti perempuan gendut yang ada di video itu?”.

Mendengar pertanyaan tersebut, tentu saja Andre langsung menegurnya, karena baginya Juwita adalah orang yang sangat spesial. Dari pernyataan itulah, seketika Juwita terdiam dan terharu. Dia baru tahu kalau ternyata Andri menganggapnya spesial, walaupun tubuhnya gemuk dan tidak cantik.

Juwita menyesal, karena dia sudah berbohong. Terpintas dalam benaknya untuk mengakhiri penyamaran yang ia lakukan. Dia memanfaatkan momen konser perdananya untuk mengakui siapa dia sebenarnya dan menceritakan perjalanan hidupnya.

Dari pegakuannya tersebut, ternyata banyak orang yang terharu. Mereka semua memberikan dukungan kepadanya untuk menjadi penyanyi yang sukses. Juwita pun berhasil menggapai mimpinya menjadi seorang penyanyi, dan dia juga menjalin hubungan baik dengan Andre.

Pentingnya Mencintai Diri Sendiri

Konflik yang Juwita alami merupakan isu yang relate dengan kehidupan kita. Yaitu, tentang stereotip kecantikan yang seringkali membuat perempuan tertekan dan dilema. Padahal, stereotip kecantikan hanyalah konstruksi sosial yang tidak mewakili keberagaman alamiah penampilan fisik seseorang.

Kecantikan adalah hal yang subjektif. Perempuan tidak harus memenuhi standar kecantikan tertentu hanya untuk dianggap cantik. Apalagi dilema karena stereotip cantik yang ada pada dirinya tidak sesuai.

Definisi cantik yang sesungguhnya bukan hanya sekadar penampilan fisik saja, tapi juga berasal dari hati, atau biasa kita kenal dengan istilah inner beauty (kecantikan dari dalam). Kecantikan ini meliputi kepribadian, kebijaksanaan, kecerdasan, kesopanan, kesabaran, kharisma, integritas, simpati, empati, dan kasih sayang.

Tidak hanya memberi pesan tentang kecantikan, film ini juga mengajarkan tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Sebelum operasi plastik, Juwita mengalami masalah percaya diri dan harga diri yang rendah. Ini menggambarkan betapa bahayanya tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial.

Maka, percaya diri dan menerima diri sendiri tanpa harus mengorbankan identitas dan kesehatan, merupakan hal penting untuk terus kita upayakan. []

Tags: Film 200 Pounds BeautyMitos KecantikanReview FilmStandar KecantikanStereotip Kecantikan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Para Perempuan Ulama Termarginalkan dari Panggung Sejarah

Next Post

Benarkah Sikap dan Tindakan Perempuan Menjadi Sumber Fitnah?

Ade Rosi Siti Zakiah

Ade Rosi Siti Zakiah

Mahasiswi Magister Studi Islam, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini, sedang mengabdi di Pondok Pesantren Imam Ad-Damanhuri, Kota Malang.

Related Posts

Cantik itu Luka
Buku

Cantik Itu Luka: Sejarah yang Menjadikan Tubuh Perempuan sebagai Medan Perang

18 Januari 2026
Avatar: Fire and Ash
Film

Menilik Avatar: Fire and Ash dari Kacamata Perempuan Pejuang Lingkungan dan HAM

2 Februari 2026
Anak Pertama
Film

Film In Your Dream: Apakah Benar Anak Pertama Dilahirkan untuk Selalu Kuat?

20 Desember 2025
Tubuh Perempuan
Publik

Ketika Tubuh Perempuan Dijadikan Alat Dagang

17 Desember 2025
standar kecantikan
Aktual

Budaya Pop dan Standar Kecantikan yang Menyempitkan Perempuan

11 Desember 2025
Film PK
Film

Menyoal Esensi Beragama, Film PK Mengajarkan Soal Cinta dan Kemanusiaan

1 Oktober 2025
Next Post
Fitnah Perempuan

Benarkah Sikap dan Tindakan Perempuan Menjadi Sumber Fitnah?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja
  • Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia
  • Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”
  • Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an
  • Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0