Kamis, 1 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

    Gender KUPI

    Julia Suryakusuma Apresiasi Peran KUPI dalam Mendorong Islam Berkeadilan Gender

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Ulama Perempuan Tidak Jenis Kelamin

    Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin

    Tahun Baru

    Tahun Baru dan Mereka yang Tidak Ikut Merayakan

    Bencana Aceh Sumatra

    Bencana Aceh Sumatra: Perlindungan Perempuan Saat Banjir Melanda

    Banyak Ulama Perempuan

    Ulama Perempuan Banyak Jalankan Fungsi Keulamaan, Namun Minim Pengakuan

    Bencana

    Bencana dan Refleksi 2025: Bagaimana Pemenuhan Akses Informasi Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas?

    ulama perempuan di Indonesia

    Eksistensi Ulama Perempuan di Indonesia Kian Menguat Meski Masih Terpinggirkan

    Akhir Tahun

    Renungan Akhir Tahun: Anak Muda dan Ilusi Kebebasan

    Kekuatan Khas Ulama Perempuan

    Ulama Perempuan Miliki Kekuatan Khas dalam Kepemimpinan Keagamaan

    Pancasila di Kota Salatiga

    Melihat Pancasila di Kota Salatiga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

    Gender KUPI

    Julia Suryakusuma Apresiasi Peran KUPI dalam Mendorong Islam Berkeadilan Gender

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Ulama Perempuan Tidak Jenis Kelamin

    Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin

    Tahun Baru

    Tahun Baru dan Mereka yang Tidak Ikut Merayakan

    Bencana Aceh Sumatra

    Bencana Aceh Sumatra: Perlindungan Perempuan Saat Banjir Melanda

    Banyak Ulama Perempuan

    Ulama Perempuan Banyak Jalankan Fungsi Keulamaan, Namun Minim Pengakuan

    Bencana

    Bencana dan Refleksi 2025: Bagaimana Pemenuhan Akses Informasi Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas?

    ulama perempuan di Indonesia

    Eksistensi Ulama Perempuan di Indonesia Kian Menguat Meski Masih Terpinggirkan

    Akhir Tahun

    Renungan Akhir Tahun: Anak Muda dan Ilusi Kebebasan

    Kekuatan Khas Ulama Perempuan

    Ulama Perempuan Miliki Kekuatan Khas dalam Kepemimpinan Keagamaan

    Pancasila di Kota Salatiga

    Melihat Pancasila di Kota Salatiga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Bullying ABK di Sekolah Reguler, Seberapa Rentan?

Kenyataannya, anak berkebutuhan khusus dua kali lebih rentan terhadap bullying dari teman sebayanya.

Shivi Mala Shivi Mala
17 November 2025
in Publik
0
Bullying ABK

Bullying ABK

1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id- Tindakan perundungan (bullying) bisa terjadi di sektor manapun, sebenarnya. Di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Universitas, hingga lingkungan kerja. Perundungan juga bisa terjadi pada siapapun, tetapi paling rentan adalah pada usia remaja yaitu saat masa-masa sekolah. Tindakan ini umumnya menyasar orang atau kelompok yang lebih lemah, minoritas. Termasuk bullying ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus.

Kita sama-sama setuju bahwa pendidikan adalah hak semua masyarakat. Sekalipun anak berkebutuhan khusus memiliki hambatan dalam proses belajarnya, tidak serta merta membuat mereka tidak layak untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

Pentingnya Menyadari Jenis Bullying Sejak Dini

Lingkungan sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman bagi setiap siswa, termasuk siswa yang memiliki perbedaan dari siswa lainnya. Contohnya perbedaan suku, warna kulit, agama, status sosial, termasuk anak berkebutuhan khusus. Lingkungan sekolah yang tidak aware akan memicu adanya bullying bagi kaum rentan tersebut.

Secara umum, ada beberapa jenis perundungan (bullying). Pertama, bullying verbal, contohnya adalah mengejek, mengancam, merendahkan. Kedua, bullying fisik, contohnya adalah memukul, menampar, dan berbagai bentuk menyakiti fisik. Ketiga, bullying sosial contohnya adalah mempermalukan di depan umum. Keempat, bullying emosional berupa memberikan tekanan emosional seperti mengungkit masalah pribadi. Kelima cyberbullying yaitu tindakan bullying melalui sosial media.

Sebenarnya, semua jenis perundungan dapat memiliki konsekuensi pidana. Anak pelaku bullying bisa dijerat dengan UU Perlindungan Anak, KUHP, atau UU ITE untuk cyberbullying. Tetapi kasus bullying jika pelakunya anak di bawah umur biasanya berakhir dengan jalur damai  pembinaan kepada pelaku. Kecuali bagi perundungan berat yang menyebabkan luka bahkan merenggut nyawa, hal ini sangat bisa untuk menuntut proses hukum.

Nah, pengetahuan soal bullying ini harus menjadi pengetahuan basic bukan hanya pada anak-anak yang rentan mendapat bullying. Tapi secara umum pada anak-anak agar tidak melakukan tindakan yang mengarah pada bullying. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan karakter yang inklusif dan memutus mental pem-bully sejak usia sekolah.

Terbatasnya SLB, Sekolah Reguler Jadi Pilihan bagi ABK

Pada kenyataannya, anak berkebutuhan khusus dua kali lebih rentan terhadap bullying dari teman sebayanya. Masalahnya, ABK juga tidak bisa memilih dia akan lahir di mana, terdapat fasilitas yang memadai atau tidak, serta bagaimana keadaan ekonomi keluarganya sehingga dia memungkinkan mendapat treatment yang semestinya. 

Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus adalah sebuah bentuk pengamalan pasal 5 (2) Undang-Undang no. 20 tahun 2003 bahwa setiap Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.

Pertanyaannya adalah, di mana ruang aman anak berkebutuhan khusus bersekolah jika jumlah SLB masih sangat terbatas?

Permasalahannya adalah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia masih sangat terbatas. Saat ini tercatat hanya 2.708 SLB di Indonesia baik SLB swasta maupun SLB Negeri dengan sebaran yang sangat tidak merata. Di kota-kota besar mungkin jumlahnya lebih banyak, tetapi bagaimana dengan kabupaten kecil bahkan tertinggal?

Provinsi Jawa Barat menjadi penyedia SLB terbanyak, sedangkan provinsi yang masih minim adalah Papua Barat, Kalimantan Utara dan Gorontalo. Secara kualitas masih terdapat lebih dari 40 persen SLB yang belum terakreditasi. Tetapi barangkali, meskipun belum terakreditasi sekolah tersebut adalah satu-satunya penolong untuk anak-anak di daerah tersebut.

Kondisi ini membuat banyak anak berkebutuhan khusus yang tetap memilih bersekolah di sekolah reguler. Setidaknya agar tetap mendapat pembelajaran sesuai dengan anak seusianya meskipun harus menghadapi tantangan tersendiri. 

Saat ini, sekolah reguler mulai bergerak menuju sekolah inklusi. Berdasarkan data dari Kemeko PMK, tercatat lebih dari 44 ribu sekolah inklusi tersebar di seluruh Indonesia. Meskipun pergerakannya juga belum sepenuhnya optimal, hal ini cukup membawa harapan baru bagi anak berkebutuhan khusus yang tidak menjangkau SLB.

Namun, sekolah reguler sering belum siap sepenuhnya menerima ABK. Mulai dari keterbatasan tenaga pendidik khusus, fasilitas penunjang, hingga kurangnya pemahaman siswa lain tentang perbedaan. Situasi seperti ini yang kadang bisa membuka celah adanya bullying kepada anak berkebutuhan khusus.

Guru Proaktif Menjadi Kunci Kondusifitas Belajar ABK

Saya pernah bertanya pada salah satu teman yang mengajar di Sekolah Dasar konvensional (tanpa inklusi) terkait anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sana. Anak tersebut memiliki hambatan pada proses belajarnya secara umum; atau disabilitas intelektual. Tetapi di satu sisi, anak tersebut memiliki keunggulan, yaitu di mata pelajaran Inggris.

Saya menyoroti bagaimana kondisi lingkungan sekolah membawa anak tersebut nyaman dan aman dari perundungan. Ternyata peran guru sangat vital dalam kasus ini. Dalam proses belajar, guru memantau agar anak tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik hingga memberikan penjelasan khusus kepada anak tersebut.

Guru juga menjadi jembatan antara anak berkebutuhan khusus dan anak lainnya. Pasalnya anak-anak SD kadang memang tidak berniat melakukan bullying, melainkan mereka belum mengetahui bagaimana berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus yang benar. Orang dewasa di lingkungan rumah dan sekolah bertanggung jawab memberikan pemahaman tentang kehidupan yang inklusif.

Dari cerita guru tersebut memang anak berkebutuhan khusus sangat rawan menjadi korban bullying, meskipun dalam skala kecil. Selain peran guru yang proaktif, perlu juga kesadaran orang tua untuk membentuk anak menjadi berani dan bisa membela diri. Orang tua juga harus lebih peka terhadap kondisi dan perubahan anak agar cepat mendapat tindakan dan penanganan jika terjadi perundungan pada anak berkebutuhan khusus.

Jadi, ayo kita sama-sama pastikan anak berkebutuhan khusus di sekitar kita aman dari tindakan tindakan bullying! []

Tags: Anak Berkebutuhan KhususBullying ABKGuru PendampingperundunganSekolah InklusiShadow Teacherstigma
Shivi Mala

Shivi Mala

Islamic Law Enthusiast

Terkait Posts

Wanita Mahal
Personal

Memahami Konsep “Wanita Mahal” yang Sering Disalah Pahami

30 Desember 2025
Agus Buntung
Publik

Menulis Terminologi “Agus Buntung” Di Media Online, Inklusikah? 

27 Desember 2025
Bahasa Masih Membatasi Disabilitas
Publik

Ketika Bahasa Masih Membatasi Disabilitas

22 Desember 2025
Stigma Penyandang Disabilitas
Publik

Mengapa Stigma Negatif terhadap Penyandang Disabilitas Masih Banyak Terjadi?

21 Desember 2025
Difabel
Publik

Mereka (Difabel) Hanya Ingin “Diterima”

27 November 2025
Film Kopi Pangku
Film

Film Kopi Pangku: Memberi Kehidupan di Tengah Lapisan Kerentanan

21 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Akhir Tahun

    Renungan Akhir Tahun: Anak Muda dan Ilusi Kebebasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksistensi Ulama Perempuan di Indonesia Kian Menguat Meski Masih Terpinggirkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bencana dan Refleksi 2025: Bagaimana Pemenuhan Akses Informasi Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan Banyak Jalankan Fungsi Keulamaan, Namun Minim Pengakuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan Miliki Kekuatan Khas dalam Kepemimpinan Keagamaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Ulama Perempuan Tidak Ditentukan oleh Jenis Kelamin
  • Tahun Baru dan Mereka yang Tidak Ikut Merayakan
  • Bencana Aceh Sumatra: Perlindungan Perempuan Saat Banjir Melanda
  • Ulama Perempuan Banyak Jalankan Fungsi Keulamaan, Namun Minim Pengakuan
  • Bencana dan Refleksi 2025: Bagaimana Pemenuhan Akses Informasi Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas?

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID