Minggu, 11 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    Aktivis Perempuan

    Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

    Kecanggihan AI

    Online Gender-Based Violence di Balik Kecanggihan AI

    Islam

    Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    Aktivis Perempuan

    Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

    Kecanggihan AI

    Online Gender-Based Violence di Balik Kecanggihan AI

    Islam

    Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Empat Nilai Kehidupan dalam Kekasih Semusim

“Hidup itu lucu. Sesuatu yang ditangisi dulu, justru sangat mudah kita tertawakan hari ini. Setiap luka itu obatnya cuma satu, waktu”.

Karimah Iffia Rahman Karimah Iffia Rahman
1 Juni 2021
in Buku
0
Kehidupan

Kehidupan

189
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Blurb: Kanaya cukup yakin, Reno adalah pria yang mampu membahagiakannya. Ia tak peduli dengan omongan orang-orang soal dirinya yang dianggap sugar baby atau nasihat teman-teman baiknya yang berharap Kanaya memutuskan hubungan. Tapi layak kah ia mengabaikan segalanya demi mendapatkan status sebagai kekasih Reno?

Mubadalah.id – Nina tahu kebahagiaan baginya adalah dengan menjamin kehidupan putrinya. Ia telah bertekad untuk membuat Kanaya menjalani hidup yang lebih baik dan menjauhkan putrinya dari penyesalan karena cinta. Sayangnya, Kanaya terlalu sibuk “bersembunyi” darinya.

Sebuah perjalanan menggali masa lalu membuat Kanaya dan Nina semakin terbuka. Di tengah musim semi itu, dalam aura magis Praha, mereka bertemu guru kehidupan. Para pria yang mengajarkan keduanya makna cinta dan melangkah mundur untuk kebahagiaan dengan cara yang berbeda.

Kekasih Semusim adalah buku keempat yang ditulis oleh Dini Fitria dan cetakan pertamanya rilis pada April 2021 yang diterbitkan oleh PT. Falcon (ISBN: 978-602-6714-63-3). Buku bergenre romance fiction dengan tokoh utama Kanaya, Nina dan Reno merupakan sebuah karya yang diramu oleh Dini ketika ia berkenalan dengan sosok Eyang Yono di dunia nyata pada 2018.

Seorang eksil yang dirampas kewarganegaraannya dan dituding sebagai komunis tanpa alasan yang masuk di akal sehingga ia sempat terlunta-lunta di Praha untuk dapat melanjutkan pendidikan yang sebelumnya dibiayai oleh rakyat dan negaranya. Sejak saat itu ia tak pernah bisa kembali pulang ke Ibu Pertiwi, memendam cinta, rindu, dan kepedihan serta luka atas takdir yang harus ia telan pahit-pahit. Keajaiban dapat kembali ke Indonesia pun hadir ketika masa Gus Dur memimpin Indonesia.

Melalui 412 halaman buku Kekasih Semusim ini, ada banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik untuk setiap pembacanya. Nilai kehidupan yang pertama adalah melek literasi dan mencintai sejarah. Dalam buku ini diceritakan beberapa kali baik Nina, Reno, atau pun Eyang Yono meminta Kanaya (generasi muda) untuk lebih banyak membaca, pergi ke masa lalu untuk memahami sejarah karena dengan memahami sejarah, maka kita akan lebih mengenal siapa diri kita.

Seperti buku-buku fiksi pada umumnya, salah satu hal yang membuat saya suka membaca buku fiksi adalah mendapatkan insight baru tanpa merasa digurui dan merasa bosan. Kekasih Semusim juga menjadi salah satu buku fiksi yang sebetulnya banyak mengulas sejarah dan informasi penting lainnya terutama tentang seluk beluk kota Praha secara menyenangkan dan kisah Soegeng Soejono atau Eyang Yono yang akan dijadikan biografi oleh penulis.

Membaca Kekasih Semusim sama halnya dengan menguak masa lalu dengan cara yang tak terduga karena alur ceritanya membuat kita ingin selalu membaca setiap halaman hingga di lembar penghujung. Ada rasa kesal, marah, sakit hati, dendam, kecewa, bahagia, mencintai yang bisa kita temukan di setiap babnya. Meski banyak emosi negatif yang diceritakan dalam buku ini, tetapi akhirnya kita disadarkan bahwa dengan melepaskan, merelakan, dan memaafkan adalah tindakan terbaik dan waktu yang akan menjadi penentunya.

Nilai kehidupan yang kedua adalah tentang peran gender yang masih saja timpang dan erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Kanaya yang terbiasa melihat Ibunya (Nina) memasak merasa malu ketika mendapati Reno (kekasihnya) yang menyiapkan sarapan untuknya. Nina yang terkonstruksi dalam pernikahan patriarki mengajarkan pada Kanaya bahwa perempuan harus lah bisa memasak. Padahal memasak bukan lah kodrat perempuan dan itu telah dilakukan oleh Reno yang membuktikan bahwa memasak bisa dilakukan oleh siapapun baik laki-laki atau pun perempuan.

Selanjutnya, nilai kehidupan yang ketiga adalah tentang relasi dalam pernikahan dan pola pengasuhan. Tentu tidak mudah bagi Nina membesarkan Kanaya seorang diri karena pernikahan yang ia alami tak seindah yang ia harapkan. Ia tak dianggap oleh keluarganya karena hamil di luar nikah. Suaminya melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan berselingkuh.

Kepahitan ini membuat Nina sebagai orang tua tunggal bagi Kanaya berharap agar Kanaya tak mengalami hal serupa dalam hidupnya. Beberapa pola pengasuhannya menjadi toxic bagi Kanaya kerap mendapati dirinya tak berhak atas keputusan yang ia pilih karena harus selalu mengikuti keinginan Nina yang over protective padanya.

Nina lupa bahwa Kanaya bukan lah dirinya. Ia berkata pada Kanaya untuk tidak mempercayai laki-laki dan menjauhinya sebelum ia dewasa. Tetapi justru itu yang Kanaya harapkan agar ia terbebas dari belenggu ibunya. Ia ingin segera menikah dengan Reno. Tetapi justru Reno tidak ingin hidup dalam pernikahan sebab ia pun telah gagal pada pernikahan sebelumnya. Reno merasa pernikahan bukanlah solusi agar bisa hidup bahagia karena pernikahannya justru menjadi belenggu baginya. Pelik.

Nilai kehidupan yang terakhir adalah untuk tidak menikah secara terburu-buru apalagi di usia belia. Hal ini ditekankan Nina pada Kanaya apalagi jika mengingat banyak sekali sesuatu yang ia anggap sebagai kecerobohan dan kebodohan di masa mudanya. Bahkan Eyang Yono pun berpesan pada Kanaya bahwa memiliki cinta adalah hal yang harus ia lakukan tetapi don’t search for someone who will make you happy, make your self happy and then find someone.

Masa muda haruslah digunakan dengan seproduktif mungkin. Jika ia merasa ingin terlepas dari belenggu Ibunya, maka benar jika yang seharusnya dilakukan adalah berkomunikasi dari hati ke hati bukan menikah. Pernikahan yang dijalani tanpa persiapan yang matang akan menimbulkan masalah baru, apalagi jika mengingat Kanaya adalah perempuan yang kelak setelah menikah akan mengalami kodrat perempuan lainnya yaitu hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui yang tentu membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar.

Sejujurnya masih sangat banyak nilai kehidupan yang sangat erat kaitannya dengan keseharian kita dalam Kekasih Semusim. Bahkan ada banyak pula kutipan-kutipan inspiratif yang sangat mengena di hati. Tetapi akan lebih baik jika kalian menemukannya sendiri di setiap halaman novel Kekasih Semusim. Saya pun justru menantikan rilisnya biografi Eyang Yono dan sangat tertarik apabila dikemas dalam bentuk fiksi.

Menutup nilai-nilai kehidupan ini, saya ingin mengutip sebuah petuah favorit yang dilontarkan oleh Eyang Yono dalam novel Kekasih Semusim yang mungkin kita pun pernah mengalami hal ini, “Hidup itu lucu. Sesuatu yang ditangisi dulu, justru sangat mudah kita tertawakan hari ini. Setiap luka itu obatnya cuma satu, waktu”. []

Tags: kehidupankeluargaKesalinganNovelperempuanperkawinanRelasiResensiSastra
Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui iffiarahman@gmail.com.

Terkait Posts

Isu Orang Ketiga
Keluarga

Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

10 Januari 2026
Islam
Publik

Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

9 Januari 2026
Islam Indonesia
Publik

Mengapa Aktivis Perempuan Indonesia Perlu Memahami Islam?

9 Januari 2026
Gerakan Perempuan
Publik

Jejak Sejarah Gerakan Perempuan: Dari Kairo 1994 ke Pesantren-Pesantren

9 Januari 2026
Tahun Baru 2026
Personal

Tahun Baru 2026, Beban Lama Bernama Perempuan

9 Januari 2026
Pemberdayaan Perempuan
Publik

Dari Pesantren hingga Kampus: Basis Gerakan Pemberdayaan Perempuan

9 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Pandang Khas KUPI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Cara Pandang Khas KUPI
  • Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik
  • 3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif
  • Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga
  • Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID