Senin, 16 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Anas Fauzie

    Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie

    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

    Tarhib Ramadan

    Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah

    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Anas Fauzie

    Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie

    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

    Tarhib Ramadan

    Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah

    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kisah Salim dan Debat Agama

Kebutuhannya untuk terus mencari pembenaran dari kelemahan orang lain adalah teriakan sunyi dari rasa tidak amannya sendiri.

Fadlan by Fadlan
23 Juni 2025
in Pernak-pernik, Rekomendasi
A A
0
Debat Agama

Debat Agama

22
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Ada sebuah kegemaran aneh yang menjangkiti sebagian dari kita, sebuah hobi yang lahir dari keheningan malam dan cahaya biru di layar gawai. Salim adalah salah satu penganutnya.

Di kamarnya yang temaram, ia bukan lagi mencari ketenangan dengan membaca buku atau mendengarkan musik, melainkan mencari kemenangan dari panggung sandiwara digital yang disebut dengan “debat agama”.

Setiap malam, ia seperti seorang penonton di baris terdepan sebuah Colosseum virtual. Ia menyaksikan jagoan dari agamanya membantai lawannya dengan dalil-dalil tajam. Setiap kali lawan bicaranya terdiam atau argumennya terpatahkan, ada desiran kepuasan dalam diri Salim. Judul-judul video yang provokatif menjadi santapan hariannya, memberinya perasaan superior.

Perlahan tapi pasti, imannya berubah wujud. Apa yang seharusnya menjadi taman pribadi di dalam hatinya, tempat ia menanam benih-benih kesabaran dan welas asih, kini ia sulap menjadi sebuah gudang amunisi.

Ia tidak lagi membaca kitab sucinya untuk mencari petunjuk hidup, melainkan untuk mencari peluru-peluru tajam yang bisa ia tembakkan dalam debat agama. Pengetahuannya bukanlah tentang keindahan ajaran agamanya sendiri, melainkan tentang daftar kelemahan dan kecacatan agama orang lain.

Salim merasa imannya semakin kokoh. Padahal, ia sedang membangun sebuah benteng di atas pondasi yang sangat rapuh. Benteng itu tidak ia bangun dari batu-batu pemahaman dan perenungannya. Tidak. Ia membangunnya dari puing-puing rumah orang lain, dari pecahan-pecahan argumen yang ia kumpulkan setiap hari.

Tentang Kedamaian

Hingga suatu sore, di sebuah kedai kopi, benteng itu diuji. Salah seorang sahabatnya, Anton, yang berbeda keyakinan, dengan wajah antusias bercerita tentang pengalaman spiritual yang ia alami ketika beberapa waktu yang lalu ia berkunjung ke “kota suci”. Ia bicara tentang kedamaian, tentang perasaan terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya: Tuhan.

Melihat celah, Salim pun melancarkan serangannya. Dengan nada yang ia anggap cerdas, ia menyela, “Oh, kedamaian ya… Tapi, Ton, bukannya di kitabmu ada ayat yang isinya begini? Agak aneh kan kalau kamu merasa damai padahal ada kontradiksi semacam itu.”

Seketika, suasana hangat di meja itu membeku. Wajah Anton yang tadinya ceria berubah pias, campuran antara bingung dan terluka. Ia hanya bisa bergumam pelan, “Aku… aku tidak tahu konteks ayatnya, Lim. Tapi bagiku, agamaku itu sederhana saja, tentang bagaimana aku bisa menjadi orang yang baik.”

Salim merasa menang. Ia berhasil memojokkan Anton. Tapi kemenangan debat agama itu terasa aneh, hampa. Tidak ada sorak-sorai, apalagi pujian. Yang ada hanya keheningan yang canggung dan sorot mata teman-temannya yang seolah berkata, “Kenapa kamu mengatakan itu?”

Malam itu, untuk pertama kalinya, kemenangan terasa seperti kekalahan. Wajah Anton yang terluka terus membayanginya. Ia mulai bertanya pada dirinya sendiri, sebuah pertanyaan yang selama ini ia hindari: Untuk apa semua ini?

Merusak Persahabatan

Ia menang adu mulut, tapi ia merusak persahabatannya. Ia merasa paling benar, tapi ia membuat orang lain merasa salah dan diserang. Apakah ini tujuan mengapa ia beragama? Mengubahnya menjadi seorang pendebat ulung yang lihai menyakiti hati orang lain?

Saat itulah ia sadar. Benteng yang selama ini ia banggakan sesungguhnya hanyalah sebuah rumah kaca. Terlihat megah dari luar, memantulkan citra superioritas, tetapi begitu rapuh dan kosong di dalamnya. Ia sadar bahwa keyakinan yang “butuh” menjelek-jelekkan keyakinan lain hanya untuk merasa benar, sebenarnya adalah keyakinan yang paling rapuh.

Orang yang benar-benar nyaman dan bahagia di rumahnya sendiri tidak akan menghabiskan waktunya hanya untuk mengintip ke jendela tetangga dan mencari-cari retakan di dinding rumah mereka. Orang yang kamarnya sudah terang benderang oleh cahayanya sendiri tidak perlu berkeliling mematikan lilin orang lain.

Iman Sejati

Kebutuhannya untuk terus mencari pembenaran dari kelemahan orang lain adalah teriakan sunyi dari rasa tidak amannya sendiri.

Sejak malam itu, Salim perlahan berubah. Ia mulai meninggalkan panggung debat kusir itu. Ia kembali membuka kitab sucinya, kali ini dengan niat yang berbeda. Bukan lagi untuk mencari amunisi, tapi untuk mencari oase. Ia ingin menemukan kembali keindahan, kesejukan, dan kedamaian yang pernah ia rasakan dulu, sebelum semuanya terkontaminasi oleh bisingnya perdebatan.

Iman sejati, pada akhirnya, bukanlah tentang seberapa keras suaramu dalam meneriakkan kebenaran. Iman sejati itu seperti akar pohon yang kuat, yang menghunjam diam-diam ke dalam tanah, menyerap kekuatan di kedalaman, bukan dari keributan di permukaan. Ia tidak perlu menggoyang pohon lain untuk membuktikan kekokohannya. Ia hanya perlu tumbuh, dalam diam, menuju langit. []

Tags: agama dan medsosAgama KasihBeda AgamaDebat AgamaKisah teladan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Membongkar Konstruksi Seksualitas Perempuan dalam Pemikiran Keagamaan

Next Post

Seksualitas Perempuan dalam Fikih: Antara Penghormatan dan Subordinasi

Fadlan

Fadlan

Penulis lepas dan tutor Bahasa Inggris-Bahasa Spanyol

Related Posts

Hukum Perkawinan Beda Agama
Publik

Ketidakpastian Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia

6 Desember 2025
Beda agama yang
Keluarga

Menghormati Ibu Meski Beda Agama adalah Akhlak Universal Islam

26 September 2025
Jalin Persaudaraan
Personal

Jalin Persaudaraan Meski Kini Beda Keyakinan

13 November 2023
umat beda agama
Hikmah

Begini Cara Dakwah Nabi Saw Kepada Umat Beda Agama Saat di Makkah

9 Desember 2022
nabi saw
Hikmah

Pengalaman Nabi Saw dengan Umat Berbeda Agama Sebelum Menerima Wahyu

7 Desember 2022
Sahabat Nabi
Hikmah

Ternyata Sahabat Nabi Juga Ada Yang Merasa Insecure Loh

15 Oktober 2022
Next Post
Seksualitas Perempuan

Seksualitas Perempuan dalam Fikih: Antara Penghormatan dan Subordinasi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie
  • Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan
  • Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah
  • Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak
  • Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0