Sabtu, 31 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Masa Iya, Laki-laki Butuh Feminisme Sih?

Kita semua dirugikan oleh patriarki, kita semua membutuhkan feminisme. Laki-laki tidak hanya satu identitas tunggal dengan konsep hegemonic masculinity, biarkan laki-laki menjadi dirinya yang sepenuhnya dengan nilai-nilai feminin yang justru baik untuknya dan untuk dunia

Wanda Roxanne by Wanda Roxanne
15 Mei 2023
in Personal
A A
0
Laki-laki Butuh Feminisme

Laki-laki Butuh Feminisme

12
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pedebatan tentang feminisme seolah tidak pernah berakhir, termasuk wacana apakah laki-laki membutuhkan feminisme? Salah satu pengguna Twitter ada yang beropini, “Laki-laki dukung feminisme saja aneh buat saya”. Opini ini merefleksikan kurangnya pemahaman mengenai feminisme itu sendiri, yang belakangan juga menjadi obrolan panjang tentang unpopular opinion seputar feminisme.

Pada 15 April 2023, Ziliun yang berkolaborasi dengan Mubadalah.id dan media partner lainnya mengadakan webinar yang berjudul “Masa Iya, Laki-laki Butuh Feminisme?”. Webinar ini mengundang empat pembicara yaitu Tunggal Pawestri, Wanda Roxanne, Wawan Suwandi dan Rahadi Marsito. Obrolan dalam webinar ini langsung menjawab bahwa laki-laki memang butuh feminisme. Mengapa?

Wawan yang akrab kita panggil dengan Jundi, menjelaskan bahwa feminisme penting bagi laki-laki karena feminisme membebaskan laki-laki dari perilaku toxic masculinity bagi diri dia sendiri, laki-laki lain, dan juga kelompok rentan lainnya.

Menurutnya selama ini laki-laki terjebak dalam toxic masculinity yang membuat mereka harus membuktikan pada masyarakat bahwa laki-laki itu keren (maskulin). Namun pembuktiannya merugikan orang lain seperti ingin dianggap keren dengan memiliki banyak pasangan perempuan dan menormalisasi kekerasan.

Bagaimana Konsep Laki-laki Ideal Dibentuk?

Nur Hasyim dalam bukunya “Good Boys Doing Feminisme” menjelaskan bahwa konsep “laki-laki ideal” melahirkan hierarki dalam maskulinitas atau kelelakian. R. W. Connell dan peneliti lainnya menyebut hal ini sebagai hegemonic masculinity. Connell menjelaskan bahwa hegemonic masculinity secara umum punya ciri dengan kekuatan fisik, dominasi, superioritas dan kekerasan.

Laki-laki yang ideal dalam patriarki adalah mereka yang gagah, dominan, heteroseksual, berpenghasilan, berkeluarga, dan memiliki anak. Hierarki maskulinitas menempatkan hegemonic masculinity pada hierarki tertinggi. Sedangkan laki-laki yang tidak sesuai dengan hegemonic masculinity kita tempatkan dalam posisi yang lebih rendah sebagai subordinate masculinity.

Salah satu teman laki-laki saya, Teguh (bukan nama sebenarnya) juga sepakat bahwa laki-laki butuh feminisme. Dia menjelaskan bahwa feminisme membuatnya memahami bahwa patriarki tidak membebaskan laki-laki menjadi sosok laki-laki sesuai yang mereka mau. Ada nilai-nilai yang melekat dalam maskulinitas untuk menjadi laki-laki ideal patriarki, seperti yang Jundi jelaskan, yaitu menjadi laki-laki keren.

Teguh pernah mendapatkan tekanan dari orang-orang yang mengatakan, “Macho dong jadi laki-laki, yang gagah dan jangan lembut”. Kelembutan ia kaitkan dengan femininitas, sehingga dianggap “nggak laki”. Dia tidak sesuai dengan karakteristik hegemonic masculinity, dan termasuk dalam subordinate masculinity yang dianggap lemah dan rendah. Sehingga dia tidak dianggap “laki-laki ideal/sejati” dan mendapatkan stigma dari masyarakat.

Hegemonic Masculinity Merugikan Laki-laki

Nur Hasyim menjelaskan bahwa konsep hegemonic masculinity memberikan privilese, kuasa dan keuntungan material yang Connell sebut sebagai dividen untuk laki-laki. Akibat nilai maskulinitas yang toxic ini, laki-laki harus membayar mahal maskulinitas mereka dengan merepresi emosi agar terlihat kuat dan tegar (tidak boleh menangis), tidak dekat dengan anak-anak karena pengasuhan bukan tanggung jawab utama mereka.

Selain itu, karena maskulinitas laki-laki juga terlibat dalam kekerasan seperti tawuran, perang dan KDRT. Laki-laki juga cenderung tidak mudah beradaptasi dalam perubahan karena nilai-nilai yang kaku sebagai laki-laki. Tuntutan maskulinitas patriarkis membentuk laki-laki agar selalu mengutamakan superioritas, kekuatan dan kekerasan. Kemudian menghukum laki-laki yang tidak sesuai dengan maskulinitas patriarki.

Bagaimanapun, laki-laki yang tidak mendominasi, tidak superior, tidak kuat terutama secara fisik) dan lembut (tidak melakukan kekerasan), akan dianggap “kurang laki” dan kita tempatkan dalam subordinate masculinity. Laki-laki dengan subordinate masculinity laki-laki juga berpotensi mendapatkan bullying, tekanan dan kekerasan lainnya. Masyarakat dengan nilai toxic masculinity menyeragamkan karakteristik laki-laki yang dianggap ideal.

Laki-laki yang ideal tertuntut untuk menjadi pencari nafkah dalam keluarga. Sehingga nilai dan aktivitas laki-laki berpusat sebagai breadwinner dengan pekerjaan produktif. Karena hal ini, nilai laki-laki masih kita pandang sebagai “pencari uang” yang harapannya bisa membayar makanan atau apapun saat pacaran hingga perkawinan. Salah satu contoh kasus laki-laki berusia 24 tahun yang menjual genteng untuk pacarnya. Kasus perampokan, begal, penipuan dan hal kriminalitas lainnya juga pelakunya kebanyakan laki-laki.

Transformasi Maskulinitas, Menjadi Laki-laki Baru yang Egaliter

Patriarki merugikan, kita semua membutuhkan feminisme. Maka perlu transformasi sosial dalam masyarakat, terutama pada konsep maskulinitas. Perlu ada perubahan agar maskulinitas menjadi egaliter dan tidak lagi toxic. Nur Hasyim menjelaskan bahwa perlu konsep laki-laki baru yang penuh penghormatan kepada sesama, komunikasi yang terbuka, berempati, saling berbagi dan tidak melakukan kekerasan.

Selain itu laki-laki perlu kita latih untuk fleksibel, cakap mengasuh anak, melakukan pekerjaan domestik, mengelola emosinya, komunikatif, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Maskulinitas tradisional yang patriarki bangun terlalu mahal untuk kita bayar dari generasi ke generasi. Hegemonic masculinity tidak memiliki masa depan, karena hanya melanggengkan penindasan dan kekerasan.

Maskulinitas tradisional atau hegemonic masculinity bagi saya adalah red flag dalam berpasangan. Sekalipun saya heteroseksual, saya tidak menyukai laki-laki dengan toxic masculinity. Saya pernah memiliki hubungan dengan laki-laki yang kuat secara fisik, namun juga bisa mengekspresikan dan mengontrol emosinya. Dia suka memasak, dan tidak mengontrol saya untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya.

Bagi saya, dia adalah sosok laki-laki baru yang dapat memiliki hubungan yang sehat ke depannya. Dia memiliki nilai egaliter, dan tidak akan melarang pasangannya untuk bekerja ataupun melakukan hal-hal yang pasangannya inginkan. Laki-laki baru seperti ini adalah gambaran hubungan yang sehat, yang kita butuhkan dalam menjalin relasi dalam semua hal.

Feminisme memahami bahwa laki-laki juga dirugikan dalam patriarki. Laki-laki tidak hanya satu identitas tunggal dengan konsep hegemonic masculinity. Feminisme memberikan ruang pada laki-laki untuk menjadi diri dia yang sepenuhnya dengan nilai-nilai feminin yang justru baik untuknya dan untuk dunia. []

 

 

Tags: feminismeGendergerakan perempuankeadilanKesetaraanlaki-lakiperempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Wanda Roxanne

Wanda Roxanne

Wanda Roxanne Ratu Pricillia adalah alumni Psikologi Universitas Airlangga dan alumni Kajian Gender Universitas Indonesia. Tertarik pada kajian gender, psikologi dan kesehatan mental. Merupakan inisiator kelas pengembangan diri @puzzlediri dan platform isu-isu gender @ceritakubi, serta bergabung dengan komunitas Puan Menulis.

Related Posts

perlindungan diri perempuan
Pernak-pernik

Hak Perlindungan Diri Perempuan

30 Januari 2026
Pegawai MBG
Publik

Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

30 Januari 2026
Ekonomi Keluarga
Pernak-pernik

Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

29 Januari 2026
Nafkah Keluarga
Pernak-pernik

Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

29 Januari 2026
Ummu Syuraik
Pernak-pernik

Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

28 Januari 2026
Perempuan Kaya
Pernak-pernik

Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

28 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0