Rabu, 11 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Nyai Ontosoroh: Potret Perempuan Berdaya dalam Novel Bumi Manusia

Menjadi perempuan tegas seperti Nyai Ontosoroh tidak lantas menjadikan dia keras hati, semuanya tak lain demi anaknya, Robert Mellema dan Annelies Mellema

Shella Carissa by Shella Carissa
18 Agustus 2023
in Buku
A A
0
Nyai Ontosoroh

Nyai Ontosoroh

30
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Bumi Manusia telah menjadi sastra klasik bergenre roman sejarah yang telah berusia 43 tahun. Sejak pertama kali terbit pada tahun 1980 oleh Penerbit Hasta Mitra, fiksi ini menimbulkan pro-kontra yang cukup panas.

Dalam karya fiksi ini Pramoedya Ananta Toer berfokus pada tokoh utama bernama Minke dengan segala sepak terjangnya. Perjalanannya malang melintang dalam istilah Indo-Pribumi, pendidikan, teknologi, bisnis hingga kisah asmaranya yang cukup memilukan.

Bahkan dari latar belakang pergaulannya itu dia mendapat pengalaman yang cukup menarik, mempertemukannya dengan seorang, maaf, gundik, bernama Nyai Ontosoroh. Minke pun cukup kagum dan terkaget-kaget dengan sosok Nyai Ontosoroh. Sebab perempuan itu hanya seorang gundik pribumi, akan tetapi pengetahuannya seluas Eropa Tulen yang cerdas dan beradab saat itu.

Sosok Perempuan yang Memiliki Daya Tarik

Cerita dalam novel memang mengisahkan Minke, hanya saja Minke juga rupanya juga menceritakan dan mengungkap misteri kehidupan Annelies. Dalam sekejap Annelies membuat Minke jatuh hati dan kisah selanjutnya merambat pada Nyai Ontosoroh selaku Ibu Annelies yang membuat Minke terkagum-kagum akan sosoknya.

Nyai itu rupanya amat mengagumkan dengan kepribadian yang produktif. Bagaimana tidak, dia mengurus semua pekerjaan kantor, menyangkut perusahaan, bank, kesekretariatan, perkebunan dan peternakan.

Jangankan soal baca-tulis yang masih langka dan bisa berbahasa Belanda, soal Nyai yang berpakaian rapih yang cakap berinteraksi dengan orang pun Minke sudah dibuat mati kutu. Tak lupa pula soal tutur katanya yang memiliki daya tarik sehingga terkesan membuat siapapun yang mendengarnya menjadi patuh.

Belajar dari Masa Lalu yang Kelam

Jujur saya sendiri sangat kagum pada sosok Nyai ini. Meski berstatus sebagai selir seorang belanda totok bernama Herman Mellema, semuanya tak lain tak bukan merupakan nasib buruk masa lalu.

Dengan nama asli Sanikem, dulunya dia merupakan gadis berusia 13 tahun. Sayang, ayahnya yang ambisius itu tega menjualnya kepada Tuan Herman Mellema, demi mendapat pangkat di sebuah perusahaan.

Sanikem yang kemudian telah menjadi Nyai Ontosoroh akhirnya menjadi selir Herman Mellema. Tapi nasib buruk lagi-lagi menimpa. Anak kandung Herman Mellema datang hendak merebut harta kepemilikan di Wonokromo, yang membuat Herman Mellema menjadi tak waras.

Kejadian itu menyadarkan Nyai Ontosoroh bahwa kekejaman praktik budaya Hindia-Belanda bisa menggilas dan menerkam dirinya kapan saja. Karena itu dia perlu menyiapkan diri dan bertekad mendidik dirinya menjadi perempuan berdaya.

Saudara sekalian tentunya telah menonton film Bumi Manusia pada tahun 2019 silam. Namun kalau ada kesempatan membaca bentuk bukunya, akan ada detail-detail dan keterangan yang lebih menguatkan tentang pribadi Nyai Ontosoroh.

Akan ada pemaparan lebih jelas mengenai jejak masa lalu yang membuatnya menjadi kritis seperti sekarang. Dan Hanung Bramantyo selaku sutradara telah berhasil memvisualkan sosok Nyai Ontosoroh dengan baik, dengan kepribadian yang hampir sama persis dalam buku. Meskipun tidak sama persis.

Gadis Lugu yang Bertransformasi Menjadi Perempuan Berdaya

Nyai Ontosoroh dalam kacamata saya, merupakan gadis lugu bernama Sanikem yang dulunya tak tahu apa-apa. Namun Sanikem kemudian berhasil menjadikan dirinya sendiri seorang perempuan tangguh dan hebat.

Bahkan dibanding gadis-gadis eropa tulen dan sekelas bupati pribumi hingga belanda totok sekalipun, Nyai Ontosoroh lebih mumpuni. Nyai Ontosoroh telah menopang dirinya sendiri dan mengeluarkan diri dari belenggu ketidakberdayaan menghadapi kerasnya konstruksi budaya dan kekejaman hukum kala itu.

Transformasi Nyai Ontosoroh memang tak lepas dari peran dan didikan Herman Mellema. Akan tetapi didikan itu tidak lantas menjadikan Nyai Ontosoroh bergantung pada Herman Mellema.

Meskipun statusnya seorang gundik pribumi yang terkenal mudah tunduk dan patuh, Nyai Ontosoroh telah mendobrag anggapan itu. Nyai Ontosoroh mengubah cara pandang terkait budak yang tak punya kehendak menjadi digdaya dan mampu memerdekakaan diri dari jeratan kolonialisme.

Belajar dari pengalamannya sendiri, Nyai Ontosoroh kemudian menekadkan diri agar kelak Annelies bisa hidup bahagia. Nyai Ontosoroh mendidik Annelies untuk bisa mandiri dengan bekerja keras meskipun tak bisa melepas diri dari sifat manja dan kekanakannya.

Hal tersebut tak lagi aneh lantaran Annelies tidak bergaul seperti anak indo kebanyakan. Hal itu menunjukan betapa trauma masa lalu memang menakutkan bagi perempuan. Dan setiap ibu tidak ingin kejadian serupa menimpa anaknya. Karena setiap perempuan tidan ingin kenangan pahit masa muda juga menimpa perempuan lainnya.

Meneladani Nyai Ontosoroh sebagai Perempuan Tangguh

Kita dapat mengambil pelajaran dan bisa belajar dari kisah perjalanan Nyai Ontosoroh, bahwa terlepas dari status dan latar belakang kita, kita adalah manusia yang punya kehendak. Kehendak tidak hanya milik laki-laki yang notabenenya masih memegang kendali atas keputusan pada masa itu, melainkan juga untuk perempuan. Perempuan memiliki tonggak nan digdaya untuk memimpin serta menentukan sendiri jalan kehidupannya.

Mereka juga memiliki otoritas sikap yang bisa menjadi  patokan dasar untuk mendidik dan menggerakkan sistem yang berlaku, seperti halnya memimpin perusahaan.

Selain itu sebagai manusia, perempuan juga memiliki hak untuk bersuara serta menggugat hak-haknya dan menuntut bagiannya yang telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun dengan penuh darah dan air mata. Dalam artian perempuan seharusnya mendapat pengakuan dalam harkat dan martabatnya dengan tidak mengesampingkan peran dan kiprahnya.

Apalagi para perempuan yang telah berjuang untuk keluarga bahkan suami yang sudah tidak lagi mampu menafkahi keluarganya.

Menjadi perempuan tegas dan keras seperti Nyai Ontosoroh tidak lantas menjadikan dia keras hati, semuanya tak lain dan tak bukan demi anaknya, Robert Mellema dan Annelies Mellema. Hal itu dia lakukan untuk melindungi mereka serta menjaga mereka dari kerasnya praktik hukum pengadilan putih masa itu.

Demi rasa kasih dan cintanya terhadap anak, Nyai Ontosoroh memoles dirinya menjadi perempuan tangguh. Dia kemudian menjadi pekerja keras, cerdas, kritis, tegas dan keras namun tetap menunjangnya dengan hati nurani dan sifat kasih sayang.

Perempuan sekarang pun bisa berkiblat pada Nyai Ontosoroh dengan memiliki tekad yang berani dan bermental baja. Jika demikian, dia tidak hanya berdaya, melainkan telah menjadikan dirinya seorang perempuan yang berkontribusi dalam peradaban membawa peran-peran yang menakjubkan. []

Tags: BerdayaCintaNyai OntosorohPeran PerempuanperempuanPerempuan Tangguh
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Aborsi Akibat Perkosaan dalam Perspektif KUPI

Next Post

Pandangan KUPI tentang Khitan Perempuan

Shella Carissa

Shella Carissa

Masih menempuh pendidikan Agama di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy dan Sarjana Ma'had Aly Kebon Jambu. Penikmat musik inggris. Menyukai kajian feminis, politik, filsafat dan yang paling utama ngaji nahwu-shorof, terkhusus ngaji al-Qur'an. Heu.

Related Posts

Krisis Lingkungan
Lingkungan

Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

11 Februari 2026
Sains
Publik

Sains Bukan Dunia Netral Gender

11 Februari 2026
The Tale of Rose
Film

Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”

10 Februari 2026
Poligami
Pernak-pernik

Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

7 Februari 2026
Pernikahan
Pernak-pernik

Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Hak Pernikahan
Pernak-pernik

Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

5 Februari 2026
Next Post
khitan perempuan

Pandangan KUPI tentang Khitan Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan
  • Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an
  • Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa
  • Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan
  • Sains Bukan Dunia Netral Gender

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0