Kamis, 19 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    Gangguan Kesehatan Mental

    Risiko Gangguan Kesehatan Mental Perempuan Lebih Tinggi

    Layanan Kesehatan

    Beban Kerja dan Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    Gangguan Kesehatan Mental

    Risiko Gangguan Kesehatan Mental Perempuan Lebih Tinggi

    Layanan Kesehatan

    Beban Kerja dan Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Perayaan Idul Fitri Masa Pandemi, Suka di Tengah Duka

Di tengah pandemi C-19, kita semua merayakan Idul Fitri dengan kesederhanaan, tanpa hiburan dan tanpa kemeriahan yang berlebihan.

Munawir Amin by Munawir Amin
20 Mei 2021
in Pernak-pernik
A A
0
Idul Fitri

Idul Fitri

1
SHARES
62
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Saat ini dunia masih berupaya melawan pandemi covid 19, meski di saat bersamaan jutaan kaum muslimin mengumandangkan gema takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Suara gemuruh takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar  menyeruak ditengah suara sirine ambulan tiap saat. Kematian mendadak ribuan orang di negara-negara terdampak pandemi C-19 menyertai perayaan Idul fitri tahun ini. Idul fitri masa pandemi, adalah perayaan suka di tengah kedukaan dunia menghadapi wabah C-19.

Idul fitri adalah masa-masa suka, gembira, senang, dan bahagia. Ini sebagai ekspresi kegembiraan mengakhiri kewajiban sebulan penuh berpuasa. Kanjeng Nabi Muhammad saw memang pernah bersabda terkait dengan kewajiban puasa :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan atas dasar keimanan dan dilaksanakan dengan benar, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.”

Pernyataan Kanjeng Nabi ini menjadi semacam pemicu kegembiraan kita semua mengakhiri kewajiban puasa sebulan penuh. Jaminan akan diampuninya dosa-dosa membuat kesenangan, keceriaan, kegembiraan pun  muncul dan harus diperlihatkan sebagai wujud rasa syukur kepada Gusti Allah swt.

Kesenangan, kecerian, dan kegembiraan Idul Fitri terlihat dari baju-baju baru yang dikenakan, makanan-makanan enak, dan cemilan berbagai varian tersaji di setiap ruang tamu. Belum lagi senyum ramah dan senang terlihat juga di wajah-wajah semua orang. Super market, mall, warung makan cepat saji, kuliner tradisional muncul dan ramai dikunjungi orang. Lalu lalang orang, berjalan ke sana kemari semakin memperlihatkan suasana ceria dan bahagia itu.   Dan pemandangan seperti ini tidak hanya terjadi di sini saja, tetapi kegembiraan ini pun menjalar ke setiap tempat dimana ada umat Islam yang merayakannya.

Hanya saja, idul fitri tahun ini memang betul-betul berbeda. Suasana keceriaan itu tidak nampak di sebagian masyarakat perantau, saat pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan mudik bagi mereka. Ini mengakibatkan perubahan psikis sejumlah orang dari suasana suka ke suasana duka. Gambaran tentang kampung halaman, orang tua, sanak saudara, teman-teman bermain, menjadi ambyar karena larangan mudik ini.

Jiwa suci yang betul-betul ingin merayakan Idul Fitri sebagai media silaturrahmi membuat sejumlah perantau nekad mudik ditengah larangan mudik dan ancaman pandemi covid-19 yang masih mewabah. Ini pun menjadi pemandangan yang kontras, momen suka di tengah suasana duka. Bagaimanakah kita membaca fenomena ini?

Dalam Surat attaubah ayat 82, Gusti Allah Swt telah menginformasikan :

فَلۡيَـضۡحَكُوۡا قَلِيۡلاً وَّلۡيَبۡكُوۡا كَثِيۡرًا‌ ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ

“Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.”

Surat Attaubah ayat 82 ini, semacam informasi pada kita bahwa dalam kehidupan ini memang ada suka ada duka, ada senang ada susah, ada tangis dan ada tawa. Tangisan adalah simbol kedukaan, sedangkan tawa adalah lambang keceriaan. Tangisan yang panjang di tengah tawa yang pendek disebutkan oleh Al Quran surat Attaubah ayat 82 di atas adalah sebagai balasan atas perbuatan manusia sendiri.

Bagaimanakah menjelaskan maksud dari pernyatan “sebagai balasan atas perbuatan manusia sendiri itu?

Ini agak susah dijelaskan, berkaitan dengan masa pandemi C-19 di saat Idul Fitri ini, karena menghadapkan agama dengan sains. Pada situasi seperti ini, perdebatan teologis atau akidah selalu muncul ke ruang publik. Misalnya pemikiran tentang tidak perlu takut dengan corona, apalagi  jika berada di masjid, umpamanya. Atau bahwa sakit dan kematian sudah ditetapkan, sehingga tidak perlu takut. Atau beberapa orang yang menyatakan bahwa virus Corona adalah tentara Tuhan untuk menghancurkan dan membinasakan manusia yang tidak mengenal Tuhan.

Pernyataan tersebut mengesampingkan fakta dan realita tentang adanya virus yang secara objektif memang menyebar, mematikan dan membunuh pasien yang terjangkit, virus yang dapat dilihat dan ditemukan oleh para peneliti bidang kedokteran di ruang laboratorium.

Menurut ilmu biologi, terdapat istilah Survival for the fittest (Makhluk yang dapat bertahan hidup adalah makhluk yang paling dapat menyesuaikan diri) itulah yang paling menonjol. Hubungan antara ilmu pengetahuan yang berbasis pada hukum sebab dan akibat serta agama yang berbasis pada makna dan nilai merupakan hubungan semi permeable, yakni, antara keduanya saling menembus.

Sedangkan di sisi lain timbul konflik antara penafsiran agama dan penafsiran ilmu pengetahuan terhadap fakta dan realitas karena hubungan antara keduanya tidak saling berkomunikasi. Masing-masing menganggap bahwa tafsir keilmuannya sendirilah yang paling benar dan menganggap tafsir yang lain tidak benar. Perbedaan posisi inilah yang menimbulkan konflik yang sulit untuk didamaikan antara agama dan sains.

Idul Fitri adalah masalah agama. Pandemi C-19 adalah masalah sains kedokteran modern. Idul fitri adalah masalah suka, senang, ceria dan bahagia, sementara C-19 adalah masalah duka, sedih, murung, dan sengsara. Apabila membaca sikap-sikap masyarakat yang diungkapkan melalui media sosial, nalar keberagamaan sepertinya  masih kurang begitu baik. Adanya virus C-19 sebagai hasil dari penemuan kedokteran modern belum sepenuhnya dijadikan sebagai ancaman di tengah perayaan Idul Fitri ini.

Padahal agama harus sejalan dengan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan kedokteran modern. Beriman pada qada dan qadar juga berarti beriman pada semuanya. Percaya pada ilmu pengetahuan, percaya pada sains, percaya pada teknologi, dan percaya pada kedokteran modern.

Akhirnya, di tengah pandemi C-19, kita semua merayakan Idul Fitri dengan kesederhanaan, tanpa hiburan dan tanpa kemeriahan yang berlebihan. Dan semoga dengan berakhirnya kewajiban puasa ramadan, dan terbitnya fajar kemenangan Idul Fitri ini, berakhir pula wabah c-19 dan muncul harapan-harapan baru menyongsong kehidupan yang lebih baik, amin ya rabbal alamin.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Wallahu A’lam. []

Tags: Hikmah RamadanIdul Fitri 1442 HPandemi Covid-19Ramadan 1442 H
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tanah Ibu Kami; Perempuan sebagai Sosok Pionir Perlawanan

Next Post

Kita Bersaudara, Manusia dan Semua Mahluk Tuhan itu Sama (Part II)

Munawir Amin

Munawir Amin

Pengasuh Ponpes Sirojut Tholibin Kertasemaya Indramayu

Related Posts

Nuzulul Qur'an
Publik

Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan

11 Maret 2026
Mindful Ramadan
Hikmah

Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

7 Maret 2026
Lailatul Qadar
Featured

Lailatul Qadar adalah Pesan Pelestarian Lingkungan

17 Maret 2026
Perempuan Haid
Featured

Lailatul Qadar dan Perempuan Haid dalam Kitab Hasyiyah al-Qalyubi

17 Maret 2026
Nuzulul Qur'an
Featured

Nuzulul Qur’an dan Titik Balik Nasib Perempuan

27 Februari 2026
Sayyidah Khadijah
Hikmah

Dunia Sayyidah Khadijah

16 Maret 2025
Next Post
Manusia

Kita Bersaudara, Manusia dan Semua Mahluk Tuhan itu Sama (Part II)

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup
  • Gus Dur dan Jalan Terjal Kebijakan Kesetaraan Gender di Indonesia
  • Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan
  • Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?
  • Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0