Minggu, 8 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    Dakwah Nabi

    Dakwah Nabi Muhammad Saw. Juga Ditopang Tokoh Non-Muslim

    Permusuhan

    Ketika Relasi Antaragama Masih Dipandang sebagai Permusuhan

    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    Dakwah Nabi

    Dakwah Nabi Muhammad Saw. Juga Ditopang Tokoh Non-Muslim

    Permusuhan

    Ketika Relasi Antaragama Masih Dipandang sebagai Permusuhan

    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

Lepaskan ego keserakahan dan kemelekatan duniawi (kini dan di sini) untuk mencapai kesadaran intelektual dan spiritual yang mendalam.

KH. Husein Muhammad by KH. Husein Muhammad
2 Februari 2026
in Hikmah, Publik
A A
0
Kebudayaan

Kebudayaan

29
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Saudara-saudara hadirin yang berbahagia. Kondisi kehidupan bersama dalam negara-bangsa belakangan ini sedang mengalami krisis multidimensi yang cukup akut. Berbagai problem sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan agama terus mendera bangsa ini.

Reformasi tahun 1998 yang semula diidealkan sebagai pintu masuk untuk membuka jalan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih baik, damai dan sejahtera sampai hari ini belum memperlihatkan tanda-tanda yang menggembirakan sebagaimana yang diharapkan.

Tidak sedikit orang, para intelektual terkemuka dan pemimpin lembaga-lembaga sosial, politik, kebudayaan dan keagamaan menyampaikan kegelisahan atas masa depan bangsa ini.

Sejumlah perubahan fundamental dalam struktur kenegaraan dan tata kelola pemerintahan, dalam rangka demokratisasi yang lebih luas dan substansial, belum mampu melahirkan kondisi kehidupan kebangsaan yang dicita-citakan. Reformasi birokrasi yang dicanangkan sejak awal periode reformasi terhenti.

Kasus-kasus paling massif dan memasuki ruang birokrasi dari atas sampai ke bawah adalah penyalahgunaan kekuasaan untuk kenikmatan diri.

Situasi paling fenomenal yang amat mencemaskan adalah kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kekerasan seksual baik pada domain ruang domestik maupun publik. Komnas Perempuan dalam pernyataannya menyebutkan :

“Kekerasan Seksual yang dialami perempuan sudah dalam kondisi darurat untuk segera ditangani secara tepat dan adil, komprehensif dan holistik. Keadaan darurat ini tercermin dari kejadian kekerasan seksual di semua ranah: personal, publik dan Negara, yang menimpa korban dari rentang usia balita-lansia, berbagai tingkat pendidikan dan profesi. Korban juga meliputi perempuan penyandang disabilitas, migrant, dan PRT. Tempat kejadian ada di segala ruang: di rumah, di angkutan umum, di sekolah, universitas, di tempat kerja maupun di tahanan”. (Komnas Perempuan, Catahu, 2013).

Kasus Kekerasan Seksual

Dan sungguh sangat memprihatinkan bahwa belakangan ramai dibicarakan publik kekerasan seksual itu bahkan terjadi di lembaga-lembaga pendidikan umum dan keagamaan, termasuk pesantren.

Sejumlah problem kebangsaan di atas adalah sebagian saja dari tumpukan realitas yang memprihatinkan bangsa muslim terbesar di dunia itu.

Berbagai pihak melalui perspektifnya masing-masing kemudian mengkaji dan menganalisis keadaan yang karut-marut ini untuk mencari akar masalahnya. Pengamatan, pengkajian dan analisis pada umumnya menyimpulkan bahwa akar dari berbagai problem sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik kebangsaan tersebut adalah krisis moral atau rapuhnya karakter bangsa.

Karakter atau jiwa bangsa Indonesia, yang sering disebut sebagai bangsa yang religius, ramah, toleran, suka gotong royong, dan sejenisnya, kini terkikis dan tereduksi secara besar-besaran, makin redup dan seakan-akan hampir hilang lenyap.

Fenomena ini memperlihatkan kepada kita bahwa bangsa ini tengah ditelikung oleh rendahnya moralitas kemanusiaan atau dalam terminologi Islam disebut “Al-Akhlaq al-Karimah”. Budi Pekerti yang luhur dan mulia.

Al-Akhlaq al-Karimah adalah sebuah terma yang di dalamnya mengandung nilai-nilai keluhuran budi pekerti dan kebeningan hati nurani, seperti ketulusan, kebersahajaan, kejujuran, pengabdian, ketekunan, kedisplinan (al-Istiqamah), kesalingan memberi dan membagi kebahagiaan.

Dalam tingkat yang lebih tinggi, al-Akhlâq al-Karîmah akan menekankan pada kesatuan eksistensi, persaudaraan umat manusia sebagai makhluk Allah atas dasar cinta dan kasih sayang.

Gagasan ini sepenuhnya ide-ide kemanusiaan universal. Gagasan al-akhlâq al-karîmah seperti ini bersumber dari prinsip fundamental Islam, yaitu Tauhid Allah. Artinya “tidak ada tuhan kecuali Tuhan Yang Satu”. Kalimat ini tidaklah merupakan pernyataan verbal belaka, melainkan membawa tanggungjawab sosial, kemanusiaan dan kebudayaan yang lebih jauh dan lebih mendalam.

Membangun Pendidikan Berbasis Dialektika dan Keadilan

Hadirin yang terhormat.

Sejarah dunia menginformasikan kepada kita basis peradaban negara-negara maju dan sejahtera adalah sistem pendidikan dengan metode dialektika intelektual rasional dan beretika, atau dalam bahasa yang populer: “dialektika socratik”.

Metode ini bersifat dialog interaktif dengan orang lain untuk berpikir kritis, santun, mengajak, membimbing dan tidak memaksakan kehendak guna menemukan kebenaran esensial yang disadari dan diperlukan untuk kemaslahatan bersama. Metode ini dalam pengalaman sejarah bangsa-bangsa di dunia telah menghasilkan generasi manusia yang cerdas, kreatif dan inovatif.

Di negeri kita sistem dan metode dialektika ini tidak berkembang. Kecenderungan umum akhir-akhir ini justeru adalah metode ceramah dan indoktrinasi, sebuah metode atau cara yang menyampaikan kebenaran menurut pengetahuan dirinya sendiri, kadang disertai dengan mengutip secara tekstualistik kata-kata Tuhan.

Cara ini bukan hanya menghasilkan generasi yang berpengetahuan dangkal dan tidak kritis bahkan berpotensi menciptakan kekerasan dan konflik sosial.

Metode pendidikan dialektik sokratik pada sisi lain dimaksudkan sebagai cara menghasilkan keadilan sebagai tujuan kehidupan bersama. Inilah sistem pendidikan yang baik dan berkualitas. Dan inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, dalam karyanya: “Al Rasul al Mu’allim“, mengatakan :

وكان من ابرز اساليبه صلى الله عليه وسلم فى التعليم الحوار و المساءلة لاثارة انتباه السامعين وتشويق نفوسهم الى الجواب وخضهم على اعمال الفكر للجواب. ليكون جواب النبي صلى الله عليه وسلم اذا لم يسنطيعوا الاجابة اقرب الى الفهم واوقع فى النفس. (ص. ٩٢).

“Dan di antara metode beliau ﷺ yang paling menonjol dalam pengajaran adalah dialog dan tanya jawab, untuk membangkitkan perhatian para pendengar, menarik minat mereka terhadap jawaban, dan mendorong mereka menggunakan pikiran untuk menemukan jawaban. Sehingga ketika para sahabat tidak mampu menjawab, jawaban Nabi ﷺ menjadi lebih mudah mereka pahami dan lebih membekas dalam jiwa.” (hlm. 92).

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan yang baik akan menciptakan SDM yang unggul dan membuat suatu negara menjadi maju. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara maka negara tersebut semakin maju. Sebaliknya semakin rendah kualitas sistem pendidikan suatu negara maka negara tersebut akan terbelakang.

Saya kira menarik untuk disampaikan pandangan filsuf terkenal Abu Bakar al-Razi atau yang dikenal di barat sebagai Razes, saat ditanya untuk apa kita diciptakan dan kemana kita diarahkan? Ia menjawab :

اَنَّ اْلاَمْرَ اْلاَفْضَل الَّذِى له خُلِقْنَا واليه اُجْرِى بِنَا لَيْسَ هُو اِصَابَةُ اللَّذَّاتِ  الْجَسَدِيَّة. بَلْ اِقْتِنَاءُ العِلْمِ واسْتِعْمَالُ العَدْلِ الَّذىَنِ بِهِمَا يكون خَلَاصُنَا مِنْ عَالَمِنَا هَذَا الى العَالَم الذى لَا مَوْتَ فِيه ولا اَلَمَ.

“Tujuan tertinggi untuk apa Tuhan ciptakan kita dan ke mana arah kita, bukanlah memeroleh kesenangan fisik, melainkan pencapaian ilmu pengetahuan dan mempraktikkan keadilan. Dua tugas ini adalah satu-satunya cara kita melepaskan diri dari keadaan dunia kini (sekarang) menuju suatu dunia yang di dalamnya tidak ada kematian atau penderitaan”. (Abu Bakar al-Razi, “Rasail Falsafiyyah, bab Al-Sirah al- Falsafiyyah, hlm. 3).

Ini merupakan tafsir al Razi atas ayat al-Qur’an :

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيد   ِ

“Kitab ini Aku turunkan kepadamu (Muhammad saw), agar kamu mengeluarkan/membebaskan manusia dari situasi dunia gelap, menuju situasi dunia yang bercahaya”. (Q.S. Ibrahim, 1).

Dunia gelap adalah dunia yang diliputi kebodohan yang berpotensi mengantarkan manusia ke dalam perilaku “al-Zhulm” (kezaliman), dan dunia bercahaya adalah dunia yang diliputi oleh ilmu pengetahuan dan akhlak yang akan mengantarkan manusia pada keadilan dan kedamaian.

Dua terma ini: Keadilan dan Kedamaian, adalah misi sekali visi Islan dan agama-agama samawi.

Ibn al-Qayyim, murid Ibn Taymiyah menulis :

  اذا ظهرت امارات العدل واسفر وجهه باي طريق كان فثم شرع الله ودينه

Jika telah tampak nyata indikator keadilan dengan cara/jalan apapun, maka itulah  syariat dan agama Allah. (Ibnu Qayyim).

Penutup

Badi’ al-Zaman Sa’id Nursi, sufi dan aktivis politik Turki menyampaikan pandangan yang menarik :

ضِيَاءُ الْقَلْبِ هُو العُلُومُ الدِّينِيَّة وَنُورُ الْعَقْلِ هُوَ الْعُلُومُ الْحَدِيثَةِ فَبِامْتِزَاجِهِمَا تَتَجَلَّى الْحَقِيقَةُ . فَتَتَرَبَّى هِمَّةُ الطّالِبِ وَتَعْلُو بِكِلَا الْجَنَاحَيْنِ وَبِافْتِرَاقِهِمَا يَتَوَلَّدُ التَّعَصُّبُ فِي الأولَى والْحِيَلُ وَالشُّبُهَاتُ في الثانيةِ

Cahaya hati adalah ilmu-ilmu keagamaan (spiritual, esoterik) , dan cahaya akal adalah ilmu-ilmu modern.

Dengan perpaduan keduanya, kebenaran akan tampak jelas. Maka semangat pelajar akan tumbuh dan terbang tinggi dengan kedua sayap itu. Namun bila keduanya terpisah, timbullah fanatisme dalam yang pertama, dan tipu daya serta keraguan dalam yang kedua.

Akhirnya saya ingin selalu menyampaikan kata-kata seorang sufi besar, guru besar Maulana Jalaluddin al-Rumi, Syamsi Tabrizi. Ia memberikan saran penting kepada kita semua:

ليس من المتأخر مطلقًا أن تسأل نفسك، هل أنا مستعد لتغيير الحياة التي أحياها؟ هل أنا مستعد لتغيير نفسي من الداخل؟ وحتى ولو كان قد تبقى من حياتك يوم واحد يشبه اليوم الذي سبقه، ففي كل لحظة ومع كل نفس جديد، يجب على المرء أن يتجدد وي          تجدد ثانية. ولا توجد إلا وسيلة واحدة حتى يولد المرء في حياة جديدة وهي أن يموت قبل الموت

“Sama sekali, tak ada kata terlambat untuk bertanya pada diri, “Apakah aku siap untuk mengubah hidup yang aku jalani saat ini? Apakah aku siap untuk mengubah hidupku?”. Bahkan meski hidupmu hanya tinggal satu hari. Pada setiap detik dan setiap embusan nafas, seseorang hendaknya memperbarui dan memperbarui lagi. Hanya ada satu cara untuk lahir ke sebuah kehidupan baru: mati sebelum kematian”.

Lepaskan ego keserakahan dan kemelekatan duniawi (kini dan di sini) untuk mencapai kesadaran intelektual dan spiritual yang mendalam.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tags: Fahmina Ke-25KebudayaanPidatoUlang Tahun
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pentingnya Juru Bicara Disabilitas Berperspektif Gender

Next Post

Penyandang Disabilitas dan Fiqh al-Murūnah: Ruh Kasih Islam

KH. Husein Muhammad

KH. Husein Muhammad

KH Husein Muhammad adalah kyai yang aktif memperjuangkan keadilan gender dalam perspektif Islam dan salah satu pengasuh PP Dar al Tauhid Arjawinangun Cirebon.

Related Posts

Kebudayaan
Hikmah

Kebudayaan Mengubah Posisi Perempuan Menjadi Manusia Terhormat

13 Januari 2025
Kebudayaan
Hikmah

Citra Perempuan dalam Kebudayaan

13 Januari 2025
Kolom Agama
Publik

Memahami Perdebatan “Kolom Agama” dalam Pemikiran Gus Dur

15 November 2024
Merayakan Ulang Tahun
Khazanah

Merayakan Ulang Tahun sebagai Bentuk Self Love

7 November 2024
Kebudayaan
Hikmah

Perempuan dan Kebudayaan

31 Oktober 2024
Ulama dalam Kebudayaan
Hikmah

Makna Ulama dalam Kebudayaan Indonesia

13 September 2024
Next Post
Fiqh al-Murūnah

Penyandang Disabilitas dan Fiqh al-Murūnah: Ruh Kasih Islam

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Mengilhami Kembali Makna Puasa
  • Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam
  • Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca
  • Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim
  • Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0