Mubadalah.id – Pembahasan mengenai seks dan seksualitas dalam tradisi Islam sejatinya berlangsung cukup terbuka, terutama dalam kajian fikih dan tasawuf. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian orang yang kerap melihat seksualitas sebagai tema tabu dalam diskursus keagamaan.
Dalam khazanah tasawuf, khususnya pada aliran maḥabbah, hasrat yang muncul dari dorongan seksual bahkan digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan cinta yang mendalam kepada Tuhan.
Para sufi memanfaatkan bahasa hasrat dan kerinduan sebagai simbol relasi spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
Sementara itu, dalam fikih, membahas seksualitas secara sistematis karena berkaitan langsung dengan penentuan hukum halal dan haram dalam praktik ibadah serta kehidupan sehari-hari umat Islam.
Namun demikian, konstruksi pemikiran tentang seksualitas di dunia Islam juga tidak lepas dari pengaruh tradisi di luar Islam. Salah satunya adalah tradisi Biblika yang berkembang kuat di Eropa.
Pengaruh ini semakin menguat pada masa penjajahan, ketika pandangan kelas menengah Eropa—yang memandang pembicaraan tentang seks sebagai sesuatu yang tabu—masuk ke wilayah negara-negara jajahan, termasuk Indonesia.
Dalam pandangan tersebut, seks kerap menganggapnya sebagai sesuatu yang najis, kotor, buruk, atau bahkan sebagai dorongan setan. Cara pandang ini kemudian memengaruhi perspektif sebagian kalangan elit di masyarakat terjajah. Yang selanjutnya ikut membentuk sikap sosial dan budaya terhadap seks dan seksualitas.
Padahal, dalam tradisi Islam, seksualitas kita pahami sebagai bagian dari kehidupan manusia yang memiliki dimensi etika, spiritual, dan hukum. Karena berkaitan erat dengan ibadah dan relasi sosial, seks dan seksualitas justru menjadi objek pembahasan yang penting dalam kajian keislaman.
Pemahaman ini menunjukkan bahwa sikap tabu terhadap seksualitas bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berasal dari tradisi Islam. Melainkan merupakan hasil pertemuan berbagai pengaruh historis, budaya, dan sosial yang berkembang seiring waktu.
Sumber tulisan: Buku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.















































