Minggu, 26 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Mendidik Anak

    Bagaimana Mendidik Anak untuk Mengasihi Sesama Makhluk?

    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Sunat Perempuan

    Sunat Perempuan: Akhlak dan Kemuliaan Tak Dibentuk oleh Sayatan

    Anak-anak Disabilitas

    Ketika Madrasah Sederhana di Madura Membuka Jalan bagi Anak-anak Disabilitas

    Pernikahan Anak

    Mengapa Hukum Negara Saja Tak Cukup untuk Menghentikan Pernikahan Anak?

    Wayang

    Wayang, Membela Mereka yang Tak Menjadi Tokoh Utama

    Nafkah adalah Amanah

    Nafkah adalah Amanah: Mencegah Penelantaran Ekonomi dalam Rumah Tangga

    Perkemahan

    Belajar Empati dari Perkemahan di SLB

    Spanyol

    Spanyol, Palestina, dan Misi Kemanusiaan di Panggung Dunia

    Pengampunan

    Pengampunan di Tengah Dunia yang Menghakimi

    Inovasi Teknologi

    Mengapa Inovasi Teknologi Harus Mendengarkan Pengalaman Perempuan dan Penyandang Disabilitas?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Muntah

    Langkah Tepat Mengatasi Mual dan Muntah pada Orang dengan AIDS

    Herpes zoster

    Kenali Herpes Zoster dan Mual Berkepanjangan pada Orang dengan AIDS

    Sarkoma Kaposi

    Sarkoma Kaposi dan Gatal-gatal pada Orang dengan AIDS, Ini Penanganannya

    Gatal

    Cara Mengatasi Gatal dan Infeksi Jamur pada Orang dengan AIDS

    Obat Diare

    Diare pada Orang dengan AIDS: Kapan Harus Minum Obat dan Segera ke Dokter?

    Dehidrasi

    Cara Mengatasi Dehidrasi akibat Diare pada Orang dengan AIDS

    Orang dengan AIDS

    Orang dengan AIDS Mengalami Diare? Waspadai Risiko Dehidrasi

    Orang dengan AIDS

    Cara Mengatasi Demam pada Orang dengan AIDS dan Tanda Bahayanya

    AIDS

    Cara Mencuci Pakaian Orang dengan AIDS agar Tetap Aman dari Penularan HIV

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Mendidik Anak

    Bagaimana Mendidik Anak untuk Mengasihi Sesama Makhluk?

    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Sunat Perempuan

    Sunat Perempuan: Akhlak dan Kemuliaan Tak Dibentuk oleh Sayatan

    Anak-anak Disabilitas

    Ketika Madrasah Sederhana di Madura Membuka Jalan bagi Anak-anak Disabilitas

    Pernikahan Anak

    Mengapa Hukum Negara Saja Tak Cukup untuk Menghentikan Pernikahan Anak?

    Wayang

    Wayang, Membela Mereka yang Tak Menjadi Tokoh Utama

    Nafkah adalah Amanah

    Nafkah adalah Amanah: Mencegah Penelantaran Ekonomi dalam Rumah Tangga

    Perkemahan

    Belajar Empati dari Perkemahan di SLB

    Spanyol

    Spanyol, Palestina, dan Misi Kemanusiaan di Panggung Dunia

    Pengampunan

    Pengampunan di Tengah Dunia yang Menghakimi

    Inovasi Teknologi

    Mengapa Inovasi Teknologi Harus Mendengarkan Pengalaman Perempuan dan Penyandang Disabilitas?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Muntah

    Langkah Tepat Mengatasi Mual dan Muntah pada Orang dengan AIDS

    Herpes zoster

    Kenali Herpes Zoster dan Mual Berkepanjangan pada Orang dengan AIDS

    Sarkoma Kaposi

    Sarkoma Kaposi dan Gatal-gatal pada Orang dengan AIDS, Ini Penanganannya

    Gatal

    Cara Mengatasi Gatal dan Infeksi Jamur pada Orang dengan AIDS

    Obat Diare

    Diare pada Orang dengan AIDS: Kapan Harus Minum Obat dan Segera ke Dokter?

    Dehidrasi

    Cara Mengatasi Dehidrasi akibat Diare pada Orang dengan AIDS

    Orang dengan AIDS

    Orang dengan AIDS Mengalami Diare? Waspadai Risiko Dehidrasi

    Orang dengan AIDS

    Cara Mengatasi Demam pada Orang dengan AIDS dan Tanda Bahayanya

    AIDS

    Cara Mencuci Pakaian Orang dengan AIDS agar Tetap Aman dari Penularan HIV

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Self Love, dengan Menjadi Manusia Seutuhnya Ala Abi Quraish Shihab

Memenuhi kebutuhan self love bukan hanya bersenang-senang jasmaninya saja tanpa diimbangi dengan komunikasi yang baik dengan Allah Swt

Sarifah Mudaim by Sarifah Mudaim
28 Oktober 2021
in Personal
A A
0
Mengenal Sindrom Cinderella Complex

Mengenal Sindrom Cinderella Complex

11
SHARES
573
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Belakangan ini tema self love makin hari banyak dibahas karena dianggap penting untuk menjaga kesehatan mental kita sebagai manusia. Mungkin karena situasi yang membuat kita semakin mudah stres, mudah depresi. Dan betapa pentingnya merawat kesehatan mental itu dengan cara mencintai diri, keluarga dan orang-orang terdekat.

Sebenarnya self love itu seperti apa? benarkah dengan cara jalan-jalan piknik yang jauh, memanjakan diri atau membeli barang-barang mewah, menuruti keinginan diri sebagai bentuk bagian dari self love dengan memeberikan reward untuk diri sendiri? Lalu bagaimana hukum Islam sendiri dalam mengatur self love?

Dalam akun chanel Youtube Narasi tv pada sesi Shihab&Shibab yang tayang dalam rangka World Mental Health Day  yang diperihati setiap tahunnya pada 10 Oktober lalu, terungkap bahwa Abi Quraish mengingatkan kita semua agar jangan lupa menjaga kesehatan mental, salah satunya adalah dengan belajar mencintai diri. Atau mungkin lebih akrab dengan istilah self love.

Menurut Abi Quraish self love sebagai langkah penting dan paling  pertama yang harus dilakukan ialah kenali diri sendiri. Sebab kalau kita tidak mengenali diri sendiri, bisa jadi kita melakukan suatu kegiatan yang justru mencelakakan diri sendiri. Bukannya self love justru jadinya zalim pada diri sendiri, dengan menganiaya atau menyakiti diri sendiri.

Kemudian ditambahkan Abi Quraish, manusia itu terdiri dari Jasmani, Akal, dan Rohani, sehingga dari ketiga unsur tersebut akan menyatu, menjadi satu kesatuan utuh sebagai manusia. Sebab kalau hanya memperhatikan akal dan mengabaikan perasaan maka akan kacau, kalau hanya memperhatikan perasaan saja maka sudah dapat dipastikan kacau. Begitupun kalau hanya memperhatikan akal dan perasaan saja, justru mengabaikan jasmani pun sama saja akan kacau.

Sebagaimana dalam satu riwayat diceritakan ada salah satu orang di zaman Nabi, yang selalu ingin beribadah terus menerus dan mengabaikan hal lain selain ibadah. Kemudian orang tersebut ditegur oleh Nabi “Tuhan-mu punyak hak untuk ditunaikan,  tubuhmu perlu diperhatikan, begitupun  keluargamu juga punya hak, harus seimbang tidak boleh berlebih-lebihan. Sehingga tidak ada yang teraniaya atau terabaikan.”

Lebih jelas kata Abi Quraish Shihab menjelaskan manusia itu kalau hanya memperhatikan sisi rohani semata maka ia akan menjadi malaikat, kalau hanya memperhatikan sisi jasmani semata maka akan menjadi seperti binatang. Dan kalau hanya memperhatikan akal semata, maka tidak menjamin kita memperoleh sesuatu yang benar karena ada kebenaran yang tidak terjangkau dengan akal.

Maka kemudian, menjadi manusia yang seutuhnya dengan self love itu harus memperhatikan tiga komponen tersebut. Jadi, dalam ajaran agama Islam sudah diajarkan untuk menjaga kesehatan mental, berdasarkan kisah Nabi di atas.

Dalam firman-Nya, Allah swt berpesan agar manusia jangan menganiaya diri sendiri. Meski seringkali, justru kita sendiri yang lebih banyak menganiaya diri, sehingga seringkali kesehatan mental kita terganggu karena terlalu memberatkan diri sendiri, padahal Allah Swt justru memerintahkan untuk memperhatikan tubuh, kesehatan dan juga keluarga.

Seseorang yang berakal selama akalnya belum dikalahkan oleh nafsunya. Maka, mereka mempunyai saat-saat tertentu. Sebagai contoh, ada saat di mana manusia harus berdialog dengan Tuhannya yakni denan cara beribadah. Di saat lain, ada waktunya untuk berfikir yaitu dengan belajar, sekolah, dan atau menuntut ilmu di manapun berada. Lalu, ada saatnya juga untuk melakukan introspeksi atau bermuhasabah diri.

Dalam kesempatan terpisah, sebagai manusia ada saatnya pula untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani, seperti makan, minum, keluarga dan membahagiakan diri termasuk piknik menyenangkan hati di dalamnya. jangan lupa yang paling penting dari itu semua, agar kita senantiasa memperhatikan kesehatan diri yakni kesehatan mental di dalamnya.

Pergi ke suatu tempat baru untuk berjalan-jalan, memperindah diri, membahagiakan diri untuk kesehatan mental harus diimbangi dengan memperbaiki dan memperbanyak hubungan baik dengan Tuhan. Bersenang-senang sambil berdendang mendengarkan musik yang syahdu, ataupun menggemberikan, sebagai bentuk hiburan.

Jadi memenuhi kebutuhan self love bukan hanya bersenang-senang jasmaninya saja tanpa diimbangi dengan komunikasi yang baik dengan Allah Swt. Tetapi juga bagaimana kita tetap berkawan karib dengan teman yang mengarahkan pada kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah Swt. Maka, mari kita lebih berusaha mengenali diri sendiri, dalam upaya mencintai diri sendiri sebagai bentuk belajar menjadi manusia yang seutuhnya dengan self love. []

 

Tags: Kesehatan MentalmanusiaQuraish ShihabSelf Love
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Manusia Berbeda Agama, Kenapa Tidak?

Next Post

Ketika Kiai Sahal Menganggap Penting Pendidikan bagi Istri (Part 2)

Sarifah Mudaim

Sarifah Mudaim

Sarifah Mudaim perempuan yang lahir di kota Indramayu penikmat kopi, tanpa senja dan puisi apalagi filosofi. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa STKIP Pangeran Dharma Kusuma, segeran, Juntinyuat, Indramayu juga sebagai salah satu anggota dari Perempuan Membaca, Puan Menulis dan Waderlis (wadon dermayu menulis). Bisa disapa-sapa melalui akun instagram @sarifah104 atau email [email protected]

Related Posts

Konselor
Personal

Konselor, dari Merawat Diri Menuju Merawat Sesama

23 Juli 2026
Anak dengan Down Syndrome
Disabilitas

Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

21 Juli 2026
Memahami Islam
Personal

Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

18 Juli 2026
Zuhud
Hikmah

Zuhud, sebagai Cara Pandang, Bukan Gaya Berpakaian

17 Juli 2026
Memasak
Personal

Memasak Menyembuhkan Saya dari Patah Hati di Usia Matang

14 Juli 2026
Merawat Kesehatan Mental
Publik

Merawat Kesehatan Mental Dimulai dari Rumah

11 Juli 2026
Next Post
Kiai Sahal

Ketika Kiai Sahal Menganggap Penting Pendidikan bagi Istri (Part 2)

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Langkah Tepat Mengatasi Mual dan Muntah pada Orang dengan AIDS
  • Sunat Perempuan: Akhlak dan Kemuliaan Tak Dibentuk oleh Sayatan
  • Ketika Madrasah Sederhana di Madura Membuka Jalan bagi Anak-anak Disabilitas
  • Kenali Herpes Zoster dan Mual Berkepanjangan pada Orang dengan AIDS
  • Mengapa Hukum Negara Saja Tak Cukup untuk Menghentikan Pernikahan Anak?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0