Jumat, 13 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    Sejarah Difabel

    Sejarah Kepedihan Difabel dari Masa ke Masa

    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    Sejarah Difabel

    Sejarah Kepedihan Difabel dari Masa ke Masa

    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

Terima Kasih Covid-19, Kami Bisa Saling Jaga

Wanda Roxanne by Wanda Roxanne
17 Juli 2020
in Aktual
A A
0
Terima Kasih Covid-19, Kami Bisa Saling Jaga

(sumber foto pxhere.com)

1
SHARES
62
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Minggu ini adalah minggu ketiga masyarakat di Indonesia melakukan karantina diri atau lockdown. Ini adalah tiga minggu yang sangat berat, menguras energi dan emosi, dan sangat melelahkan bagi kita semua di seluruh penjuru dunia. Di sebagian Negara bahkan sudah lebih dari sebulan melakukan lockdown. Meski sebagian orang harus tetap bekerja seperti biasa.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah 2:216)

Izinkan saya mengambil hikmah dibalik musibah dan ujian ini. Mari berbaik sangka, mungkin hal yang tidak kita sukai ini adalah hal yang membawa kita pada kebaikan. Melalui ujian ini, kita jadi lebih bersyukur dan menghargai apa yang kita punya.

Kita semua pasti lelah dengan berita-berita yang tersebar, pasti takut akan semua kenyataan yang ada, juga pasti bingung menghadapi ketidakpastian dalam banyak hal. Namun, kita harus tetap sehat badan dan sehat mental.

Berikut adalah himbauan dari HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) dan PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialisasi Kedokteran Jiwa Indonesia) dalam menghadapi situasi yang berpotensi membuat kesehatan mental dan kekebalan tubuh terganggu.

1. Posting hal positif, menyenangkan, dan memberikan harapan

Kita dihimbau untuk mengirimkan dan mencari informasi positif, menyenangkan dan memberikan harapan. Kita boleh mencari sumber inspirasi dari orang lain yang resilien dalam menghadapi ujian. Serta mengurangi membaca informasi yang tidak dibutuhkan. Kita tidak perlu mengetahui semua hal, terutama yang akan membuat kita menyerap energi negatif darinya.

2. Saling memberikan dukungan dan bantuan

Selama masa physical distancing ini, kita harus tetap menjaga hubungan sosial melalui media sosial. Saling memberikan dukungan dan bantuan pada keluarga, teman, komunitas dan masyarakat. Jika memang dibutuhkan, kita bisa mencari dukungan dari tenaga professional (Psikolog, Psikiater atau profesi lainnya) ketika merasa tertekan, cemas dan takut.

Kita bisa mendapatkan bantuan psikologi melalui layanan konsultasi online covid-19 secara gratis. Silakan buka website HIMPSI Pusat himpsi.or.id atau buka melalui instagram himpsipusat untuk mendapatkan informasi daftar psikolog sesuai domisili kita.

3. Impikan bencana akan berakhir

Kita dapat membangun sugesti positif pada diri sendiri dan orang lain serta melatih emosi positif dengan mencari sisi baik dari situasi ini. Kita dapat melakukan relaksasi, meningkatkan religiusitas serta memperkuat harapan dan optimisme.

Meski kita harus bekerja di rumah, karantina diri dan ruang gerak menjadi terbatas, tapi kita masih bisa produktif di rumah. Saya akan membagikan tips untuk tetap beraktivitas di rumah dengan nyaman dan menyenangkan.

Membuat to do list pada malam hari untuk besok

Hal ini yang biasa saya lakukan agar saya tahu apa saja yang akan saya lakukan dan memastikan bahwa tidak ada hal yang saya lewatkan. Poin-poin yang kita tulis bersifat tentative yang dapat disesuaikan menurut kebutuhan. Saya menuliskannya di buku catatan yang ketika selesai melakukan akan saya coret poin-poin tersebut.

Tetap menjalankan aktivitas seperti biasa

Jika kita terbiasa memulai kegiatan pukul 7, kita juga melakukan ini meski berkegiatan di rumah. Jika kita terbiasa bangun saat subuh, kita juga bisa tetap setia pada kebiasaan ini. Juga waktu untuk tidur malam. Hindari begadang dan tidur dengan waktu yang cukup.

Berada di rumah 24 jam selama 3 minggu, bukan berarti itu waktu untuk bermalas-malasan. Kita harus tetap tepat waktu dalam makan, bekerja, ibadah dan istirahat. Kita tetap menghubungi keluarga dan kerabat.

Mandi, berdandan dan memakai pakaian yang menyenangkan

Saat mandi di pagi hari seperti biasa, berdandan dan memakai pakaian yang menyenangkan, itu berarti kita siap beraktivitas dan menjadi produktif. Memakai piyama saat bekerja akan menurunkan semangat kita, karena kita sudah terbiasa memakai piyama untuk istirahat. Jadi kita tidak akan mudah merasa ngantuk. Menyemprotkan wewangian, berdandan dan memakai pakaian yang menyenangkan akan membuat kita lebih bersemangat melakukan aktivitas meski hanya di rumah.

4. Hindari kasur dalam bekerja

Mari hindari melakukan pekerjaan di kasur atau kamar karena itu akan membuat kita mager dan gaya gravitasi kasur tentu saja akan semakin susah ditolak. Kita bisa melakukan pekerjaan kita dan duduk di kursi atau lantai dengan laptop dan buku di meja. Kalau capek duduk di lantai saya akan pindah ke kursi, begitu sebaliknya.

5. Lakukan hal-hal yang menyenangkan dan menyehatkan

Karena kita memiliki waktu yang sangat banyak, kita bisa melakukan hal-hal yang selama ini kita jarang lakukan atau bahkan tidak pernah kita lakukan. Kita bisa berjemur pagi sambil melakukan meditasi agar kita mendapatkan vitamin D sekaligus relaksasi dan membangun energi positif sejak pagi. Saya melakukan ini sekitar pukul 8-9 pagi, dengan durasi 30-60 menit.

Kita bisa olahraga di rumah bahkan tanpa alat-alat gym. Kita hanya butuh guidance melalui YouTube atau aplikasi yang bisa didownload secara gratis atau berbayar. Kita bisa memilih olahraga yang kita sukai, mulai dari yoga, workout, zumba, dan lain-lain. Saya melakukan workout hanya dengan yoga mat dan resistance band selama 40-50 menit, 5-6 kali dalam seminggu.

Memasak makanan untuk diri sendiri dan keluarga tentu saja pilihan terbaik saat ini. Kita dapat memastikan bahwa masakan kita sehat, higienis dan enak. Di samping itu, kita dapat menghemat pengeluaran dan mengurangi sampah.

Kita juga punya waktu untuk merawat diri dari rumah dengan merawat rambut dan badan dengan skin care, masker rambut, scrub badan dan wajah, dan memijat bagian-bagian yang butuh relaksasi.

6. Menjadikan ibadah sebagai therapeutic

Kita jadi memiliki banyak waktu untuk melakukan ibadah dengan berjama’ah di rumah,  perlahan, berkualitas dan mendalam. Kita jadi memililki waktu untuk bersiap salat sebelum adzan, mengaji al-Qur’an di setiap waktu setelah salat atau di antara 2 waktu salat, dan setelah melakukan salat sunah. Kita jadi bisa salat tahajjud, dhuha dan salat sunah lainnya lebih banyak dan lebih berkualitas.

7. Melakukan art therapy

Beberapa waktu lalu, pelukis favorit saya membagikan coloring pages secara gratis melalui akun Instagramnya yaitu boelterdesignco yang dapat kita cetak dan digunakan untuk art therapy baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Jika memiliki ketertarikan atau hobi dalam melukis, kita bisa kembali melukis dan berekpresi melalui warna-warna.

Kita bisa melakukan karaoke atau duet menyanyi dengan teman jarak jauh atau dengan keluarga atau melalui aplikasi. Kita juga bisa kembali memainkan alat musik kita. Kita dapat kembali ke dapur jika memang hobi memasak. Kita juga bisa membuat kerajinan tangan, menjahit dan menulis.

8. Membaca dan menonton lebih banyak

Inilah saat yang tepat untuk membaca buku-buku yang masuk dalam daftar tunggu. Belajar hal-hal baru secara online dan membaca buku-buku gratis yang diberikan banyak penerbit dan penulis. Juga kita bisa maraton nonton film tanpa merasa bersalah, karena lebih baik di rumah dari pada keluar.

Saling bantu, saling jaga, ya. Kita sama-sama menghadapi ujian ini bersama. Inilah saatnya ketika rebahan jauh lebih baik dari pada melakukan aktivitas komunal di luar rumah. Semoga badai ini segera berlalu dan kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bijak dalam hidup. []

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Jenazah Pasien Covid-19 Ditolak, Bagaimana Harus Bersikap?

Next Post

Tradisi Sedekah Bumi dan Kesetaraan Perempuan

Wanda Roxanne

Wanda Roxanne

Wanda Roxanne Ratu Pricillia adalah alumni Psikologi Universitas Airlangga dan alumni Kajian Gender Universitas Indonesia. Tertarik pada kajian gender, psikologi dan kesehatan mental. Merupakan inisiator kelas pengembangan diri @puzzlediri dan platform isu-isu gender @ceritakubi, serta bergabung dengan komunitas Puan Menulis.

Related Posts

Visi Keluarga
Pernak-pernik

Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

13 Februari 2026
Perda Inklusi
Disabilitas

Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

13 Februari 2026
Konsep Keluarga
Pernak-pernik

Konsep Keluarga dalam Islam

13 Februari 2026
Menjadi Dewasa
Personal

Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

13 Februari 2026
Mubadalah yang
Mubapedia

Makna Mubadalah

13 Februari 2026
Solidaritas
Publik

Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

13 Februari 2026
Next Post
Tradisi Sedekah Bumi dan Kesetaraan Perempuan

Tradisi Sedekah Bumi dan Kesetaraan Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh
  • Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural
  • Konsep Keluarga dalam Islam
  • Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan
  • Makna Mubadalah

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0