Minggu, 1 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

5 Sikap Lagertha, Pemimpin Perempuan dalam Serial Vikings yang Patut Dicontoh

Memperjuangkan keadilan terhadap kaum perempuan yang telah lama tertindas oleh laki-laki, merupakan perjuangan Lagertha paling fenomenal

Irfan Hidayat by Irfan Hidayat
2 Juli 2022
in Film
A A
0
Pemimpin Perempuan

Pemimpin Perempuan

10
SHARES
503
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Jika suatu saat kamu berlaku kasar lagi kepada istri dan anakmu, pasti akan berhadapan langsung dengan pedangku. Ingat itu!” – Lagertha, Vikings –

Mubadalah.id – Serial Vikings merupakan film yang dibuat dan ditulis oleh penulis skenario dan produser Inggris pemenang Emmy Award, Michael Hirst, dan dirilis oleh channel History. Dengan mengkomparasi fakta sejarah dan mitos Nordik, serta kisah legendaris masyarakat, film yang tayang perdana pada 3 Maret 2013 tersebut mampu mendapatkan rating 8,5 imdb.com dengan total 513.000 penonton.

Film ini mengawali kisahnya dengan mengajak penonton mengikuti perjalanan tokoh legendaris Nordik, Ragnar Lothbrok, yang diperankan oleh Travis Fimmel. Ragnar merupakan pahlawan Norse legendaris yang dikenal sebagai momok Anglo-Saxon Inggris dan Francia Barat. Seorang laki-laki yang memulai kisahnya sebagai petani miskin di Kattegat, yang kemudian berjuang untuk menjadi King of Norwegia.

Dalam perjalanan kisahnya, Ragnar memiliki istri yang menemaninya dari masa sulit hingga ia mampu menduduki jabatan Earl di Kattegat. Perempuan tersebut ialah Lagertha. Seorang perempuan cantik yang diperankan oleh Katheryn Winnick, yang kemudian melahirkan tokoh Viking fenomenal, Bjorn Ironside.

Sebelum terlalu jauh, tulisan ini tidak akan mengulas terkait siapa sosok Lagertha yang menjadi tokoh bangsa Viking. Di mana dalam dunia nyata, sosoknya masih menimbulkan perdebatan hingga hari ini. Tulisan ini bermaksud menggambarkan sosok Lagertha dalam film serial Vikings dengan mengambil beberapa hal yang dapat kita teladani dari semangat perjuangannya sebagai seorang pemimpin perempuan.

Ia berani melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan, pelecehan, dan kekerasan. Selain itu, Lagertha merupakan sosok pemimpin perempuan yang bijaksana, gagah, berani, dan tidak takut dengan apapun.

Sikap Lagertha yang Patut Kita Contoh

Bagi yang pernah menonton film serial Vikings, pastinya sudah tidak asing dengan sosok pemimpin perempuan Lagertha. Ratu bangsa Viking dari Kattegat itu menjadi salahsatu tokoh yang menjadi idola penonton film dengan total enam season tersebut. Kegigihannya dalam memimpin perang, mengayunkan pedang, menarik panah, dan berduel dengan musuh-musuh brutalnya merupakan scenes yang paling kita tunggu dalam setiap episodenya.

Selain gagah dalam memimpin perang, Lagertha juga tegas dan bijaksana dalam ketika menjadi seorang pemimpin perempuan Berikut ini 5 sikap Lagertha yang patut kita contoh:

Bijaksana dalam Memutuskan Perkara

Ketika Lagertha menjadi pemimpin Kattegat (yang kala itu sebagai istri Earl Ragnar), ia harus menjadi hakim pemutus sebuah perkara. Perempuan dengan julukan The Shieldmaiden itu mengabaikan informasi-informasi samar tanpa berdasar fakta. Apalagi informasi tersebut hanya keluar dari mulut laki-laki pemabuk yang selalu merasa menang.

Ia kemudian melawan tekanan dan provokasi dari para laki-laki yang berada di ruang sidang Kattegat. Lagertha berdeging, teguh dengan pendiriannya. Ia harus memutus perkara supaya tidak ada lagi perempuan dan anak-anak yang tersiksa dan teraniaya, meski oleh suami atau ayahnya sendiri.

Suatu hari di Kattegat, ada pasangan petani miskin menghadap Lagertha. Dengan raut muka penuh amarah dan dendam, laki-laki itu mengadukan istrinya:

“Yang Mulia, saya sudah menikahi istri saya ini selama 3 tahun. Dan berani-beraninya ia berselingkuh ketika saya sedang asik minum-minum“, teriaknya sembari menampar istrinya di depan anaknya.

Lagertha bertanya: “Dari mana kamu tahu istrimu berselingkuh?”

“Saya selalu mabuk setiap malam Yang Mulia. Saya tidak sadar. Untuk itulah, saya yakin bahwa dia telah selingkuh!” Jawabnya.

Serentak suara para laki-laki yang berkumpul semakin bergemuruh, sembari terus mengumpat dengan segala cacian kepada perempuan itu.

Perempuan tersebut berkata: “Apakah pembelaanku itu dibutuhkan Yang Mulia? Di mata suami, saya sudah bersalah. Dan selalu salah. Saya selalu harus membenarkan semua ucapannya. Apapun yang ia ucapkan!”

Namun, setelah Lagertha melakukan identifikasi, ternyata suatu hari Dewa Rig telah mendatangi perempuan tersebut, Dewa yang dipercaya bangsa Vikings jelmaan Heimdall, sang putra Odin. Dewa Rig dianggap sebagai pemimpin dewa Norse yang lahir oleh sembilan ibu. Sang Dewa yang digambarkan sebagai gelombang. Usul punya usul, Dewa Rig mendatangi perempuan tersebut untuk mengaruniai seorang anak.

Lagertha kemudian menatap tajam mata laki-laki di depannya. Ia melarang keras perlakuan kasar terhadap perempuan yang meskipun dilakukan oleh suaminya. Sambil bertolak pinggang, Lagertha kemudian mengucap pesan singkat yang sudah saya tulis di awal tulisan ini.

Menjaga Harga Diri Keluarga

Suatu waktu, Lagertha beserta kedua anaknya tengah ditinggal oleh Ragnar untuk sebuah misi selama beberapa pekan. Tiba-tiba, datang dua laki-laki pemabuk merambah ke dalam gubuk kayu miliknya. Alih-alih takut dan gentar, Ia justru dengan tenang menawarkan bantuan kepada mereka.

“Jika kalian lapar dan haus, aku bisa berikan makanan dan minuman”, Tawarnya.

kedua laki-laki itu kemudian menatap mesum, sambil terus menggodanya: “Aku tak butuh makan. Aku hanya butuh kamu yang sedang kesepian” ujarnya sambil tertawa genit.

“Begitu ya… Sini… Mendekatlah…” Ucap Lagertha.

Kedua laki-laki itu menyeringai kegirangan karena merasa niatnya telah terberi harapan. Keduanya pun bergegas maju, hingga langkah ketiga, Lagertha menyambar pedang di sampingnya  secepat kilat, lalu menebas tangan kanan mereka hingga buntung. Kedua laki-laki tersebut bergegas kabur terbirit-birit.

Melawan Stereotip ‘Perempuan Itu Lemah’

Lagertha hidup di lingkungan masyarakat Kattegat yang mempersepsikan laki-laki sebagai orang yang selalu dan pasti benar dalam segala hal. Sebaliknya, kaum perempuan selalu dianggap lemah, dan mudah untuk dipersalahkan. Mereka membenarkan mitos bahwa laki-laki adalah paling utama, selalu benar dalam setiap hal.

Ketika menjadi seorang istri Earl dan Ratu Kattegat, Lagertha sadar bahwa perempuan hanyalah sekedar pelengkap derita. Perempuan adalah korban ketidakadilan yang terus dan selalu dibenarkan. Tidak hanya itu, para lelaki di Kattegat seringkali menjadikan perempuan hanya sebagai objek pemuas birahi seksual semata.

Lagertha muak dengan itu semua. Ia kemudian melawan dengan segala daya yang ia miliki. Perlawanan itu ia buktikan dengan pertarungan di medan perang. Ia pernah menguji dan menantang para lelaki untuk duel satu lawan satu dengan pedangnya. Hanya lelaki yang mampu menjadi lawan seimbanglah yang bisa menjadi pasangan hidupnya.

Pemimpin Perempuan Tangguh dan Tidak Kenal Takut

Suatu ketika, desa yang merupakan tempat tinggal Lagertha di masa tua  mengalami penyerangan oleh sekelompok laki-laki yang telah terusir dari Kattegat oleh Earl Bjorn karena telah melakukan pelangaran. Desa tersebut kebetulan para janda tua yang menghuni. Lagertha pun memimpin barisan perempuan tersebut untuk melakukan perlawanan dan mempertahankan desanya.

Lagertha begitu sengit dalam pertempuran, sehingga membuat semua musuhnya terbunuh dan kabur.  Rambut pirang panjang Lagertha terurai dan jatuh ke punggungnya ketika ia mengayunkan pedang, menunjukkan bahwa dia sebenarnya adalah seorang pemimpin perempuan yang tangguh dan tidak kenal takut. Keterampilan dan keberanian perangnya tak tertandingi.

Sosok Penyabar dan Tak Putus Asa

Seorang penyihir Kattegat telah memberitahu Lagertha bahwa ia tidak akan lagi memiliki anak. Mendengar itu, Lagertha di ambang kesedihan dan hampir menyerah. Namun, hal itu tidak menjadikannya sebagai pemimpin perempuan lemah. Ia kemudian bangkit berjuang hingga akhirnya dia mampu menjadi seorang ratu.

Kisah lain dalam film serial tersebut adalah ketika Ragnar telah menjadikan Aslaug sebagai istri keduanya. Lagertha pun memilih untuk pergi meninggalkan Kattegat dan melepas jabatan istri Earlnya. Pilihan tersebut ia ambil untuk mengantisipasi konflik antara pendukung Lagertha dan pendukung Aslaug (yang kemudian melahirkan Ubbe, Hvitserk, Sigurd, dan Ivar The Boneless).

Itulah 5 sikap Lagertha yang patut kita contoh. Baik laki-laki dan perempuan, sikap-sikap tersebut harus senantiasa dimiliki oleh setiap individu dalam menjalani hidup. Memperjuangkan keadilan terhadap kaum perempuan yang telah lama tertindas oleh laki-laki, merupakan perjuangan Lagertha paling fenomenal. Semangat tersebut sepatutnya tetap kita galakkan hingga saat ini, di mana penindasan masih marak terjadi, termasuk terhadap perempuan.

Scenes yang paling mengharukan ialah ketika Lagertha meninggal dunia terbunuh secara tidak sengaja oleh Hvitserk yang dalam keadaan pengaruh halusinasi mushroom. Sampai episode tersebut, saya sempat berpikir untuk tidak menonton lagi film Vikings. Namun, karena banyak pesan moral tentang politik, hukum, keadilan dan kesetaraan, sayang rasaanya jika mandek di tengah jalan.

Lagertha dalam dunia nyata masih menjadi perdebatan. Baik itu karakteristiknya, perannya, bahkan kematiannya pun masih diperdebatkan. Hal tersebut sebab banyaknya versi sejarah tentang bangsa Viking yang kemudian memunculkan pro-kontra di dunia barat. Terlepas dari itu semua, 5 sikap Lagertha tadi tidak ada salahnya jika kita jadikan contoh untuk kita terapkan dalam kehidupan, apalagi dalam hal keadilan dan kesetaraan. []

Tags: Filmkeadilan genderKepemimpinan PerempuanKesetaraan Genderperempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

3 Amalan di Bulan Dzulhijjah yang Mendatangkan Banyak Pahala

Next Post

Puasa Dzulhijjah Tapi Tidak Berurutan, Bolehkah?

Irfan Hidayat

Irfan Hidayat

Alumni Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga, Kader PMII Rayon Ashram Bangsa

Related Posts

Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
hak perempuan
Pernak-pernik

Strategi Bertahap Al-Qur’an dalam Memperkuat Hak dan Martabat Perempuan

25 Februari 2026
Penindasan
Pernak-pernik

Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

24 Februari 2026
sistem patriarki
Pernak-pernik

Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

24 Februari 2026
Sejarah Perempuan
Aktual

Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

23 Februari 2026
Sejarah Perempuan atas
Aktual

Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

23 Februari 2026
Next Post
Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah Tapi Tidak Berurutan, Bolehkah?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial
  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis
  • Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis
  • Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida
  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0