Selasa, 16 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Poskolonialisme: Kala Sepakbola Turut Mendekonstruksi Tatanan Hegemonik

    Perempuan Bekerja

    Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?

    Disabilitas bukan lelucon

    Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial

    mahasiswa difabel

    Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?

    Relasi Mubadalah

    Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

    Rahim

    Yang Tak Kita Pahami dari Rahim Copot, Puting Putus, dan Payudara Meledak

    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    Kondom

    Tips Menggunakan Kondom agar Tidak Mudah Sobek dan Bocor

    Metode Kondom

    Kondom: Metode KB yang Efektif Cegah Kehamilan dan HIV/AIDS

    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Poskolonialisme: Kala Sepakbola Turut Mendekonstruksi Tatanan Hegemonik

    Perempuan Bekerja

    Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?

    Disabilitas bukan lelucon

    Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial

    mahasiswa difabel

    Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?

    Relasi Mubadalah

    Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

    Rahim

    Yang Tak Kita Pahami dari Rahim Copot, Puting Putus, dan Payudara Meledak

    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    Kondom

    Tips Menggunakan Kondom agar Tidak Mudah Sobek dan Bocor

    Metode Kondom

    Kondom: Metode KB yang Efektif Cegah Kehamilan dan HIV/AIDS

    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Menyelami Makna Hijrah dalam buku “Tuhan Ada di Hatimu”

Nabi selalu mengajarkan bahwa berdakwah harus dengan cara yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan cinta. Inilah yang juga Habib Husein Ja’far contohkan dalam konten dakwah maupun dalam tulisan-tulisannya. Salah satunya dalam buku “Tuhan Ada di Hatimu”

Dalpa Waliatul Maula by Dalpa Waliatul Maula
19 Juni 2023
in Buku
A A
0
Tuhan Ada di Hatimu

Tuhan Ada di Hatimu

23
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Judul Buku : TUHAN ADA DIHATIMU

Penulis : Husein Ja’far Al-Hadar

Jumlah Halaman : 350 halaman

Penerbit : Noura Books

Cetakan : Cetakan ke-1, Januari 2023.

ISBN : 978-623-242-353-4

Mubadalah.id – Buku “Tuhan Ada di Hatimu” adalah salah satu buku yang ditulis oleh Husein Ja’far  Al-Hadar.  Seorang habib yang aktif menulis di beberapa media nasional di Indonesia, seperti Kompas, Tempo, dan Jawa Pos. Ia juga telah menulis beberapa buku, seperti buku Menyegarkan Islam Kita, Anakku Dibunuh Israel, Islam “Mazhab” Fadlullah, dan yang paling terkenal adalah Tuhan Ada di Hatimu yang diterbitkan oleh Noura Books.

Nama Habib Husein Ja’far mulai ramai menjadi perbincangan muslim milenial pada saat ia aktif mengisi konten-konten acara dakwah di bulan Ramadan. Salah satu acara konten yang selalu saya tonton adalah acara Log In yang fokus berdialog dengan umat lintas iman.

Hal ini lah yang mengantarkan saya untuk lebih dalam mengenal Habib Husein Ja’far dengan membaca buku-buku karyanya, salah satunya buku “Tuhan Ada di Hatimu”.

Setelah saya resapi dan baca hingga akhir, buku ini ternyata sedang mengajak pemvaca untuk mengenal dakwah yang rahmatan lil ’alamin. Yaitu dakwah dengan cara yang lembut, penuh kasih sayang dan cinta.

Menurut saya buku ini cukup ringan, bahasanya mudah dipahami, sehingga pembaca, terutama sebagai pemula akan sangat mudah memahami isu toleransi ala Habib Husein Ja’far.

Makna Hijrah

Salah satu topik cukup menarik bagi saya adalah pembahasan tentang makna hijrah. Dalam pandangan Habib Husein Ja’far kata “hijrah” bukan sesuatu yang sudah final, tetapi diibaratkan seperti koma, sehingga ia terus berjalan dinamis. Misalnya seseorang tidak bisa dikatakan telah sempurna hijrahnya hanya karena telah memakai baju koko atau kerudung syar’i saja.

Sebab sebagaimana yang disampaikan oleh Habib Husein Ja’far, seseorang yang melakukan hijrah dengan cara mengganti pakaian kaos menjadi syar’i, jilbab pendak menjadi panjang dan dilengkapi dengan cadar, atau sarung menjadi baju gamis ala Arab, memang tidak sepenuhnya salah. Tetapi hal ini juga bisa menjadi problematik jika hijrah hanya dipahami sebatas perubahan cara berpakaian.

Karena Islam dalam QS At-Thalaq ayat 11 telah menyampaikan bahwa makna “hijrah” itu adalah “bergerak”. Bergerak dari kegelapan pada keterangbenderangan. Bunyi ayat tersebut ialah;

رَّسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا

Artinya: Dengan (mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya. (QS At-Thalaq:11).

Ajakan Nabi Muhammad Saw

Melalui ayat di atas bisa kita pahami bahwa salah satu tugas Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt adalah untuk mengajak umatnya berhijrah, dari perilaku yang buruk pada perbuatan yang baik. Awalnya memperlakukan manusia lemah sebagai budak, menjadi menganggap bahwa setiap manusia adalah setara.

Jadi sangat jelas bahwa hijrah itu tidak hanya sebatas soal mengubah penampilan fisik atau pakaian saja, tetapi yang lebih penting ialah mengubah perilaku buruk menjadi penuh kebaikan.

Pemaknaan seperti ini menurut saya sangat penting untuk kita ketahui bersama. Sebab kita, terutama masyarakat muslim Indonesia sering terjebak pada makna hijrah dalam Islam. Di Indonesia kita sering mendengar bahwa orang yang sudah perpakaian Islami dianggap sebagai orang yang paling benar karena hijrahnya telah sempurna.

Sehingga dia punya kewajiban dalam mengajak orang lain untuk mengikut caranya berhijrah, meskipun cara mengajaknya dengan cara penghakiman dan pemaksaan. Padahal cara-cara ini sangat bertentangan dengan apa yang Nabi Muhammad Saw lakukan dalam berdakwah.

Nabi selalu mengajarkan bahwa berdakwah harus dengan cara yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan cinta. Inilah yang juga Habib Husein Ja’far contohkan dalam konten dakwah maupun dalam tulisan-tulisannya. Salah satunya dalam buku “Tuhan Ada di Hatimu”

Empat Hal Ketika Akan Berhijrah

Selain memaknai ulang istilah “hijrah”, Habib Husein Ja’far juga membagikan beberapa aspek yang harus seseorang lakukan ketika memutuskan untuk berhijrah.

Pertama, aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, Inti hijrah dalam aspek ini adalah pergerakan kita sebagai hamba menuju Allah Swt.

Spiritualitas itu berasal dari hati, dan rumusnya adalah tubuh mengikuti hati bukan hati mengikuti tubuh. Sehingga ketika seseorang memutuskan untuk mengubah cara berpakaian dengan memutuskan berkerudung, maka keputusan itu harus berasal dari hati, bukan karena terpaksa atau hanya untuk mengikuti tren.

Kedua, aspek kultural. Menurut Habib Husein Ja’far dalam konteks ini hijrah memiliki arti mengakulturasi nilai-nilai Islam yang datang dari negeri Arab dengan nilai setempat. Sehingga hijrah yang kita lakukan tidak boleh menyingkirkan nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sebelumnya. Justru lebih bagus kultur tersebut terus kita rawat dan jadikan ciri khas hijrah ala Indonesia.

Ketiga, aspek filosofis. Hijrah juga dapat berarti membawa umat Islam dari keterbelakangan menuju kemajuan. Sehinga perdebatan tentang makna hijrah dari yang tidak berjenggot menjadi berjenggot, atau tidak bercadar menjadi memakai cadar saat ini sudah sangat tidak relevan.

Sebab perdebatan ini akan terus membawa umat Islam pada diskusi yang tidak selesai. Sehingga kita akan terus tertinggal oleh masyarakat yang telah maju. Seperti Jepang atau masyarakat Barat.

Aspek Sosial

Keempat, aspek sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar bahwa ibadah harus dengan cara yang horizontal dan vertical. Di mana setiap umat muslim harus selalu memperbaiki hubungan atau relasi dengan Tuhan, manusia dan juga alam.

Dengan begitu ketika seseorang memutuskan untuk berhijrah, maka relasi dia dengan tiga hal di atas juga harus semakin kita perkuat. Ibadahnya terus kita lakukan dan berbuat baik pada manusia serta alam juga kita perbanyak. Ini lah makna hijrah yang sesungguhnya.

Hal ini penting untuk terus kita ingat, karena tidak jarang umat muslim yang justru dengan mengaku berhijrah dia berlaku sombong. Ia merasa benar sendiri, sehingga selalu menyalahkan, menghakimi dan menyakiti orang yang berbeda dengannya. Padahal Islam itu adalah agama cinta dan kasih sayang, termasuk pada orang yang berbeda.

Terakhir, saya ingin mengutif kata-kata Habib Husein Ja’far dalam buku yang sama bahwa “sesungguhnya segala hal harus berhijrah dan dibuat terang benderang, dibuat maju, agar kita menjadi muslim yang tercerahkan dan terdepan dalam peradaban umat manusia”. []

Tags: adabukuHatimuHijrahmaknaMenyelamiTuhan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

RUU KIA: Sebagai Upaya Hukum Menjamin Kesejahteraan Ibu dan Anak

Next Post

Perspektif Mubadalah untuk Ragam Relasi

Dalpa Waliatul Maula

Dalpa Waliatul Maula

Mahasantriwa SUPI ISIF. Aku senang mendengarkan musik mencoba hal-hal baru, suka menulis tentang isu perempuan dan masyarakat yang terpinggirkan, bisa ditemui di Ig @dalpamaula_

Related Posts

Buku Manaqib Ulama Perempuan
Aktual

Diluncurkan di BuKUPI: Buku Manaqib Ulama Perempuan Indonesia Jadi Ikhtiar Awal Dokumentasi Sejarah Ulama Perempuan

25 Mei 2026
Paskah
Publik

Paskah, Kebangkitan Gereja Katolik, dan Kembali kepada-Nya

7 April 2026
Makna Puasa
Hikmah

Mengilhami Kembali Makna Puasa

8 Maret 2026
Hijrah
Pernak-pernik

Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

3 Maret 2026
Hijrah dan Jihad
Pernak-pernik

“Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

3 Maret 2026
Hijrah
Pernak-pernik

Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

2 Maret 2026
Next Post
perspektif mubadalah

Perspektif Mubadalah untuk Ragam Relasi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan
  • Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil
  • Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Poskolonialisme: Kala Sepakbola Turut Mendekonstruksi Tatanan Hegemonik
  • Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala
  • Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0