Sabtu, 18 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    Penyakit Menular

    7 Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Seksual di Masyarakat

    Zuhud

    Zuhud, sebagai Cara Pandang, Bukan Gaya Berpakaian

    Obat

    Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik

    Infeksi Area Kelamin

    Tips Meredakan Nyeri akibat Infeksi pada Area Kelamin

    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    Penyakit Menular

    7 Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Seksual di Masyarakat

    Zuhud

    Zuhud, sebagai Cara Pandang, Bukan Gaya Berpakaian

    Obat

    Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik

    Infeksi Area Kelamin

    Tips Meredakan Nyeri akibat Infeksi pada Area Kelamin

    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Mengapa Laki-laki juga Harus Pandai Mengelola Keuangan?

Laki-laki yang pandai mengelola keuangan akan berdampak positif pada finansial yang sehat

Khairul Anwar by Khairul Anwar
6 Agustus 2024
in Personal, Rekomendasi
A A
0
Laki-laki Harus Pandai Mengelola Keuangan

Laki-laki Harus Pandai Mengelola Keuangan

20
SHARES
976
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“War, tips biar bisa umroh donk”

“Wah, jenengan umroh ya kemarin? Cara nabungnya gimana? Aku dituturi, plis”

Dan masih banyak lagi pertanyaan sejenis.

Mubadalah.id – Pertanyaan-pertanyaan tersebut datang dari beberapa teman saya, yang ingin tahu bagaimana caranya bisa umroh di usia muda. Fyi, saya berangkat umroh pada bulan September 2022. Kedua orang tua lah yang mengajak saya. Tentu saja, sangat sangat bahagia. Kapan lagi coba bisa merapat ke tanah suci, negeri yang diimpikan jutaan umat muslim di dunia.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut saya jawab secara sederhana saja: menabung. Saya memang konsisten menabung di bank sejak tahun 2017. Kalau ingatan tak melenceng, itu tahun pertama saya membuka rekening.

Sebelum memiliki pekerjaan tetap di tahun 2019 yang gajinya lumayan, saya sering menyisihkan uang sekitar 100-200 ribu untuk ditabung setiap bulannya. Uang itu saya kumpulkan dari hasil sisa uang saku saat kuliah, dan uang dari hasil kerja-kerja “kasar” membantu kakak.

Barulah, sejak 2019, saat sudah “mapan” secara pekerjaan, saya alokasikan 50% dari gaji per bulan untuk ditabung. Misal gaji 2 juta, maka yang ditabung, ya, satu juta. Saya niatkan untuk memiliki uang di masa depan. Saat menabung, saya nggak pernah terpikirkan untuk buat umroh atau haji. Niatnya, ya, nabung saja. Soal uang itu kepake mau buat apa, itu urusan belakangan. Yang penting punya tabungan. Dah gitu saja.

Walhasil, saat awal tahun 2022 orang tua mengajak saya umroh, saya sudah punya tabungan yang cukup. Saya ambil uang tabungan sekian juta untuk pembayaran umroh. Lalu orang tua juga membayar pakai uang sendiri. Saya memilih salah satu biro umroh di Pekalongan, kebetulan waktu itu lagi ada promo, sehingga biaya umroh per orangnya tidak sampai Rp 28 juta. Kalau sekarang rata-rata biaya umroh Rp 33-35 juta.

Laki-laki Harus Pandai Mengelola Keuangan

Kisah saya terbang ke Arab Saudi memang nggak pernah terprediksi sebelumnya. Entah mengapa, orang tua saya baru ada panggilan untuk ke tanah suci di usia yang bisa dibilang sudah sepuh, 70-an tahun, tepatnya di awal 2022 itu. Namun, saya nggak akan terlalu banyak membahas soal umroh.

Tulisan ini akan mengupas lebih jauh tentang “mengapa laki-laki harus pintar mengelola keuangan?” Karena selama ini, stigma yang beredar di masyarakat, laki-laki dianggap tidak lebih pintar daripada perempuan dalam urusan mengelola keuangan.

Untuk memperkuat fakta tersebut, coba kita tengok di setiap organisasi. Kebanyakan yang dijadikan bendahara adalah perempuan, ya kan? Saya mengamati, dalam setiap kegiatan IPNU-IPPNU, ketua pelaksananya adalah laki-laki, sedangkan perempuan kebagian menjabat sekretaris dan bendahara kalau dalam susunan panitia harian. Padahal, laki-laki juga punya potensi untuk mengurus bagian keuangan.

Laki-laki, terlebih laki-laki dewasa usia 20-an ke atas, dalam menjalani kehidupannya, memang harus pandai mengatur waktu dan keuangan (financial).  Pengelolaan keuangan yang baik akan mendatangkan banyak manfaat di kemudian hari. Saya misalnya, yang tiba-tiba diajak umroh, dan secara kebetulan uangnya ada.

Sedari dulu, saya tipe orang yang hemat. Saya nggak suka foya-foya. Nggak pernah beli barang-barang mewah yang harganya jutaan itu. Selain itu, disaat teman-teman saya mengalokasikan uangnya buat beli rokok dan kopi bulanan, saya nggak.

Di saat teman-teman saya sering pergi ke mall, ke kafe-kafe dan restoran bintang atas, ke tempat wisata, dan mempergunakan uangnya hanya untuk kepuasan dirinya, saya jarang. Bahkan intensitas saya datang ke tempat-tempat tersebut rendah sekali. Pendek kata, saya jenis makhluk yang nggak suka menghambur-hamburkan uang. Kalau Bob Sadino bilang “bergayalah sesuai isi dompetmu”.

Berawal dari Mindset

Mindset laki-laki harus pandai mengelola keuangan seperti itu mulai tertanam sejak saya kuliah di jurusan ekonomi syariah di UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan (dulu masih STAIN).  Di kampus ini, meski tak banyak teori-teori yang saya pahami, tapi saya mendapatkan bekal soal konsep kesederhanaan, tentang larangan berlebihan dalam hal apapun, tentang arti penting berbagi kepada sesama, tentang prinsip gaya hidup sederhana, tentang konsep investasi sebagai bekal hidup di masa mendatang, tentang konsep kebutuhan dan keinginan, dan lain sebagainya.

Pemahaman yang saya terima kemudian saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, muncullah perilaku dimana saya suka menabung, serta menggunakan uang untuk keperluan yang penting-penting saja. Kalau nggak butuh-butuh banget, saya tunda keinginan itu sampai saya benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Dalam hal ini, misalnya, keinginan buat beli hape baru padahal hape yang lama masih bisa dipakai meskipun layarnya sudah sedikit retak atau memorinya sudah full, itu saya tunda sampai benar-benar hape tersebut sudah nggak layak dioperasionalkan.

Dalam memiliki hape, saya nggak muluk-muluk harus ada aplikasi ini itu. Yang paling utama harus mencukupi empat komponen ini: bisa buat chatting dan medsos-an, youtube-an, kamera belakang aktif, dan buka file.

Kalau komponen-komponen tersebut sudah nggak bikin nyaman, barulah saya akan ganti hape. Saya pernah punya pengalaman nggak ganti hape selama enam tahun. Sejak Januari 2017 hingga Oktober 2022, saya konsisten memakai hape merk Redmi 4A.

Alkisah, Redmi 4A itu alami gangguan: tombol sering mencet-mencet sendiri, sering nge-blank, dan lain-lain, maka di momen seperti itu, saya putuskan ganti hape yang sampai sekarang saya pakai ini. Sesederhana itu. Dalam hal ini, pengambilan keputusan yang tepat juga penting.

Kebutuhan dan Keinginan

Begitulah fungsinya kalau kita paham akan konsep kebutuhan dan keinginan. Seorang laki-laki, baik yang belum atau sudah menikah, diharuskan memiliki pengetahuan yang baik soal keuangan. Ia juga harus paham mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan belaka.

Kebutuhan bersifat pokok atau pemenuhannya bersifat wajib. Sementara keinginan sifatnya tambahan dari kebutuhan pokok. Dengan manajemen keuangan yang baik, kita dapat memastikan kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan pendidikan tercukupi. Manajemen keuangan pribadi juga membantu kita untuk mencapai tujuan kebutuhan jangka panjang seperti membeli tanah, kendaraan, atau merencanakan hari tua yang nyaman.

Laki-laki yang pandai mengelola keuangan akan berdampak positif pada finansial yang sehat. Kita akan lebih mudah memetakan pendapatan untuk kebutuhan harian, tabungan dan investasi. Pintar mengelola keuangan juga bisa mengatur sifat konsumtif dalam diri kita. Biasanya, orang yang tidak pintar mengatur keuangan selalu merasa keuangannya tidak stabil.

Mencatat setiap pengeluaran harian juga penting dilakukan. Ini yang pernah saya lakukan dalam beberapa tahun lalu. Bahkan, parkir Rp 2000 saja saya catat di buku kecil. Meski terlihat sepele, catatan pengeluaran harian ini ternyata membawa saya menjadi pribadi yang bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan karena nafsu atau gengsi semata.

Seorang laki-laki single yang bisa mengatur perencanaan keuangan dengan baik, nantinya dapat membawa efek positif ketika sudah berumah tangga. Ia akan terbiasa bagaimana caranya mencatat pemasukan dan pengeluaran. Ketika dapat gaji, misalnya, ia bisa membagikan sebagian dari gaji itu kepada istri, anak, dan kebutuhan dirinya sendiri, lalu sisanya buat ditabung. Intinya, dalam konsep ini, suami dan istri harus saling berdiskusi tentang pengelolaan keuangan rumah tangga.

Hemat dan Pelit Dua Hal yang Berbeda

Jadi, begitulah, pentingnya seorang laki-laki paham mengelola keuangan. Ia bisa merencanakan kehidupan jangka panjang, bisa membagi ranah mana kebutuhan dan keinginan, teliti dalam setiap pengambilan keputusan, tidak merasa gengsi ketika masih memakai barang-barang “jadul” di tengah kerumunan orang-orang berdasi dan bergaun mewah, dan tidak berperilaku konsumtif serta hedonis.

Tapi, yang jauh lebih penting, Anda harus mengerti bahwa Hemat dan Pelit itu dua hal yang berbeda. Hemat: Mengelola uang secara bijaksana untuk masa mendatang, berusaha menghemat untuk investasi atau keperluan penting lainnya. Pelit: Menyimpan uang karena takut mengeluarkannya, meskipun untuk keperluan yang penting atau mendesak. Hahaha. []

Tags: berumah tanggaHidup SederhanaKeuanganlaki-lakiPerencanaan Keuangan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tubuh Perempuan Miliki Siapa?

Next Post

Pengalaman Biologis Perempuan

Khairul Anwar

Khairul Anwar

Akademisi, penulis, peneliti, dan aktivis media. Saat ini aktif di ISNU, LTNNU Kab. Pekalongan, GP Ansor, Gusdurian serta kontributor NU Online Jateng. Bisa diajak ngopi via ig @anwarkhairul17

Related Posts

Maskulinitas
Aktual

Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

2 Juli 2026
Kesuburan
Pernak-pernik

4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan

28 Juni 2026
Ketidaksuburan
Pernak-pernik

Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

27 Juni 2026
Vasektomi
Pernak-pernik

Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

24 Juni 2026
Tubuh Perempuan
Pernak-pernik

Benarkah Tubuh Perempuan adalah Milik Laki-laki?

9 Juni 2026
Laki-laki dan Perempuan sama
Pernak-pernik

Ketika Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Terbebani oleh Peran Gender

8 Juni 2026
Next Post
Pengalaman Biologis Perempuan

Pengalaman Biologis Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?
  • Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender
  • Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS
  • Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi
  • Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0