Mubadalah.id – Haid masih kerap dipahami semata sebagai persoalan biologis perempuan, padahal dalam praktik sosial, haid sering berkaitan dengan kontrol atas tubuh dan pembagian peran dalam keluarga maupun masyarakat.
Dalam Islam, haid merupakan fase baligh perempuan dan menjadi indikator masa reproduksi aktif, yakni kemampuan biologis untuk mengandung dan melahirkan anak.
Menurut sebagian masyarakat, perempuan yang mengalami haid, mereka persepsikan sebagai makhluk yang harus lebih ia jaga perilaku dan geraknya.
Perempuan yang dianggap “berbudi” sering dilekatkan dengan kepatuhan pada norma dan tradisi, termasuk pembatasan aktivitas selama masa haid.
Persepsi tersebut berkelindan dengan anggapan bahwa perempuan secara kodrati bertanggung jawab atas urusan domestik, seperti mengurus rumah, memasak, membersihkan, mengandung, melahirkan, dan menyusui anak.
Sementara itu, laki-laki diposisikan sebagai pencari nafkah utama dan dianggap menghadapi tantangan lebih besar di ruang publik.
Atas dasar itu, kesempatan untuk mengembangkan potensi diri di luar rumah lebih banyak kepada laki-laki. Pembagian peran ini kita terima sebagai sesuatu yang alamiah, meskipun dalam praktiknya tidak selalu berjalan demikian.
Dalam kehidupan sehari-hari, pembagian kerja di dalam keluarga tidak selalu bersifat kaku. Perempuan tidak jarang terlibat dalam aktivitas produktif di luar rumah, sementara laki-laki juga berperan dalam pekerjaan domestik.
Namun, norma sosial tetap cenderung menegaskan bahwa ruang kerja utama perempuan berada di ranah domestik. Sedangkan ruang publik masih melekat pada laki-laki.
Sejumlah narasi dan mitos yang berkembang di masyarakat turut memperkuat pembatasan tersebut. Mitos yang melekat pada perempuan saat haid, misalnya, kerap menjadi penanda sosial yang membatasi ruang gerak dan aktivitas perempuan.
Dalam konteks ini, haid tidak hanya menjadi fungsi biologis. Tetapi juga sebagai instrumen sosial yang berkontribusi pada pelanggengan pembagian kerja berbasis gender. []
Sumber tulisan: Buku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.




















































