Mustofa Akyol; Kembali ke Nalar, Kebangsaan dan Toleransi
Mubadalah. id - Mustofa Akyol, jurnalis dan penulis kebangsaan Turki itu, sangat epik menarasikan persoalan agama-kekuasaan dan kebudayaan. Pernyataan-pertanyaan Mustofa...
Mubadalah. id - Mustofa Akyol, jurnalis dan penulis kebangsaan Turki itu, sangat epik menarasikan persoalan agama-kekuasaan dan kebudayaan. Pernyataan-pertanyaan Mustofa...
Mubadalah. Id - Sebagaimana tulisan sebelumnya, apresiasi Al-Qalyubi untuk perempuan – yang ingin puasa di bulan Ramadan tapi terhalang karena...
Mubadalah. id - Dai Firda – perempuan jawa yang antusias menyambut Ramadan. Bulan yang katanya penuh ampunan. Niat hatinya, puasa...
Mubadalah. id - “Barang siapa yang bangun pagi dalam kondisi junub (sebab mimpi atau melakukan hubungan suami istri, maka (janganlah)...
Mubadalah id. - Kami yang hidup di akar rumput – seakar-akarnya (pesantren) – memang tidak menyembah demokrasi layaknya Ilahi. Karena...
Mubadalah. id - Siti – nama untuk lakon utama dalam cerpen Penafsir Kebahagiaan buah karya Eka. Siti perempuan Jakarta yang...
Mubadalah.id - Braaa...k!! – Ilustrasi suara terjungkalnya sahabat Abu Hurairah ketika Sayyidina Umar membogem dadanya lumayan keras. Lantarannya jelas. Abu...
Mubadalah.id - Semangat “tujuan agama adalah kebenaran (Tuhan) bukan kepastian (manusia)” terselip dalam ungkapan Allahu A’lam (Tuhan yang lebih Tahu)....
Mubadalah.id - Asad bin Wada’ah, kata Abu Hatim, kalau keluar rumah lalu bertemu non muslim (Yahudi dan Kristen) tak luput...
Mubadalah.id - Beberapa pekan ini saya punya hepotesis bahwa Bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja kabarnya. Kabar itu, sesungguhnya kami...
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0