Jumat, 30 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Belajar dari One Piece: Menyemai Toleransi dari Perbedaan

Satu hal yang perlu kita garisbawahi bahwa keragaman budaya, ras, dan suku, bukan hanya ada dalam dunia fiksi dan imaji saja, tapi benar-benar hidup dan eksis dalam kehidupan nyata

Ali Yazid Hamdani by Ali Yazid Hamdani
12 Juli 2023
in Film
A A
0
Belajar dari One Piece

Belajar dari One Piece

12
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Mengapa kita harus belajar toleransi dari One Piece? Karena siapa sih yang tidak mengenal Serial Manga One Piece yang banyak penggemarnya ini. Manga yang Eiichiro Oda ciptakan ini telah meraih Guinness World Record untuk kategori salinan terbanyak untuk seorang penulis komik tunggal.

Bahkan memecahkan rekor sebagai manga paling laris sepanjang sejarah melebihi komik-komik besar lainnya seperti Detective Conan, Naruto, Dragon Ball, dan deretan manga besar lainnya.

Uniknya, beragam macam isu yang terangkat dalam serial One Piece begitu banyak mengangkat berbagai macam isu-isu sosial kemasyarakaratan. Mulai dari perbudakan, ketidakadilan, pemerintah yang korup, penindasan, bahkan banyak menyinggung soal keragaman. Karena alasan di atas kita belajar dari One Piece.

Soal terakhir inilah yang menjadi poin penting yang akan saya di sini. Saya pernah mendapatkan sebuah cuplikan menarik yang menayangkan adegan memorable dan sangat membekas kuat di kepala.

Kira-kira begini, “Karena kebodohan kalian, kalian pun takut pada mereka yang berbeda!” Ungkapan tersebut muncul pada episode 962 dari sosok Kozuki Oden, salah seorang tokoh dalam serial anime One Piece yang berperan sebagai pemimpin di negeri Wano (sebuah pulau yang menutup diri dari dunia luar, bahkan tidak terjamah oleh pemerintah).

Pasalnya pernyataan itu lahir dari sebuah adegan yang menayangkan beberapa penduduk Wano yang menemukan seekor kucing, anjing dan Kappa yang terdampar. Di mana berasal dari suku Mink yang bisa berbicara.

Karena mereka menganggap sebagai fenomena yang benar-benar berbeda dan aneh dari umumnya, “hewan kok bisa ngomong”, mungkin begitu dugaannya. Maka para penduduk pun menangkap dan akan bersiap menyiksanya, bahkan akan membakarnya.

Protes pada Ekslusivitas Perbedaan Ras

Dari konteks itulah pernyataan Oden lahir sebagai bentuk protes pada ekslusivitas perbedaan ras yang terjadi. Tidak hanya itu, terkait perbedaan ras dan suku, Oda menggambarkan sebuah serial yang penuh dengan ras-ras unik yang berbeda satu sama lain, ada ras raksasa, manusia mungil atau kurcaci,  suku lengan panjang, suku kaki panjang, suku leher panjang, suku tiga mata, suku mink, manusia ikan, shandia, Wotan, Modified Human, Kinokobito, Lunarian, dan lainnya yang tersebar di banyak pulau yang mereka tempati. Ada ras unggul dan ras rendah yang biasanya berstatus sebagai budak.

Terdapat cita luhur yang perlu kita gali dari manga ini. Yakni dalam rangka penyemaian sikap toleransi dalam menghadapi keragaman. Menyikapi perbedaan bukan sebagai ancaman yang mesti kita bumi-hanguskan. Intinya menumbuhkan sebuah pemahaman bahwa perbedaan seperti warna yang semakin banyak warna mengitari, maka semakin banyak pula rona keindahan yang tampak.

Satu hal yang perlu kita garisbawahi bahwa keragaman budaya, ras, dan suku, bukan hanya ada dalam dunia fiksi dan imaji saja, tapi benar-benar hidup dan eksis dalam kehidupan nyata. Misalnya kita kaitkan dengan Indonesia.

Negara yang menyandang sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia itu tercatat memiliki sekitar 1340 suku bangsa yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana Badan Pusat Statistik laporkan pada tahun 2010, belum lagi kekayaan budaya dan bahasanya.

Keragaman adalah Keniscayaan

Dari konteks tersebut, kemudian saya teringat dengan sebuah ayat yang sering terdengar sana-sini dalam banyak forum.

يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا، إن أكرمكم عند الله أتقاكم.

“Wahai Manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa”.  (QS. Al-Hujarat ayat 13)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa eksistensi keragaman adalah keniscayaan yang tidak dapat kita ganggu-gugat keberadaannya. Dengan kata lain, menolak perbedaan sama dengan melawan kehendak dan ketentuanNya.

Dalam konteks keindonesiaan yang terpenuhi dengan banyak perbedaan. Baik keanekaragaman suku, budaya, ras, bahasa, dan juga agama. Isu SARA sering kali dibentur-benturkan. Sehingga tidak sedikit yang tersulut emosi, dan terjadilah kekerasan berbasis SARA.

Salah satu faktor yang menjadi pemicu gesekan pertikaian berbasis SARA adalah karena tidak mengenal. Karena tidak mengenal berarti tidak mengetahui, karena tidak mengetahui berarti tidak ada komunikasi atau dialog satu sama lain. Segala bentuk ketidaktahuan atau tidak saling mengenal maka rentan akan memantik permusuhan.

النَّاسُ أَعْدَاءُ مَا جَهِلُوْا

“Manusia menjadi musuh atas apa yang tidak diketahuinya”

Pepatah Arab tersebut cukup mewakili ketika kembali pada apa yang dialami Oden saat menjumpai masyarakatnya yang begitu eksklusif, Secara tersirat hal tersebut mengingatkan bahwa jangan-jangan kita bersifat ekstrem pada mereka yang berbeda, karena kita tidak saling mengenal atau kita yang kurang jauh mainnya, ternyata masih banyak jenis suku dan ras yang berbeda di luar sana.

Padahal tujuan ideal dari perbedaan yang ada merupakan upaya untuk saling mengenal. Tidak heran bila ada pepatah bijak yang bilang “tak kenal maka tak sayang” bagaimana mau menumbuhkan sikap kasih dan sayang jika mengenal saja begitu enggan?

Ini bukan hanya berlaku pada SARA, tapi juga berlaku pada segala bentuk perbedaan, termasuk pandangan keagamaan, betapa pun berbedanya sebuah pendapat yang diyakini dengan keyakinan arus utama, bukan berarti halal dipersekusi dan dipinggirkan. Kasus-kasus peminggiran aliran Syi’ah dan Ahmadiyah, juga Baha’i misalnya atau beberapa kelompok minoritas lainnya saya rasa adanya jarak yang merentang jauh satu sama lain karena ketidaktahuan dan tidak saling mengenal satu sama lain.

Meneladani Sikap Gus Dur

Tidak berlebihan rasanya apa yang dikatakan Gus Dur, “semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi toleransinya”. Dengan kata lain, semakin banyak kita mengenal perbedaan, maka semakin terbiasa kita dengan kemajemukan yang niscaya itu.

Segala bentuk perbedaan yang ada, kesemuanya mewarnai keindonesiaan yang majemuk semakin berona. Pelangi yang indah bukan karena warnanya yang seragam tapi lantaran ragam rupa warna yang dimilikinya. Begitu pun Indonesia bak pelangi yang akan tampak menawan jika warna perbedaan itu saling bersanding satu dengan damai. []

Tags: keberagamanOne PiecePerdamaianReview Filmtoleransi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Ali Yazid Hamdani

Ali Yazid Hamdani

Ia aktif menulis esai, suka beropini, dan sesekali berpuisi.

Related Posts

Nyadran Perdamaian
Personal

Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

28 Januari 2026
Teologi Tubuh Disabilitas
Publik

Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

28 Januari 2026
Nyadran Perdamaian 2026
Publik

Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

22 Januari 2026
Avatar: Fire and Ash
Film

Menilik Avatar: Fire and Ash dari Kacamata Perempuan Pejuang Lingkungan dan HAM

2 Januari 2026
Pancasila di Kota Salatiga
Publik

Melihat Pancasila di Kota Salatiga

31 Desember 2025
Toleransi
Publik

Toleransi dan Pluralisme: Mengapa Keduanya Tidak Sama?

31 Desember 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Novel Katri

    Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    12 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0