Kamis, 22 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Cinta, Anugerah atau Malapetaka?

Menikah bukan sekedar ingin memiliki keturunan saja, tapi menikah adalah memupuk cinta untuk bisa saling meningkatkan keimanan dan ketakwaan masing masing.

Muyassarotul Hafidzoh by Muyassarotul Hafidzoh
1 Maret 2021
in Pernak-pernik
0
Cinta

Cinta

252
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Cinta bisa hilang begitu saja, seperti saat dia datang begitu saja. Lantas kalau cinta kita kepada pasangan tiba-tiba hilang, apa kemudian kita akan berpaling kepada orang lain lalu meninggalkan pasangan kita?

Cinta seperti tanaman, seperti bunga yang perlu dirawat dengan baik, dipupuk, disiram dengan kasih dan sayang. Ketika sedang mekar maka bersyukurlah kita bisa menikmati keindahannya. Ketika sedang layu, maka berusahalah untuk bersabar dan terus memberi perhatian juga sentuhan untuk menguatkan akar dari cinta itu sendiri, sehingga kemudian akan kembali mekar dan memberi kebahagaiaan.

“Andai tak ada cinta, dunia akan membeku,” begitu kata Maulana Rumi.

Cinta bisa menjadi anugerah, di sisi lain juga bisa menjadi sesuatu yang berbahaya.

Karena cinta, kita bisa menuju ketakwaan kepada Pencipta Cinta.

Karena cinta, kita juga bisa menuju kemaksiatan yang hina.

Beberapa waktu lalu kami mendapatkan cerita tentang sebuah keluarga, di mana ada perempuan yang tersakiti di dalamnya dan anak anak yang menangis melihat kematian ibunya di kediaman ayahnya dan istri mudanya. Perempuan yang bertahun tahun tidak dinafkahi suaminya padahal ‘katanya’ sang suami sedang mengais rejeki di pulau lain untuk keluarganya, namun perempuan tersebut mendengar kabar bahwa suaminya memiliki istri lagi. Berbekal uang seadanya, perempuan ini mengajak putra bungsunya untuk pergi menjemput suaminya.

Entah apa yang terjadi, tak lama kemudian, keluarganya mendapat kabar dia sakit dan meninggal di tanah rantau suaminya, di rumah istri muda suaminya. Hati ini ikut merasa sakit, sangat sakit. Walaupun kematian adalah sebuah takdir dan rahasia Tuhan, namun kematian perempuan ini kemungkinan membekas lama di hati putra bungsunya.

Ada kisah lain, tentang sebuah keluarga kecil yang sederhana yang saling mencinta. Cara mereka bertemu dan menikah juga sangat unik dan menarik dikisahkan. Namun, ketika keluarga sederhana ini mulai sukses dengan bisnisnya, bisa dikatakan lancar rejekinya, kemudian cinta mereka diuji Allah. Sang suami mencintai perempuan lain, dan menikahinya tanpa sepengetahuan istrinya. Retaklah kisah cinta mereka. Anak anaknya yang masih kecil kecil menyaksikan kesedihan di mata ibunya, kepedihan hati ibunya.

Masih ada banyak kisah cinta sebuah keluarga yang kemudian diberi ujian dan tercerai berai di tengah jalan. Bisa lantaran cek cok setiap hari, bisa karena terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), atau bisa karena merasa tidak cocok lagi, bisa karena mencintai orang lain, atau bisa juga karena sudah tidak mencintai, dsb.

Apa yang terjadi dengan cinta mereka?

Kami merenung dan berdialog ketika mendengar kasus kasus demikian. Aku bertanya pada suamiku, “kenapa ketika dua insan manusia dimabuk cinta dan mereka belum sah menjadi pasangan, cinta mereka melekat, chat setiap saat, telpon di tengah malam, baru bertemu sudah rindu, kalimat indah selalu mendayu dayu, hadiah ultah tak pernah lupa, berkata sayang, beb, ummi, abi, cinta, atau panggilan mesra lainnya selalu mudah diungkapkan?”

Suamiku menghela nafas sambil melirik dan tersenyum padaku, “Cinta tanpa ikatan suci bisa menjadi senjata setan untuk membuat manusia merasa sangat mabuk kepayang dengan yang dicintainya. Cinta dengan ikatan yang sah, janji yang kokoh pun menjadi senjata setan untuk selalu memprovokasi manusia supaya pasangan ini merasa jenuh, marah, malas memanggil dengan panggilan mesra, hal kecil bisa menjadi besar, pertikaian kecil bisa jadi besar, dan usaha terkuat setan adalah memadamkan cinta mereka. Caranya sungguh bermacam macam, bisa dengan menyakiti pasangan, mengkhianati janji, melupakan tanggungjawab, tidak memberi hak kepada pasangannya, membuat mereka tidak nyaman berhubungan, dan lain seterusnya.”

“Apa benar itu salah setan? atau setan belum menggoda manusia, tapi nafsu manusia itu sendiri yang tidak bisa dikendalikan,” kataku.

“Ehmm, jadi setan apa nafsu ya? kalau misal itu nafsu berarti ada kaitan dengan akhlak. Menurut dawuh dari Imam Ghazali

فَالْخُلُقُ عبَارَةٌ عَنْ هَيْئَة فِي النَّفْسِ رَاسخَةٌ عَنْهَا تَصْدُرُ الْأَفْعَالُ بِسُهُوْلَةٍ وَيُسْرٍ

مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ إلَى فِكْرٍ وَرِؤْيَةٍ

“Akhlak adalah sesuatu yang menetap dalam jiwa dan muncul dalam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran terlebih dahulu.” Aku garuk garuk kepala.

“Maksudnya gmn mas?” tanyaku.

“Contoh nih, kamu kalau nyuapin anak anak pasti otomatis kamu menyuruh anak anak untuk berdoa terlebih dahulu. Kamu tidak perlu berpikir panjang atau membuka referensi dulu tentang apa yang harus dilakukan anak anak sebelum makan.” Aku masih garuk garuk pipi.

“Nah, jika ada orang yang menyakiti pasangannya kemungkinan dia tidak berpikir panjang tentang dampaknya, maka itu adalah dorongan nafsu dan mungkin juga ada bisikan setan, lahirlah akhlak sayyiah.” Aku mulai mengangguk mencoba mencerna penjelasannya.

“Lantas apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa mengendalikan nafsu, bisa nyuekin bisikan setan, bisa tetap kokoh ikatan kita, juga terus mekar rasa cinta kita?”

“Ehmmm, dengan tarbiyah. Sama ketika kita mendidik anak kita tentang akhlak, ya melalui tarbiyah. Kita butuh murobbi ruhina, butuh mursyid. Kita jangan berhenti belajar tentang membangun keluarga yang sakinah, belajar tentang menangani konflik keluarga, belajar tentang pengasuhan anak yang baik, dan seterusnya. ” katanya dan aku mengiyakan.

“Kita juga bisa belajar dari keluarga lain yang penuh harmonis, kebahagiaan. Seperti saat aku di pesantren, para santri belajar meneladani kiai dan ibu nyai yang saling setia, penuh rasa bahagia. Kiaiku bahkan tak enggan melakukan pekerjaan domestik.”

“Ada lagi dek, kita harus terus mengisi bahan bakar cinta kita.”

“Bahan bakar cinta?”

“Mengokohkan kembali 5 pilar pernikahan dan menjaga 3 pondasi dasar dalam berumah tangga.”

“Aku tahu mas, ini juga sering diungkapkan oleh Ibu Alissa Wahid. Tiga pondasi tersebut adalah muadalah (keadilan), mubadalah (kesalingan), dan muwazanah (keseimbangan). Pondasi ini disangga 5 pilar pernikahan, wah insyaallah kokoh dan kuat.”

“Kemudian warnai dengan panggilan sayang, dialog romantis, saling menyesuaikan,” tambahnya.

Karena menikah bukan sekedar perayaan raja dan ratu saja, pernikahan bukan sekedar kehalalan untuk berhubungan dengan pasangan saja (eh, justru karena halal, maka setan menggoda untuk melakukan yang haram. Dalam pernikahan, memeluk pasangan itu halal, tapi setan menggoda kita untuk menyakiti pasangan kita.

Membantu pasangan melakukan pekerjaan domestik itu halal, eh malah gak pernah dilakukan. Setia pada pasangan itu halal, eh malah selingkuh yang justru sudah jelas itu haram, menikah bukan sekedar ingin memiliki keturunan saja, tapi menikah adalah memupuk cinta untuk bisa saling meningkatkan keimanan dan ketakwaan masing masing.

Melihat pasangan kemudian kembali jatuh cinta, eh alhamdulillah kita sedang menjalankan perintah Allah untuk mewujudkan keluarga sakinah. Wajah pasangan mulai berkerut, eh alhamdulillah itu bukti perjuangan cinta untuk keluarga. Tidak berpaling kepada yang lebih muda, cantik, tampan, kaya, eh alhamdulillah kita sedang menjalankan perintahNya untuk setia. Melihat pasangan marah, dan kita memaafkan kemudian menenangkannya, eh alhamdulillah kita sedang mendapatkan pahala sabar karena menjalankan perintahNya.

Dawuh Gus Baha, kalau keluarga kita mendapatkan nikmat, misal kehidupan kita mapan, cari pahalanya gimana? ya dengan bersyukur. Kalau keluarga kita mendapatkan ujian, misal masa pandemi ini banyak yang kehilangan pekerjaan, ya tetep bisa dapat pahala, dengan cara apa? ya sabar dan saling menguatkan satu sama lainnya.

“Dek,” panggilnya.

“Dalem,” jawabku.

“Semoga aku bisa jatuh cinta berkali-kali,” katanya dan aku memotong kalimatnya, “eh, maksudnya apa? jatuh cinta berkali-kali? emang mau jatuh cinta sama siapa lagi?” dengan nada penuh cemburu.

“Durung rampung kok yo wes nesu,” katanya sambil mencubit hidungku.

“Semoga aku selalu jatuh cinta berkali kali kepada orang yang sama, yaitu kamu, dek.” Aku mesam mesem malu malu (in) karena udah sewot dan cemburu duluan. Wallahu a’lam. []

 

 

 

Tags: CintaistrikeluargaKesalinganperkawinansuami

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Muyassarotul Hafidzoh

Muyassarotul Hafidzoh

Penulis Novel "Hilda" dan "Cinta dalam Mimpi"

Related Posts

My Food is African
Buku

Membaca My Food is African dengan Kacamata Kesalingan

21 Januari 2026
Ketaatan Istri pada Suami
Keluarga

Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

20 Januari 2026
Titik Nol Kehidupan
Keluarga

Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

13 Januari 2026
Pencatatan Perkawinan
Publik

Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

13 Januari 2026
Kenapa Masih Ada Perceraian
Personal

Kenapa Masih Ada Perceraian? Bukankah Allah Berjanji, Orang Baik untuk Orang Baik?

12 Januari 2026
Nikah Sirri
Publik

7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

10 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca My Food is African dengan Kacamata Kesalingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca What Is Religious Authority? Menimbang Ulang Otoritas Agama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan
  • Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan
  • Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026
  • Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?
  • Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID