Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Demi Nama Baik Kampus, Film Pendek Besutan Kemendikbud yang Sarat Pesan

Kenapa kita harus percaya kepada korban? Karena untuk mampu bercerita saja, korban sudah membutuhkan energi yang besar. Korban harus mengalami pergolakan hatinya karena ia merasa hina telah mengalami pelecehan

Rezha Rizqy Novitasary by Rezha Rizqy Novitasary
12 Januari 2023
in Film
A A
0
Nagita Slavina

Nagita Slavina

8
SHARES
390
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa waktu lalu, akun You Tube Kemendikbud, Cerdas Berkarakter, meluncurkan sebuah film pendek berjudul Demi Nama Baik Kampus, dengan durasi sekitar setengah jam. Film ini dibuka dengan adegan tiga orang mahasiswa yang sedang ngobrol di kantin kampus.

Sinta, salah satu mahasiswa semester akhir sedang bersemangat membahas tema skripsi yang akan diangkatnya. Sinta mengangkat tema Kartini yang digambarkan sebagai sosok wanita kalem dengan kebaya dan konde namun sebenarnya memiliki jiwa keberanian. Hal ini diketahui Sinta dari kritik-kritik tajam yang dituliskan Kartini melalui surat-suratnya.

Kebetulan, Sinta mendapatkan pembimbing skripsi seorang dosen laki-laki yang masih muda. Beliau dikagumi oleh para mahasiswanya, selain karena kemampuannya dalam mengajar juga karena penampilannya yang dipandang menarik. Keanehan terjadi saat Sinta mendapatkan jadwal bimbingan di malam hari. Katanya agar waktu yang tersedia untuk bimbingan lebih longgar.

Di awal bimbingan, Pak Arie berperilaku dengan baik. Hingga ketika beliau memindahkan kursi agar bisa duduk di sebelah Sinta, dan meminta Sinta untuk memanggilnya dengan sebutan Mas. Pak Arie mulai menyentuh tubuh Sinta tanpa persetujuan. Menyentuh tubuh orang lain tanpa persetujuan adalah pelecehan. Bahkan Pak Arie tetap mengejar, saat Sinta memutuskan lari ke toilet. Ketika ada langkah kaki yang terdengar dari luar, Pak Arie mengancam Sinta untuk tidak melaporkan kepada siapa-siapa tentang kejadian di malam itu. Sinta hanya bisa menangis ketakutan.

Menurut saya ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari film pendek ini. Seringkali masyarakat awam menyalahkan korban karena terkesan tidak menolak ketika ada orang lain yang melakukan pelecehan seksual kepadanya. Adegan berikutnya, menjawab persoalan ini. Setelah berhari-hari menangis dan mengurung diri di kamar, akhirnya Sinta mau bercerita kepada sahabatnya, Abi. Sinta mengatakan tubuhnya kaku dan tak bisa segera merespon untuk menolak pelecehan yang dilakukan dosen kepadanya.

Hal itu memang terjadi pada korban ketika mengalami pelecehan seksual. Tubuhnya kaku seketika, pikirannya tiba-tiba kosong, dan tak dapat segera bertindak. Dalam pikirannya, sebenarnya korban sudah bertarung dengan dirinya sendiri. Antara tidak percaya akan pelecehan yang dilakukan orang terdekatnya dan juga keraguan untuk segera memutuskan tindakan karena tidak berani dengan resikonya.

Pelecehan yang dilakukan oleh Pak Arie berdasar atas relasi kuasa. Ia merasa memiliki kuasa atas mahasiswa bimbingannya. Salah satu dialog yang disebutkan Pak Arie menggambarkan bagaimana relasi kuasa itu berpengaruh. Pak Arie berkata, jika Sinta mau baik kepadanya, ia juga akan lebih baik kepada Sinta, bahkan bersedia memberikan nilai yang tinggi.

Dalam film ini, Sinta beruntung karena memiliki sahabat seperti Abi. Abi tetap berada di sisi Sinta dan mempercayai ceritanya. Itulah hal yang harus kita lakukan jika orang terdekat mengalami pelecehan. Hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah percaya kepada korban.

Kenapa kita harus percaya kepada korban? Karena untuk mampu bercerita saja, korban sudah membutuhkan energi yang besar. Korban harus mengalami pergolakan hatinya karena ia merasa hina telah mengalami pelecehan. Jika kita tidak percaya kepada korban, besar kemungkinan korban akan kembali murung dan menarik diri dari lingkungannya.

Akhirnya, Sinta memberanikan diri untuk melaporkan hal tersebut kepada Pak Rektor. Bersama dengan Abi, Sinta duduk berhadapan dengan Pak Rektor dan Pak Arie. Sayangnya, Pak Rektor memilih percaya kepada Pak Arie yang berkilah bahwa Sinta lah yang merayunya. Bahkan Pak Rektor memaksa Sinta menandatangani surat pernyataan bahwa ia menarik tuduhan, dan tuntutannya kepada Pak Arie.

Menurut Pak Rektor, Pak Arie yang selama ini memiliki dedikasi yang baik bagi kampus tak mungkin melakukan hal serendah itu. Demi nama baik kampus, Pak Rektor memaksa Sinta menandatangani surat itu agar urusannya tidak melebar ke mana-mana.

Sinta yang tidak bersedia menandatangani surat tersebut, akhirnya diserang balik oleh Pak Arie. Tersebar rumor lain di twitter bahwa Sinta lah yang sebenarnya merayu Pak Arie dan mengancam akan menyerangnya jika tak memberi nilai tinggi. Sayangnya, banyak kawan-kawannya yang percaya dengan rumor tersebut.

Pesan moral lain yang ditanamkan di film ini khususnya buat para netizen dan orang-orang di luar sana. Jangan mudah menyalahkan dan menghakimi orang lain hanya dari satu sudut pandang saja. Tahan jari atau mulutmu sebelum memutuskan menyerang orang yang tampaknya salah sebelum terbukti kebenarannya.

Pentingnya keberadaan Satgas Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di kampus juga ditayangkan di film ini. Bu Anisa, sebagai pimpinan dari satgas yang juga merangkap dosen psikologi di kampus tersebut memberikan contoh pendampingan korban dengan baik. Dengan tegas dan hati-hati, Bu Anisa menggali informasi terkait kejadian di malam itu. Rekan-rekannya juga melakukan hal serupa.

Beberapa hari setelah bukti terkumpul, Bu Anisa kembali menghadap Pak Rektor. Bu Anisa membawa sejumlah bukti hasil wawancara Sinta dan Abi. Keduanya di wawancarai secara terpisah dan menandatangani surat pernyataan bermaterai. Hal itu merupakan bukti yang sangat kuat. Awalnya Pak Rektor masih bersikeras untuk menolak tuntutan satgas kampus untuk memberhentikan Pak Arie. Pak Rektor masih teguh pada pendiriannya, bahwa Pak Arie tidak bersalah.

Bu Anisa juga mencontohkan cara bertutur kata yang sopan dan baik kepada atasannya meskipun ada ketidaksetujuan dalam kalimatnya. Hal ini juga menjadi contoh buat kita untuk tetap tenang dan sopan ketika menangani atau melaporkan sesuatu kepada atasan kita. Kita harus pandai-pandai mengatur emosi agar orang yang kita hadapi juga mampu berpandangan positif dan berpikir jernih.

Setelah membaca berkas terakhir berupa pengakuan dari seseorang saksi, Pak Rektor sangat terkejut. Akhirnya, Pak Rektor memutuskan Pak Arie lah yang bersalah. Beliau mengabulkan rekomendasi dari satgas untuk memberhentikan Pak Arie.

Banyak sekali pesan yang disampaikan melalui film pendek berdurasi sekitar tiga puluh menit ini. Film ini sangat layak ditayangkan di televisi nasional maupun swasta. Banyak orang yang seharusnya belajar dari film Demi Nama Baik Kampus. Terutama, pihak kampus itu sendiri. Persis kalimat yang di sampaikan Pak Rektor. Sudah seharusnya kampus mampu menangani kasus kekerasan seksual dan mendampingi korban. Bukan malah menutupi kasus kekerasan seksual yang terjadi dan mengabaikan suara korban hanya demi nama baik kampus. []

Tags: demi nama baik kampusFilm pendekkampuspelecehan seksualpenanganan kasus kekerasan sesksul
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Keterlibatan Perempuan sebagai Penyelenggara Negara dalam Drakor Vagabond

Next Post

Viral Anak Muda Tendang Sesajen, Merusak Nilai Arif Nusantara

Rezha Rizqy Novitasary

Rezha Rizqy Novitasary

Guru Biologi SMA, tertarik dengan isu perempuan dan kesetaraan gender. Rezha merupakan peserta Kepenulisan Puan Menulis Vol. 1.

Related Posts

Cat Calling
Publik

Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

7 Februari 2026
Pelecehan Seksual
Personal

Pelecehan Seksual yang Dinormalisasi dalam Konten POV

6 Februari 2026
Pemberdayaan Perempuan
Publik

Dari Pesantren hingga Kampus: Basis Gerakan Pemberdayaan Perempuan

9 Januari 2026
Elon Musk
Publik

Dear Elon Musk, Anda Bertanggung Jawab atas Kiamat KBGO Masif Berbasis AI di Seluruh Dunia

4 Januari 2026
Kekerasan di Kampus
Aktual

IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

21 Desember 2025
Kekerasan di Kampus
Aktual

Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

21 Desember 2025
Next Post
Sesajen

Viral Anak Muda Tendang Sesajen, Merusak Nilai Arif Nusantara

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani
  • Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia
  • Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah
  • Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan
  • Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0