Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Islam Mazhab Cinta ala Habib Husein Ja’far Al-Haddar

Islam mazhab cinta berupaya mengembalikan citra Islam sebagai agama yang mengajarkan welas asih, kasih sayang dan tentunya cinta

Muhammad Nasruddin by Muhammad Nasruddin
18 Mei 2023
in Hikmah, Rekomendasi
0
Islam Mazhab Cinta

Islam Mazhab Cinta

1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Bagi pengguna media sosial tentu tidak asing dengan sosok yang satu ini. Habib Husein Ja’far Al-Haddar memang sering disebut sebagai habib milenial yang kerap muncul di berbagai platform seperti Instagram maupun Youtube. Dengan setelan celana jeans dan jaketnya, Beliau terasa begitu dekat dengan anak muda. Tentu tak hanya modal penampilan saja, Beliau memiliki wawasan yang luas untuk menyebarkan Islam mazhab cinta.

Perlu kita ketahui, meskipun saya menggunakan istilah mazhab namun bukan berarti sama seperti mazhab fikih lainnya. Jika dalam fikih kita mengenal adanya mazhab syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali maka di era di mana citra Islam yang mulai keruh oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, kita perlu mengenal adanya mazhab cinta.

Secara bahasa mazhab berasal dari fi’il madhi zahaba yang berarti pergi. Dengan demikian mazhab dapat kita artikan sebagai tempat pergi, jalan atau cara. Sebuah jalan atau cara untuk mencapai tujuan, baik konkrit ataupun abstrak. Tentu jalan atau cara ini dapat kita katakan sebagai mazhab jika mempunyai ciri khas tersendiri.

Habib Husein Ja’far Al-Haddar dan Islam Mazhab Cinta

Habib Husein Ja’far Al-Haddar menjadi salah satu pendakwah milenial yang gencar menyuarakan Islam mazhab cinta. Ini bukanlah mazhab fiqih dengan hukum taklifi maupun wadh’i-nya.

Akhir-akhir ini kerap kali Islam muncul sebagai agama yang penuh dengan kekerasan, intoleransi, paksaan, bahkan terorisme. Tak heran jika muncul fenomena islamophobia di kalangan dunia Barat. Padahal jauh sebelum itu, Nabi Muhammad adalah teladan sempurna yang telah mencontohkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, bahkan kepada masyarakat lintas iman.

Aktivitas dakwah Habib Husein Ja’far Al-Haddar di dunia maya menjadi counter narasi terhadap isu-isu yang mengantarkan kepada islamophobia. Kegiatan udar rasa bersama penganut lintas iman yang selama ini seolah-olah menjadi hal yang tabu kini mendapat tempat di kalangan milenial. Dialog yang dilandasi dengan keteduhan tanpa mengintimidasi pendapat lawan bicaranya menjadikan hubungan antarpenganut agama menjadi lebih harmonis.

Bahkan melalui dialog tersebut para milenial dapat mengetahui nilai-nilai kebaikan yang terdapat dalam ajaran setiap agama. Dengan demikian para milenial pun dapat menilai setiap agama secara lebih objektif, tidak hanya berdasar pada prasangka-prasangka yang tidak jelas asal-usulnya.

Cinta menjadi asas esensial yang terdapat dalam setiap agama. Bagaimana mungkin agama mengajarkan kebencian, jika pada dasarnya agama juga mengajarkan pentingnya memanusiakan manusia?

Habib Husein dalam bukunya: Apalagi Islam Kalau Bukan Cinta menjelaskan jika terdapat ayat atau hadits yang bertentangan dengan prinsip cinta, maka yakinlah jika Salingers salah memahaminya.

Kita perlu pergi ke tempat orang yang berilmu sehingga kita menemukan aspek cinta dalam tafsir atau makna yang terkandung di dalamnya.

Mazhab Cinta dalam Akidah

Syahadat sebagai rukun Islam yang pertama menjadi pertanda awal keimanan seseorang kepada Allah. Namun bukan berarti Allah membutuhkan manusia untuk kita sembah. Hubungan antara Allah dan makhluk berbeda dengan hubungan dokter dan pasien, di mana dokter tidak akan ada artinya jika tidak ada pasien, begitu pula sebaliknya.

Justru kesaksian akan keberadaan Allah adalah manifestasi dari kepedulian-Nya kepada kita. Sebab jika tidak, kita akan hidup dalam kebingungan, kehampaan, dan ketidakjelasan arah tujuan, Betapa banyak manusia modern sekarang ini yang merasakan kehampaan dalam hidup hanya karena jauh atau bahkan tidak mengenal Tuhannya.

Meskipun kebutuhan dunia mereka sudah di atas rata-rata. Bahkan Allah tidak hanya mengenalkan akan keberadaan-Nya, namun juga mengajarkan bagaimana cara menuju jalan-Nya melalui para rasul-Nya.

Mazhab Cinta dalam Ibadah

Tugas bagi setiap hamba adalah menghamba kepada tuannya. Dan ini adalah hal mutlak yang perlu manusia sadari sebagai hamba Allah. Namun dalam pelaksanaannya, ibadah ini jangan sampai menjadikan manusia merasa sombong.

Bukan berarti mereka yang terlihat jarang beribadah lebih buruk dari kita yang ibadahnya banyak. Meskipun ketakwaan yang menjadikan manusia itu berbeda di mata Tuhan. Apakah hanya ibadah yang menjadi ukuran ketakwaan seseorang, tidak bukan?

Masih ingat dengan kisah seorang fasik dan ahli ibadah yang sama-sama masuk masjid? Ketika keluar justru keadaan berbalik. Sang fasik merasa hatinya hancur ketika melihat sang ahli ibadah, sedangkan sang ahli ibadah menatap dengan sinis dan menganggap rendah si fasik tersebut.

Seharusnya ibadah dapat menjadikan seseorang menjadi lebih empati kepada orang lain. Ibadah seharusnya dapat menjadi pembersih hati. Sedangkan dari hati yang bersih tidak akan ada yang keluar kecuali cinta dan berbagai kebaikan lainnya.

Mazhab Cinta dalam Akhlak

Hati, jiwa, dan akal adalah anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Ketiga hal ini menjadi sentral yang menentukan tindak tutur manusia. Jika ketiga hal ini baik, maka baiklah segala perbuatan manusia.

Begitu pula sebaliknya, jika hati, jiwa, atau akal terkena penyakit, terlebih penyakit batiniyah, maka rusaklah moral manusia. Oleh karena itu betapa pentingnya menjaga kewarasan ketiga hal tersebut dalam diri kita.

Laku kehidupan manusia secara ringkas ditentukan oleh keadaan hati, jiwa, dan akal. Dari ketiga hal yang bersih ini akan muncul benih-benih cinta dan kebaikan dalam setiap aktivitas manusia. Menjadi sebuah keniscayaan bahwa keharmonisan antarsesama manusia akan dapat tercipta.

Karena semua hal yang dilandasi dengan cinta, kasih sayang, dan welas asih akan menuju kepada kebahagiaan bersama. Tentu dalam hal ini cinta bukan hanya sebatas kisah asmara antara dua insan yang saling memadu kasih, namun lebih dari itu. Cinta yang universal. []

Tags: Habib Husein Ja'far Al HadarIslam mazhab cintaislomophobia

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Muhammad Nasruddin

Muhammad Nasruddin

Alumni Akademi Mubadalah Muda '23. Dapat disapa melalui akun Instagram @muhnasruddin_

Related Posts

Qira'ah Mubadalah
Buku

Buku Tuhan Ada di Hatimu, Karena Islam Sejati adalah Akhlak

13 November 2022
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah
  • Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan
  • Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser
  • Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID