Kamis, 5 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kota Semarang dan “Hidden Gem” Wisata Religinya

Terlepas dari permasalahan kota Semarang yang cukup pelik, Semarang menyimpan sejarah yang sudah banyak dinarasikan dalam berbagai literatur

Yulinar Aini Rahmah by Yulinar Aini Rahmah
5 Oktober 2023
in Pernak-pernik
A A
0
Kota Semarang

Kota Semarang

17
SHARES
868
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Semarang satu dekade lalu telah berubah menjadi wajah Semarang sekarang yang cukup mengesankan. Setahun lalu, sebelum Walikota Semarang Hendrar Prihadi “berangkat” ke Jakarta menunaikan tugas sebagai Kepala LKPP, Semarang mendapat penghargaan sebagai kota “terbaik” versi UI GreenMetric tahun 2022. Yang memang paling menonjol adalah perubahan area kota lama yang semakin tertata rapi.

Meski demikian, tidak kita pungkiri bahwa Semarang masih lekat dengan image banjir seperti lagu yang tidak asing di telinga masyarakatnya, Semarang kaline banjir, ja seumelan ra dipikir, begitu sekira potongan liriknya.

Permasalahan banjir “rob” yang tak kunjung selesai dan padatnya penduduk menyebabkan banyak munculnya kawasan kumuh di sekitar kota Semarang. Belum lagi penelitian baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Semarang menjadi satu dari kota besar yang mengalami penurunan tanah hingga terancam tenggelam.

Dari sekian permasalahan yang ada, Semarang terkesan menjadi kota yang kurang menarik. Semarang menjadi kota yang hanya terpenuhi hiruk pikuk aktivitas industri atau paling tidak aktivitas akademik sebab adanya 3 kampus negeri “mentereng”.

Hidden Gem Kota Semarang

Terlepas dari permasalahan kota Semarang yang cukup pelik, Semarang menyimpan sejarah yang sudah banyak ternarasikan dalam berbagai literatur. Yang menggembirakannya lagi, di tengah hiruk pikuknya, Semarang memiliki sudut-sudut sunyi syarat spiritualitas di kawasan pusat kotanya.

Di tengah gambaran kota Semarang yang penuh dengan hingar-bingar metropolitan berwujud kafe, mall, dan tempat healing lainnya, baru-baru ini penulis menyadari Semarang memiliki hidden gem yang recommended bagi jiwa-jiwa yang ingin memenuhi cawan spiritual dalam diri.

Hidden gem yang saya maksudkan adalah tempat wisata religi para wali di pusat kota Semarang. Setidaknya ada empat tempat yang keempatnya bisa kita kunjungi dalam satu waktu mengingat lokasinya yang berdekatan satu sama lain, serta mudah kita akses (di pusat kota).

Makam Mbah Sholeh Darat

Lokasi pertama adalah makam Kiai Sholeh Darat yang bernama asli Muhammad Sholeh bin ‘Umar as-Samārānī. Kiai Sholeh Darat merupakan ulama’ asli Indonesia yang pernah menjadi guru para tokoh nasional Indonesia di antaranya adalah Kiai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Kiai Hasyim Asy’ari (pendiri NU), dan R.A. Kartini (tokoh emansipasi wanita).

Makam Kiai Sholeh Darat berada di tengah-tengah kompleks pemakaman umum “TPU Bergota” di jalan Bendungan, Randusari kecamatan Semarang Selatan.

Seiring waktu, makam Kiai Sholeh Darat yang mulanya sederhana seperti makam pada umumnya, kini lebih tertata dengan adanya pembangunan dari pemerintah kota Semarang. Salah satu yang cukup mencolok adalah adanya gerbang kayu sebagai pintu masuk menuju makam yang estetik bertuliskan “Makam K.H. Sholeh Darat Bergota Semarang”.

Makam Ki Ageng Pandanaran

Lokasi kedua, tidak jauh dari makam Kiai Sholeh Darat (sekitar 750 meter), terdapat makam Ki Ageng Pandanaran. Tepatnya di jalan Mugas, Mugassari kecamatan Semarang Selatan. Ki Ageng Pandanaran merupakan bupati Semarang pertama yang berjasa dalam pemberian nama Semarang. Ki Ageng Pandanaran juga sekaligus merupakan salah satu tokoh penyebar Islam awal di Semarang.

Meski cukup dekat, namun makam Kiai Sholeh Darat dan Ki Ageng Pandanaran tidak berada dalam satu kompleks. Jalan menuju makam Ki Ageng Pandanaran cukup menanjak, namun sesampainya di lokasi, kita akan masuk komplek pemakaman yang asri tepat di belakang masjid dan Menara toa bertangga.

Menariknya, kita juga tersuguhkan pemandangan kota Semarang lengkap dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang mengelilingi kompleks pemakaman.

Makam Habib Thoha bin Yahya

Lokasi selanjutnya adalah makam Habib Thoha bin Yahya yang terkenal dengan “Mbah Depok”. Habib Thoha bin Yahya merupakan kakek buyut Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan). Ketokohan Habib Thoha bin Yahya tersematkan sebab jasanya menyebarkan Islam sekaligus melawan penjajah.

Tidak jauh berbeda dengan kompleks makam Ki Ageng Pandanaran, kompleks makam Habib Thoha bin Yahya yang berada di Kembangsari kecamatan Semarang Tengah juga dikelilingi gedung-gedung hotel dan perkantoran tepatnya di pinggir jalan raya.

Namun demikian, suasana komplek makam menjadi seakan tidak berasa di tengah kota karena memiliki arsitektur dengan konsep Timur Tengah lengkap dengan pohon kurma yang berjajar di sepanjang jalan menuju makam. Kubah hijau di atas makam yang segaris pandang dengan tulisan nama 2 hotel besar, meninggalkan kesan tersendiri bagi pengunjung.

Makam Mbah Kramat Jati

Lokasi keempat adalah makam Habib Hassan bin Thoha bin Yahya yang berjuluk “Mbah Kramat Jati” yang merupakan putra dari Habib Thoha bin Yahya. Sama dengan ayahnya, ketokohan Habib Hassan bin Thoha bin Yahya diperoleh karena keulama’annya dan kegigihannya dalam melawan penjajah. Begitupun arsitektur makam Habib Hasan bin Thoha bin Yahya yang juga menyerupai makam Habib Thoha bin Yahya dengan kubah berwarna hijau.

Meski demikian, makam Habib Hassan bin Thoha bin Yahya tidak dalam satu komplek dengan ayahnya (Habib Thoha bin Yahya). Terletak di jalan Duku, Lamper Kidul, kecamatan Semarang Selatan sekitar 6 kilometer dari makam Habib Thoha bin Yahya.

Empat wisata religi tersebut tidak merefleksikan apapun. Tidak juga dalam rangka membatasi. Masih banyak makam para wali di Kota Semarang. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, empat tempat tersebut penulis rekomendasikan hanya didasarkan pada kemudahan akses antar empat lokasi. []

 

 

Tags: Hidden GemKota SemarangMbah Sholeh DaratWisata ReligiZiarah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Yulinar Aini Rahmah

Yulinar Aini Rahmah

Related Posts

Peran Pesantren
Publik

Peran Pesantren dalam Kehidupan Kartini

21 April 2025
Mbah Sholeh Darat
Featured

Mbah Sholeh Darat apakah termasuk Pahlawan Nasional

4 November 2024
Ulama Muda Perempuan
Pernak-pernik

Menziarahi Ulama Muda Perempuan Semarang

30 Mei 2024
Ziarah
Hikmah

Ziarah: Siapakah yang Benar-benar Hidup, dan Siapa yang Benar-benar Mati?

27 Agustus 2023
Rindu Ziarah
Hikmah

Suatu Kisah Sejarah, Rasulullah Pun Rindu Diziarahi

24 April 2023
Jejak Kepemimpinan Perempuan
Pernak-pernik

Mengunjungi Jejak Kepemimpinan Perempuan di Jepara: Dialog Perempuan Lintas Masa

27 November 2022
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    21 shares
    Share 8 Tweet 5

TERBARU

  • Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja
  • Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan
  • ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan
  • Islam Membela Perempuan
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0