Sabtu, 31 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Nilai-Nilai Kehidupan dalam Serial Drama Korea Crash Landing On You

Dari kisah ini ada nilai-nilai yang dapat dipetik untuk dijadikan pembelajaran bagi para penontonnya. Berikut adalah Nilai-Nilai Kehidupan dalam Serial Drama Korea Crash Landing On You

Karimah Iffia Rahman by Karimah Iffia Rahman
11 Januari 2023
in Film
A A
0
Responsive Feeding: Rekomendasi WHO untuk Ketahanan Pangan Sejak Masa MPASI - Spider-Man No Way Home

Responsive Feeding: Rekomendasi WHO untuk Ketahanan Pangan Sejak Masa MPASI

3
SHARES
284
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa waktu lalu ketika anak saya tidak enak badan dan selalu ingin digendong menjelang tidur karena saluran pernapasannya sedang kurang fit, akhirnya agar tidak terasa pegal, saya memutuskan untuk menggendongnya sambil menonton serial drama korea yang direkomendasikan oleh banyak penontonnya yaitu Crash Landing On You yang telah tayang pada tahun 2019.

Sinopsis Crash Landing On You

Serial drama 16 episode ini menceritakan tentang perjalanan seorang perempuan dari keluarga konglomerat di Korea Selatan (Yoon Se-Ri) yang mengalami kecelakaan paralayang dan akibat kecelakan tersebut ia justru terdampar di Zona Demiliterisasi dan ditemukan oleh seorang Kapten Tentara Militer dari Korea Utara yang sedang bertugas (Kapten Ri Jeong Hyuk).

Seiring berjalannya waktu, Kapten Ri yang semula mengira Se-Ri adalah mata-mata dari Korea Selatan akhirnya setuju membantu Se-Ri agar dapat pulang ke Korea Selatan. Namun justru proses untuk memulangkan Se-Ri kembali ke Korea Selatan inilah yang akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka meskipun selalu penuh lika-liku dan rintangan.

Sayangnya, perasaan tersebut menjadi hal yang sulit untuk mereka berdua karena baik Se-Ri maupun Kapten Ri adalah anak dari orang-orang ternama di kedua negara. Mungkin jika hanya sekadar berbeda negara, permasalahan utama adalah permasalahan hubungan jarak jauh pada umumnya.

Tetapi berbeda dengan yang dialami oleh Se-Ri dan Kapten Ri. Se-Ri berasal dari Korea Selatan dan Kapten Ri merupakan warga negara Korea Utara. Seperti yang kita ketahui bahwa terjadi saat Perang Dunia II terjadi dan Jepang mengalami kekalahan, semangat untuk memerdekakan diri dari penjajahan menyebar ke setiap negara termasuk Korea. Namun justru di titik inilah akhirnya Korea terbagi menjadi dua bagian yaitu Korea Utara, dan Korea Selatan.

Selain wilayah negara yang akhirnya terbagi menjadi dua bagian yang sepanjang 38 paralelnya dijaga ketat oleh pasukan militer kedua negara, perbedaan ideologi, kebiasaan, dialek, permasalahan masa lalu yang mengaitkan kematian kakak Kapten Ri serta perjodohan antara Kapten Ri dan Seo Dan pun menjadi hal yang harus dilalui oleh Se-Ri, dan juga Kapten Ri. Kisah cinta yang pelik namun akhirnya dapat mereka lalui.

Dari kisah ini ada nilai-nilai yang dapat dipetik untuk dijadikan pembelajaran bagi para penontonnya. Berikut adalah Nilai-Nilai Kehidupan dalam Serial Drama Korea Crash Landing On You:

Kisah Cinta Terlarang

Kisah pasangan Ri-Ri (Kapten Ri dan Se-Ri) ini mengingatkan saya bahwa di belahan dunia akan selalu ada kisah cinta terlarang. Seperti kisah cinta antar Korea dari pasangan Ri-Ri di serial drama ini, tentu ada pula kisah cinta terlarang di belahan dunia manapun seperti Romeo and Juliet, Laila Majnun bahkan termasuk di Indonesia pun ada mitos cinta terlarang misalnya mitos tidak baik apabila menjalin hubungan antara orang suku Sunda, dan Jawa atau pernikahan anak pertama dan ketiga, dan masih banyak mitos lainnya yang menjadikan sebuah jalinan cinta menjadi terlarang.

Padahal terlepas dari adanya perbedaan kepercayaan maupun ideologi (seperti yang dialami pasangan Ri-Ri), setiap jalinan hubungan tentu didasari dari rasa kasih sayang, dan kepercayaan dua pihak yang menjalani.

Mengapa harus mempermasalahkan suatu hal jika ternyata yang menjalani hubungan tersebut dapat mengatasi hal yang dianggap masalah tersebut dengan baik karena mereka berelasi dengan penuh penghormatan, dan rasa cinta. Namun justru seringnya, orang-orang di luar hubungan lah yang justru mempermasalahkan dan sulit menerima perbedaan yang telah menyatukan mereka.

Mencari Cinta Sejati dan Kejar Impian

Seo Dan (tunangan Kapten Ri) awalnya mengira Kapten Ri adalah cinta sejatinya karena ia sangat menyukai Ri Jeong Hyuk sejak di bangku sekolah. Namun setelah bertemu dengan Gu Seung Joon (mantan tunangan Se-Ri yang bersembuyi di Korea Utara) justru ia akhirnya sadar bahwa cinta sejati bukanlah cinta yang harus dipaksakan, tetapi ia akan hadir dan tumbuh dengan sendirinya, meski harus terjadi pergulatan emosi namun justru itulah yang membuat cinta tersebut tumbuh dan bermekaran di setiap harinya.

Seo Dan akhirnya sadar bahwa cinta sejatinya adalah Gu Seung Joon meski ia akhirnya harus merelakan kepergian Gu Seung Joon selamanya karena menyelamatkannya dari tembakan peluru.

Begitu pula dengan Kapten Ri dan Se-Ri, ketika sadar bahwa masing-masing dari mereka adalah belahan jiwa diantara keduanya, maka Kapten Ri pun memutuskan untuk berhenti menjadi tentara militer dan menekuni passionnya dibidang musik agar bisa bertemu kembali dengan Se-Ri.

Sedangkan Se-Ri yang telah berdamai dengan masa lalunya karena permasalahan keluarga pun berusaha menghubungi Kapten Ri dengan membuka beasiswa musik dari perusahaan ayahnya agar informasi tersebut bisa sampai pada Kapten Ri.

Seperti yang diceritakan dalam serial drama ini, bahwa warga negara Korea Utara tidak bisa menghubungi warga negara di Korea Selatan secara langsung begitu sebaliknya. Namun akhirnya mereka pun kembali bertemu kembali setelah beberapa tahun kemudian dan setelah perjuangan panjang yang harus masing-masing lalui.

Tidak hanya tokoh utama yang akhirnya memutuskan untuk mengejar impian, Jung Man Bok yang selalu merasa bersalah di setiap kejadian dalam lingkungan militer karena menjadi petugas penyadap di tentara militer akhirnya memutuskan berhenti bekerja menjadi penyadap suara setelah mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik dari Kapten Ri.

Balas Dendam Bukanlah Segalanya

Serial drama dalam film ini erat kaitannya dengan balas dendam antar beberapa tokoh. Dari serial ini, kita dapat belajar bahwa balas dendam bukan menyelesaikan masalah dan bukanlah akhir dari segalanya, karena justru akan menimbulkan dendam-dendam baru hingga nyawa yang terenggut karena dendam yang tak kunjung usai.

Berbuat Baik dan Berbalas Budi

Serial drama ini juga mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada siapapun dan membalas budi. Seperti Se-Ri yang selalu ingin membalas budi orang-orang yang telah berbuat baik padanya selama ia terjebak di Korea Utara.

Melajang Tidak Masalah

Seo Dan yang akhirnya sadar bahwa Gu Seung Joon adalah cinta sejatinya memutuskan melajang setelah kepergian Gu Seung Joon. Karena ia sadar bahwa hidup bukanlah sekadar menikah dan memiliki anak karena dituntut oleh lingkungan sosial seperti yang dilakukan oleh teman-temannya, tetapi menikmati hidup dan menemukan cinta sejati adalah hal yang lebih baik dilakukan daripada terjerat dalam pernikahan yang tidak ia harapkan.

Tentu masih banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik dalam serial drama ini, namun saya rekomendasikan untuk menemukannya dengan menonton serial drama ini agar tidak hanya mengetahui nilai-nilai kehidupannya secara langsung tetapi juga turut merasakan romantisme drama ala korea beserta pemandangannya yang indah. []

Tags: Drama KoreakehidupanKisah Cinta
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui iffiarahman@gmail.com.

Related Posts

peran menyusui
Pernak-pernik

Menghormati Peran Ibu Menyusui

30 Januari 2026
reproduksi Manusia
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Seks
Pernak-pernik

Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Kekerasan Seksual KUPI
Uncategorized

Fatwa KUPI Soroti Dampak Luas Kekerasan Seksual terhadap Kehidupan Korban

12 Januari 2026
Fatwa KUPI
Publik

KUPI Tetapkan Fatwa untuk Isu Berdampak Besar bagi Kehidupan Perempuan dan Anak

11 Januari 2026
Kehidupan Sosial
Publik

Memaknai Tauhid dalam Kehidupan Sosial

8 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0