Rabu, 4 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    Difabel di Sektor Formal

    Difabel di Sektor Formal: Kabar yang Harus Dirayakan

    Ideologi Kenormalan

    Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan

    Industri Perfilman

    Mengapa Industri Perfilman Rentan Menjadi Sarang Predator Seksual?

    Membaca MBG

    Membaca MBG dari Kacamata Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    Hijrah dan Jihad

    “Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

    Hijrah

    Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

    Ayat Aurat

    QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    Difabel di Sektor Formal

    Difabel di Sektor Formal: Kabar yang Harus Dirayakan

    Ideologi Kenormalan

    Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan

    Industri Perfilman

    Mengapa Industri Perfilman Rentan Menjadi Sarang Predator Seksual?

    Membaca MBG

    Membaca MBG dari Kacamata Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    Hijrah dan Jihad

    “Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

    Hijrah

    Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

    Ayat Aurat

    QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Rahasia Mahasiswa Pejuang Skripsi yang Tetap Waras

Strategi ampuh menyelesaikan skripsi tanpa kehilangan kewarasan

Rifa Anis Fauziah by Rifa Anis Fauziah
9 Desember 2024
in Pernak-pernik
A A
0
Pejuang Skripsi

Pejuang Skripsi

15
SHARES
737
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Skripsi seringkali dianggap sebagai momen paling menantang dalam kehidupan akademik mahasiswa. Bayangan tumpukan literatur, deadline yang menegangkan, dan tekanan untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas kerap membuat mahasiswa merasa tertekan.

Namun, tidak sedikit mahasiswa yang berhasil melewati fase ini dengan tetap waras, tersenyum, serta mempertahankan kesehatan mental dan semangat positifnya. Memang bisa? Tulisan ini khusus untuk kamu pejuang skripsi!

Membangun Pola Pikir yang Sehat

Rahasia pertama adalah membangun pola pikir yang tepat. Para pejuang  yang sukses memandang skripsi bukan sebagai beban, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Mereka mengalami tantangan ini sebagai proses pertumbuhan personal dan intelektual, bukan sekadar tugas yang harus diselesaikan.

Tidak sedikit dari kita yang ingin bekerja setelah menyelesaikan studinya dari kampus bukan? Nah ajang ini cocok kami jadikan sebagai bahan untuk terus mengembangkan diri dan bertahan sebelum terjun langsung di dunia kerja yang sesungguhnya.

Manajemen Waktu yang Cerdas

Kunci utama bagi pejuang skripsi ialah ketahanan mental adalah manajemen waktu yang efektif. Penulis merasakannya sendiri dengan manajemen waktu yang cerdas dapat menyelesaikan skripsi selama 1 bulan. Dengan mengerjakan hasil revisi dari bab 1-5 cukup dengan 1 hari. Langkah awal bisa kamu coba dengan: 

Pertama, membuat jadwal harian yang realistis: sesuaikan dengan kegiatan harianmu, tentu jadwal ini tidak bisa disamaratakan dengan orang lain, karena setiap individu memiliki kegiatannya masing-masing. Ada di era skripsi ini yang masih memiliki jadwal kuliah ke kampus, ada yang masih magang, ada yang sambil kerja, dan masih banyak lagi. 

Kedua, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil yang kamu selesaikan, jika target halaman skripsimu 90 halaman dan hanya ingin kamu selesaikan selama 30 hari, kamu cukup menulis 3 halaman setiap harinya. Pengalamanmu perlu untuk kamu susun outline atau daftar isi yang sudah benar-benar disetujui oleh dosen pembimbingmu, agar kamu tahu kemana arah skripsimu. Di sisi lain agar kamu tidak kebingungan di tengah jalan.

Ketiga, memberikan waktu istirahat yang cukup di antara proses pengerjaan, walaupun kamu ingin cepat menyelesaikan skripsi namun inbet tubuhmu juga memerlukan istirahat yang cukup. Dengan penjadwalan tadi kamu tidak akan merasa bersalah jika kamu ingin beristirahat atau leha-leha sejenak karena target harianmu sudah tercapai misal. 

Keempat, menggunakan teknik pomodoro untuk menjaga fokus dan menghindari kejenuhan, teknik podomoro ini adalah teknik pengaturan waktu yang memiliki manfaat agar kita tetap produktif dan konsentrasi saat belajar. 

Membangun Dukungan Sosial

Jangan pernah berjuang sendirian! Kamu bisa berbagi cerita dan keluh kesah dengan teman seperjuangan. Berkonsultasi secara teratur dengan dosen pembimbing (misal kamu bertanya dan menceritakan kebingungan yang kamu alami dalam pengerjaan skripsi ini). Mungkin ini tidak semua orang berani, tapi ini adalah cara yang paling strategis bagimu agar tidak terjebak dalam kebingungan yang mendalam.

Bergabung dalam komunitas mahasiswa yang saling mendukung atau memiliki teman yang benar-benar mau diajak berjuang bersama. Terbuka pada keluarga tentang proses dan tantangan yang dihadapi karena tidak sedikit juga orang tua yang ingin tau sejauh mana proses anaknya. 

Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Kesehatan adalah modal utama bagi kamu pejuang skripsi. Beberapa praktik yang bisa Anda lakukan adalah Anda tidur cukup (minimal 7-8 jam per hari), Anda berolahraga secara teratur, Anda mengonsumsi makanan bergizi, Anda melakukan meditasi atau aktivitas relaksasi, dan Anda bermain atau menonton hal-hal yang menyenangkan. Karena jika fisik kita tidak sehat, tidak bisa juga kita beraktifitas seperti biasanya, pasti akan ada rasa ketidaknyamanan. 

Memelihara Semangat dan Motivasi

Pasti saat mengerjakan tugas yang itu-itu saja timbul rasa bosan dan jenuh, tidak apa-apa itu adalah hal yang wajar. Namun jangan sampai terlalu larut dalam kondisi itu! Kamu harus ingat kembali alasan awal memilih kuliah! Setidaknya kamu bisa membuat catatan pencapaian kecil, memberi reward pada diri sendiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. 

Skripsi bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan profesional dan intelektual. Dengan strategi yang tepat, dukungan yang kuat, dan sikap positif.

Kamu bukan hanya menyelesaikan skripsi, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh dan bijak. Ingat, setiap mahasiswa memiliki cerita uniknya sendiri. Tetaplah tersenyum, terus berjuang, dan percaya bahwa kita semua  mampu melewati fase ini dengan gemilang! Semangat Para pejuang Skripsi! []

 

Tags: Bimbingan SkripsimahasiswaPejuang SkripsiPendidikan PerempuanUIN Walisongo
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Buku Filosofi Teras: Meraih Kebahagiaan dari Prinsip Dikotomi Kendali Ala Filsuf Stoa

Next Post

Buku Relasi Mubadalah Muslim dengan Umat Beda Agama: Muslim dengan Non-Muslim Boleh Saling Memberi Salam

Rifa Anis Fauziah

Rifa Anis Fauziah

Mahasiswa Universitas Islam Internasional Indonesia Program Turats Islam. Tertarik dengan isu Gender, Keberagaman, Lingkungan, Studi Islam

Related Posts

Life After Campus
Personal

Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

3 Maret 2026
Pesantren
Aktual

Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

23 Februari 2026
Kekerasan di Kampus
Aktual

IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

21 Desember 2025
mahasiswa dan diaspora Indonesia di Sydney
Aktual

Mahasiswa dan Diaspora Indonesia di Sydney Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

10 November 2025
Demo
Personal

Apakah Demo Itu Selalu Anarkis?

4 September 2025
Rasuna Said
Figur

Meneladani Rasuna Said di Tengah Krisis Makna Pendidikan

5 Mei 2025
Next Post
Relasi Mubadalah Muslim Dengan Umat Berbeda Agama

Buku Relasi Mubadalah Muslim dengan Umat Beda Agama: Muslim dengan Non-Muslim Boleh Saling Memberi Salam

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat
  • Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan
  • Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan
  • Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun
  • Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0