Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

5 Rekomendasi Kongres Perempuan Nasional Semarang

Menguatkan regulasi yang melindungi dan menjamin hak-hak perempuan adat, petani, nelayan, difabel dalam mengakses, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, tanah dan lahannya

Redaksi by Redaksi
27 Agustus 2023
in Aktual
A A
0
Perempuan Nasional

Perempuan Nasional

13
SHARES
645
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kongres Perempuan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Jawa Tengah, pada 24-26 Agustus 2023 menyampaikan lima rekomendasi sebagai berikut:

Pertama, bahwa representasi dan kepemimpinan perempuan di ruang-ruang strategis pengambilan keputusan telah dijamin Konstitusi, diterima dan diakui di lingkungan masyarakat, media, lembaga pendidikan, serta pemerintahan. Untuk itu:

  • Pemerintah harus menerbitkan regulasi sistem seleksi, pelatihan dan promosi aparatur sipil negara untuk menjamin kepemimpinan yang responsif dan adil gender;
  • Pemerintah dan DPR harus melakukan revisi paket UU Politik untuk meningkatkan keterwakilan Perempuan;
  • Pemerintah dan DPR harus mengimplementasikan kebijakan afirmasi dalam pengisian jabatan publik;
  • Pemerintah harus mengalokasikan anggaran pendidikan politik untuk membangun budaya hukum yang adil gender;
  • Pemerintah, Partai politik, KPU dan Bawaslu dan berkolaborasi menyusun grand design dan pendidikan politik untuk membangun budaya adil gender;
  • Partai politik harus menyusun mekanisme seleksi bakal calon anggota legislatif dan bakal calon kepala daerah yang demokratis dan  berperspektif gender;
  • KPU, BAWASLU dan DKPP harus bekerja secara mandiri untuk mewujudkan pemilu inklusif yang menjamin hak politik perempuan dan kelompok rentan;
  • Masyarakat Sipil berpartisipasi melakukan edukasi dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan untuk memastikan pemenuhan dan pemulihan hak politik perempuan.

Pemajuan Kebudayaan dan Media Ramah Perempuan

Kedua, bahwa peneguhan representasi dan kepemimpinan perempuan membutuhkan upaya pemajuan kebudayaan dan media yang ramah perempuan. Untuk itu:

  • Negara harus memastikan implementasi regulasi-regulasi terkait untuk mempercepat penghapusan praktik budaya yang membahayakan bagi perempuan dan kelompok rentan diskriminasi lainnya;
  • Pemerintah harus memastikan ketersediaan anggaran untuk pendidikan kritis kemajuan kebudayaan dan media yang inklusif, khususnya untuk perempuan dan generasi muda di seluruh tingkatan pemerintahan;
  • Masyarakat sipil perlu melakukan pengawasan terhadap negara dalam implementasi regulasi dan pendidikan masyarakat untuk mempercepat penghapusan praktik budaya yang membahayakan pemotongan dan pelukaan genital perempuan, perkawinan anak, dan untuk meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan di media dan ruang-ruang kultural;
  • Akademisi perlu memastikan integrasi gender dan HAM dalam upaya memastikan pendidikan inklusif.

Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Ketiga, bahwa kepemimpinan perempuan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Untuk itu:

  • Negara menjalankan mandat konstitusi menjamin akses dan kontrol terhadap ketahanan pangan melalui kebijakan dan regulasi teknis penyelenggaraan ketahanan pangan dengan menggunakan perspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial sehingga setiap anggota masyarakat, termasuk perempuan, kelompok minoritas, disabilitas dapat memperoleh ruang yang adil dalam hal akses, partisipasi, kontrol dan manfaat;
  • Pemerintah memastikan kebijakan ketahanan pangan yang berorientasi menuju kedaulatan pangan yang memberikan ruang bagi perempuan mengusulkan tarif benih dan pangan yang terjangkau bagi perempuan dan kelompok marjinal;
  • Pemerintah menguatkan upaya-upaya ketahanan pangan lokal yang dikembangkan perempuan dan memperkecil investasi makro yang mencerabut ruang-ruang perempuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan;
  • Pemerintah membuat kebijakan operasional dan lokasi anggaran untuk penguatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan pangan dimulai dari produksi, konsumsi, distribusi termasuk teknik pengembangan dan pemasaran pangan lokal pangan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi dan sosial perempuan;
  • Pemerintah memfasilitasi sinergi kerja yang kuat dan terkoordinasi antar pihak, gerakan perempuan dan masyarakat sipil, akademisi dan pemerintah untuk mengangkat narasi pengetahuan dan pengalaman perempuan dalam mewujudkan pangan berkelanjutan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Menyikapi Iklim Krisis dan Isu Lingkungan

Keempat, bahwa mengenali dampak berbasis gender dan kepeloporan perempuan, penyikapan pada krisis iklim dan isu lingkungan secara komprehensif membutuhkan tata kelola lingkungan yang adil dan berperspektif perempuan. Untuk itu;

  • Pemerintah, terutama Bappenas, menguatkan integrasi dan sinergi antar K/L dalam menangani permasalahan iklim dan lingkungan yang berperspektif gender;
  • Pemerintah, dalam hal ini BAPPENAS, KLHK, KPPPA, KEMENPERIN, KEMENDESA, KEMENTAN, dan KEMENTRIAN KELAUTAN, menguatkan regulasi yang melindungi dan menjamin hak-hak perempuan adat, perempuan petani, perempuan nelayan, perempuan difabel dalam mengakses, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, tanah dan lahannya.erutama bagi mereka yang tinggal di area operasi perusahaan dan rentan menjadi korban dalam konflik SDA dan agraria, dan memastikan perempuan berpartisipasi dalam proses penanganan dampak krisis iklim;
  • BAPPENAS, KLHK, KPPPA, KEMENPERIN, dan KEMENDESA mendorong korporasi atau perusahaan, terutama yang bergerak di bidang ekstraktif agar memiliki dokumen rencana strategis yang responsif gender pada proses operasi, mitigasi dampak sosial dan ekologi yang diakibatkan dari aktivitas perusahaan;
  • Kemenperin dan Kemenkum HAM harus mengevaluasi dan menghentikan proyek industrialisasi dan pembangunan yang berpotensi atau akan merugikan perempuan baik secara sosial, ekologi, budaya dan ekonomi.

Menjamin Hak Perempuan Adat dan Lokal

  • BAPPENAS, KEMENPUPR, KEMENKUMHAM, dan KPPPA harus memastikan dan menjamin hak-hak perempuan adat dan perempuan lokal yang terdampak pembangunan IKN, terutama memastikan sumber mata pencaharian yang berkelanjutan
  • KLH mengembangkan evaluasi dan pengawasan implementasi Perhutanan Sosial yang adil gender guna memastikan program Perhutanan Sosial menjadi alat dan wadah pemberdayaan yang inklusif dan berkeadilan bagi perempuan;
  • KemenESDM mengembangkan skema subsidi energi baru terbarukan;
  • BAPPENAS, KPPPA, dan KemenkumHAM memastikan regulasi dan kebijakan berperspektif gender mengenai pengelolaan lingkungan hidup tidak saling tumpang tindih dan berakibat pada kerusakan lingkungan;
  • Kemendikbud memasukkan isu lingkungan dan mitigasi berbasis pengetahuan lokal pada kurikulum pendidikan dan menguatkan implementasi dan pengawasan mitigasi bencana alam yang berperspektif gender, inklusif dan berkeadilan, terutama dengan memastikan pemulihan perempuan pasca bencana secara sosial, ekonomi, ekologi, psikologi;
  • BAPPENAS, KPPPA, dan KEMENDAGRI harus mendukung dan memperkuat peran CSO/NGO dan komunitas gerakan perempuan yang fokus pada konservasi, perlindungan SDA, pendampingan perempuan;
  • DPR RI dan pemerintah segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat.

Kebijakan Adil Gender dan Bebas Kekerasan

Kelima, bahwa kebijakan yang adil gender dan bebas kekerasan terhadap perempuan merupakan syarat penting pengembangan kepemimpinan perempuan. Untuk itu:

  • Negara harus memastikan pemenuhan hak perempuan atas kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), layanan administrasi kependudukan, dan pendidikan. Serta layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan perlindungan hukum bagi pekerja di bidang care-work (kerja-kerja perawatan), dengan cara:
    • Mensosialisasikan HKSR sesuai ragam identitas, profesi/pekerjaan, dan kebutuhan masing-masing perempuan;
    • Membuka ruang partisipasi aktif dan bermakna bagi perempuan di setiap penyusunan kebijakan;
    • Mengadministrasikan data kependudukan perempuan sesuai dengan kenyataan sosial-ekonomi, pekerjaan, dan kondisi perempuan yang beragam;
    • Mendorong terbitnya kebijakan dan aturan pelaksanaan yang melindungi dan mengakomodir hak-hak dasar perempuan berbasis pada pengalaman dan kebutuhan perempuan. Termasuk melalui percepatan aturan turunan UU TPKS dan pembentukan direktorat PPA di Kepolisian, dan pengesahan RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.
  • Pemerintah mengakomodasi hak-hak perempuan secara sistematis dan multisektoral, dengan cara:
    • Membuka peluang untuk posisi-posisi strategis bagi kader-kader perempuan;
    • Mengintegrasikan pengetahuan berkeadilan gender ke dalam semua sektor;
    • Memadukan sistem pemenuhan hak-hak perempuan secara multisektoral.

Gerakan Perempuan

  • Gerakan perempuan, partai politik, penyedia layanan, kampus, dan pengusaha perlu menciptakan situasi sosial, budaya. Serta politik yang adil dan setara, dengan cara:
    • kaderisasi berbasis pada nilai etika kepedulian dan keadilan dengan perspektif interseksionalitas, multidisiplin, kritis, memenuhi kebutuhan korban. Serta pengelolaan sumber daya alam dan energi yang berkelanjutan;
    • konsolidasi dan integrasi daya gerakan perempuan mutlak untuk perkembangan bangsa dan negara;
    • sinergi dan kerja kolaboratif dengan berbagai jaringan untuk memastikan sifat interseksionalitas untuk intervensi perubahan;
  • Gerakan perempuan memastikan terpenuhinya hak-hak perempuan, dengan cara:
    • Berpartisipasi aktif dan substantif dalam setiap penyusunan kebijakan;
    • Mengintegrasikan berbagai strategi dan mekanisme advokasi ke dalam sistem;
    • Melakukan pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan pembangunan dapat memenuhi kebutuhan perempuan; dan
    • Meningkatkan kapasitas untuk dapat melakukan kerja-kerja kreatif pemberdayaan dan mengakses layanan negara.
  • Individu perempuan berjuang untuk berdaulat, dengan cara:
    • Mengungkapkan pengalaman personal untuk menemukan kekuatan kolektif gerakan;
    • Meningkatkan kapasitas diri supaya dapat berpendapat secara asertif dan berdaya untuk mengambil keputusan;
    • Menggunakan teknologi untuk dapat bekerja secara produktif, efektif, efisien, dan memanfaatkan energi secara berkelanjutan. (Rilis)
Tags: KongresNasionalperempuanRekomendasiSemarang
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Kongres Perempuan Nasional Hasilkan Maklumat Semarang dan 5 Rekomendasi

Next Post

Self Love dan Makna Kemerdekaan Diri

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pengalaman Perempuan
Personal

Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

4 Maret 2026
Hijrah
Pernak-pernik

Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

3 Maret 2026
Hadis Aurat
Pernak-pernik

Hadis tentang Perempuan sebagai Aurat Ditafsirkan secara Kontekstual

2 Maret 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
hak perempuan
Pernak-pernik

Strategi Bertahap Al-Qur’an dalam Memperkuat Hak dan Martabat Perempuan

25 Februari 2026
Penindasan
Pernak-pernik

Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

24 Februari 2026
Next Post
Self Love

Self Love dan Makna Kemerdekaan Diri

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban
  • Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban
  • Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR
  • Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan
  • Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0