Rabu, 22 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Sastra

Penantian Hawa di Malam 1000 Bulan

Karimah Iffia Rahman by Karimah Iffia Rahman
17 Mei 2020
in Sastra
A A
0
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Shodaqallahul’adzim…” Hawa menutup Qur’an Kudusnya yang sudah lusuh penuh dengan coretan sebagai bukti ia berusaha sekuat tenaga dalam menambah sekaligus menjaga hafalan al-Qur’an. Ia mencium erat al-Qur’an itu dalam diam dan menghela nafas dengan perlahan dan panjang. Sampai kapan Gusti Allah ridho dan berkenan atas hafalanku sehingga aku bisa mantap dan berani untuk disima’ sak glondongan 30 juz, batinnya sambil memandang al-Qur’an yang sudah menjadi saksinya satu dekade terakhir.

Hawa adalah salah seorang alumni santri di Pondok Pesantren Sirril Asror Bedugul. Sewaktu mondok, Hawa cukup dikenal banyak kalangan baik teman-teman santri maupun keluarga ndalem pesantren. Mengapa tidak? Wong Hawa berparas ayu, murah senyum, cerdas, dan rajin. Hafalannya pun lancar, sehingga beberapa kali memenangkan ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an. 

Tidak hanya di pondok saja, di bangku perkuliahan pun Hawa termasuk mahasiswa berpretasi. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di setiap semester tidak pernah dibawah tiga koma dalam skala satu sampai empat. Saat lulus kuliah, Hawa masuk dalam kategori mahasiswa dengan IPK cumlaude.

Hanya saja Hawa termasuk santri yang terbilang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikan hafalan al-Qur’annya. Tentu hal tersebut tidak lain ada hubungan dengan aktivitasnya di luar pesantren yang cukup menyita fokus dan waktunya serta menjadi ujian tersendiri baginya. Ya, setiap penghafal al-Qur’an memang mendapatkan ujian yang berbeda-beda begitu pula dengan Hawa.

—

 اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Seperti biasa, banyak masyarakat yang mengharap kejatuhan durian runtuh di penghujung malam dengan adanya momen Lailatul Qadr yang telah disebutkan oleh al-Qur’an Surah al-Qadr 1-5. Malam ganjil yang disebut lebih baik dari 1000 bulan. Malam yang penuh berkah, penuh ampunan. Malam dimana malaikat Jibril dan malaikat lainnya dengan seizin Allah turun ke bumi dan mengatur segala urusan.

Begitu juga dengan Hawa. Jauh-jauh dari Bedugul, Hawa bahkan sengaja memilih menetap di Pondok Pesantren Sunan Kali Jaga Magelang demi bersungguh-sungguh mempertahankan hafalannya. Ia dengar dari Hanin yang kebetulan pernah mondok disana. 

Setiap bulan Ramadan, santri huffadz di Pondok Pesantren Sunan Kali Jaga selalu mengadakan sholat tarawih berjama’ah dengan mengulang hafalan al-Qur’an yang dikelompokkan setiap jama’ahnya. Mulai dari juz satu dan juz tiga puluh. Kemudian jama’ah juz satu sampai juz sepuluh, lalu juz satu sampai juz dua puluh, serta juz satu sampai tiga puluh.

Selain sholat tarawih berjama’ah dengan hafalan al-Qur’an, santri di sana tetap diwajibkan untuk mengaji di subuh dan sore hari serta mendapatkan pembagian sima’an yang digilir sesuai kapasitas hafalannya mulai dari juz satu hingga juz tiga puluh.

Hawa tentu tertarik mengingat saat ini tujuannya hanya satu, melancarkan hafalan al-Qur’annya. Hanin bilang kegiatan ini diadakan sebagai salah satu bentuk nderek nasihat guru dari pendiri Pondok Pesantren Sunan Kali Jaga yaitu KH. Mufid Mas’ud pendiri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Beliau berkata,”Yen wes Khatam Qur’an, kudu riyadhoh, diposoni, dideres ono jero sholat sampek Al Qur’an benar-benar mendarah daging. (Kalau sudah khatam, Al-Qur’an harus diriyadhohi atau ditirakati dengan puasa, baca hafalan Al-Qur’an dalam shalat sampai benar-benar mendarah daging).”

Setiap hari Hawa selalu teringat momen ketika ia menjadi salah satu peserta Khotmil Qur’an Bil Ghoib 30 Juz. Saat itu Abuya Hasan (pendiri Pondok Pesantren Sirril Asror) mengundang KH. RM. Najib Abdul Qodir sebagai penceramah sekaligus pemberi tausiah di momen tersebut.

Beliau berkata, “Menghafal al-Qur’an memanglah tidak mudah, apalagi menjaganya. Terutama nanti setelah boyong dari pondok, melanjutkan studi maupun menikah, tentu akan sangat sibuk. Oleh karena itu para santri yang malam ini di wisuda, haruslah memiliki semangat yang kuat untuk tetap terus menjaga hafalannya.

Jika sudah semangat dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi masih ‘lepas-lepas’ hafalannya, insya Allah Gusti Allah Maha Melihat dan Maha Memaafkan, asalkan sudah benar-benar berusaha.” Nasihat tersebut selalu terngiang oleh Hawa sampai hari ini.

—

“Mbak Hawa, nanti malam 25 Ramadan jangan lupa ngimami juz 25 seperempat kaca pertama, nggeh?” Kata Nining mengingatkan disela-sela tadarus siang.

“Iya mbak…” jawab Hawa yang sudah selesai tadarus namun belum beranjak dari tempatnya berdiam diri. Ia justru malah membuka gawainya, scrolling dan terhenti untuk melihat status whatsapp milik Andin temannya yang hafalannya lancar bukan main.

Hatinya tiba-tiba bergetar. Matanya pun mulai berkaca-kaca melihat kata demi kata yang ia baca. Seorang penghafal al-Qur’an yang selalu menjaga hafalannya dengan muroja’ah walaupun belum khatam ataupun belum lancar hafalannya, kemudian meninggal dunia, maka di dalam kubur malaikat akan mengajarkan al-Qur’an padanya hingga sempurna hafalannya. Disampaikan dalam acara Khataman MMQ Lirboyo oleh KH. Abdullah Kafa Bihi Mahrus.

Air mata perlahan jatuh membasahi pipi Hawa. Ya Allah… mudah-mudahan Engkau meridhoi agar hafalanku bisa terjaga dijaga dan aku selalu menjaganya sehingga senantiasa bisa disima’ 30 juz. Kalau pun tidak, mudah-mudahan Engkau berbaik hati padaku untuk mendatangkan malaikat padaku dan mengajarkan al-Qur’an padaku hingga sempurna hafalanku meski di dalam kubur. Hawa berdoa dalam diam dan mengusap air matanya.

—

… وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَۙ …

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25)

Seperempat kaca pertama juz 25 hampir selesai dilantunkan Hawa dalam sholat tarawihnya. Namun nafas Hawa tiba-tiba sesak dan memberat. Ia tak kuasa melanjutkan hafalan ayat selanjutnya. Matanya sudah mengembun, Ia pun segera mengucapkan takbir membuat bingung Ratih yang bertugas mendengarkan hafalannya jika ada yang keliru.

Setelah tenang dalam sujudnya, kemudian Hawa melanjutkan sisa hafalannya di raka’at kedua. Seusai salam Ratih bertanya padanya mengapa namun hanya dijawab dengan senyuman simpul oleh Hawa. Selang satu jam kemudian sholat tarawih berjama’ah pun usai pukul 21.00 WIB.

Biasanya Hawa memilih beristirahat dulu dan akan terbangun kemudian di sepertiga malam untuk melanjutkan tadarus sebelum sahur. Tetapi malam ini Hawa memilih untuk segera menuju ke sudut mushola tempat dimana ia biasa tadarus. Setelah bertawasul, Hawa melanjutkan membaca do’a malam Lailatul Qadr.

 اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamba-Nya, maka ampunilah kesalahanku.

Hawa pun mulai melanjutkan juz 15 yang siang tadi terhenti hingga ia mulai menguap. Matanya mulai terasa berat dan mengantuk. Ia melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Tidak seperti biasanya, Ia merasa benar-benar tidak kuat menahan kantuk. Ia pun tertidur masih di sudut yang sama.

—

“Mbak Hawa, Mbak bangun, Mbak. Sahur. Setengah jam lagi shubuh lho, Mbak.” ujar Nining sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hawa. Hawa tidak bergeming. Nining hendak mengambil al-Qur’an yang masih digenggam Hawa. Namun ia terperanjat ketika menyentuh tangan Hawa yang begitu dingin. Ia bergeming, apakah… Tetapi ia mencoba menepis fikiran itu. Kali ini dengan kekalutan dalam fikirannya, ia mencoba mencari denyut nadi Hawa. Tidak ada. “Ya Allah…” hanya itu yang bisa ia ucapkan.

Nining segera berlari ke kamar Ratih karena pada umumnya setelah 15 ramadhan banyak santri yang sudah pulang ke rumah masing-masing. Biasanya hanya beberapa santri yang masih menetap di pondok hingga lebaran termasuk santri mandiri. Nining melihat Ratih yang baru saja masuk kamar setelah berwudlu.

“Ada apa, Ning?” tanya Ratih

“Mbak Hawa…” Nining tercekat

“Mbak Hawa kenapa Ning?”

“Mbak Hawa… anu, Tih.” Nining masih ragu dengan apa yang baru saja ia saksikan. Nining menarik tangan Ratih menuju mushola dan langsung menyodorkan tangan Ratih ke denyut nadi Hawa yang sudah berhenti sedari tadi. Ratih dan Nining saling bertatapan dan menangis.

“Ya Allah, Mbak Hawa… Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…”

—

Dalam tidurnya Hawa bermimpi ia sedang membaca hafalan al-Qur’annya, bilghoib atau tanpa melihat al-Qur’an, disima’ oleh Nining dan Ratih dalam rangka sima’an Jum’at Pon yang biasa diadakan sebulan sekali di Pondok Pesantren Sunan Kali Jaga.

Entah mengapa kali ini hafalannya terasa ringan. Ia merasa keheranan sendiri. Ia melafalkan hafalannya tanpa risau, tanpa kesulitan, lancar dan mengalir begitu saja. Ia bahkan tidak sadar sudah membacanya hingga surat an-Naba’. Gerbang juz terakhir dalam al-Qur’an.

Setiap surah yang ia baca di juz tiga puluh selalu diiringi dengan linangan air mata bahagia. Kini ia yakin Allah kali ini meridhoinya. Ia telah khatam disima’ 30 Juz. Penantiannya selama ini Allah kabulkan dan menjadi nyata di malam Lailatul Qadr. Allahummarhamna bil Qur’an. []

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Menikah Bukan Soal Kaya atau Miskin 

Next Post

Mengenal Relasi Diri dengan Al-Qur’an di Kala Pandemi

Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui [email protected].

Related Posts

Pasangan HIV
Pernak-pernik

Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

21 Juli 2026
Spanyol
Aktual

Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

21 Juli 2026
Mengidap HIV
Pernak-pernik

Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

21 Juli 2026
Nafkah Skincare
Keluarga

Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

21 Juli 2026
Tes HIV
Pernak-pernik

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

21 Juli 2026
Anak dengan Down Syndrome
Disabilitas

Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

21 Juli 2026
Next Post
Mengenal Relasi Diri dengan Al-Qur’an di Kala Pandemi

Mengenal Relasi Diri dengan Al-Qur'an di Kala Pandemi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan
  • Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol
  • Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS
  • Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri
  • Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0