Mubadalah.id – Setiap anak mengalami proses pertumbuhan yang panjang dalam kehidupannya, baik sejak janin dalam kandungan hingga proses kelahirannya. Secara jelas dalam al-Qur’an Surat al-Mu’minun (23): 12-14 disebutkan sebagai berikut
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Lalu, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
Gambaran tersebut sangat jelas bahwa dalam proses penciptaan anak manusia, bermula dari sari pati yang berasal dari tanah (sulalah) berupa makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan.
Kemudian sari pati tersebut diproduksi melalui proses pencernaan makanan yang kemudian menjadi darah yang mengalir ke seluruh tubuh, lalu sebagian di antaranya menjadi sperma bagi lakilaki dan sel telur bagi perempuan (ovum).
Kehamilan
Sementara kehamilan, terjadi melalui hubungan seksual diawali dengan proses pembuahan, yaitu sperma berjalan melalui rongga rahim dan keluar ke dalam tuba untuk menemui sel telur.
Ketika sperma dan sel telur bertemu, untuk dapat membuahinya sperma harus berjuang menembus lapisan luar sel telur adalah corona radiata. Sperma kemudian harus melewati lapisan lain dari sel telur, yang ia sebut zonna pellucida.
Dari ratusan juta sperma yang dikeluarkan laki-laki saat terjadi ejakulasi, hanya beberapa sperma yang dapat menembus lapisan luar sel telur, dan yang berhasil memasuki serta membuahi sel telur hanya satu sperma.
Setelah sperma bertemu dengan sel telur, kepala sperma langsung melekat pada permukaan sel telur. Keduanya menyatu, membungkus diri ke dalam satu kantong yang sama sehingga tidak memungkinkan sperma lain dapat menembusnya. Hasil pembuahan dari sperma dan ovum inilah yang dalam bahasa al-Qur’an adalah nuthfah.
Setelah pertemuan antara sperma dan sel telur (konsepsi), terbentuklah bola sel yang berkembang dengan cara pembelahan diri 2, 4, 8, dan seterusnya. Bola sel yang berkembang ini adalah zigot.
Bola sel ini bergerak melewati tuba rahim hingga tertanam dalam rongga rahim (implantasi) dalam waktu sekitar 3-7 hari setelah pembuahan. Proses ini dalam al-Qur’an, ia sebut sebagai qardirin makin. Rasulullah Saw. dalam hadisnya menginformasikan sebagai berikut,
“Sesungguhnya Allah jika hendak menciptakan manusia. Maka Ia mempertemukan antara laki-laki dan perempuan yang memancarkan sperma ke dalam setiap pembuluh dari anggota tubuhnya. Jika sudah sampa pada hari ketujuh, Allah akan menghimpunnya pada setiap pembuluh, kecuali pada penciptaan Adam.” (HR Al-Thabarani) []