Mubadalah.id – Bulan Sya’ban memiliki sejumlah keutamaan dalam tradisi keislaman. Salah satu yang paling dikenal luas di kalangan umat Islam adalah Malam Nisfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan Sya’ban, yang dalam banyak riwayat disebut sebagai momentum penting terkait pengangkatan dan pelaporan amal manusia kepada Allah Swt.
Dalam sejumlah keterangan keagamaan, Malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai waktu pengangkatan amal tahunan setiap hamba.
Peristiwa ini melengkapi mekanisme pengangkatan amal lain yang telah kita kenal, seperti pengangkatan amal harian pada waktu Subuh dan Ashar. Juga pengangkatan amal mingguan setiap hari Senin dan Kamis. Serta terbukanya pintu langit pada waktu Zuhur.
Riwayat-riwayat tersebut juga menjelaskan kebiasaan Nabi Muhammad Saw. yang memperbanyak puasa pada hari Senin dan Kamis. Salah satu alasan yang menyebutkan adalah keinginan beliau agar amalnya Malaikat angkat dalam keadaan berpuasa, sebagai bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Swt.
Mengenai keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, terdapat banyak riwayat yang menyebut malam ini sebagai malam penuh keberkahan, rahmat, ampunan, dan pengabulan doa. Meskipun sebagian riwayat tersebut memiliki kelemahan secara sanad, para ulama menyebut bahwa secara keseluruhan riwayat-riwayat itu saling menguatkan.
Dalam keterangan tersebut, menyebutkan bahwa pada Malam Nisfu Sya’ban Allah Swt. menetapkan rezeki, usia, dan amal hamba-Nya. Pada malam ini pula, Allah membebaskan hamba-hamba yang Dia kehendaki dari siksa neraka. Semua ketetapan tersebut berada sepenuhnya dalam kuasa Allah atas qadha dan qadar-Nya.
Sejumlah ulama menegaskan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk menetapkan, menghapus, atau mengubah catatan takdir sesuai kehendak-Nya. Hal ini menjadi dasar keyakinan bahwa Malam Nisfu Sya’ban memiliki posisi khusus dalam siklus spiritual tahunan umat Islam. []
Sumber tulisan: Keistimewaan Bulan Sya’ban















































