Mubadalah.id – Malam Nisfu Sya’ban memiliki posisi penting dalam tradisi keislaman. Dengan berbagai keutamaan yang melekat padanya, para ulama menilai malam pertengahan bulan Sya’ban ini sebagai momentum yang sayang jika kita lewatkan.
Karena itu, ulama salafus shalih sejak lama membimbing umat untuk mengisinya dengan sejumlah praktik ibadah yang mudah dilakukan dan dapat diikuti secara luas.
Amalan-amalan tersebut menjadi panduan praktis yang membantu umat menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan kegiatan positif dan bermakna.
Para ulama juga menegaskan bahwa amalan ritual pada malam ini idealnya dengan amalan sosial, seperti berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada sesama. Terutama kepada kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial.
Di Indonesia, terdapat sejumlah amalan yang telah menjadi tradisi di berbagai daerah. Rangkaian ibadah tersebut umumnya mulai dengan sholat Maghrib berjamaah, kemudian lanjut dengan shalat ba’diyah Maghrib. Setelah itu, umat melaksanakan sholat hajat dua rakaat sebagai bentuk permohonan dan pengharapan kepada Allah Swt.
Salah satu amalan yang paling kita kenal adalah membaca Al-Qur’an surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap setelah bacaan Yasin kita niatkan dengan doa yang berbeda.
Bacaan pertama, kita niatkan untuk memohon umur panjang yang sehat lahir dan batin, penuh manfaat, serta mendapat ridha Allah Swt.
Bacaan kedua, kita tujukan untuk memohon rezeki yang halal, luas, baik, dan berkah, baik dalam bentuk materi maupun non-materi.
Sementara bacaan ketiga, kita niatkan sebagai permohonan keteguhan iman dan istiqamah hingga akhir hayat dengan husnul khatimah.
Tradisi amalan ini menunjukkan bahwa Malam Nisfu Sya’ban tidak hanya kita pahami sebagai ruang ibadah personal. Tetapi juga sebagai momentum memperkuat kesadaran spiritual dan sosial umat Islam menjelang bulan Ramadan. []
Sumber tulisan: Keistimewaan Bulan Sya’ban














































