Mubadalah.id – Di samping ayat-ayat umum, sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak ayat khusus yang secara eksplisit menyebut laki-laki dan perempuan (atau bentuk padanannya), dalam satu panggilan iman, amal, etika, atau konsekuensi hukum.
Di bawah ini adalah daftar ayat-ayat al-Qur’an, lengkap dengan teks Arab lengkap dan terjemahannya, dengan catatan penjelasan sangat singkat karena masing-masing ayat akan diuraikan dalam tulisan tersendiri.
1) QS. at-Taubah (9): 71
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong/pelindung bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma‘ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dirahmati Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Catatan: Ayat ini tentang fondasi kemitraan sosial-spiritual antara laki-laki dan perempun.
2) QS. Ali ‘Imran (3): 195
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ
“Maka Tuhan mereka memperkenankan doa mereka (dengan berfirman), ‘Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti di jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, sungguh akan Aku hapus kesalahan-kesalahan mereka dan sungguh akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari sisi Allah.’ Dan Allah, di sisi-Nya pahala yang paling baik.”
Catatan: Ayat ini tentang kesetaraan nilai amal, termasuk risiko hijrah-jihad antara laki-laki dan perempuan.
3) QS. an-Nisa (4): 124
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرً
“Barangsiapa mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka mereka itu masuk surga dan tidak dizalimi sedikit pun.”
Catatan: Ayat ini tentang jaminan keadilan pahala bagi laki-laki dan perempuan.
4) QS. an-Nahl (16): 97
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka pasti Kami akan memberinya kehidupan yang baik, dan pasti Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Catatan: Ayat ini tentang kebaikan dunia-akhirat untuk keduanya.
5) QS. Ghafir (40): 40
مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Barangsiapa berbuat kejahatan, maka ia tidak dibalas kecuali sebanding dengannya. Dan barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka mereka itu masuk surga; mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan.”
Catatan: Ayat ini tentang akuntabilitas dan kemuliaan untuk keduanya.
6) QS. al-Ahzab (33): 35
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang menjaga kehormatannya dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah—Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Catatan: Ayat ini tentang daftar kualitas spiritual yang setara antara laki-laki dan Perempuan.
7) QS. al-Hadid (57): 12
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ ۖ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Pada hari ketika engkau melihat laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, cahaya mereka bersinar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (dikatakan kepada mereka), ‘Kabar gembira untukmu hari ini: surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; kamu kekal di dalamnya.’ Itulah kemenangan yang besar.”
Catatan: Ayat ini tentang kemuliaan akhirat bagi keduanya.
8) QS. al-Ahzab (33): 58
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti laki-laki mukmin dan perempuan mukmin tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
Catatan: perlindungan kehormatan keduanya.
9) QS. al-Buruj (85): 10
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menindas/menyiksa laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab yang membakar.”
Catatan: kecaman atas penindasan terhadap keduanya.
10) QS. an-Nur (24): 30-31
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakan kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
قُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan katakan kepada perempuan yang beriman agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka; dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak darinya; dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dada mereka; dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau anak-anak saudara laki-laki mereka, atau anak-anak saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan (sesama) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Catatan: Dua ayat ini tentang etika seksual yang memanggil laki-laki dan perempuan.
11) QS. al-Baqarah (2): 233
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah adalah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kesanggupannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah dibuat menderita karena anaknya. Dan ahli waris berkewajiban demikian pula. Jika keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan dan musyawarah di antara keduanya, maka tidak ada dosa bagi keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Catatan: Ayat ini tentang tanggung jawab keluarga antara ayah (laki-laki) dan ibu (Perempuan).
12) QS. al-Ma’idah (5): 38
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Laki-laki pencuri dan perempuan pencuri, maka potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan, sebagai sanksi dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Catatan: Ayat ini tentang akuntabilitas hukum bagi keduanya.
13) QS. an-Nur (24): 2
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
“Perempuan pezina dan laki-laki pezina, maka deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
Catatan: Ayat ini tentang konsekuensi moral-hukum untuk keduanya.
14) QS. an-Nur (24): 3
الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً ۖ وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Laki-laki pezina tidak menikah kecuali dengan perempuan pezina atau perempuan musyrik. Dan perempuan pezina tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki pezina atau laki-laki musyrik. Dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.”
Catatan: Ayat ini tentang standar moral (larangan berzina) yang berlaku bagi laki-laki dan perempuan.
15) QS. al-Baqarah (2): 221
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
“Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh seorang hamba perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik walaupun ia menarik hatimu. Dan jangan pula kamu menikahkan (perempuanmu) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh seorang hamba laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Dia menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”
Catatan: Ayat ini tentang larangan pernikahan dengan orang yang tidak beriman, yang berlaku juga bagi laki-laki dan perempuan.
16) QS. Nuh (71): 28
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman. Serta laki-laki mukmin dan perempuan mukmin; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kebinasaan.”
Catatan: Ayat ini tentang doa keselamatan yang mencakup keduanya.
Penutup
Daftar di atas memuat 16 rujukan ayat yang secara khusus memanggil perempuan bersama dengan laki-laki dalam semua ajaran keimanan, amal salih, dan tanggung-jawab kehidupan. Ini menunjukkan sebuah revolusi besar al-Qur’an: perempuan dipanggil secara eksplisit bersama laki-laki dalam berbagai konteks—iman, amal, etika seksual, perlindungan dari kekerasan, konsekuensi hukum, relasi keluarga, hingga doa keselamatan.
Di tengah lanskap keagamaan dan sosial yang pada masa itu sering tidak menempatkan perempuan sebagai subjek penuh, al-Qur’an justru menegaskannya berulang kali. Dan ini masih sebagian kecil saja: masih banyak ayat lain yang sejenis. Terutama yang terkait relasi keluarga (perkawinan, pengasuhan, perceraian, dan tanggung jawab sosial), yang akan ditulis lebih rinci pada bagian-bagian berikutnya. []











































