Mubadalah.id – Dalam kehidupan, hubungan antara makhluk dengan Sang Khalik adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan. Di antara kewajiban tersebut terdapat satu perintah yang harus terlaksana setiap harinya bagi umat muslim di seluruh dunia: Salat. Apakah esensi salat?
Salat bukanlah tentang ritual gerakan yang dilakukan lima waktu dalam sehari. Salat adalah bentuk percakapan antara manusia dengan Sang Pencipta. Bagaimana kita percaya bahwa Dia-lah yang yang Maha Kuasa.
Dalam etimologi, kata salat berasal dari bahasa arab صلاة yang berakar dari kata shalla صلى yang jika kita telusuri kembali dapat berarti الدعاء sebuah doa. Ini adalah makna yang paling dasar dalam salat, di mana ketika seseorang sedang menunaikan kewajiban salat. Ia sedang menyampaikan doa dari awal niat, hingga salam.
Salat juga berakar dari kata washala yang berarti menyambung. Artinya, salat memiliki definisi sebagai sarana untuk menyambungkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya. Ia bukanlah sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan manusia agar hidup selalu terarah.
Apalagi di tengah hiruk pikuk dunia yang membuat manusia semakin terlena. Allah Swt. senantiasa membuat sebuah media perangkat yang menghubungkan-Nya dengan hambanya, yaitu melalui salat.
Salat sebagai Media Komunikasi
Mari kita asumsikan salat sebagai media komunikasi, ibaratkan ia adalah sebuah platform online. Seperti facebook, instagram, dan whatsapp. Kita tidak hanya membangun sebuah hubungan, melainkan juga ikut memberikan kabar, membuat sebuah status, mengupdate foto, agar kita terkoneksi kepada teman-teman dan saudara. Yang meskipun tanpa melalui chat atau DM, kita akan tahu apa yang sedang mereka lakukan.
Begitu juga dengan salat, ia adalah media komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Allah Swt. memberikan kita segalanya, dan Ia hanya meminta satu syarat yaitu untuk terus berkomunikasi dengan-Nya. Seakan-akan Allah Swt. butuh disembah, seakan-akan Ia butuh validasi.
Padahal, tujuan utama dari kewajiban salat adalah agar kita, sebagai manusia mendapatkan petunjuk. Agar kita ingat, meski melewati masa-masa yang buruk, dan kehilangan segalanya di dunia, kamu tidak akan pernah sendiri. Karena Allah Swt. selalu berada di dalam dirimu, yang bisa kamu jangkau hanya dengan melakukan komunikasi bersamanya, melalui perantara salat.
Esensi Salat sebagai Dialog Ekslusif
Ini meningkatkan esensi terpenting dari ibadah salat, ia tidak lagi hanya sekadar ritual fisik, melainkan memiliki frekuensi khusus, yang meletakkan percakapan antara makhluk dan Khalik. Melalui salat, kita dapat berkomunikasi secara langsung dengan Allah Swt. tanpa perantara apa pun. Bayangkan jika kita memperlakukan salat seperti kita menunggu pesan dari orang yang paling kita cintai, pasti kita tidak akan ingin melewatkan satu detik pun komunikasinya, bukan?
Untuk itu, Allah Swt. meluangkan waktunya, menetapkan lima waktu salat dalam sehari, agar manusia memiliki tempat beristirahat, tempat curhat, dari sibuknya kegiatan dunia.
Diplomasi Kasih Sayang saat Isra Mi’raj
Hal ini membuat kita berpikir kembali mengenai peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad Saw. ke Sidratal Muntaha untuk menerima perintah salat. Saat itu, Allah Swt. memberikan perintah kewajiban salat sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Nabi Muhammad Saw. menerima perintah tersebut dengan patuh dan mulai turun kembali. Namun, saat ia tiba di langit ke enam, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Musa Alaihissalam, yang menyarankan: Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya. Aku telah menguji Bani Israil dan mereka tidak mampu.
Lalu terjadilah diplomasi kasih sayang, di mana Rasulullah bolak-balik meminta rukhshoh atau keringanan kepada Allah Swt. demi umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan kapasitas fisik dan iman yang setara.
Jika kita berpikir kembali, Allah Swt. adalah Tuhan yang Maha Esa dan Maha Mengetahui segalanya. Bagaimana Ia luput mengetahui kemampuan fisik manusia, dan bagaimana Nabi Musa lebih mengetahuinya daripada Tuhan itu sendiri. Bukankah itu seperti tidak percaya akan perintah Allah yang Maha Kuasa. Di sinilah paradoks rahasia bahwa salat adalah “media komunikasi” yang sebenarnya.
Dari sejak perjalanan Rasulullah Saw. untuk menerima perintah salat, ia bertemu Allah Swt. secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril seperti biasanya. Ini menunjukkan bahwa salat menjadi media komunikasi yang spesial. Ia merupakan perintah atas percakapan langsung antara Nabi Muhammad Saw. dengan Allah Swt. Lalu terjadilah komunikasi antar sesama Nabi (Antara Nabi Muhammad Saw. dan Nabi Musa Alaihissalam) saling mengingatkan, tentunya atas izin Allah Swt. itu sendiri. Salat telah menjadi media komunikasi, bukan hanya saat kita melaksanakannya, tapi sejak saat perintah kewajiban salat itu turun.
Salat sebagai Sarana Interaktif
Al-Quran juga banyak berbicara mengenai perintah salat. Menariknya, Al-Quran tidak hanya memerintahkan salat sebagai kewajiban kaku, tetapi menyajikannya sebagai sarana interaktif antara hamba dengan Tuhannya, untuk memohon pertolongan dan menjaga koneksi batin.
Terbukti di dalam bacaan salat, kita berinteraksi dengan Allah Swt. secara dua arah, ini merupakan dialog eksklusif, di mana hanya kamu dan Tuhanmu saja, tanpa distraksi orang lain. Mungkin inilah mengapa surah Al-Fatihah menjadi rukun salat yang wajib kita baca saat melaksanakannya. Karena di dalamnya terdapat percakapan, dialog antara hamba dengan Tuhannya. Hal ini termaktub dalam Hadis Qudsi dalam riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, di mana Allah Swt. berfirman:
“Aku membagi salat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.” (HR. Muslim No. 395).
Adanya hadis tersebut, tidak hanya membuktikan bahwa salat bukan sekadar monolog hamba, tetapi bukti komunikasi yang Allah Swt. ciptakan agar manusia tahu bahwa ia memiliki hubungan yang spesial dengan Tuhannya, dan yang kita butuhkan hanyalah memulai komunikasi, dan salat adalah sebaik-baik media komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. []











































