Senin, 26 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    Poligami Siri

    KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    Poligami Siri

    KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

Filosofi Jodoh Menurut Islam

Mubadalah by Mubadalah
8 Desember 2022
in Aktual
0
filosofi jodoh

filosofi jodoh

918
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id –  “Jodoh ibarat sumbu nemu tutup, klop. Meski tak pernah sekalipun bertemu atau bertatap muka, tiba-tiba ada getar istimewa dalam hati yang menjadi penanda jodoh kita telah datang”. Bagaimana filosofi jodoh menurut yang saya tahu dari hasil mengaji dan mengkaji ajaran Islam?

Menemukan jodoh itu gampang-gampang susah. Ada orang yang baru ketemu seseorang, langsung klop dan menikah. Lalu mereka hidup bahagia sampai akhir hayat. Orang bilang: “Mereka itu jodoh”. Ada yang lama pacaran, tapi tidak jadi menikah. Kata orang: “Itu belum jodoh”. Untuk orang yang menikah lalu cerai, biasa dibilang juga: “Bukan jodohnya kali”. Tetapi ada juga yang ngomongin sepasang suami istri yang sering bertengkar dan konflik mulu: “Mereka sepertinya bukan jodoh”.

Ini catatan dari pengalaman saya tentang arti dan filosofi jodoh. Mungkin bermanfaat, terutama bagi para jomblo yang masih galau dalam pencarian jodoh. Saya teringat, dulu sekali Mimi pernah bilang: “Jodoh ibarat sumbu nemu tutup, klop. Meski tak pernah sekalipun bertemu atau bertatap muka, tiba-tiba ada getar istimewa dalam hati yang menjadi penanda jodoh kita telah datang”.

Secara pribadi saya mengenal lawan jenis sebagai subjek dalam pencapaian masa depan bersama, sejak mondok di Pemalang di usia 13 tahun. Mungkin pubertas yang masih terlalu dini, tapi di usia ini saya belajar mengenal karakter lawan jenis dengan cara mengagumi kepribadiannya. Semua hal yang baik saya anggap spesial dan berusaha memberikan perhatian lebih meski hanya berani lewat buku harian.

Harapan-harapan cinta dan kegelisahan tak bertemu walau hanya satu hari, bertaburan setiap saat di buku harian. Bahkan, saya sudah berani meminta pada Tuhan di setiap doa agar berkenan menjodohkan saya dengan seseorang atau minimal dengan orang yang seperti itu. Standar dalam pencarian pasangan hidup pun sudah saya tulis di buku harian itu, meski tidak dijadikan standar baku.

Bertambah tahun, semakin beragam pula pengalaman saya dalam mengenal lawan jenis. Pertama belajar dari tiga kakak lelaki saya yang memang usianya saling berdekatan. Kedua, melalui buku atau novel yang saya baca. Ketiga lewat karakter tokoh dalam sinetron atau film. Di usia remaja belasan tahun, saya tidak punya banyak teman laki-laki, kecuali sahabat saat masih duduk di bangku SD. Usai lulus SD, saya sudah merantau menuntut ilmu ke Pemalang dan Jombang.

Di kehidupan pesantren, pergaulan antara laki-laki dan perempuan sangat dibatasi, bahkan tidak boleh bertemu kecuali pada saat moment tertentu saja. Di pesantren pula, saya diajarkan: bahwa jika ingin mendapatkan jodoh yang baik harus puasa sunah senin kamis, rajin sholat malam dan sering-sering berdoa untuk memperoleh jodoh terbaik. Semua pra-syarat ini harus serius dilakukan. Logikanya, ketika kita meminta sesuatu yang istimewa, perjuangannya pun tidak sehari dua hari.

Jodoh bukan sekedar “dia cocok sama saya”, tetapi “saya juga harus mencocokkan diri dengan dia”. Jodoh adalah seseorang yang harus siap kita terima. Setiap hari bertemu selama seumur hidup tanpa rasa bosan. Siap bertengkar dan bertentangan dalam segala hal. Tetapi ada tujuan menata masa depan. Dulu saya menyebutnya lelaki yang visioner, yang memiliki tujuan dan cita-cita kemana rumah tangga akan di bawa.

Suami bukan sekedar orang yang siap memenuhi kebutuhan fisik sandang, pangan dan papan. Tetapi yang lebih penting dari itu, konsep masa depan kita harus apa dan bagaimana agar bisa bermanfaat bagi sesama. Lalu, pola pendidikan apa yang akan kita berikan untuk anak-anak kita. Jika kita menemukan jodoh yang sepaham dalam visi-misi, hal-hal sederhana dalam keluarga bisa menjadi topik pembicaraan yang menarik. Kita seperti menemukan teman diskusi yang nyaman, tanpa harus saling menjustifikasi. Karena menyadari satu hal tidak ada manusia yang sempurna, kita sendiri-lah yang harus saling menyempurnakan satu sama lain.

Hingga hari ini, saya percaya tidak ada proses yang serba kebetulan. Termasuk masa pencarian jodoh itu. Semua yang pernah kita lewati dalam hidup itulah hasil yang akan kita rasakan kelak. Karena menyukai filsafat sejak remaja, dan selalu melogikan hal-hal sederhana dalam kehidupan saya jadi banyak belajar dari kebiasaan sehari-hari. Contoh kecil, pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, menyapu dan sebagainya. Sarat dengan nilai dan pembelajaran. Tidak hanya sebatas menyelesaikan pekerjaan, tetapi merunut tugas itu dari misal menyapu/mengepel dari ruang dalam/depan dulu baru ke belakang/luar.

Saat remaja dulu saya membayangkan jika ingin mendapatkan jodoh yang baik dan bertanggung jawab, maka saya juga harus belajar bertanggung jawab dari hal kecil dan sepele. Jadi pekerjaan apapun yang pernah saya lakoni, saya lakukan sepenuh hati. Tidak ada rasa malu apalagi gengsi. Kelak ketika kita sudah berrumahtangga tak akan ada orang yang bertanya siapa orangtuamu, sehingga setiap masing-masing dari diri kita dituntut untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi apapun. Berangkat dari pemikiran sederhana itu, jika takdir ‘ndilalah’ memberi saya kehidupan yang serba susah saya siap menjalaninya. Kesusahan akan mengasah jati diri kita untuk menjadi lebih baik.

Kehidupan, masa depan dan jodoh yang baik adalah satu mata rantai yang tak bisa dipisahkan. Menjalani prosesnya tidak mudah, dibutuhkan banyak kesukaran, tangis dan air mata. Jika kita pernah melewati semua itu, betapa nikmatnya kehidupan baik yang kita jalani saat ini. Dari kesulitan hidup yang pernah mendera kita, banyak pembelajarn mengenai keikhlasan berbagi dengan sesama. Ia juga menjadi pengingat betapa pedihnya hidup serba terbatas. Bahwa nama besar orangtua atau keluarga takkan memberi pengaruh apapun, bahkan dalam proses mencari jodoh yg baik, jika kau tak berusaha sendiri untuk bertahan hidup dengan kemampuan yang kau miliki. Berdiri di atas kaki sendiri, mewujudkan mimpi untuk merubah kehidupan di masa depan yang lebih baik.

Bisa jadi jodoh itu misteri, tetapi kitalah yang harus memecahkan misteri itu. Jika belum dapat pasangan, seseorang harus banyak berdoa dan berusaha, lalu mantapkan pilihan dan teguhkan langkah. Jika sudah memperoleh pasangan, apalagi sudah berumah tangga, yang harus dilakukan adalah menjadikan dirinya sebagai jodoh yang cocok bagi pasangannya. Begitupun menemani dan mengantarkan pasangannya agar menjadi jodohnya yang cocok dan sesuai, sehingga mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah tidak lagi menjadi mimpi semu, tetapi nyata adanya

Tags: Filosofi JodohJodohkeluargaMembangun Keluargaperempuan

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Mubadalah

Mubadalah

Portal Informasi Popular tentang relasi antara perempuan dan laki-laki yang mengarah pada kebahagiaan dan kesalingan dalam perspektif Islam.

Related Posts

Relasi tidak Sehat
Keluarga

Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

25 Januari 2026
Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan
Pernak-pernik

Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

25 Januari 2026
Kesehatan
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

25 Januari 2026
Sakit
Personal

Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

22 Januari 2026
Seksualitas
Pernak-pernik

Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

25 Januari 2026
Adil Bagi Perempuan
Pernak-pernik

Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

25 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?
  • Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan
  • Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan
  • Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan
  • KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID