Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    Pembaruan

    Peran KUPI dalam Pembaruan Islam Berbasis Pengalaman Perempuan

    Pacaran

    Pacaran: Femisida Berkedok Jalinan Asmara

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    Pembaruan

    Peran KUPI dalam Pembaruan Islam Berbasis Pengalaman Perempuan

    Pacaran

    Pacaran: Femisida Berkedok Jalinan Asmara

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Figur

Kisah Siti Fatimah binti Maimun: Mubalighah Pertama di Pulau Jawa

Dari kisah Fatimah binti Maimun, dapat kita petik bahwa perempuan sejak zaman dahulu memiliki hak dan kesempatan untuk berperan di bidang apapun

Hilda Rizqi Elzahra Hilda Rizqi Elzahra
31 Oktober 2023
in Profil
0
Siti Fatimah binti Maimun

Siti Fatimah binti Maimun

2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Siti Fatimah binti Maimun masih menjadi nama mubalighah yang kurang didengar keberadaannya. Dalam beberapa literatur yang membahas sejarah Islam di nusantara khususnya pulau Jawa, memang tidak terlepas dari peran Walisongo. Namun sedikit yang membahas bahwa ada sebuah makam panjang bertuliskan bahasa Arab menggunakan khat kufi dengan nama Fatimah binti Maimun Hibatallah yang merupakan keponakan dari Sunan Gresik dan turut memiliki andil dalam penyebaran ajaran agama Islam di wilayah tersebut.

Makam Siti Fatimah binti Maimun tersebut berada di Dusun Leran, desa Pesucen, kecamatan Manyar atau sekitar 7 km sebelah utara dari kota Gresik. Konon nama dusun Leran merupakan makna bahwa daerah tersebut menjadi tempat leren atau pelerenan (singgah) Siti Fatimah.

Di dekat makam tersebut terdapat sebuah masjid yang didirikan oleh Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi ketika pertama kali mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa melalui jalur perdagangan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sisa-sisa kehidupan bandar yang menandakan kota Gresik dulunya adalah sebuah kota bandar besar.

Makam Siti Fatimah binti Maimun Hibatallah berbeda dengan makam wali pada umumnya. Cungkup pada makam tersebut berbentuk seperti candi Hindu-Budha. Konon katanya, yang membuat cungkup tersebut adalah seorang raja Budha yang berniat mempersunting Siti Fatimah. Namun pada saat itu desa Leran mengalami masa pagebluk, sebuah wabah penyakit yang mengakibatkan sebagian warga meninggal termasuk Fatimah dan dua belas pengikutnya.

Di dalam cangkup tersebut juga terdapat empat makam dayangnya yang memuat nama Putri Seruni, Putri Kucing, Putri Kamboja dan Putri Keling. Dekat dari makam tersebut juga terdapat 8 makam panjang yang berukuran 9 meter dan 2 makam berukuran 6 meter. Makam tersebut bertuliskan nama Sayid Ja’far, Sayid Harim, Sayid Syarif. Ketiga makam tersebut diyakini sebagai paman dari Siti Fatimah. Kemudian ada Sayid Jalal, Sayid Jamal, Sayid Jamaluddin, Raden Achmad dan Raden Syarif.

Siapakah Siti Fatimah Binti Maimun?

Siti Fatimah binti Maimun Hibatallah (selanjutnya akan ditulis Siti Fatimah) adalah putri dari Maimun yang bergelar Sultan Mahmud Syah Alam yang berasal dari Iran dan ibunya bernama Siti Aminah yang berasal dari Aceh. Ia lahir di negeri Kedah, Malaka pada 1064 M. Ia memiliki nama lain yaitu Dewi Retno Suwari.

Maimun adalah sepupu dari Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim. Maka, Siti Fatimah adalah keponakan dari Sunan Gresik. Pangeran ke tiga dari keraton Cirebon yang bernama Wangsakerta pun membenarkan hal tersebut.

Kisah Berdakwah  Siti Fatimah binti Maimun

Konon katanya, Siti Fatimah datang ke Jawa atas perintah dari Sunan Gresik untuk menyebarkan agama Islam. Namun, Sunan Gresik mengalami kesulitan karena masyarakat masih kuat akan pengaruh Hindu Budha, lalu Sunan Gresik berniat untuk menikahkan Siti Fatimah dengan Raja Budha.

Siti Fatimah menginjakkan kaki di Leran pada usia remaja, yaitu 17 tahun. Ia memiliki kepandaian dalam berdagang mengikuti jejak keluarga besarnya. Ia bersama ayah dan ibunya melakukan perniagaan di pulau Jawa.

Ia melakukan aktivitas dagangnya hingga ke wilayah kerajaan Majapahit yang ketika itu Raja Budha (Brawijaya) masih menguasai wilayah tersebut. Dagangannya selalu ramai pengunjung. Sebab ia menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah.

Sembari berdagang, ia juga menyebarkan ajaran agama Islam. Ia dan duabelas pengikutnya yang membantu berdagang dan menyebarkan ajaran Islam dengan sangat elegan melalui pembawaannya yang sejuk dan tutur kata yang santun. Ia mencari barang dagangan di daerah Tandhes yang mana banyak pedagang Muslim dari mancanegara pula.

Wafatnya Siti Fatimah binti Maimun

Selama kurang lebih satu tahun, Siti Fatimah yang berdagang di Pusat Kerajaan Majapahit itu kembali pulang ke Leran tepat pada saat Leran mengalami wabah Pagebluk. Banyak warga yang meninggal lantaran penyakit tersebut termasuk Siti Fatimah dan dua belas pengikutnya.

Siti Fatimah wafat di usia yang masih cukup muda yaitu seskitar 18 tahun dan belum menikah. Raja Budha yang berniat meminang Siti Fatimah mendengar kabar tersebut langsung membangun bangunan cangkup yang berbentuk menyerupai candi yang mana cangkup tersebut memuat makam Siti Fatimah dan empat buah makam pengikutnya yang berjenis kelamin perempuan.

Nisan Siti Fatimah bertuliskan bahasa Arab dengan khat Kufi memuat nama Fatimah binti Maimun bin Hibatallah yang wafat pada 495 H atau 1102 M. Pada batu nisan Fatimah juga terdapat petikan surat Ar-Rahman ayat 55. Keberdaan makam Fatimah inilah yang menjadi landasan hingga sekarang bahwa di abad ke 11 M telah ada masyarakat Muslim di daerah Pantai Utara Jawa.

Ditemukannya makam tersebut setelah 400 tahun peristiwa wafat. Seorang antropolog bernama CP Mokoet pada tahun 1911 yang menemukan keberadaan makam tersebut. Dengan demikian, setiap 15 Syawal masyarakat Leran memperingatinya sebagai Khaul Siti Fatimah binti Maimun Hibatallah. Tanggal tersebut bukanlah tanggal wafatnya melainkan tanggal penemuan makam tesebut.

Teladan Siti Fatimah binti Maimun Hibatallah

Melihat kiprah dari Siti Fatimah kita bisa menyimpulkan bahwa beliau bukanlah perempuan biasa. Syiar agama Islam pada masa Fatimah tergolong masih sulit. Sehingga membutuhkan pengorbanannya untuk memutuskan singgah di desa Leran dan menikah dengan Raja Budha.

Ia menyajikan Islam dengan sangat santun dalam jalan dakwahnya.Mayrakat pun mengaguminya. Bahkan sejak zaman Hindu-Budha masyarakat sudah mengistimewakan makamnya.

Makam Siti Fatimah ditemukan empat abad setelah kematiannya. Kendati demikian, sosok Fatimah sebagai mubalighah atau pedagang Muslim jarang sekali ada yang menyebutkan dalam babad dan sumber sejarah layaknya para walisongo. Padahal, Fatimah binti Maimun merupkan tokoh kunci dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Tepatnya sebelum era walisongo dapat menembus kekokohan Hindu-Budha di kerajaan Majapahit.

Dari kisah Fatimah binti Maimun, dapat kita petik bahwa perempuan sejak zaman dahulu memiliki hak dan kesempatan untuk berperan di bidang apapun. Bahkan menjadi bagian terpenting dalam suatu zaman. Jenis kelamin tidak membatasi seseorang untuk menjadi pelaku sejarah.

Kita harus mengangkat kisah-kisah penting yang perempuan lakukan. agar literatur pengetahuan tidak timpang gender. Dengan demikian, kesetaraan gender  dan perjuangan perempuan dapat di ungkap sejak zaman dahulu dan terwujud di zaman sekarang. []

 

 

Tags: fatimah binti maimunmakam panjangPerempuan Ulamasejarah islam nusantarasunan gresikWalisongo
Hilda Rizqi Elzahra

Hilda Rizqi Elzahra

Mahasiswi jelata dari Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid, pegiat literasi

Terkait Posts

Dialog Publik KUPI
Aktual

Dialog Publik KUPI: Dari Capaian hingga Tantangan Gerakan Keulamaan Perempuan

14 Desember 2025
Siti Ambariyah
Figur

Menelaah Biografi Nyai Siti Ambariyah; Antara Cinta dan Perjuangan

18 Oktober 2025
Prof. Dr. Shinta
Figur

Prof. Dr. Shinta UIN Gus Dur: Inovasi dan Kecerdasan Multidimensi sebagai Jalan Sukses

4 Oktober 2025
Zaynab binti al-Kamal
Figur

Zaynab binti al-Kamal: Bukti Perempuan Memiliki Otoritas Keilmuan

25 September 2025
Ibn Arabi
Pernak-pernik

Ibn Arabi Mengaji Pada 3 Perempuan Ulama

22 September 2025
Nyai Hindun Anisah
Figur

Nyai Hindun Anisah Torehkan Prestasi Lewat Disertasi tentang Gerakan Ulama Perempuan Indonesia

24 Agustus 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan
  • Perempuan di Titik Nol: Kisah Perlawanan Perempuan dari Padang Pasir
  • Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?
  • Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan
  • Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID