Senin, 9 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    Pelecehan Seksual

    Pelecehan Seksual yang Dinormalisasi dalam Konten POV

    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    Pernikahan sebagai

    Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

    Istri adalah Ladang

    Memaknai Ulang Istri sebagai Ladang dalam QS. al-Baqarah Ayat 223

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    Pelecehan Seksual

    Pelecehan Seksual yang Dinormalisasi dalam Konten POV

    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    Pernikahan sebagai

    Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

    Istri adalah Ladang

    Memaknai Ulang Istri sebagai Ladang dalam QS. al-Baqarah Ayat 223

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Membangun Circle Kesalingan dalam Persabatan

Pada dasarnya konsep dalam membangun pertemanan maupun persahabatan, baik antara kita dengan orang lain, maupun orang lain dengan kita, posisinya sama (equal). Sehingga berlaku konsep kesalingan (mubadalah)

Rochmad Widodo by Rochmad Widodo
3 Januari 2023
in Personal
A A
0
Kesalingan dalam Persahabatan

Kesalingan dalam Persahabatan

11
SHARES
532
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – “Burung yang sama, akan hinggap di dahan yang sama,” demikianlah pengilustrasian pepatah China bagaimana relasi pertemanan atau persahabatan seseorang. Memang ada benarnya, kesalingan dalam persahabatan. Umumnya orang memilih teman yang memiliki latar belakang sama, baik apakah kesamaan itu dari karakter, hobi, organisasi, pekerjaan, tempat belajar, keluarga, ideologi, dan lainnya.

Di samping itu ada juga pepatah dari Tiongkok yang sangat masyhur mengatakan, “punya sejuta teman masih kurang, punya satu musuh sudah terlalu banyak.” Yang secara tidak langsung menggambarkan pentingnya membangun pertamanan sebanyak-banyaknya, sekaligus menghindari permusuhan, meski dengan satu orang sekalipun.

Namun bagaimana dalam Islam mengajarkan tata cara yang tepat dalam membangun pertemanan? Terlebih jika menjadikan teman tersebut sebagai teman dekat atau sahabat, yang kita sebut “bestie” dalam bahasa keren saat ini?

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam “al-Ishâbah fi Tamyîzis Shahâbah” menyebut bahwa sahabat Nabi adalah “orang-orang yang berjumpa dengan Nabi dalam keadaan beragama Islam, dan meninggal juga dalam keadaan Islam.” Dalam rangkaian sanad hadits, penyebutan sahabat berada di urutan setelah Nabi.

Menilik Peran Para Sahabat Nabi

Peran mereka baik sebagai orang yang melaksanakan suatu hal di depan Nabi atau menjadi orang yang menyampaikan apa yang kita dengar dan kita lihat dari pribadi Rasulullah SAW. Hal itu bisa menjadi ilustrasi bagaimana posisi penting seorang sahabat bagi seseorang. Hingga dalam Islam dalam rangkaian sanad hadits sebagai urutan setelah Nabi. Di mana hadits kita jadikan sebagai dasar hukum bagi umat Islam setelah Al Qur’an.

Artinya itu bisa kita maknai, bahwa posisi sahabat atau pun teman dalam Islam memang tidak sederhana. Namun sangat kita sayangkan, tidak banyak pembahasan komprehensif terkait hal ini dalam materi di pendidikan formal kita. Sehingga dalam menjalin pertemanan maupun membangun persahabatan, kerap kali banyak yang tidak memiliki panduan dengan tepat.

Akibatnya banyak pemuda, bahkan juga orang dewasa terjerumus dalam circle pertemanan dan persahabatan yang salah. Dampaknya kemudian membawa mereka dalam budaya hidup negatif dan bahkan tak jarang hingga menyalahi aturan syariat, hukum, dan norma sosial yang merugikan pribadi, keluarga, juga masyarakat. 

Kenalan

Dalam konsep hubungan sosial di masyarakat ada yang kita pahami sebagai kenalan, teman, dan sahabat. Penyebutan itu memiliki makna tingkat kedekatan hubungan seseorang dengan orang lain. Di samping sekaligus juga bermakna sebuah proses bagi seseorang dalam berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Awalnya sekadar kenalan, saat merasa cocok beranjak menjadi teman, dan jika merasa nyaman kemudian berlanjut bisa menjadi sahabat, atau kalaupun tidak, tetap pada posisi teman, atau bahkan sekadar kenalan.

Jika kita gambarkan secara hierarki tingkat kedekatan hubungan ini seperti piramida. Sahabat menduduki posisi paling atas, lalu teman, dan paling bawah adalah kenalan. Rentang kenalan memang luas dan banyak. Namun semakin menyempit yang menjadi teman, dan semakin mengerucut yang menjadi sahabat.

Adapun yang dimaksud dengan kenalan, biasa kita artikan ketika dua orang saling tahu nama dan saling ingat. Meski tidak berinteraksi secara intens atau pun berbincang lebih dekat. Bisa jadi pernah bertemu dan kenalan dalam suatu kesempatan. Atau hanya sekadar berinteraksi di media sosial, namun tidak berlanjut jauh hingga saling mengenal secara mendalam, sehingga tidak terlalu dekat hubungan diantaranya.

Teman dan Sahabat

Sedangkan teman adalah orang yang pernah berada di satu lingkungan dan pernah berinteraksi lebih. Tidak sekadar kenal nama, tapi juga tahu sedikit banyak tentang latar belakang, hobi, atau bahkan karakternya. Misalnya, seperti teman sekolah, teman kerja, atau teman organisasi.

Selanjutnya, sahabat atau kadang juga disebut teman dekat, dan istilah kerennya sekarang “bestie”, adalah orang yang memiliki frekuensi sama dan interaksi dengan sangat intens. Saling tahu masalah personal dan bahkan hal yang termasuk privasi. Orang yang sudah melalui masa sulit bersama-sama dan saling membantu tanpa meninggalkan.

Robin Dunbar (2021), ahli antropologi dan psikologi asal Inggris, terkait circle pertemanan dalam buku “Friends: Understanding the Power of Our Most Important Relationships,” menunjukkan hasil penelitiannya, bahwa circle persahabatan yang baik, bisa meningkatkan kesehatan fisik, menjaga kebugaran tubuh atau mengurangi rasa stres berlebih. Selain itu circle pertemanan yang baik juga bisa memberikan pengaruh baik.

Sahabat yang suportif akan mendorong untuk lebih mengapresiasi dan mencintai diri sendiri apa adanya, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Artinya akan berdampak positif dalam kehidupan bagi sahabat dan temannya. Pun berlaku demikian kebalikannya, memilih sahabat, teman dekat, yang tidak tepat atau salah, seperti toxic, akan berdampak buruk. Baik secara kesehatan fisik maupun mental, serta dampak buruk lainnya.

Konsep Relasi dalam Islam

Allah SWT berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat : 13).

Para ulama sering menjadikan ayat tersebut untuk dalil ilustrasi bahwa manusia Allah SWT ciptakan adalah sebagai makhluk sosial. Penciptaan manusia yang berbeda-beda, baik itu jenis kelamin, bangsa, juga suku-suku adalah dengan maksud dan tujuan; agar bisa saling mengenal (silaturahmi). Bukan berselisih atas perbedaannya. Dengan saling mengenal, maka muncul relasi persaudaraan. Selanjutnya relasi persaudaraan yang terjalin akan menimbulkan kasih sayang dan persatuan.

Secara tidak langsung ayat tersebut juga mengisyaratkan sekaligus untuk membangun kenalan sebanyak-banyaknya. Terlebih dalam tata hubungan sesama manusia (al-‘alâqah bain an-nâs) dalam Islam, selain atas bingkai keluarga juga dikembangkan tiga konsep, yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah/insaniyah.

Ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan antar umat Islam yang tumbuh dan berkembang karena kesamaan akidah, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional, meliputi seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, munakahat, mu‘âsyarah, maupun interaksi keseharian.

Ukhuwuah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah

Adapun ukhuwah wathaniyah adalah hubungan antar sesama manusia yang berkaitan dengan ikatan kebangsaan dan kenegaraan, mencakup aspek yang bersifat muamalah (kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan), dalam konteks sebagai warga negara memiliki kesamaan derajat dan tanggung jawab untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan bersama.

Sedangkan ukhuwah basyariyah/insaniyah adalah hubungan antara manusia yang tumbuh dan berkembang atas dasar rasa kemanusiaan yang bersifat universal. Yakni mencakup aspek berkaitan dengan kesamaan martabat kemanusiaan untuk kehidupan yang adil, damai dan sejahtera.

Namun dalam sebuah hadits juga digambarkan dampak seorang teman kepada temannya, Rasulullah SAW bersabda: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu. Dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Yang bisa kita jadikan acuan untuk perkenalan apakah akan kita lanjutkan menjadi teman dan sahabat. Karena akan berdampak dalam kehidupan kita menjadi lebih baik atau sebaliknya.

 Kesalingan dalam Persahabatan versi Islam

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (4/227) menjelaskan, keutamaan berteman adalah dengan orang-orang shalih yang memiliki akhlak mulia, yang memilki ilmu luas dan adab yang baik, serta selalu bersikap wara’. Selanjutnya tidak bergaul dengan orang-orang yang ahli bid’ah, bersifat buruk, dan memiliki sikap tercela lainnya.

Adapun Imam al-Ghazali dalam “Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali” menjelaskan adab berteman yang baik adalah menunjukkan rasa gembira ketika bertemu, mendahului beruluk salam, bersikap ramah dan lapang dada ketika duduk bersama, turut melepas saat teman berdiri, memperhatikan saat teman berbicara, dan tidak mendebat ketika sedang berbicara, menceritakan hal-hal yang baik, tidak memotong pembicaraan, dan memanggil dengan nama yang disenangi.

Pada dasarnya konsep dalam membangun pertemanan maupun persahabatan, baik antara kita dengan orang lain, maupun orang lain dengan kita, posisinya sama (equal). Sehingga berlaku konsep kesalingan (mubadalah). Untuk membangunnya dengan baik, yakni menerapkan kesetaraan dan kemanusiaan sebagai dua pondasi penting untuk mewujudkan kemaslahatan, kerahmatan, dan keadilan.

Idealnya kita tidak hanya berharap dan mencari teman yang baik seperti yang tergambarkan Imam Nawawi maupun Imam al-Ghazali tersebut. Namun juga sekaligus menjadi pribadi yang baik untuk kita jadikan sebagai teman dan sahabat oleh orang lain.

Dengan menerapkan kesalingan dalam persahabatan, yakni relasi saling menghormati, saling menolong dan bekerjasama (ta’awun), saling melindungi, saling berbuat baik dan santun, saling mencintai dan membahagiakan. Tentu selanjutnya akan turut membuahkan kenyamanan dalam hubungan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan bagi sesama. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Tags: KesalinganMubadalahpersahabatanRelasisosial
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Benarkah Memukul Anak Menjadi Metode Terbaik Dalam Mendidik Anak?

Next Post

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi yang Saleh dan Memberikan Manfaat

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo adalah Asisten Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits, Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama-Pemimpin Berakhlakul Qur’ani Berwawasan Kebangsaan di Kota Bekasi.

Related Posts

Pernikahan sebagai
Pernak-pernik

Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

6 Februari 2026
Laki-laki Provider
Personal

Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

5 Februari 2026
ODGJ
Disabilitas

ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

5 Februari 2026
Difabel dalam Sejarah Yunani
Disabilitas

Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

5 Februari 2026
Sujud
Pernak-pernik

Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

4 Februari 2026
Sujudnya Istri
Pernak-pernik

Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

4 Februari 2026
Next Post
Anak saleh

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi yang Saleh dan Memberikan Manfaat

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an
  • Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz
  • Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental
  • MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai
  • Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0