Selasa, 24 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Lebaran Kupat

    Lebaran Kupat: Jangan Lupa Ngaku Lepat dan Laku Papat

    Keadilan Iklim

    Idulfitri dan Penegakkan Keadilan Iklim

    Kaum Muda

    Kaum Muda dan Inflasi Ijazah

    Iran

    Kenapa Kita Harus Mendukung Iran?

    Nyepi dan Idulfitri

    Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi

    Refleksi Lebaran

    Refleksi Lebaran: Bolehkah Kita Bersuka Cita saat Saudara Kita Masih Berduka?

    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Laki-laki

    Laki-laki Harus Berperan Aktif dalam Pemenuhan Kesehatan Perempuan

    Setara

    Pentingnya Pola Asuh yang Setara dalam Membentuk Karakter Anak

    Tabu

    Budaya Tabu Persempit Ruang Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan Dinilai Penting untuk Meningkatkan Kesadaran

    Kesehatan Perempuan

    Mengupayakan Perubahan dalam Masyarakat melalui Diskusi Kesehatan Perempuan

    Ekonomi Perempuan

    Ketergantungan Ekonomi Membatasi Akses Kesehatan Perempuan

    Hak Perempuan

    Pembatasan Hak Perempuan

    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Lebaran Kupat

    Lebaran Kupat: Jangan Lupa Ngaku Lepat dan Laku Papat

    Keadilan Iklim

    Idulfitri dan Penegakkan Keadilan Iklim

    Kaum Muda

    Kaum Muda dan Inflasi Ijazah

    Iran

    Kenapa Kita Harus Mendukung Iran?

    Nyepi dan Idulfitri

    Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi

    Refleksi Lebaran

    Refleksi Lebaran: Bolehkah Kita Bersuka Cita saat Saudara Kita Masih Berduka?

    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Laki-laki

    Laki-laki Harus Berperan Aktif dalam Pemenuhan Kesehatan Perempuan

    Setara

    Pentingnya Pola Asuh yang Setara dalam Membentuk Karakter Anak

    Tabu

    Budaya Tabu Persempit Ruang Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan

    Diskusi Kesehatan Perempuan Dinilai Penting untuk Meningkatkan Kesadaran

    Kesehatan Perempuan

    Mengupayakan Perubahan dalam Masyarakat melalui Diskusi Kesehatan Perempuan

    Ekonomi Perempuan

    Ketergantungan Ekonomi Membatasi Akses Kesehatan Perempuan

    Hak Perempuan

    Pembatasan Hak Perempuan

    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Membangun Circle Kesalingan dalam Persabatan

Pada dasarnya konsep dalam membangun pertemanan maupun persahabatan, baik antara kita dengan orang lain, maupun orang lain dengan kita, posisinya sama (equal). Sehingga berlaku konsep kesalingan (mubadalah)

Rochmad Widodo by Rochmad Widodo
3 Januari 2023
in Personal
A A
0
Kesalingan dalam Persahabatan

Kesalingan dalam Persahabatan

11
SHARES
535
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – “Burung yang sama, akan hinggap di dahan yang sama,” demikianlah pengilustrasian pepatah China bagaimana relasi pertemanan atau persahabatan seseorang. Memang ada benarnya, kesalingan dalam persahabatan. Umumnya orang memilih teman yang memiliki latar belakang sama, baik apakah kesamaan itu dari karakter, hobi, organisasi, pekerjaan, tempat belajar, keluarga, ideologi, dan lainnya.

Di samping itu ada juga pepatah dari Tiongkok yang sangat masyhur mengatakan, “punya sejuta teman masih kurang, punya satu musuh sudah terlalu banyak.” Yang secara tidak langsung menggambarkan pentingnya membangun pertamanan sebanyak-banyaknya, sekaligus menghindari permusuhan, meski dengan satu orang sekalipun.

Namun bagaimana dalam Islam mengajarkan tata cara yang tepat dalam membangun pertemanan? Terlebih jika menjadikan teman tersebut sebagai teman dekat atau sahabat, yang kita sebut “bestie” dalam bahasa keren saat ini?

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam “al-Ishâbah fi Tamyîzis Shahâbah” menyebut bahwa sahabat Nabi adalah “orang-orang yang berjumpa dengan Nabi dalam keadaan beragama Islam, dan meninggal juga dalam keadaan Islam.” Dalam rangkaian sanad hadits, penyebutan sahabat berada di urutan setelah Nabi.

Menilik Peran Para Sahabat Nabi

Peran mereka baik sebagai orang yang melaksanakan suatu hal di depan Nabi atau menjadi orang yang menyampaikan apa yang kita dengar dan kita lihat dari pribadi Rasulullah SAW. Hal itu bisa menjadi ilustrasi bagaimana posisi penting seorang sahabat bagi seseorang. Hingga dalam Islam dalam rangkaian sanad hadits sebagai urutan setelah Nabi. Di mana hadits kita jadikan sebagai dasar hukum bagi umat Islam setelah Al Qur’an.

Artinya itu bisa kita maknai, bahwa posisi sahabat atau pun teman dalam Islam memang tidak sederhana. Namun sangat kita sayangkan, tidak banyak pembahasan komprehensif terkait hal ini dalam materi di pendidikan formal kita. Sehingga dalam menjalin pertemanan maupun membangun persahabatan, kerap kali banyak yang tidak memiliki panduan dengan tepat.

Akibatnya banyak pemuda, bahkan juga orang dewasa terjerumus dalam circle pertemanan dan persahabatan yang salah. Dampaknya kemudian membawa mereka dalam budaya hidup negatif dan bahkan tak jarang hingga menyalahi aturan syariat, hukum, dan norma sosial yang merugikan pribadi, keluarga, juga masyarakat. 

Kenalan

Dalam konsep hubungan sosial di masyarakat ada yang kita pahami sebagai kenalan, teman, dan sahabat. Penyebutan itu memiliki makna tingkat kedekatan hubungan seseorang dengan orang lain. Di samping sekaligus juga bermakna sebuah proses bagi seseorang dalam berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Awalnya sekadar kenalan, saat merasa cocok beranjak menjadi teman, dan jika merasa nyaman kemudian berlanjut bisa menjadi sahabat, atau kalaupun tidak, tetap pada posisi teman, atau bahkan sekadar kenalan.

Jika kita gambarkan secara hierarki tingkat kedekatan hubungan ini seperti piramida. Sahabat menduduki posisi paling atas, lalu teman, dan paling bawah adalah kenalan. Rentang kenalan memang luas dan banyak. Namun semakin menyempit yang menjadi teman, dan semakin mengerucut yang menjadi sahabat.

Adapun yang dimaksud dengan kenalan, biasa kita artikan ketika dua orang saling tahu nama dan saling ingat. Meski tidak berinteraksi secara intens atau pun berbincang lebih dekat. Bisa jadi pernah bertemu dan kenalan dalam suatu kesempatan. Atau hanya sekadar berinteraksi di media sosial, namun tidak berlanjut jauh hingga saling mengenal secara mendalam, sehingga tidak terlalu dekat hubungan diantaranya.

Teman dan Sahabat

Sedangkan teman adalah orang yang pernah berada di satu lingkungan dan pernah berinteraksi lebih. Tidak sekadar kenal nama, tapi juga tahu sedikit banyak tentang latar belakang, hobi, atau bahkan karakternya. Misalnya, seperti teman sekolah, teman kerja, atau teman organisasi.

Selanjutnya, sahabat atau kadang juga disebut teman dekat, dan istilah kerennya sekarang “bestie”, adalah orang yang memiliki frekuensi sama dan interaksi dengan sangat intens. Saling tahu masalah personal dan bahkan hal yang termasuk privasi. Orang yang sudah melalui masa sulit bersama-sama dan saling membantu tanpa meninggalkan.

Robin Dunbar (2021), ahli antropologi dan psikologi asal Inggris, terkait circle pertemanan dalam buku “Friends: Understanding the Power of Our Most Important Relationships,” menunjukkan hasil penelitiannya, bahwa circle persahabatan yang baik, bisa meningkatkan kesehatan fisik, menjaga kebugaran tubuh atau mengurangi rasa stres berlebih. Selain itu circle pertemanan yang baik juga bisa memberikan pengaruh baik.

Sahabat yang suportif akan mendorong untuk lebih mengapresiasi dan mencintai diri sendiri apa adanya, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Artinya akan berdampak positif dalam kehidupan bagi sahabat dan temannya. Pun berlaku demikian kebalikannya, memilih sahabat, teman dekat, yang tidak tepat atau salah, seperti toxic, akan berdampak buruk. Baik secara kesehatan fisik maupun mental, serta dampak buruk lainnya.

Konsep Relasi dalam Islam

Allah SWT berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat : 13).

Para ulama sering menjadikan ayat tersebut untuk dalil ilustrasi bahwa manusia Allah SWT ciptakan adalah sebagai makhluk sosial. Penciptaan manusia yang berbeda-beda, baik itu jenis kelamin, bangsa, juga suku-suku adalah dengan maksud dan tujuan; agar bisa saling mengenal (silaturahmi). Bukan berselisih atas perbedaannya. Dengan saling mengenal, maka muncul relasi persaudaraan. Selanjutnya relasi persaudaraan yang terjalin akan menimbulkan kasih sayang dan persatuan.

Secara tidak langsung ayat tersebut juga mengisyaratkan sekaligus untuk membangun kenalan sebanyak-banyaknya. Terlebih dalam tata hubungan sesama manusia (al-‘alâqah bain an-nâs) dalam Islam, selain atas bingkai keluarga juga dikembangkan tiga konsep, yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah/insaniyah.

Ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan antar umat Islam yang tumbuh dan berkembang karena kesamaan akidah, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional, meliputi seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, munakahat, mu‘âsyarah, maupun interaksi keseharian.

Ukhuwuah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah

Adapun ukhuwah wathaniyah adalah hubungan antar sesama manusia yang berkaitan dengan ikatan kebangsaan dan kenegaraan, mencakup aspek yang bersifat muamalah (kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan), dalam konteks sebagai warga negara memiliki kesamaan derajat dan tanggung jawab untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan bersama.

Sedangkan ukhuwah basyariyah/insaniyah adalah hubungan antara manusia yang tumbuh dan berkembang atas dasar rasa kemanusiaan yang bersifat universal. Yakni mencakup aspek berkaitan dengan kesamaan martabat kemanusiaan untuk kehidupan yang adil, damai dan sejahtera.

Namun dalam sebuah hadits juga digambarkan dampak seorang teman kepada temannya, Rasulullah SAW bersabda: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu. Dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Yang bisa kita jadikan acuan untuk perkenalan apakah akan kita lanjutkan menjadi teman dan sahabat. Karena akan berdampak dalam kehidupan kita menjadi lebih baik atau sebaliknya.

 Kesalingan dalam Persahabatan versi Islam

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (4/227) menjelaskan, keutamaan berteman adalah dengan orang-orang shalih yang memiliki akhlak mulia, yang memilki ilmu luas dan adab yang baik, serta selalu bersikap wara’. Selanjutnya tidak bergaul dengan orang-orang yang ahli bid’ah, bersifat buruk, dan memiliki sikap tercela lainnya.

Adapun Imam al-Ghazali dalam “Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali” menjelaskan adab berteman yang baik adalah menunjukkan rasa gembira ketika bertemu, mendahului beruluk salam, bersikap ramah dan lapang dada ketika duduk bersama, turut melepas saat teman berdiri, memperhatikan saat teman berbicara, dan tidak mendebat ketika sedang berbicara, menceritakan hal-hal yang baik, tidak memotong pembicaraan, dan memanggil dengan nama yang disenangi.

Pada dasarnya konsep dalam membangun pertemanan maupun persahabatan, baik antara kita dengan orang lain, maupun orang lain dengan kita, posisinya sama (equal). Sehingga berlaku konsep kesalingan (mubadalah). Untuk membangunnya dengan baik, yakni menerapkan kesetaraan dan kemanusiaan sebagai dua pondasi penting untuk mewujudkan kemaslahatan, kerahmatan, dan keadilan.

Idealnya kita tidak hanya berharap dan mencari teman yang baik seperti yang tergambarkan Imam Nawawi maupun Imam al-Ghazali tersebut. Namun juga sekaligus menjadi pribadi yang baik untuk kita jadikan sebagai teman dan sahabat oleh orang lain.

Dengan menerapkan kesalingan dalam persahabatan, yakni relasi saling menghormati, saling menolong dan bekerjasama (ta’awun), saling melindungi, saling berbuat baik dan santun, saling mencintai dan membahagiakan. Tentu selanjutnya akan turut membuahkan kenyamanan dalam hubungan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan bagi sesama. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Tags: KesalinganMubadalahpersahabatanRelasisosial
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Benarkah Memukul Anak Menjadi Metode Terbaik Dalam Mendidik Anak?

Next Post

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi yang Saleh dan Memberikan Manfaat

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo adalah Asisten Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits, Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama-Pemimpin Berakhlakul Qur’ani Berwawasan Kebangsaan di Kota Bekasi.

Related Posts

Nyepi dan Idulfitri
Publik

Nyepi dan Idulfitri: Memaknai Sunyi dan Memaafkan Diri Sendiri demi Keadilan Relasi

22 Maret 2026
Kaffarat
Keluarga

Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

19 Maret 2026
Makna Idulfitri
Personal

Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

19 Maret 2026
Pengasuhan Anak
Keluarga

Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

18 Maret 2026
Khairunnas Anfa’uhum Linnas
Personal

Jargon “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” dan Perihal Tuntutan untuk Selalu Produktif

16 Maret 2026
Konflik Keluarga
Keluarga

Sembilan Langkah Menengahi Konflik Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

16 Maret 2026
Next Post
Anak saleh

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi yang Saleh dan Memberikan Manfaat

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Laki-laki Harus Berperan Aktif dalam Pemenuhan Kesehatan Perempuan
  • Lebaran Kupat: Jangan Lupa Ngaku Lepat dan Laku Papat
  • Pentingnya Pola Asuh yang Setara dalam Membentuk Karakter Anak
  • Idulfitri dan Penegakkan Keadilan Iklim
  • Budaya Tabu Persempit Ruang Diskusi Kesehatan Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0