Jumat, 20 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Membincang Akses Layanan Sosial dan Dunia Kerja yang Berkeadilan dalam Dialog Nasional Indonesia Inklusi

Acara ini mengundang 60 mitra kerja pemangku hak penyandang disabilitas, perempuan yang berhadapan dengan kekerasan, lansia dan orang muda rentan

Karimah Iffia Rahman by Karimah Iffia Rahman
11 Juni 2024
in Pernak-pernik
A A
0
Indonesia Inklusi

Indonesia Inklusi

20
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kita semua tentu ingin Indonesia menjadi sebuah negara dan bangsa yang mampu memastikan seluruh komponen masyarakatnya dari berbagai latar belakang dan wilayah manapun memperoleh hak dan kewajibannya secara adil. Namun cita-cita luhur ini tentunya perlu dilakukan oleh banyak pihak.

Oleh sebab itu, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis) sebuah organisasi pembangunan yang berbasis di Jakarta dan bekerja di wilayah Asia Tenggara untuk menyuarakan hak-hak dasar masyarakat marginal mengadakan program VOICE Indonesia.

Sebuah program yang telah berlangsung sejak tahun 2016 dan berkontribusi langsung bersama lebih dari 100 organisasi masyarakat sipil yang akhirnya membentuk suatu kelompok dengan sebutan Indonesia Inklusi.

Melalui gerakan ini, Pamflet sebagai fasilitator Link and Learn VOICE Indonesia mengadakan kegiatan “Dialog Nasional Indonesia Inklusi” yang berlangsung di Erasmus Huis, JL. Rasuna Said No. 3, Jakarta Selatan (4/6/24). Acara ini mengundang lebih dari 60 mitra kerja pemangku hak penyandang disabilitas, perempuan yang berhadapan dengan kekerasan, lansia dan orang muda rentan. Selain itu kelompok minoritas gender dan seksualitas, serta masyarakat adat dan etnis minoritas.

Mendorong Indonesia Inklusi

Pembukaan acara ini oleh Maresa Oosterman selaku Head of Political Affairs, Dutch Embassy Indonesia. Kayla Lapiz perwakilan dari Voice Global dan Tunggal Pawestri, Direktur Eksekutif Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial.

“Setelah banyak melakukan upaya advokasi dan pemberdayaan kelompok pemangku hak, para mitra Indonesia Inklusi mengadakan kegiatan berskala nasional ini. Yakni dengan menghadirkan berbagai pihak pemangku kepentingan. Tujuannya agar dapat membuka ruang diskusi mengenai capaian upaya yang telah berbagai aktor lakukan dalam mendorong Indonesia Inklusi.” ungkap Kayla Lapiz saat memberikan sambutan.

Selain itu tentunya tujuan kegiatan Dialog Nasional Indonesia Inklusi ini adalah menghubungkan para mitra (grantee partners) Voice satu sama lain. Yakni untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai pelibatan dan penjangkauan pemangku kepentingan (stakeholders).

Mengikuti perkembangan pelibatan dan penjangkauan mitra kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terutama terkait dengan Lembar Rekomendasi Indonesia Inklusi. Menyediakan wadah diseminasi produk pengetahuan, cerita, hingga temuan para mitra Voice terkait Inklusi dan Interseksionalitas.

Lebih luas lagi, untuk mencapai masyarakat yang inklusif dan responsif, Tunggal Pawestri menyampaikan terdapat tiga sasaran dampak yang harus tercapai dengan menyelesaikan persoalan-persoalan kontekstual yang dihadapi oleh para pemangku hak di Indonesia antara lain:

Pertama, meningkatnya akses pemangku hak kepada sumber daya produktif dan lapangan kerja.

Kedua, meningkatnya akses pemangku hak kepada layanan sosial, secara khusus kesehatan dan pendidikan.

Ketiga, adanya ruang partisipasi politik dan pelibatan warga negara.

Dialog Nasional

Dialog Nasional terbagi menjadi dua sesi. Sesi Dialog Nasional yang pertama pada kegiatan ini bertemakan: “Sudahkah pemangku hak mendapatkan akses layanan sosial yang berkeadilan dan aksesibel?” Sebuah tema yang membahas berbagai situasi dan upaya yang masyarakat sipil dan pemerintah lakukan. Terutama dalam memastikan pemenuhan hak atas layanan sosial. Seperti pendidikan dan kesehatan yang inklusif dapat terakses seluas-luasnya.

Panelis yang membahas sesi ini antara lain, Dra. Kustini selaku Direktur Eksekutif CAI, Umbu Remi Deta, S.Kom perwakilan dari Pengurus Kepercayaan Marapu. Sjamsul Hadi, S.H.,M.M selaku Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kemendikbudristek. Sofyan, S.Sos., SH.MH selaku Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum BPHN Kementerian Hukum dan HAM serta Habibah Hasnah Hermandi sebagai moderator.

Dari sesi ini, peserta mendapatkan kesimpulan bahwa membincang akses layanan sosial yang berkeadilan dan aksesibel dapat kita mulai dari pengetahuan yang berasal dari banyak keberagaman mulai dari gender, disabilitas, dan lainnya.

Selain itu, kita memerlukan pula pengentasan stigma agar upaya-upaya yang kita rencanakan menuju Indonesia inklusi dapat terealisasi dengan optimal. Peningkatan kapasitas dan administratif juga sangat kita butuhkan untuk kegiatan inklusif yang berkelanjutan. Selain itu tentunya partisipasi dari seluruh masyarakat dan stakeholder terkait.

Mengenal Budaya dan Bahasa Tuli

Kemudian pada Dialog Nasional sesi kedua mengusung tema “Membangun Dunia Kerja yang Berkeadilan”. Tujuannya untuk membahas lebih jauh upaya membangun sistem dan budaya kerja yang adil, sehingga semua warga memiliki akses yang lebih mudah.

Sesi ini menghadirkan Luviana perwakilan dari Konde.co selaku moderator. Serta panelis yaitu Jumisih selaku Ketua Umum FSBPI dan inklusif ke sumber daya produktif dan lapangan kerja. Edy Supriyanto selaku Direktur Perkumpulan SEHATI, Wiyanto, S.H, M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri. Selain itu Mawa Kresna perwakilan dari Project Multatuli.

Menutup sesi kedua, Luviana menyampaikan kesimpulan bahwa masih banyak peraturan di dunia kerja yang diskriminatif dan masih kita perlukan akses untuk membuka layanan publik yang dapat memberikan rasa aman dan inklusif. Selain itu aksesibel bagi seluruh masyarakat khususnya penyandang disabilitas, perempuan yang berhadapan dengan kekerasan, lansia dan orang muda rentan. Lalu kelompok minoritas gender dan seksualitas, serta masyarakat adat dan etnis minoritas.

Selain Dialog Nasional, kegiatan ini juga mengadakan talkshow Open Space dengan tema Mengenal Budaya dan Bahasa Tuli dengan mengundang perwakilan dari Gerkatin Solo sebagai narasumber. Lalu Merebut Ruang Sipil yang mengundang Suara Grina sebagai narasumber. Acara ditutup dengan penampilan stand up comedy dari Sakdiyah Ma’ruf dan live concert oleh Sal Priadi. []

Tags: Bahasa TuliBudayaDialog NasionalHivos IndonesiaIndonesia Inklusi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Undang Lukman Hakim Saifuddin dan Tokoh Lintas Iman, Jaringan GUSDURian Adakan Bedah Buku Gus Dur di UIN Sunan Kalijaga

Next Post

Pentingnya Menjelaskan kepada Anak Cara Memelihara Kesehatan Reproduksi

Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui [email protected].

Related Posts

Kesehatan Sosial Perempuan
Pernak-pernik

Kesehatan Perempuan Dipengaruhi Faktor Sosial, Ekonomi, dan Budaya

14 Maret 2026
Imlek
Personal

Musim Semi Perayaan Imlek, Masihkah Ilusi untuk Cina Indonesia: Sebuah Refleksi

13 Maret 2026
Difabel dalam Masyarakat Indonesia
Disabilitas

Difabel dalam Masyarakat Indonesia

28 Februari 2026
Nyadran Perdamaian
Personal

Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

5 Februari 2026
Seksualitas sebagai
Pernak-pernik

Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

25 Januari 2026
Kerusakan Lingkungan
Lingkungan

Kerusakan Lingkungan Berdampak Luas pada Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat

2 Februari 2026
Next Post
Kesehatan Reproduksi

Pentingnya Menjelaskan kepada Anak Cara Memelihara Kesehatan Reproduksi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup
  • Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan
  • Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan
  • Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang
  • Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0