Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    Jurnalisme

    Menulis dengan Empati: Wajah Jurnalisme yang Seharusnya

    Lingkungan

    KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    Korban Kekerasan Seksual

    Menggugat Argumen Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual

    Kerusakan Alam

    Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    Jurnalisme

    Menulis dengan Empati: Wajah Jurnalisme yang Seharusnya

    Lingkungan

    KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    Korban Kekerasan Seksual

    Menggugat Argumen Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual

    Kerusakan Alam

    Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Jejak Ulama Dalam Mencela Dunia

Sahabat Umar masih ragu akan semua gaya hidup yang ia terapkan. Ia selalu bertanya, apakah yang aku lakukan ini berlebihan atau tidak?

Salman Akif Faylasuf Salman Akif Faylasuf
10 September 2024
in Pernak-pernik, Rekomendasi
0
Ngaji Ihya' Ulumuddin

Ngaji Ihya' Ulumuddin

257
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Suatu waktu sebagian dari keluarga Bani Umayyah (keluarga kerajaan) menulis surat kepada seorang tabi’in yang Abi Hazim Al-Madini (bernama Salamah bin Dinar Al-Madini). Ia adalah ulama Madinah dan dikenal sebagai orang yang sangat alim, perawi hadits dan sikap hidupnya yang zuhud.

Dalam buku Tarajum ia dikenal dengan sosok “al-khas”, yaitu orang yang suka menceritakan cerita-cerita sehingga siapapun yang mendengarkannya akan menjadi luluh hatinya (sering memberikan mauidah hasanah).

Isi suratnya, “Kok ada seorang kiai besar yang tidak pernah meminta kepada keluarga bangsawan. Wahai Abu Hazim! Kamu harus melaporkan mengenai soal kebutuhan kamu.” Abi Hazim menjawab, “Aku telah melaporkan kebutuhan-kebutuhanku kepada Allah Swt., dan apapun yang Allah berikan kepadaku maka aku akan menerimanya. Dan apapun yang Allah tidak memberikannya aku juga akan menerimanya.”

Kata Gus Ulil, dalam ngaji ihya’ ulumuddin inilah sikap seorang ulama terhadap kekuasaan politik pada waktu itu. Jadi, kekuasaan (kerajaan) itu menginginkan agar supaya ulama meminta atau melaporkan soal kebutuhannya karena kerajaan ingin membantu. Namun, umumnya ulama zaman dulu tidak mau meminta-meminta. Justru, para ulama akan meminta kepada para penguasanya penguasa, yaitu Allah Swt.

Dikatakan kepada sebagian orang-orang bijak, “Sesuatu apakah yang membuat gembira bagi orang yang berakal? Dan apa yang lebih menolong atau menangkal dari kesedihan?” Menjawab sebagian orang bijak, “Sesuatu yang membuat gembira bagi orang yang berakal bukanlah kekayaan, melainkan tindakan-tindakan yang shaleh. Dan sesuatu yang menolong bagi orang berakal untuk menolak kesedihan adalah sikap ridha akan ketentuan Allah Swt. yang telah pasti.”

Hakikat Menghilangkan Kesedihan

Dari sini kita tahu, bahwa hakikat obat dalam menghilangkan kesedihan adalah ridha terhadap apapun yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. kepada kita. Namun, sering kali kita menyalapahami konsep ridha dan qana’ah. Memang benar, kata Gus Ulil, bahwa qana’ah adalah sikap merasa cukup dan bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah Swt.

Namun, qana’ah di sini bukan dalam artian seseorang pasif dan tidak melakukan sesuatu. Tidak. Melainkan mereka tetap berusaha. Akan tetapi, apapun yang lahir dari usaha itu ia menerimanya dengan sikap “legowo”. Tidak merasa kecewa dan protes.

Misalnya, jika seseorang memprotes dengan berkata “mengapa hasilnya segini-gini saja padahala aku sudah bekerja keras?” tentu ini bukan sikap yang bisa membuat seseorang terhindar dari kesedihan. Justru yang demikian akan menambah kesedihan dan keresahan. Dengan kata lain, kesedihan seseorang yang mempunyai sikap seperti termasuk kesedihan pangkat dua; sedih karena kegagalannya dan protesnya.

Berkata sebagian orang-orang yang bijak, “Aku menjumpai orang-orang yang selalu sedih dalam kehasudan. Dan orang yang paling enak hidupnya adalah orang yang qana’ah. Dan orang yang paling sabar atas cobaan dan kesedihan adalah orang yang bisa menahan rasa rakus, ketika ia menahan diri dari sifat kerakusannya.” Dengan demikian, jika seseorang tidak bisa memendam rasa kerakusannya maka ia akan selamanya berada dalam kesedihan, bahkan sakit hati.

Mengenal Qana’ah

Tak hanya itu, lanjut orang bijak, “Orang yang paling rendah kehidupannya adalah orang yang paling (berani) menolak kepada dunia. Dan orang yang paling besar penyesalannya adalah orang alim yang sembrono.”

Sebuah syair (bahar basith) mengatakan:

وفي ذلك قيل :

آرفه ببال فتى أمسى على ثقة # أن الذي قسم الأرزاق يرزقه

فالعرض منه مصون لا يدنسه # والوجه منه جديد ليس يخلقه

إن القناعة من يحلل بساحتها # لم يلق في دهره شيئاً يؤرقه

Artinya: “Betapa gembiranya hati seorang anak muda yang masuk waktu sore ia yakin pada hari itu Tuhan akan memberinya rezeki. Harga dirinya akan terjaga dan tidak akan terkotori, sementara wajahnya selalu dalam keadaan riang gembira dan tidak pucat. Siapa saja yang selalu berdiam diri dalam qana’ah, maka selamanya ia tidak akan berada dalam kesedihan.”

Abi Al-Atahiyah, salah satu penyair yang terkenal pada masa Abbasiyah dalam syairnya berkata:

وقد قيل أيضاً :

حتى متى أنا في حل وترحال # وطول سعي وإدبار وإقبال

ونازح الدار لا أنفك مغترباً # عن الأحبة لا يدرون ما حالي

Artinya: “Hingga kapan aku berada dan pergi dalam sebuah tempat, dan panjangnya perjalanan, pergi dan kembali. Hingga kapan aku ini meninggalkan rumah-rumah, aku selalu terasing dari para kekasih-kekasih, mereka yang tidak tahu akan keadaanku. Di tanah bagian timur pada suatu waktu, kemudian sebelah baratnya tanah, tidak terbersit dalam pikiranku kematian karena rakusnya aku kepada harta.”

Orang yang Sibuk Mencari Harta

Kata Gus Ulil, inilah curhatnya orang yang sibuk mencari harta. Ia selalu bingung oleh sebab tidak pernah berada di rumah, kapan pergi dan datangnya. Bahkan, para kekasih (anak dan istri) juga tidak pernah tahu kapan aku pergi dan datang ke rumah. Aku selalu sibuk mencari harta sehingga aku lupa pada diriku sendiri.

Andaikan aku mau bersikap qana’ah, maka kekayaan akan datang sendirinya dalam keadaan aku damai dan tenang. Akan tetapi, karena ingin selalu lebih, tidak terima apa yang Allah Swt. berikan kepadaku, akhirnya aku mengalami kesengsaraan seperti ini.

Sayyidina Umar berkata:

وقال عمر رضي الله عنه ألا أخبركم بما أستحل من مال الله تعالى حلتان لشتائي وقيظي وما يسعني من الظهر لحجي وعمرتي وقوتي بعد ذلك كقوت رجل من قريش لست بأرفعهم ولا بأوضعهم فوالله ما أدري أيحل ذلك أم لا كأنه شك في أن هذا القدر هل هو زيادة على الكفاية التي تجب القناعة بها

Artinya: “Tidakkah aku kasih tahu bahwa harta yang aku anggap halal untuk aku pakai adalah harta di mana pada saat musim dingin aku mempunyai satu baju, dan saat musim panas mempunyai satu baju. Dan kendaraan aku butuh satu untuk dipakai haji dan umrah. Dan makanan pokok aku seperti umumnya orang Quraisy. Aku tidak lebih mulia dan rendah dari orang-orang Quraisy. Demi Allah! Yang semuanya ini aku masih belum yakin, apakah ini tidak melebihi batas kecukupan?”

Dengan kata lain, sahabat Umar masih ragu akan semua gaya hidup yang ia terapkan. Ia selalu bertanya, apakah yang aku lakukan ini berlebihan atau tidak? Namun, sebenarnya, yang sahabat Umar lakukan untuk ukuran kita sudah sangat sederhana. Iya, begitulah potret sahabat Nabi yang penuh dengan kesederhanaan dan kebijaksanaan. Wallahu a’lam bisshawab. []

 

Tags: duniaGus Ulil Abshar AbdallahartaNgaji Ihya' UlumuddinQana'ahulama
Salman Akif Faylasuf

Salman Akif Faylasuf

Salman Akif Faylasuf. Alumni PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Sekarang Nyantri di PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Terkait Posts

Ulama KUPI
Publik

KUPI: Ruang Kolektif Ulama Perempuan

18 Januari 2026
Fahmina
Publik

Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

18 Januari 2026
KUPI Indonesia
Publik

Kontribusi KUPI Bagi Indonesia dan Dunia

5 Januari 2026
Definisi Ulama
Publik

Meluruskan Definisi Ulama dalam Pandangan KUPI

3 Januari 2026
Jenis Kelamin Ulama
Publik

Ulama dalam Islam: Soal Ilmu, Bukan Jenis Kelamin

3 Januari 2026
Ulama Laki-laki
Publik

Mengapa Ulama Selalu Dibayangkan Laki-Laki?

3 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam
  • Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID