Minggu, 22 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Manusia Berpuasa

    Erich Fromm dan Eksistensi Manusia Berpuasa di Bulan Ramadan

    Child Protection

    Child Protection: Cara Kita Memastikan Dunia Tetap Ramah Bagi Anak

    Disabilitas Netra

    MAQSI sebagai Wujud Inklusivitas Qur’ani terhadap Disabilitas Netra

    Disabilitas Empati

    Disabilitas Empati Masyarakat Kita

    Ibu Muda Bunuh Diri

    Ibu Muda Bunuh Diri, Siapa Mau Peduli?

    UU Perkawinan

    Kesetaraan, Relasi Kuasa, dan Egoisme UU Perkawinan

    Feminization of Poverty

    Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan

    Refleksi Puasa

    Puasa yang menyatukan: Refleksi Puasa dalam Katolik dan Islam

    Kemiskinan

    Tentang Kemiskinan; Isi Perut Terjamin, Masa Depan Dibiarkan Kosong

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Laki-laki dan perempuan Berduaan

    Benarkah Islam Melarang Laki-Laki dan Perempuan Berduaan di Tempat Sepi? Ini Penjelasannya

    Praktik Zihar

    QS. Al-Mujadilah Ayat 1 Tegaskan Respons atas Praktik Zihar

    Puasa dan Ekologi Spiritual

    Puasa dan Ekologi Spiritual: Menahan Diri, Merawat Bumi

    Khaulah

    Kisah Pengaduan Khaulah Menjadi Rujukan Diskursus Hak Perempuan dalam Islam

    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    ghaddul bashar

    Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

    Pernikahan

    Relasi Pernikahan yang Toxic itu Haram

    Hukum Menikah

    Ulama Fiqh Tekankan Akhlak Relasi sebagai Pertimbangan Hukum Menikah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Manusia Berpuasa

    Erich Fromm dan Eksistensi Manusia Berpuasa di Bulan Ramadan

    Child Protection

    Child Protection: Cara Kita Memastikan Dunia Tetap Ramah Bagi Anak

    Disabilitas Netra

    MAQSI sebagai Wujud Inklusivitas Qur’ani terhadap Disabilitas Netra

    Disabilitas Empati

    Disabilitas Empati Masyarakat Kita

    Ibu Muda Bunuh Diri

    Ibu Muda Bunuh Diri, Siapa Mau Peduli?

    UU Perkawinan

    Kesetaraan, Relasi Kuasa, dan Egoisme UU Perkawinan

    Feminization of Poverty

    Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan

    Refleksi Puasa

    Puasa yang menyatukan: Refleksi Puasa dalam Katolik dan Islam

    Kemiskinan

    Tentang Kemiskinan; Isi Perut Terjamin, Masa Depan Dibiarkan Kosong

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Laki-laki dan perempuan Berduaan

    Benarkah Islam Melarang Laki-Laki dan Perempuan Berduaan di Tempat Sepi? Ini Penjelasannya

    Praktik Zihar

    QS. Al-Mujadilah Ayat 1 Tegaskan Respons atas Praktik Zihar

    Puasa dan Ekologi Spiritual

    Puasa dan Ekologi Spiritual: Menahan Diri, Merawat Bumi

    Khaulah

    Kisah Pengaduan Khaulah Menjadi Rujukan Diskursus Hak Perempuan dalam Islam

    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    ghaddul bashar

    Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

    Pernikahan

    Relasi Pernikahan yang Toxic itu Haram

    Hukum Menikah

    Ulama Fiqh Tekankan Akhlak Relasi sebagai Pertimbangan Hukum Menikah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Pentingnya Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak dalam Film Laal Singh Chadda

Dari film Laal Singh Chadda, tidak hanya sebuah pesan damai yang berhasil ia sampaikan, tetapi pesan betapa pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak

Yuyun Khairun Nisa by Yuyun Khairun Nisa
14 Desember 2022
in Film
A A
0
Peran Ibu

Peran Ibu

10
SHARES
498
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Setiap akhir pekan, saya menghabiskan waktu untuk me time. Salah satunya dengan menonton film. Kebiasaan satu ini cukup efektif tidak hanya untuk menghibur diri, melainkan dapat meningkatkan energi dan memberikan waktu untuk berefleksi. Apalagi industri film saat ini mengalami kemajuan dalam segi substansi. Banyak film yang mengandung pesan moral yang bagus serta mengangkat isu-isu yang sedang masyarakat dunia hadapi. Seperti peran ibu, kesetaraan gender, kesehatan mental, perdamaian, dan lainnya. Salah satu film yang menarik perhatian saya adalah Laal Singh Chadda.

Film ini menempati urutan ke-4 dalam 10 film teratas di Indonesia versi Netflix. Judul film ini diambil dari nama pemeran utama yang akrab dipanggil Laal, diperankan oleh Aamir Khan. Ia seorang anak laki-laki optimis yang tumbuh dan terdidik dari seorang ibu yang gigih dan penuh semangat.

Meskipun ia terlahir dengan kondisi kecerdasan intelektual yang lebih rendah dari anak seusianya, kecerdasan lainnya seperti emosi dan spiritual yang ia miliki cukup besar. Hal ini terpotret pada scene saat Laal masuk tentara angkatan darat dan ia bertugas untuk menjaga wilayah perbatasan India dan Pakistan.

Seperti yang kita ketahui, hubungan bilateral antara India dan Pakistan tidak cukup baik karena perbedaan agama yang dianut penduduk mayoritasnya di masing-masing negara. Berdasarkan catatan Wikipedia, 79.8% masyarakat India menganut agama Hindu, sedangkan Muslim hanya 14.2%. Berbanding terbalik dengan Pakistan yang 97% penduduknya menganut agama Islam, dan hanya 1.6% pemeluk agama Hindu dan Kristen.

Menepis Prasangka

Tak ayal kasus intoleransi dan hate speech atau narasi kebencian merebak di masyarakat dua negara tersebut. Namun, Laal sebagai representasi kelompok mayoritas India justru bersikap sebaliknya. Saat ia sedang berperang, hatinya menolak untuk membunuh sesama manusia. Alih-alih menembak, ia justru menolong teman-temannya yang terluka. Membawa mereka ke tempat aman, menjauh dari titik peperangan. Bahkan, ia juga tak pandang bulu menyelamatkan nyawa orang yang menganggapnya musuh, bernama Mohammad.

Kejadian tersebut tentunya sangat mengejutkan, terlebih bagi Mohammad. Tak hanya itu, singkat cerita, mereka justru menjadi rekan kerja. Laal menjadi produsen, dan Mohammad sebagai manajer pemasaran. Bisnis mereka berkembang pesat. Menjadi salah satu perusahaan terbesar di India. Hubungan baik antara Laal dan Mohammad ini menjadi angin segar untuk menepis prasangka buruk terhadap orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Apalagi jika mengatas namakan agama sebagai pembenaran.

Doktrin agama yang menganggap orang yang berbeda keyakinan adalah suatu ancaman dan harus diberantas, senyatanya masih seringkali disebarkan melalui pendidikan atau dakwah tokoh agama yang tidak bertanggung jawab.

Pemeran Mohammad menjadi representasi dari salah satu orang yang terdoktrin. Tetapi, ia akhirnya sadar akan kekeliruan pemahaman tersebut semenjak berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan Laal. Keduanya menjadi teman baik. Akhirnya, melahirkan pemahaman baru bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang salah, menyeramkan, apalagi sebuah ancaman. Terbukti, mereka bisa hidup rukun dan sejahtera berdampingan dengan perbedaan.

Dukungan dan Peran Ibu

Selain itu, pemahaman Laal akan Tuhan juga berhasil menyentuh hati Mohammad, bahwa Tuhan ada di hati setiap manusia. Bukan untuk memicu perpecahan atau peperangan, melainkan menumbuhkan jiwa kemanusiaan. Menariknya, pemahaman itu datang dari peran ibu Laal.

Ibu Laal merupakan orang tua tunggal yang memiliki karakter dengan peran ibu yang pintar dan pekerja keras. Ia mendidik Laal untuk memiliki kepercayaan diri dan kemandirian di tengah keterbatasan yang ia miliki. Ia juga meyakinkan Laal bahwa ia sama seperti anak-anak lainnya.

Saat dewasa, ibu Laal juga selalu mengarahkan dan mendukung apapun yang ia lakukan. Walhasil, segala pencapaian yang diterima Laal seperti bisa bersekolah hingga perguruan tinggi, masuk Angkatan Darat, menerima penghargaan dari negara, menjalankan bisnis, semuanya tak luput dari peran ibunya yang suportif.

Mengingat ibu adalah orang terdekat bagi anak, tentunya peran ibu memiliki pengaruh yang besar dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam membentuk karakternya. Pendidikan karakter baiknya dilakukan se-dini mungkin. Dilansir dari artikel Halodoc, anak pada rentang usia 0-6 tahun berkembang 80% lebih cepat, sehingga sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai yang baik seperti sikap menghormati dan mengasihi.

Itulah yang ibu Laal terapkan  padanya, lantas menjadikan Laal seorang laki-laki yang mandiri, percaya diri, pengasih, dan menghormati sesamanya. Berbuat baik tanpa memandang latar belakang seseorang.

Dari film Laal Singh Chadda, tidak hanya sebuah pesan damai yang berhasil ia sampaikan, tetapi pesan betapa pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak juga sangat apik ditampilkan. Meskipun pada dasarnya film ini bergenre komedi romantis, tetapi mengandung pesan-pesan yang sungguh bermakna. Recommended to watch! []

Tags: FilmFilm Laal Singh ChaddaHari IbuIbuNetflixReview Film
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Perjanjian Hilful Fudhul: Perjanjian Melindungi Orang-orang yang Dizhalimi

Next Post

Benarkah Nafkah Menjadi Tanggungjawab Suami?

Yuyun Khairun Nisa

Yuyun Khairun Nisa

Yuyun Khairun Nisa, lahir di Karangampel-Indramayu, 16 Juli 1999. Lulusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Saat ini sedang bertumbuh bersama AMAN Indonesia mengelola media She Builds Peace Indonesia. Pun, tergabung dalam simpul AMAN, Puan Menulis (komunitas perempuan penulis), dan Peace Leader Indonesia (perkumpulan pemuda lintas iman). Selain kopi, buku, dan film, isu gender, perdamaian dan lingkungan jadi hal yang diminati. Yuk kenal lebih jauh lewat akun Instagram @uyunnisaaa

Related Posts

Fungsi Reproduksi
Pernak-pernik

Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

9 Februari 2026
ibu susuan
Pernak-pernik

Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

30 Januari 2026
peran menyusui
Pernak-pernik

Menghormati Peran Ibu Menyusui

2 Februari 2026
Tokenisme
Disabilitas

Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

2 Februari 2026
Avatar: Fire and Ash
Film

Menilik Avatar: Fire and Ash dari Kacamata Perempuan Pejuang Lingkungan dan HAM

2 Februari 2026
Hari Ibu
Publik

Tentang Hari Ibu, dan Pergulatan Batin Jalani Hari-hari Sebagai Ibu Bekerja

29 Desember 2025
Next Post
Nafkah

Benarkah Nafkah Menjadi Tanggungjawab Suami?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Benarkah Islam Melarang Laki-Laki dan Perempuan Berduaan di Tempat Sepi? Ini Penjelasannya
  • Ayat-ayat Mubadalah dalam Relasi Berkeluarga
  • Erich Fromm dan Eksistensi Manusia Berpuasa di Bulan Ramadan
  • Child Protection: Cara Kita Memastikan Dunia Tetap Ramah Bagi Anak
  • Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0